
Hanya dalam sekejap Shio Fang telah mampu melakukan pengejaran, dan saat ini roh jiwa praktisi klan naga begitu sangat ketakutan melihat Shio Fang telah menghadang jalannya.
Shio Fang hanya sesaat menatap kearah roh jiwa itu, dan pada akhirnya Shio Fang benar benar memusnahkannya.
Setelah jiwa Shio Fang kembali ke tubuh kasarnya, dengan mengeluarkan kekuatan kaisar pelahap kekosongan Shio Fang kemudian menjejakkan kakinya di tanah, dan gelombang kejut yang sangat kuat yang berbentuk lingkaran, segera melahap semua jejak Spritual yang ada di tempat itu.
Sengaja semua melakukan hal itu di untuk menghilangkan semua jejak yang tertinggal di tempat itu, agar tak ada dari anggota suku naga yang mengetahui peristiwa pembunuhan 7 praktisi muda dari klan naga.
Shio Fang kemudian menghampiri 4 wanita muda dari klan rubah ekor 9 untuk melihat keadaan mereka, dan Shio Fang dapat mengetahui jika ke 4 wanita itu saat ini tengah terluka dalam yang cukup parah.
Shio Fang kemudian menyerahkan 4 pil nirwana kepada wanita itu sambil berkata. "Telanlah pil ini agar dapat membuat kalian semua menjadi lebih baik," ucapnya.
Mereka semua mengambil pil tersebut untuk segera di konsumsi, namun hanya putri Linzi yang tak menelan pil itu karena dirinya saat ini penuh kehati harian kepada pemuda yang ada di hadapannya.
Putri Linzi kini memandangi 3 orang pengikutnya yang saat ini tengah melakukan kultivasi penyerapan pil, tampak cahaya keemasan telah keluar dari tubuh mereka bertiga namun tak membuat putri Linzi menelan pil nirwana pemberian dari Shio Fang.
Shio Fang yang melihat keragu ragunan di dalam hati putri Linzi, kemudian berkata.
"Aku tak sepicik itu dengan memberikanmu pil yang akan merugikan mu, jika aku ingin berbuat jahat kepadamu mengapa aku harus memberikan pil itu, dengan keberadaan kalian berempat yang sudah tak berdaya seperti ini akan sangat leluasa bagiku dalam melakukan hal buruk pada kalian berempat," ucap Shio Fang.
"Tuan..., bukan maksudku menyinggung mu dengan tak menelan pil ini, namun Aku adalah seorang wanita yang harus penuh dengan kehati-hatian apalagi kita baru saling kenal," jawab putri Linzi.
Shio Fang hanya tersenyum kemudian berkata. "Kurasa pertemuan kita cukup sampai di sini karena masih ada hal penting yang harus aku lakukan, ada baiknya kalian secepatnya pergi dari sini setelah kepergianku, karena ditakutkan ada dari suku naga yang datang ketempat ini," ucap Shio Fang.
Shio Fang pada akhirnya membalikkan tubuhnya dan melangkah pergi dari tempat itu, namun tiba-tiba suara putri Linzi berkata.
"Tuan apakah aku boleh mengetahui namamu, agar dimasa depan aku dapat membalas kebaikanmu," ucap putri Linzi.
Tanpa menghentikan langkahnya Shio Fang kemudian berkata. "Shio Fang, itu adalah namaku," jawabnya.
"Tuan muda Shio Fang, suku rubah ekor 9 ku sangat berterima kasih karena kau telah membantu kami menghadapi pemuda bejat dari suku naga," ucap putri Linzi.
Shio Fang terlihat mengangkat tangan kanannya ke atas saat mendengar perkataan dari Putri Linzi, dan dia terus berjalan hingga tubuhnya menghilang dari balik pepohonan lebat hutan itu.
