Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Shio Zen pulih


__ADS_3

Pagi hari yang cerah di alam jiwa, setelah 5 hari lamanya mendapatkan perawatan dari kedua kakaknya, pada akhirnya Shio Chen pun tersadar.


Shio Fang dan Shio Zen begitu sangat terharu melihat adik bungsunya telah tersadar kembali dari pingsannya yang cukup lama.


Shio Fang kemudian membantu Shio Chen untuk duduk kemudian diapun berkata.


"Kondisimu sekarang ini masih kurang baik, ada baiknya kau segera memulihkan diri dengan berkultivasi menyerap energi alam di tempat ini," ucap Shio Fang.


Shio Chen yang masih heran dengan keadaan yang ada, langsung menatap kedua kakaknya dengan sangat hati hati, Walaupun demikian di dalam hati Shio Chen sempat bertanya tanya mengapa kedua kakaknya itu bisa bersamanya, karena yang dia tau sebelum ini dirinya tengah disekap oleh salah seorang petinggi kekaisaran cahaya surga yaitu penasihat Lengkong .


Shio Chen yang tak ingin membantah perintah Shio Fang, diapun segera menganggukkan kepalanya dan duduk bersila untuk melakukan kultivasi pemulihan diri di tempat itu, semua yang dilakukannya tak lain adalah pengakuan rasa cinta dan hormat kepada Shio Fang.


Setelah melihat Shio Chen berkultivasi, Shio Fang lalu mengajak Shio Zen untuk berburu pil darah yang saat ini telah berevolusi.


Shio Fang dan Shio Zen menyusuri hutan dan tiba pada sebuah perbukitan kecil yang udara nya berwarna merah dengan bau obat yang sangat menyengat.


Kak Shio Fang mengapa udara di sekitar perbukitan itu berwarna merah, serta mengapa aroma obat di sekitar perbukitan itu begitu sangat menyengat hingga sampai ke tempat ini?" tanya Shio Zen.


"Pil obat darah yang melarikan diri dariku lima hari yang lalu, saat ini telah berevolusi menjadi seekor kelinci hutan berwarna merah darah, jika kau tak menggunakan kekuatan spritual mu untuk mengetahui keberadaannya, walaupun kau seorang praktisi kuat di alam surgawi kau tetap tak bisa untuk menangkap dan menemukannya," ucap Shio Fang.


"Perkataanmu tak meyakinkanku kak Shio Fang, mana mungkin kelinci itu dapat lepas dari penglihatan ku?. Kak Shio Fang..., Aku begitu sangat penasaran dengan perkataanmu ini dan aku akan mencari dan mendapatkan kelinci itu saat ini juga," ucap Shio Zen dengan penuh percaya diri.


Melihat akan keseriusan dari Shio Zen yang ingin menguji perkataannya, hal itu langsung membuat Shio Fang menganggukkan kepalanya sebagai isyarat jika dirinya mengizinkan Shio Zen untuk mencari kelinci merah itu saat ini juga.


Setelah mendapatkan persetujuan dari Shio Fang untuk mengejar dan mendapatkan kelinci merah darah di perbukitan berwarna merah yang ada di hadapannya, maka dengan cepat Shio Zen menuju ke perbukitan kecil itu dan langsung memburu keberadaan kelinci merah darah dengan kekuatan energi tubuh yang dimilikinya, tanpa menggunakan kekuatan spiritual seperti yang dikatakan oleh Shio Fang sebelumnya.


Yang perlu diketahui, tingkat kekuatan Shio Zen saat ini telah berada pada tingkat ranah semesta bintang 3, dimana kekuatan itu 2 tingkat lebih tinggi dari tingkat kekuatan yang dimiliki oleh Shio Fang saat ini. Walau pun demikian tingkat spiritual Shio Zen tak sekuat dengan tingkat ranah semesta yang dimilikinya, kekuatan spiritual Shio Zen baru menembus tingkat langit meluas, yang perbedaannya bagaikan langit dan bumi dengan tingkat spritual yang dimiliki oleh Shio Fang.


