Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Putri Cin Cin yang cemburu


__ADS_3

Shio Fang pada saat ini ingin membangun kembali menara giok yang telah hancur, tentu saja pembangunan itu didukung dengan bantuan dari kekaisaran cahaya ilahi Sehingga dalam waktu dekat Menara giok kini telah berdiri kokoh kembali dan keadaannya semakin bertambah megah.


Shio Fang bersama Dewi Xiayi tengah membahas permasalahan mengenai menara giok di masa depan, semua ini berhubungan dengan kepemimpinan menara giok selanjutnya karena pangeran Cin Sha secara terang terangan telah melamar Dewi Xiayi untuk menjadi istrinya, tentu saja hal itu membuat Dewi Xiayi akan pergi ke istana untuk mendampingi pangeran Cin Sha.


"Aku tak mungkin akan terus terusan menjadi pemimpin di menara giok, ada baiknya ketua Agung segera memilih pemimpin yang baru bagi menara giok, karena saat ini hubunganku dengan pangeran Cin Sha mulai membaik, dan ada kemungkinan aku akan berada di istana untuk menemaninya memimpin kekaisaran ini," ucap Dewi Xiayi.


"Aku tak pernah menginginkan mencari pengganti bagi Menara giok setelah kau tak lagi memegang kendali menara giok, karena pemimpin menara giok sebelumnya masih hidup dan saat ini dia hanya tertidur".


"Aku akan segera membangkitkannya kembali setelah aku mendapatkan ketujuh batu kristal semesta, Saudari Xiayi aku sangat berharap kau masih memegang kendali bagi menara giok sebelum Dewi Lilia terbangun dari tidur panjangnya, karena aku tak mungkin terus-terusan berada di tempat ini, semua itu karena aku masih ingin mencari batu kristal semesta yang tersisa," ucap Shio Fang.


"Baiklah..., aku akan memimpin menara giok kembali dan ketika saatnya tiba Dewi Lilia terbangun, maka aku akan melepaskan kedudukan pemimpin dari menara giok untuk di serahkan kepada nya," jawab Dewi Xiayi.


"Aku ucapkan terima kasih karena kau masih ingin peduli pada menara giok ini," jawab Shio Fang.


Dewi Xiayi hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya, biar bagaimana pun Dewi Xiayi tak akan tega melihat menara giok tanpa pemimpin, setelah ketua Agung memutuskan untuk tak mencari pemimpin baru.


*****


Setelah menara giok dapat pulih dari keterpurukan, pada akhirnya Shio Fang dan ketiga adiknya memilih untuk berangkat menuju ke istana Cahaya ilahi, karena putri Cin Cin dan Cin Ling telah terlebih dahulu berada disana untuk penguburan kaisar Cin Yang.


Sementara paman Canglong dan leluhur Yanlao ditugaskan oleh Shio Fang untuk berada di menara giok, sebelum keberangkatan mereka menuju ke suku naga surgawi dalam mencari batu kristal semesta berikutnya.


Shio Fang dan ketiga saudaranya telah sampai di istana cahaya ilahi, mereka semua disambut dengan baik dan malam itu juga diadakan perjamuan makan bagi Shio Fang dan ketiga adiknya.

__ADS_1


Di dalam perjamuan makan yang diikuti oleh para pembesar istana, saat ini tengah membicarakan mengenai kepemimpinan kekaisaran cahaya ilahi yang baru, dan malam itu juga diputuskan jika pangeran Cin Sha yang akan menjadi kaisar baru bagi istana Cahaya ilahi.


Shio Fang di dalam perjamuan itu sedikit merasa resah tak seperti para pembesar dan ketiga adiknya yang begitu menikmati acara perjamuan malam itu, semua karena Shio Fang melihat jika saat ini putri Cin Cin yang telah sah menjadi istrinya begitu dingin kepadanya.


Shio Fang kemudian menggendong Cin Ling dan segera pergi meninggalkan ruangan perjamuan menuju ke sebuah taman istana.


Melihat jika putri Cin Cin mengikutinya, Shio Fang kemudian berkata kepada Cin Ling.


