
Setelah menaklukan inti es lotus surga, Shio Fang kembali ke alam Surgawi setelah sebelumnya sedikit bercakap cakap dengan Bibi Yinzi.
Shio Fang perlahan membuka matanya dan tampak kedua sahabatnya masih melakukan kultivasinya, yang membuat Shio Fang memilih keluar dari tempat latihan itu, guna mencari makanan untuk dirinya dan kedua sahabatnya.
Di depan perpustakaan Shio Fang bertemu dengan Yuan Zhe yang merupakan peringkat kedua dari top ranking murid terkuat di Akademi murid luar.
Yuan She menatap dingin ke arah Shio Fang seperti hendak menelannya hidup-hidup.
"Kau sangat beruntung waktu itu, karena kau diselamatkan oleh seorang wanita, apakah kau masih bisa berlindung di bawah ketiak seorang wanita jika nanti kau bertarung di turnamen besar yang akan terjadi?" tanya Yuan Zhe.
Shio Fang tersenyum tanpa sedikitpun takut akan keberadaan Yuan Zhe dan beberapa murid senior di belakangnya, tak lama kemudian Shio Fang pun berkata.
"Zororo yang harus diuntungkan dengan adanya Marilyn saat itu, jika tidak aku pasti akan membuatnya tertekuk lutut di hadapanku," jawab Shio Fang dengan ketenangannya.
Yuan Zhe sangat terkejut dengan jawaban dari Shio Fang, yang baginya jawaban Shio Fang secara tak langsung meremehkannya yang merupakan murid terkuat setelah Zororo dan Marilyn.
Kau begitu percaya diri dengan kekuatan yang kau miliki, sehingga kemenangan mu melawan Zororo telah membuatmu menjadi angkuh seperti ini. Shio Fang kurasa Aku ingin sedikit mencoba kekuatan yang kau miliki itu," ucap Yuan Zhe.
Setelah berkata seperti itu Yuan Zhe mengeluarkan kekuatan elemen petir yang dimilikinya, dan langsung menyerang kearah Shio Fang dengan tinjunya.
Shio Fang yang sudah sedari tadi mempersiapkan diri, langsung menyambut serangan Yuan Zhe dengan kekuatan elemen es yang di milikinya.
Ledakan energi terjadi saat kedua tangan saling berbenturan, yang membuat bias energi terpancar ke udara yang menciptakan angin kencang di sekitar tempat itu.
Yuan Zhe terseret beberapa meter ke belakang, sementara Shio Fang masih tetap berdiri tegak di tempatnya berada.
"Jika hanya seperti itu kekuatan yang kau miliki, maka bersiaplah untuk kalah melawanku di kompetisi yang akan terjadi," ucap Shio Fang kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
Yuan Zhe hanya terdiam dan tak bisa berbuat apa-apa saat melihat ketua Tongzun sudah berada di tempat itu.
Yuan Zhe seakan tak percaya dengan apa yang telah terjadi, Shio Fang mampu untuk mengimbangi serangannya dan bahkan membuatnya sampai terseret ke belakang.
"Mengapa bisa terjadi seperti ini sementara kekuatan Shio Fang masih berada di tingkat kekuatan roh puncak, kurasa Shio Fang telah menyembunyikan kekuatannya, pantas saja dia mengatakan jika pertarungan yang terjadi saat menghadapi Zororo akan dimenangkan olehnya, jika saat itu Marilyn tak datang untuk membantu nya," batin Yuan Zhe.
"Satu bersatu murid luar akademi telah menunjukkan kekuatan mereka, Zen pun demikian, Setelah dia dekat dengan Shio Fang maka kekuatannya yang paling terburuk di antara murid senior, kini meningkat drastis dan mampu mengalahkan Liunza dalam sebuah pertarungan resmi, pasti semua itu ada sangkut pautnya dengan keberadaan Shio Fang. Aku harus meningkatkan kekuatan ku dalam 3 bulan ini, jika tidak aku pasti akan tersingkir dari 10 murid terkuat Akademi," ucap Yuan Zhe.
*****
__ADS_1
Shio Fang sudah kembali ke tempat latihan, sambil membawa keranjang yang berisikan kue manis, buah buahan dan sari buah.
Sesampainya di sana Marilyn dan Zen masih melakukan kultivasinya, sehingga Shio Fang memutuskan untuk membawa makanan itu ke alam kristal es, untuk di berikan kepada bibi Yinzi.
Di alam Cristal es bibi Yinzi menyambut baik kehadiran Shio Fang. "Apa yang kau bawa itu?" tanya Shio Fang.
"Kue manis dan sari buah serta buah buahan segar, semua untuk Bibi," ucap Shio Fang.
Bibi Yinzi kemudian menerima pemberian dari Shio Fang, dan memakan kue manis yang ada di dalamnya.
"Bagai mana bi?" tanya Shio Fang.
"Ini enak sekali, bibi menyukainya," ucap Bibi Yinzi.
