
Shio Fang sangat terkejut mendengar perkataan dari Dewi Xiayi mengenai putri Cin Cin, Shio Fang sama sekali tak menduga jika anak yang selalu bersama putri cincin adalah putrinya sendiri, namun saat ini Shio Fang sama sekali belum mempercayai sepenuhnya jika Cin Lin adalah putrinya, sehingga membuat Shio Fang melanjutkan langkahnya meninggalkan tempat itu tanpa sepatah kata yang keluar dari mulutnya.
Di dalam kamar Shio Fang samasekali tak bisa memejamkan matanya, hatinya saat ini begitu gelisah mengingat percakapannya dengan Dewi Xiayi, sehingga diapun memanggil leluhur Yanlao agar segera datang menemuinya.
Mendengar panggilan Shio Fang melalui kontrak darah yang ada di tubuhnya, leluhur Yanlao segera datang ke kamar Shio Fang dan bertanya.
"Apa yang membuatmu malam malam memanggil ku datang untuk menemuimu?" tanya leluhur Yanlao.
Shio Fang lalu menceritakan semua masalah yang mengganjal di dalam hatinya, yang telah membuatnya sangat gelisah kepada leluhur Yanlao.
Leluhur Yanlao yang mendengarkan secara seksama keluh kesah Shio Fang, kemudian berkata. "Tuan muda tak usah mengkhwatirkan hal itu, aku akan segera mencari informasi di dalam istana cahaya ilahi malam ini juga mengenai putri Cin Cin dan Cin Lin".
"Terimakasih paman, aku akan menunggu paman dengan membawa informasi yang akurat mengenai putri Cin Cin dan Cin Ling," ucap Shio Fang.
Leluhur Yanlao menganggukkan kepalanya dan sedetik kemudian dia pun menghilang dari hadapan Shio Fang.
Setelah kepergian leluhur Yanlao, Shio Fang kemudian berjalan kearah jendela dan memandang bintang bintang yang bertaburan di angkasa sambil berkata.
"Cin Cin jika memang benar Cin Lin adalah darah dagingku, maka aku akan membawa kalian berdua kembali ke sisiku," ucap Shio Fang dengan menghembuskan nafasnya dengan berat.
Sementara itu leluhur Yanlao yang mendapatkan perintah untuk mencari kebenaran tentang Cin Lin, diapun pada akhirnya sampai di depan gerbang istana yang di penuhi dengan penjagaan yang sangat ketat.
Namun dengan kecerdasannya pada akhirnya leluhur Yanlao dapat memperdaya seorang penjaga, dan pada akhirnya dia bisa dengan leluasa masuk kedalam istana.
__ADS_1
Dengan mengendap endap di atap bangunan istana, leluhur Yanlao akhirnya dapat menemukan kediaman putri Cin Cin.
Dengan tehnik pendengarannya, leluhur Yanlao dapat mendengar semua percakapan yang ada di dalam bangunan kediaman sang putri.
Leluhur Yanlao dapat mendengar dengan jelas jika saat ini putri Cin Cin tengah bersedih, dan ada seorang wanita yang mencoba untuk menghiburnya.
"Putri..., sudahlah kau tak usah bersedih lagi mungkin semua ini sudah takdir dirimu, kau sekarang harus fokus membesarkan Cin Lin putrimu demi untuk masa depannya," ucap seorang wanita paruh baya yang merupakan adik kandung dari mendiang ibunya.
"Tapi bibi..., bagaimana mungkin aku dapat hidup bahagia dengan seorang pemuda yang akan menjadi suamiku, sementara aku tak mencintainya, lagi pula putriku masih memiliki ayah kandungnya yang masih hidup dan aku berharap di masa depan putriku bisa mendapatkan pengakuan darinya".
"Bibi..., jika ayahanda bisa memaklumi diriku aku lebih memilih untuk tak menikah dengan pangeran Hunshen, aku lebih memilih untuk hidup berdua dengan Cin Lin putriku," ucap putri Cin Cin dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.
Sang bibi hanya bisa menarik napas dalam dalam mendengar perkataan keponakannya itu, namun dia sendiri tak bisa berbuat banyak mengingat kaisar Cin Yang telah memutuskan untuk menikahkan pangeran Hunshen dan putrinya.
"Sudahlah kau tak usah bersedih lagi karena besok merupakan hari pernikahanmu, biar bagaimanapun Cin Lin harus memiliki ayah".