Setelah Shio Fang pergi, ketiga anggota dari Suko rubah ekor 9 pun tersadar dari kultivasinya, dan tampak saat ini keadaan ketiganya telah membaik dan hal ini membuat putri Linzi merasa bersalah, karena telah mengabaikan kebaikan dari Shio Fang.
"Ternyata pemuda itu benar benar memberikan pil mujarab bagi anggota kelompok ku, aku menyesal karena tak mempercayai nya," batin putri Linzi.
Melihat ketiga anggota dari sukunya telah membaik, putri Linzi kemudian menelan pil nirwana yang saat ini berada di genggaman tangannya, dan mulai melakukan kultivasi penyerapan pil di tempat itu.
Di tempat lain tepatnya di manara giok, tampak putri Cin Cin benar-benar menangis memeluk sahabatnya Xia yi, sementara Shio Cin Ling saat ini tengah di bawah pergi oleh beberapa anggota menara giok untuk bermain.
__ADS_1
Xia yi dengan sabar menenangkan putri Cin Cin, dan mendengarkan semua keluh kesahnya.
"Apa yang harus ku lakukan, saat ini kak Shio Fang pasti telah berpikir buruk terhadapku, dia pasti menyangka jika Shio Cin Ling putriku merupakan hasil hubungan gelap ku dengan pangeran Hunzen, padahal Shio Cin Ling merupakan Putri dari kak Shio Fang karena aku melakukan hubungan terlarang itu hanya dengan kak Shio Fang sewaktu di kekaisaran Jiangma".
"Xia yi..., kabar yang telah beredar di masyarakat luas karena kehamilanku waktu itu, harus ditutupi dengan keberadaan pangeran Hunzen sebagai pelakunya, dan saat ini semua kabar itu pastinya sudah terdengar di telinga kak Shio Fang, hingga dia tak ingin menemuiku," ucap Putri Cin Cin dalam isaknya.
Xia yi hanya dapat terdiam mendengar semua perkataan dari Putri Cin Cin, di dalam diamnya itu Dia yi mencari solusi yang tepat bagi sahabatnya itu, dan setelah mendapatkan pemikiran tentang masalah yang di hadapi oleh sahabatnya, pada akhirnya Xio yi pun berkata.
"Ketua agung Shio Fang pasti akan mempercayai berita yang berkembang di masyarakat, apalagi kedekatanmu dengan pangeran Hunzen dapat terlihat jelas di manapun kau berada, Cin'er seluruh masyarakat kota telah mengetahui pertunangan kalian dan isu yang berkembang mengenai hubungan gelap kalian berdua yang telah menghasilkan Shio Cin Ling, walau pun kebenarannya Shio Cin Ling sendiri merupakan putri dari ketua agung Shio Fang, dan aku yakin saat ini ketua agung Shio Fang pastinya sengaja menghindar untuk tak mengganggu kebahagiaanmu bersama pangeran Hunzen.
"Aku akan tetap membantumu untuk meyakinkan Shio Fang jika kau masih setia padanya, untuk itu kita berdua akan pergi ke istana Dewa obat karena hanya disanalah tempat kita dapat menemui Shio Fang," ucap Xia yi.
Putri Cin Cin pada akhirnya menganggukkan kepalanya dan tak lama kemudian Xia yi mengajak putri Cin Cin untuk menemui Shio Cin Ling.
Di tempat lain Shio Fang dengan menggunakan kekuatan Spiritualnya mampu melihat jauh di hadapannya, dan di sana Shio Fang dapat merasakan adanya kehidupan di sebuah wilayah.
Mengetahui hal itu Shio Fang segera melesat ketempat itu untuk dapat mengetahui kebenaran dari penglihatannya.
Shio Fang saat ini ingin mencari berita mengenai istana raja dewa obat di luar wilayah kekaisaran cahaya ilahi, karena tak mungkin baginya untuk kembali ke menara giok untuk mendapatkan informasi mengenai istana raja dewa obat.