"Hati Bibi Yinzi sepertinya lagi senang mendapatkan makanan dariku, aku akan memanfaatkan keadaan ini," batin Shio Fang.
"Bi..., aku mau bibi mengajarkanku salah satu tehnik kuat, karena semua tehnik yang bibi ajarkan telah aku kuasai semuanya," ucap Shio Fang kemudian meraih lengan sang bibi dan mendekapnya.
Sesaat bibi Yinzi menghentikan makannya dan menatap kearah Shio Fang.
Shio Fang merasa senang, karena sang bibi akan mengajarkan salah satu tehnik kuat dari elemen angin yaitu tehnik penguasa Angin.
Karena tak ingin menyia nyiakan waktu, Shio Fang langsung meminta pada sang bibi untuk mengajarinya saat itu juga.
Bibi Yinzi menggeleng gelengkan kepalanya melihat semangat Shio Fang, dan diapun merasa senang melihat pemuda yang menjadi muridnya itu mempunyai semangat seperti itu.
Sang bibi mulai mengajari Shio Fang untuk berjalan di permukaan air, seperti yang di lakukannya saat ini.
Shio Fang mulai berlatih berjalan di permukaan air, tapi selalu mengalami kegagalan yang membuat Shio Fang selalu kecebur masuk kedalam air sungai yang dingin.
Bibi Yinzi datang memberikan segelas gingseng hangat agar tenaga Shio Fang kembali pulih.
"Shio Fang minumlah, dan segeralah kembalilah pulang karena kau sudah terlalu lama berada di sini, kau bisa kembali kapanpun ke tempat ini untuk berlatih kembali".
"Aku ingin kau mencerna kembali teknik yang kuberikan padamu, agar kau lebih mudah menguasai teknik penguasaan angin," ucap bibi Yinzi.
"Baik bibi Yinzi, aku akan kembali ke alam Surgawi mungkin teman-temanku yang berada disana telah selesai melakukan kultivasinya," jawab Shio Fang.
__ADS_1
Setelah meneguk habis ginseng hangat yang dibuatkan sang bibi, Shio Fang pada akhirnya kembali ke alam surgawi tepatnya di tempat latihan.
Saat membuka matanya, Shio Fang melihat Zen maupun Marilyn tengah berlatih dengan melakukan pertarungan.
"Gerakan yang mereka lakukan begitu sangat gesit dan cepat, kekuatan yang di miliki Zen dapat mengimbangi kekuatan Pheonix salju milik Marilyn, perkembangan keduanya sudah sangat meningkat derastis, dan jika mereka terus melakukan latihan selama 3 bulan lamanya, aku yakin mereka berdua akan semakin bertambah kuat," batin Shio Fang.
Marilyn dan Zen menghentikan pertarungannya saat melihat Shio Fang telah selesai melakukan kultivasinya.
Mereka berdua lalu menghampiri Shio Fang.
"Shio Fang dengan melakukan metode yang kau berikan dengan melakukan pelatihan di suatu tempat, aku saat ini telah menguasai kekuatan Pheonix salju, dan aku sangat berterima kasih akan hal itu," ucap Marilyn.
"Bagus.., tingkatkan terus latihanmu agar kau menjadi bertambah kuat".
"Marilyn berikan gulungan teknik pheonix salju itu padaku, agar aku dapat membuka segel kekuatan Pheonix surgawi yang tersegel di sana," ucap Shio Fang.
Marilyn kemudian memberikan gulungan teknik pheonix salju kepada Shio Fang.
Shio Fang kemudian membuka gulungan tersebut, dan dengan menggunakan teknik jari matahari Shio Fang memulai membuka segel yang berada di dalam gulungan yang saat ini berada di genggaman tangannya, hingga cahaya surgawi keluar dari dalam gulungan.
Gulungan yang berada di genggaman tangan Shio Fang kini telah berubah menjadi gulungan emas, yang memancarkan Aura surgawi.
"Pelajarilah teknik di dalam gulungan ini secara perlahan, aku telah membuat teknik di dalam gulungan ini agar lebih mudah kau pelajari," ucap Shio Fang.
"Terimakasih" ucap Marilyn.
Marilyn kemudian menerima gulungan tersebut dari tangan Shio Fang, dan langsung menyimpan gulungan tersebut ke dalam cincin ruangnya.
Marilyn begitu kagum atas kejeniusan Shio Fang yang mampu membuka segel di dalam gulungan yang selama ini selalu bersamanya, hingga kekuatan Pheonix surgawi di dalam gulungan akan dapat dipelajarinya.
"Kita sudahi latihan hari ini, lebih baik kita kembali pulang ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri dan beristirahat," ucap shio Fang.
Kedua sahabatnya itu menganggukkan kepalanya, mengiyakan perkataan dari Shio Fang, dan pada akhirnya mereka bertiga meninggalkan tempat latihan.
Bersambung
Bantu dukungannya sahabat semua, trimakasih.
__ADS_1