"Untuk apa lagi kau menunggu Shio Fang yang tak memperdulikan mu, kau lihat sendiri bagaimana pangeran Hunshen begitu menyayangi Cin Lin, bukankah hal itu menunjukkan jika pangeran Hunshen merupakan ayah yang baik yang dapat menggantikan posisi Shio Fang sebagai ayah kandung Cin Lin," ucap sang bibi.
Putri Cin Cin hanya terdiam dan tak bisa berkata apa apa, saat ini dia hanya bisa pasrah akan pernikahan esok hari yang tak pernah di inginkannya.
Sementara itu di atap bangunan tempat kediaman putri Cin Cin, tampak leluhur Yanlao merasa iba pada putri Cin Cin yang telah banyak mengorbankan perasaannya demi pernikahannya esok hari, sedari itu leluhur Yanlao berkeinginan untuk menyatukan kembali antara putri Cin Cin dan Shio Fang.
Leluhur Yanlao kemudian kembali ke menara giok untuk melaporkan mengenai informasi yang telah di dapatkannya.
__ADS_1
Dini hari leluhur Yanlao tiba di kamar Shio Fang, dan saat itu Shio Fang masih menunggu kehadiran leluhur Yanlao.
Melihat leluhur Yanlao berada di dalam kamarnya, Shio Fang kemudian berkata.
"Apakah kau telah mendapatkan informasi mengenai putri Cin Cin dan Cin Ling?" tanya Shio Fang.
Leluhur Yan Lao kemudian menganggukkan kepalanya dan berkata. "Cin Lin memang adalah putrimu, dan putri Cin Cin tak pernah berhubungan dengan pemuda lain selain dirimu. Shio Fang saat ini putri Cin Cin tengah bersedih karena akan menikah dengan pemuda yang tak di cintainya, aku berharap kau segera mengambil sikap untuk dapat membawanya kembali di sisimu atau melepaskannya untuk orang lain," ucap Leluhur Yanlao.
Shio Fang terdiam mendengar perkataan dari leluhur Yanlao, dia sangat menyesali semua penolakannya terhadap putri Cin Cin yang telah membuat wanita itu harus menanggung kesedihan.
"Aku kan memperbaiki semua ini dan kuharap kau masih mau menerima kehadiranku kembali," batin Shio Fang.
Tak lama kemudian Shio Fang berkata. "Paman..., katakan kepada ketiga adikku dan paman Canglong, bahwa besok kita akan menjemput putri Cin Cin di hari pernikahannya, untuk di bawa kembali ke menera giok," ucap Shio Fang.
Leluhur Yanlao menganggukkan kepalanya dengan senyum yang mengembang di bibirnya, walaupun dia tak mengenal kepribadian putri Cin Cin namun dia yakin jika putri Cin Cin merupakan wanita yang pantas bersanding dengan Shio Fang, mengingat putri Cin Cin telah melahirkan seorang putri yang merupakan darah daging dari Shio Fang, dan hal itu membuat leluhur Yanlao akan menjadi orang terdepan yang akan menjadi orang pertama yang tak menyetujui pernikahan antara putri Cin Cin dan pangeran Hunshen.
Pagi hari pun tiba, Dewi Xiayi begitu sangat terkejut mengetahui jika Shio Fang akan menghadiri acara pernikahan putri Cin Cin dan pangeran Hunshen.
Saat ini bermacam macam pemikiran yang ada di dalam kepala Dewi Xiayi, biar bagaimana pun putri Cin Cin pernah sangat dekat dengan Shio Fang, dan hal itu pastinya akan menimbulkan masalah baru jika putri Cin Cin melihat Shio Fang berada di dalam acara pernikahannya, dan hal itu membuat Dewi Xiayi memberanikan diri mempertanyakan hal itu kepada Shio Fang.
"Ketua agung bukankah kehadiranmu di dalam acara pernikahan putri Cin Cin akan menimbulkan masalah, aku berharap di dalam acara pernikahan itu kau dapat menjauh dari keberadaan putri Cin Cin," ucapnya.
"Saudari Xiayi..., aku keistana bukan untuk melihat pernikahan putri Cin Cin, melainkan untuk membawa putri Cin Cin ke sisiku kembali, karena aku tak akan membiarkan wanita yang telah melahirkan putriku menikah dengan orang lain," jawab Shio Fang.
__ADS_1
Dewi Xiayi begitu tercengang mendengar perkataan dari Shio Fang, namun di dalam hati Dewi Xiayi dapat merasa lega biar bagaimanapun Shio Fang merupakan pemuda yang di cintai oleh sahabatnya itu.
Bersambung