Kekuatan Shio Fang walaupun terlihat lebih rendah dari adik-adiknya, namun Shio Fang memiliki banyak kartu As di lengan bajunya, selain 4 harta surgawi yang dimilikinya saat ini, Shio Fang juga mewarisi tubuh nirwana yang mampu melawan seorang praktisi ranah tingkat semesta bintang 6 sekalipun, dan hal inilah yang menjadi keistimewaan dari tubuh nirwana yang dimiliki oleh Shio Fang.


Matahari telah sejajar berada di atas kepala, namun sampai saat ini Shio Zen tak juga mendapatkan kelinci merah darah yang di burunya, hingga pada akhirnya Shio Zen pun menyerah menyerah dan tak ingin berburu lagi.

__ADS_1


"Ha..ha..ha.., Sudah kukatakan padamu memburu kelinci merah darah tak semudah seperti yang kau perkirakan, karena kelinci itu memiliki kekuatan ilusi sebagai senjatanya untuk membantunya bertahan dari semua gangguan yang tertuju padanya, dan hanya dengan kekuatan spiritual yang di miliki seorang praktisi beladiri yang akan mampu untuk menangkap dan menaklukkan kelinci merah darah itu," ucap Shio Fang.


Setelah berkata seperti itu, Shio Fang kemudian melesat masuk ke area perbukitan merah darah yang sebelumnya dipakai oleh Shio Zen untuk mencari kelinci merah darah, dan tak berselang beberapa lama Shio Fang kembali keluar dari dalam perbukitan itu dengan membawa seekor kelinci merah darah yang kini telah berada di dalam genggaman tangan nya.


Hilangnya kelinci merah darah dari perbukitan itu membuat perbukitan yang tadinya berwarna merah darah kini kembali normal kembali, warna merah darah yang tadi nya menghiasi perbukitan itu pun kini telah menghilang, semua itu karena kekuatan ilusi dari pertahanan kelinci merah darah telah menghilang dari tempat itu setelah kelinci merah darah berada di tangan Shio Fang. Kelinci itu adalah pil obat yang telah berevolusi menjadi sesosok makhluk hidup dan untuk menghilangkan jejaknya sebagai pil obat berkualitas tinggi diapun menciptakan ilusi perbukitan merah darah sebagai tempat tinggalnya.


"Kak Shio Fang apa yang harus kita lakukan dengan pil obat yang telah berevolusi menjadi kelinci merah darah ini, apakah kita akan memanggangnya dan memberikannya kepada Shio Chen?" tanya Shio Zen.


"Sangat disayangkan jika pil obat berkualitas seperti ini harus di panggang karena hal itu tak bisa memberikan khasiat apapun juga pada Shio Chen, karena untuk mendapatkan manfaat dari pil obat ini harus dengan menyerap energi yang terkandung di dalamnya hingga habis tak tersisa. Aku akan menyuruh Shio Chen untuk menyerap energi di dalam pil obat ini untuk agar dapat membantunya pulih seperti sedia kala," ucap Shio Fang.


Shio Zen mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Shio Fang, dan pada akhirnya mereka berdua kembali menuju ke tempat Shio Chen berada.


"Shio Chen bangunlah...," ucap Shio Fang.


Di dalam kultivasi nya, Shio Chen yang mendengar dirinya dipanggil oleh Shio Fang pada akhirnya membuka matanya.


"Ini adalah pil obat darah yang telah berevolusi. Aku ingin kau menyerapnya sampai tak tersisa karena dengan begitu kau akan pulih seperti sedia kala, dan semua kekuatan yang kau miliki saat ini akan bertambah berkali-kali lipat," ucap Shio Fang.


Hanya itu kata yang keluar dari mulut Shio Chen, setelah dirinya mengunci kelinci merah darah pemberian dari Shio Fang, dia pun kembali memejamkan matanya untuk menyerap pil obat yang telah berevolusi itu.


Setelah Shio Chen melakukan penyerapan pil, Shio Fang kemudian berkata kepada Zen.


"Sepertinya masih banyak teknik kuat yang belum kau kuasai dari leluhur Zen Wu di dalam pikiran mu, bukankah tempat ini merupakan tempat yang baik untuk berlatih teknik beladiri?, Shio Zen aku ingin kau berlatih di tempat ini sebelum kita kembali ke Akademi Kunlun," ucap Shio Fang.


