Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Shio Fang vs pangeran Oyang Lang


__ADS_3

Semua orang yang berada di dalam ruangan itu kini baru menyadari jika saat ini Shio Fang memang mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan pangeran Cin Sha, dan tentunya hal itu membuat Kaisar Zeng Yu dan bangsawan Shio Jio merasa senang, paling tidak kekaisaran Jiangma memiliki pelindung kuat dari kekaisaran besar di belakangnya dan semua itu karena adanya hubungan baik antara Shio Fang dan pangeran Cin Sha.


Namun kesenangan kaisar Zeng Yu dan bangsawan Shio Jio tak seperti dengan perasaan yang dirasakan Putri Bilqis saat ini, rasa gelisah seketika itu melanda hati sang putri saat mengetahui kedekatan hubungan antara Shio Fang yang notabene merupakan calon suaminya, dengan Pangeran Cin Sha yang merupakan putra mahkota pewaris kekaisaran Cahaya ilahi sekaligus kakak dari putri Cin Cin.


"Aku tak bisa egois seperti ini, putri Cin Cin selama ini tak menunjukkan etika buruk padaku malahan dia telah membantuku dalam menghadapi pangeran Oyang Lang, mungkin di masa depan putri Cin Cin akan menjadi saudariku dalam menjalani hidup di sisi kak Shio Fang," batin putri Bilqis dengan menarik napas dalam dalam.


Tiba tiba ruangan itu bergemuruh dengan suara bisik-bisik saat pangeran Oyang Lang yang memiliki sifat tempramental berkata di hadapan semua orang. "Aku menginginkan pertarungan ini diadakan dengan aturan pertarungan hidup dan mati, pertarungan ini hanya akan berhenti jika salah satu dari petarung telah tak bernyawa lagi," ucapnya.


Perdana menteri Oyang Hong begitu sangat terkejut mendengar perkataan dari pangeran Oyang Lang, dia tak menyangka jika pangerannya akan berkata seperti itu, sementara yang akan dihadapinya adalah Shio Fang seorang praktisi jenius dari akademi Kunlun yang pernah membunuh seorang praktisi muda jenius dari kekaisaran cahaya naga yang juga pemilik tubuh petir langit, dan hal ini merupakan suatu masalah besar jika sampai pertarungan ini diadakan dengan aturan hidup dan mati karena berdana menteri Oyang Hong masih sanksi jika pangerannya dapat memenangkan pertarungan itu dengan mudah.


"Pangerang..., Aku tak ingin pertarungan itu diadakan dengan aturan hidup dan mati, karena hal itu bisa membahayakan nyawamu mengingat lawan tarungmu saat ini merupakan praktisi yang tak biasa," ucap perdana Mentri Oyang Hong.


"Paman tak usah ikut campur karena ini merupakan keputusanku, jika nekat ikut campur maka aku tak akan segan-segan untuk menindak paman sebagai penghianat negara pasir," ucap pangeran Oyang Lang dengan dingin.


Perdana Mentri bersama seluruh rombongan yang ikut di dalam rombongan negara pasir tak bisa berbuat apa-apa, setelah putra mahkota kekaisaran negara pasir telah memutuskan untuk melakukan pertarungan hidup dan mati dengan Shio Fang, mereka semua hanya dapat berharap jika dalam pertarungan itu tak terjadi apa-apa pada pangerannya, karena jika sampai hal buruk sampai terjadi pada pangeran Oyang Lang hal itu pasti akan membuat raja negara pasir murka kepada mereka semua.


Shio Fang yang tadinya diam akhirnya berkata. "Jika kau telah memutuskan untuk melakukan pertarungan hidup dan mati dengan ku, maka aku akan sangat senang hati untuk segera menghabisi nyawamu," ucap Shio Fang dengan tatapan membunuh kearah pangeran Oyang Lang.


Kesepakatan pada akhirnya terjadi untuk menyelesaikan semua masalah yang dibicarakan di dalam aula pertemuan, kesepakatan dengan sebuah pertarungan hidup dan mati antara Shio Fang dan pangeran negara pasir. Maka hari itu juga mereka semua pergi meninggalkan aula menuju ke alun-alun tempat keberadaan arena pertarungan.


Pangeran Oyang Lang segera melesat masuk ke dalam arena pertarungan, dengan bertolak pinggang dia pun berkata. "Shio Fang masuklah cepat ke dalam Arena pertarungan ini, karena aku sudah sangat ingin menghabisimu," ucap pangeran Oyang Lang dengan penekanan perkataannya.

__ADS_1


Mendengar tantangan dari Oyang Lang, Shio Fang segera masuk ke dalam arena pertarungan.