"Ayah telah jauh-jauh datang untuk mencari kalian berdua agar dapat berkumpul bersama, namun kenyataannya ibumu tak menyambut ku dengan hangat apakah ayahmu ini sudah tak berarti lagi di mata ibumu?" tanya Shio Fang kepada Cin Ling.


Shio Fang sengaja sedikit menyaringkan perkataannya agar putri Cin Cin yang berada tak jauh darinya dapat mendengarkan semua percakapan itu.


"Ayah..., ibu sayang ayah, ibu kemarin menangis karena ayah tak cepat datang ke istana karena bersama bibi Yasmin," jawab Cin Ling yang membuat Shio Fang sangat terkejut.


Shio Fang kemudian menurunkan Cin Ling dari gendongannya, yang membuat Cin Ling langsung bermain dengan bunga bunga yang ada di taman.


Melihat Cin Ling tengah bermain, Shio Fang kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah putri Cin Cin.


"Kau masih marah padaku?" tanya Shio Fang.


Tak ada jawaban yang keluar dari mulut Putri Cin Cin yang membuat Shio Fang seketika itu juga langsung mendekapnya.


Sedetik kemudian Shio Fang kemudian berkata. "Aku dan Yasmin sudah tak memiliki hubungan apa-apa karena sebenarnya kami memang tak memiliki hubungan sebagai sepasang kekasih, saat ini Aku hanya ingin melihat kebahagiaan kau dan putriku karena aku sangat mencintai kalian berdua," ucap Shio Fang.

__ADS_1


"Apakah perkataan kak Shio Fang itu dapat dipercaya dan tak akan tergoda dengan kecantikan Dewi giok?" tanya putri Cin Cin sambil menatap tajam kearah bola mata Shio Fang.


"Apakah kau masih meragukan ku setelah perjuanganku yang begitu sulit untuk mendapatkan kalian kembali," jawab Shio Fang.


Putri Cin Cin pada akhirnya tersenyum mendengar jawaban dari Shio Fang, yang membuat keduanya saling berciuman dengan hangat di tempat itu.


Kemesraan mereka berdua kini kembali terjalin di dalam kamar, Shio Fang dengan kehangatannya terus mencumbu putri Cin Cin hingga pada akhirnya mereka berdua telah melupakan permasalahan yang ada.


Entah Siapa yang memulai, pakaian yang mereka berdua kenakan saat ini telah berserakan di lantai kamar itu, desah nafas memburu dan erangan penuh gairah di dalam kamar itu, berpacu dengan hujan lebat yang saat ini mengguyur istana kekaisaran Cahaya ilahi.


Shio Fang dengan gagah melakukan tugasnya untuk memberikan nafkah batin kepada istrinya, hingga pada akhirnya keduanya tergeletak tak berdaya di atas pembaringan.


Putri Cin Cin membenamkan wajahnya ke dada bidang Shio Fang yang masih dipenuhi dengan keringat, putri Cin Cin begitu sangat bahagia karena saat ini dia telah menunaikan tugasnya sebagai seorang istri yang melayani suaminya.


Setelah beristirahat sejenak mereka berdua kembali melakukan hubungan suami istri, dan keadaan itu terus berulang kali mereka lakukan hingga pagi pun menjelang.


*****


Telah sebulan Shio Fang dan ketiga adiknya berada di istana kekaisaran cahaya ilahi, dan sudah waktunya bagi Shio Fang untuk berpamitan kepada putri Cin Cin untuk meninggalkan istana demi mencari batu kristal semesta yang tersisa.


Sebenarnya putri Cin Cin masih berharap jika suaminya tak pergi meninggalkan istana, mengingat kebersamaan mereka masih terlalu singkat, namun keadaan tak bisa untuk dapat dirubah lagi mengingat Shio Fang telah bersikukuh untuk menekan keberadaan batu kristal semesta yang lainnya.


Walau berat hati putri Cin Cin dan Cin Ling, pada akhirnya melepaskan Shio Fang untuk pergi mengikuti keinginan Shio Fang dalam mencari batu kristal semesta lainnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2