Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Pertarungan Zen


__ADS_3

Zororo yang tak ingin malu akibat batas waktu yang telah ditentukan dirinya belum mampu untuk mengalahkan Shio Fang, dia pun lalu mengeluarkan kekuatan terkuatnya yaitu penghancur Naga Api, yang diarahkan kepada Shio Fang.


Naga api meluncur dengan dengan deras kearah Shio Fang, namun sebelum naga api mengenai tubuh Shio Fang, Marilyn dengan menggunakan kekuatan Pheonix surgawi mengarahkan burung pheonix yang sedari tadi mengitari tubuhnya, untuk menyambut datangnya serangan dari Zororo.


Melihat hal itu, Guru Liu kang segera melesat ke tengah tengah arena pertarungan, dan menghantamkan telapak tangannya ke arah kedua serangan kuat yang akan beradu di udara, hingga ledakan pun tercipta yang membuat Zororo dan Marilyn sama-sama terseret beberapa meter ke belakang.


"Hentikan pertarungan ini, Jika kalian ingin bertarung maka buktikanlah di turnamen Akademi murid luar yang akan diselenggarakan tiga bulan dari sekarang".


"Pertandingan ini telah berakhir dan pemenangnya adalah Shio Fang," ucap Guru Liu kang kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


Zen yang mendengar kemenangan Shio Fang tak kuasa menahan dirinya, diapun berteriak sekeras mungkin meluapkan rasa kegembiraannya itu. Apa yang dilakukan oleh Zen menimbulkan tatapan dingin para senior yang tergabung di dalam kelompok Zororo.


Zen yang melihat hal itu tak perduli dia tetap berteriak mengeluk elukan nama Shio Fang, sehingga para murid senior pada akhirnya bersepakat untuk berencana mencelakai Zen setelah seluruh penonton yang ada di sekitar arena pertarungan pulang ke tempat mereka masing.


Shio Fang tersenyum ke arah senior Zororo atas kemenangan yang telah diraihnya, apa yang dilakukan Shio Fang membuat amarah Senior Zororo meluap, akan tetapi dia tak bisa melakukan apa-apa mengingat para guru pembimbing masih berada di tempat itu.


Senyuman Shio Fang seperti tamparan kuat ke arahnya, yang membuat senior Zororo meremas tinjunya sendiri untuk meredakan ke kesalan di hatinya.


Shio Fang kemudian berjalan ke arah Marilyn dan membisikkan sesuatu di telinganya.


"Terimakasih atas bantuanmu, Jika kau tak membantuku sudah dipastikan Zororo akan tumbang olehku," jawab Shio Fang kemudian pergi dari tempat itu.


Marilyn begitu sangat heran dengan perkataan Shio Fang, yang mengatakan jika tanpa bantuannya dia bisa mengalahkan Zororo.


"Bukankah tadi Shio Fang hampir saja terluka oleh Zororo, tapi mengapa dia berkata seperti itu padaku?" batin Marilyn dengan hati bertanya-tanya.


Di podium para penonton tepatnya di tempat para rangking terkuat di akademi, Liunza yang merupakan top ranking 10 di akademi murid luar, begitu kesal melihat Zen yang terus mengeluk elukan nama Shio Fang, seketika itu berteriak lantang.


"Zen...!!, Aku ingin menantang kau bertarung di atas arena itu".

__ADS_1


Zen sangat terkejut karena ada yang ingin menantangnya di atas arena pertarungan, dia pun menoleh ke arah sumber suara dan ternyata yang berteriak lantang itu adalah Liunza.


"Ternyata Liunza yang ingin menantangku bertarung secara resmi di arena pertarungan, pantas saja dia sangat kesal seperti itu karena Liunza merupakan sepupu dari Zororo".


"Ini merupakan kesempatan bagiku untuk bertarung dengannya dengan menggunakan metode pelatihan yang selama ini ku pelajari dari Shio Fang, jika aku mampu mengalahkannya maka dengan sendirinya aku akan menduduki top 10 ranking akademi murid luar," batin Zen.


"Jika kau ingin bertarung denganku maka aku akan melayani mu," jawab Zen dengan menunjuk ke arah Liunza.


Liunza segera melesat ke arah Guru Yao yufey dan mendaftarkan dirinya untuk bertarung melawan Zen.


Seluruh murid senior terbahak-bahak mendengar jika Zen yang diketahui merupakan murid senior yang selama ini hanya memperburuk citra murid senior di akademi, akan menghadapi Liunza yang merupakan top 10 ranking terkuat di akademi murid luar, hal itu membuat seluruh penonton yang akan menyaksikan pertarungan itu tak kuasa menahan geli karena lelucon yang terjadi.