Oyang Lang tanpa pikir panjang langsung menyerang kearah Shio Fang dengan serangan tinju yang mengandung kekuatan menakutkan di dalamnya. Shio Fang yang melihat hal itu seketika itu juga menyambut serangan dari pangeran Oyang Lang dengan telapak tangan yang mengandung kekuatan yang juga tak kalah menakutkannya, hingga kedua serangan sama-sama berbenturan di udara.


"Bang..!!"


Ledakan jebat terjadi saat kedua serangan sama-sama berbenturan di udara, riak energi yang sangat besar dari benturan itu membuat mereka berdua sama-sama terseret mundur beberapa meter ke belakang, dan tak lama kemudian keduanya mulai menstabilkan diri agar tetap kokoh berdiri di atas arena pertarungan.


Pangeran Oyang Lang saat ini merasakan Jika tangan kanannya seperti mati rasa, dan dia mulai menyadari jika lawan tarungnya memang memiliki kemampuan yang tak biasa, hingga dia pun kemudian membentuk segel di tangannya.


Dari dalam segel seketika itu keluar guci besar yang menampung banyak pasir di dalamnya, guci itu segera menempel di belakang pangeran Oyang Lang dengan pasir yang ada di dalam kunci itu mulai keluar dan menyebar di udara.


"Pantas saja dia ingin bertarung denganku dengan aturan hidup dan mati, karena selain dia memiliki tubuh pasir hidup, Pangeran itu juga memiliki harta surgawi sekuat itu di tangannya. Kita lihat saja siapa yang nantinya masih tetap bisa berdiri di atas arena ini, karena aku saat ini tak akan menahan diri untuk segera habis mu," ucap Shio Fang.


Shio Fang segera mengeluarkan pedang pemecah surga yang jarang sekali digunakannya jika tidak dalam keadaan terpaksa, tubuh pasir hidup dan guci yang penuh bersihkan pasir membuat Shio Fang merasa terancam dan hal itulah yang membuat Shio Fang mengeluarkan pedang yang menjadi salah satu senjata andalannya.


Gemuruh petir di langit seketika itu meledak saat pedang pemecah surga keluar dari dalam tubuh Shio Fang, kemudian melayang di hadapannya.


Shio Fang segera meraih Pedang pemecah surga yang membuat Angin badai saat ini melanda arena pertarungan, yang membawa udara dingin yang menusuk tulang.


Pangeran Oyang Lang sama sekali tak memiliki rasa ketakutan saat melihat pedang yang memiliki aura menindas ditangan Shio Fang, malah dia saat ini melesat pergi ke arah Shio Fang dengan melakukan serangan mematikan dari pasir-pasir yang telah bertebaran di udara.

__ADS_1


Pasir yang bertebaran di udara seketika itu juga membentuk sebuah tangan raksasa, hingga tangan raksasa yang terbentuk dari berton ton pasir dapat menutupi cahaya matahari yang menuju ke bawah.


Tak lama kemudian tangan raksasa itu langsung menghantam kearah Shio Fang dan .. "Boom...!!"


Pasir pasir itu benar-benar menutupi area keberadaan Shio Fang, hingga membuat tawa pangeran Oyang Lang menggema di udara saat melihat hal itu.


Namun tawa itu segera memudar saat tiba-tiba saja Shio Fang telah berada di hadapannya dengan melakukan tebasan ke leher pangeran Oyang Lang.


Pangeran Oyang Lang hanya tersenyum melihat hal itu dan membiarkan Shio Fang untuk menebas ke arah lehernya, dan... "Cras...!!".


Leher Oyang Lang benar-benar terputus oleh tebasan pedang Shio Fang, namun yang terjadi tak seperti yang dipikirkan oleh orang-orang yang menonton pertarungan, karena tubuh pangeran Oyang Lang saat ini telah berubah menjadi pasir dan tak lama kemudian dari sisi yang lain terbentuk tubuh pangeran Oyang Lang dari kumpulan pasir yang banyak bertebaran di atas arena pertarungan.


"Kau tak akan mampu untuk membunuhku sampai kapanpun, karena aku memiliki tubuh pasir hidup yang akan tetap membuatku kembali hidup setelah kematian," ucap pangeran Oyang Lang.


"Ha..ha..ha.., Kau terlalu sombong dengan membiarkanku menebas leher mu untuk menunjukkan kepada semua orang jika kau memiliki kemampuan yang hebat, namun sangat disayangkan kesombonganmu itu telah membuat mu dalam bahaya".


"Pedang pemecah surga di tanganku bukanlah pedang biasa, pedang ini terbentuk dari kekuatan seluruh pendeta suci di zaman kuno yang memiliki racun es yang sangat mematikan".


"Saat ini racun itu telah menyebar di dalam tubuh mu, dan telah mengunci penyebaran pasir hidup yang selalu melindungi mu, dan saat ini kau tak bisa lagi menggunakan tubuh pasir hidup untuk menghadapi ku," ucap Shio Fang.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2