Setelah berlari cukup jauh, Shio Fang saat ini di hadapkan dengan sebuah gerbang yang cukup besar yang bertuliskan. "Selamat datang di wilayah tengah".
"Setahuku menurut kabar yang berkembang wilayah tengah merupakan surga bagi para praktisi yang hobinya bersenang senang, karena di tempat ini semua yang tak di perbolehkan di dunia luar dapat di legalkan ditempat ini".
"Pertarungan satu lawan satu maupun berkelompok di lakukan secara resmi di sebuah arena pertarungan, dan para praktisi dapat melakukan permintaan untuk pertarungan hidup dan mati, perjudian pun dilegalkan, melakukan hubungan suami istri dengan siapapun diperkenankan asalkan yang bersangkutan juga menginginkannya, bisa dikatakan semua keburukan yang dilarang di luar sana, di wilayah tengah dapat di lakukan.
Tak ada yang mengetahui secara pasti siapa pemilik dari tempat ini, namun menurut kabar yang berkembang, di tempat ini terdapat 4 sosok bersaudara yang memiliki kekuatan selangkah lagi menjadi abadi yang menjaga tempat ini.
Shio Fang melangkah masuk ke dalam gerbang dan dia dapat merasakan jika ada formasi kuat yang melindungi tempat itu, sehingga Shio Fang tak bisa menerobos masuk kedalam sana.
Tiba tiba seseorang datang menemui Shio Fang sambil berkata. "Kau bisa ke dalam kota wilayah Tengah asalkan kau memberikan sesuatu sebagai jaminanmu, kami menerima apapun itu dan aturan ini telah berlaku selama wilayah Tengah berdiri," ucap laki-laki paruh baya dengan wajah sedingin es.
Shio Fang dapat menyadari jika saat ini dia tengah berhadapan dengan penjaga gerbang wilayah Tengah, dan dengan cepat cepat Shio Fang mengeluarkan Sebuah belati artefak langit yang pernah didapatkannya dari kura-kura hijau sewaktu berada di gunung Orgy.
"Tuan Aku memiliki belati artefak lagit ini sebagai jaminanku untuk masuk ke dalam sana," ucap Shio Fang.
Laki laki itu mengibaskan tangannya maka saat itu juga belati yang berada di tangan Shio Fang, kini telah berpindah ke tangan laki-laki tua paruh baya itu.
Setelah belati itu berpindah ke tangannya maka formasi pelindung yang menutup tempat itu pun terbuka, dan Shio Fang dipersilahkan masuk ke dalam kota wilayah Tengah.
"Jika kau kehabisan koin emas untuk bertahan hidup di dalam sana, maka kau bisa mendapatkannya dengan melakukan sebuah pertarungan menghadapi praktisi-fraksi kuat di sana, jika kau dapat memenangkan pertarungan itu maka kau akan kembali mendapatkan banyak koin emas, namun jika kekalahan yang kau dapatkan maka kau akan mati di atas arena itu," ucap laki-laki tua itu kemudian menghilang dari pandangan Shio Fang.
__ADS_1
Shio Fang hanya tersenyum kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam kota wilayah Tengah, setelah memasuki kota Shio Fang dapat melihat keramaian yang lebih semarak dari kota kekaisaran cahaya ilahi.
Shio Fang memasuk ke sebuah rumah makan besar karena melihat cukup banyak tamu laki laki yang masuk kedalam sana, dan setelah berada di dalam rumah makan besar itu Shio Fang dapat melihat sebuah pemandangan yang memacu adrenalin seorang pemuda.
Seluruh pelayan wanita yang terlihat masih muda dan memiliki kecantikan, hanya memakan pakaian tipis untuk menutupi bagian vitalnya dan melayani laki-laki yang ingin makan di tempat itu tanpa sedikitpun rasa canggung.