Shio Fang tersenyum melihat seluruh penonton yang merasa tak yakin akan kekuatan yang dimiliki Zen saat ini, dengan lantang nya Shio Fang berteriak.


"Aku akan bertaruh untuk Zen, Jika kalian ingin memasang taruhan denganku maka datanglah secepatnya ke tempat ini sebelum pertarungan terjadi," ucap Shio Fang.


Shio Fang segera mengeluarkan sekantong penuh koin emas yang ada di dalam cincin ruangnya, kemudian dia pun berkata.


"Bukankah koin emas ini dapat ditukar dengan kristal energi yang ada pada kalian, dan Jika kalian ingin bertaruh denganku maka aku akan membayarnya menggunakan koin emas ini," ucap Shio Fang.


Melihat kemenangan ada di depan mata karena mereka semua mengetahui jika Liunza bukan lawan sepadan bagi Zen, dengan cepat para murid senior mendatangi Shio Fang, dan mempertaruhkan semua Cristal energi yang ada pada mereka.


Marilyn sangat terkejut melihat keberanian Shio Fang mempertaruhkan seluruh koin emasnya untuk kemenangan Zen.


"Aku tak tau dengan cara berfikir mu Shio Fang, walaupun kau merupakan teman sekamar Zen bukan berarti kau harus bertindak bodoh dengan mempertaruhkan seluruh koin emas yang ada padamu untuk kemenangannya," batin Marilyn.


Pertarungan pun dimulai, Liunza yang sangat kesal kepada Zen langsung menyerangnya dengan serangan tangan kosong yang mematikan, untuk segera mengakhiri pertarungan itu dengan membuat Zen babak belur.


Wajah Liunza seketika itu berubah saat melihat serangan-serangannya selalu ditepis oleh Zen dengan mudah, malahan Zen dapat memberikan serangan balik yang dapat memojokkannya.

__ADS_1


Merasa jika Zen mampu mengimbanginya, membuat Liunza langsung mengeluarkan pedangnya dan menyerang ke arah Zen dengan ganas.


Zen menciptakan pedang dengan kekuatan energi tubuh nya, yang membuat Liunza dan seluruh penonton yang ada sangat terkejut dibuatnya.


Para penonton yang bertaruh dengan Shio Fang begitu sangat gelisah, karena mengetahui jika Zen mampu menciptakan sebuah senjata dari energi tubuh nya, yang menandakan jika tingkat kekuatan Zen saat ini telah berada pada tingkat awan.


Para penonton yang telah melakukan pertarungan berharap harap cemas, mereka semua berharap semoga dalam pertarungan itu Liunza dapat memenangkan pertarungan.


Pertarungan di arena begitu sangat sengit, kedua petarung memperlihatkan teknik pedang tingkat tinggi dengan saling Serang satu dengan yang lainnya.


Jual beli Serangan tersaji dengan sangat epic, yang membuat perlahan-lahan tapi pasti Liunza mulai keteteran dengan teknik pedang yang dikeluarkan oleh Zen.


Liunza langsung mengeluarkan kekuatan terkuatnya dengan adanya bayangan gorila raksasa yang ada di belakangnya. Melihat hal itu Zen tak tinggal diam, dia pun menyerap kelembaban udara di tempat itu kemudian mengarahkan kelembaban udara itu ke seluruh permukaan tanah


Secara tiba-tiba genangan air mulai keluar dari dalam tanah, Dan makin lama semakin besar.


Melihat genangan air telah menggenangi sebatas mata kakinya, Liunza sama sekali tidak memperdulikannya, Liunza kemudian berlari ke arah Zen dan menghantamkan tinju gorila lahar api kepada Zen


Akan tetapi apa yang ada di dalam pikiran liunza seketika itu berubah saat melihat Zen menghantam tangannya ke permukaan air.


"Penjara Air hidup..!!" teriak Zen yang membuat air yang tadinya jernih kini berwarna gelap.


Air itu bergejolak hebat dan tiba-tiba saja air itu membentuk dua tangan raksasa berwarna hitam, dan menarik Liunza bersama bayangan gorila raksasanya masuk ke dalam air.


Liunza berontak dengan mengeluarkan seluruh kekuatan yang dimilikinya agar terbebas dari belenggu tangan-tangan hitam yang terbuat dari air, akan tetapi daya tarik tangan-tangan hitam itu begitu kuat menariknya hingga tubuh Liunza menghilang dari pandangan mata.


Zen mengibaskan tangannya dan seketika itu air yang tergenang pun menghilang, yang menyisakan tubuh Liunza yang kini tergeletak di atas arena pertarungan dengan tak sadarkan diri.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2