"Benar benar tempat ini merupakan surga para lelaki hidung belang," ucap Shio Fang saat melihat seorang laki-laki yang baru saja keluar dari sebuah ruangan bersama seorang pelayan wanita, dan laki-laki terlihat sangat lelah hingga dia memesan beberapa makanan di tempat itu.
Shio Fang kemudian duduk di sudut ruangan, dan tak berapa lama kemudian seorang wanita datang menemuinya namun Shio Fang mengabaikannya, Shio Fang lebih memilih menunjuk pelayan wanita lain untuk melayaninya, karena dengan kekuatan spiritual yang di milikinya Shio Fang dapat mengetahui jika pelayan wanita itu merupakan seseorang praktisi yang memiliki kemampuan dari suku rubah ekor 9.
"Tuan muda apakah anda ingin memesan sesuatu?" tanya wanita itu dengan senyum di bibirnya.
"Aku menginginkan makanan terlezat di rumah makan ini karena aku sudah sangat lapar," ucap Shio Fang.
"Baiklah, aku sebentar lagi akan membawakan pesanan mu," jawab wanita itu sambil berlalu dari hadapan Shio Fang.
Tak lama kemudian wanita itu membawa berbagai macam makanan mewah, dan semua makanan itu ditaruh di atas meja Shio Fang.
"Aku ingin kau menemaniku makan, dan aku akan membayar semua itu," ucap Shio Fang.
"Tuan di sini ada aturan mengenai pelayanan, jika tuan menginginkan pelayan di sini menemanimu sesaat di atas ranjang maka kau harus membayar kartu dengan warna merah sejumlah 500 koin koin emas, dan jika tuan muda ingin mengajaknya hanya sekedar berbincang maka tuan harus membayar kartu berwarna putih dengan 30 koin emas, dan jika tuan muda ingin menyewa untuk beberapa hari ke depan maka tuan muda harus membayar kartu berwarna emas dengan satu juta koin emas," ucap wanita itu.
"Jika begitu aku akan menyewa dirimu," ucap Shio Fang.
Wanita itu tersenyum kecil kemudian berkata. "Aku bukanlah pelayan seperti mereka, Aku di sini adalah penjaga keamanan rumah makan, dan aku mohon maaf karena tak bisa memenuhi permintaan anda, dan jika tuan muda menginginkan seorang pelayan yang memiliki paras cantik dan rupawan maka aku pasti akan memenuhi harapan tuan itu," ucap wanita itu.
"Jika kau tak ingin bersamaku maka aku tak berniat dengan pelayan yang lain nya," ucap Shio Fang.
Wanita itu hanya tersenyum dan tak lama kemudian dia pun melangkahkan kakinya meninggal Shio Fang. Sebelum wanita itu melangkah lebih jauh lagi tiba tiba Suara Shio Fang berkata. "Apakah kau mengenal Linzi dari suku rubah ekor 9?" tanya Shio Fang.
Wanita cantik itu kemudian menghentikan langkahnya dan berbalik kemudian melangkah ke arah Shio Fang.
"Apa yang kau ketahui mengenai adikku?" tanya wanita itu.
Shio Fang tersenyum kemudian berkata. "Banyak hal yang ingin ku bicarakan denganmu namun sebelumnya aku menginginkan kartu berwarna emas agar aku bisa bersamamu," ucap Shio Fang.
Wanita muda itu nggak diam sesaat kemudian dia pun berkata di dalam hati. "Aku akan mencari tahu perihal di rubah ekor 9 dari pemuda ini, Karena aku telah bertahun-tahun tak mengetahui kabar dari sukuku. Jika pemuda ini ingin melakukan hal buruk padaku setelah aku bersamanya, maka aku akan menghabisinya dengan tangan sendiri," batin wanita itu.
"Baiklah aku akan bersamamu, kau saat ini harus pergi untuk mengurus kartu emas itu di sana," ucap wanita muda itu sambil menunjuk ke sebuah tempat.
Bersambung.
__ADS_1