"Kau benar kak, aku akan berlatih di alam jiwa ini sambil menunggu Shio Chen menyelesaikan penyerapan pil darah," jawab Shio Zen.


Setelah berkata seperti itu Shio Zen kemudian melesat pergi untuk mencari tempat berlatih yang cocok baginya.


Shio Fang menatap kepergian Shio Zen hingga hilang di kejauhan, Setelah Shio Zen pergi dari tempat itu Shio Fang kemudian melesat pergi menuju ke tepian air terjun yang terdapat batu besar dengan permukaannya yang rata.


Di tempat itu Shio Fang kemudian masuk ke mode tubuh nirwana untuk melatih kekuatan formasi segel kehidupan dan kematian, yang telah didapatkannya dari cincin ruang yang dimiliki penasehat Lengkong sebelumnya.

__ADS_1


Tubuh bercahaya emas yang mengeluarkan aura megah dan sangat tirani seketika itu juga terpancar dari dalam tubuh Shio Fang, saat dirinya mulai mengeluarkan sebuah piringan harta surgawi dalam melatih kekuatan formasi segel kehidupan dan kematian di tempat itu.


Shio Fang kemudian menyatukan kekuatan tubuh nirwana yang dimilikinya dengan piringan harta Surgawi dari informasi segel kehidupan dan kematian, dengan melakukan kultivasi penyatuan di tempat itu.


Ketiga praktisi muda itu terus melakukan pelatihan hingga tak terasa satu Minggu telah berlalu. Shio Fang saat ini dapat tersenyum dengan bangga karena dirinya telah berhasil menguasai kekuatan formasi segel kehidupan dan kematian melalui tubuh nirwana yang dimilikinya.


Diapun menghentikan kultivasinya dengan mulai berdiri dan melangkahkan kakinya menuju ke tempat di mana Shio Chen berada.


Tak di sangka oleh Shio Fang, ternyata kedua adiknya saat ini telah bersama dan tengah menunggu dirinya selesai berkualifikasi.


Shio Fang menatap ke arah Shio Chen dan berkata.


"Bagaimana keadaan mu saat ini?" tanya Shio Fang.


"Saat ini aku telah pulih seperti sedia kala, dan kekuatanku yang dahulu hilang kini telah kembali lagi ke dalam tubuhku, dan saat ini bisa dikatakan aku mampu bertarung melawan seorang praktisi ahli di tingkat ranah semesta bintang 4 tanpa kesulitan, dan atas kerja keras kakak berdua untuk memulihkan kondisi tubuhku sehingga aku menjadi kuat kembali, Aku mengucapkan banyak terima kasih" ucap Shio Chen dengan menangkupkan kedua tangannya memberi hormat.


Wajah ceria seketika itu juga terpancar dari wajah Shio Fang, karena usahanya selama ini bersama dengan Shio Zen tak sia sia.


"Sudahlah..., kau tak usah sungkan seperti itu, kita bertiga adalah saudara dan kita bertiga harus bisa saling mendukung hari ini dan di masa depan, karena jika salah satu dari kita bertiga merasakan penderitaan maka yang lainnya pun akan ikut merasakan penderitaan itu," ucap Shio Fang.


Shio Zen dan Shio Chen menganggukan kepalanya mendengar perkataan dari Shio Fang, di dalam hati keduanya begitu memiliki rasa hormat yang tinggi kepada kakak pertamanya itu, sehingga apapun yang dikatakan oleh Shio Fang merupakan suatu hal yang harus mereka dengar dan menjadikannya sesuatu yang harus dilakukan di masa depan.


Tiba tiba Shio Zen berucap. "Kak Shio Fang jika kita kembali ke kota kekaisaran untuk menuju ke Akademi Kunlun, bukankah hal itu sangat berbahaya bagi kita apalagi saat ini kita telah bermusuhan dengan penasehat Agung Lengkong," ucap Shio Zen.


"Penasehat Lengkong telah mati, dan tak ada bukti yang mengarah kepada kita bertiga mengenai kematiannya, kurasa kita tak akan mendapat masalah jika berada di kekaisaran kota selama rahasia ini tak tersebar dari mulut kita bertiga," ucap Shio Fang.


"Kapan kita ke kota kekaisaran karena saat ini aku sudah sangat lapar," ucap Shio Chen.


Shio Fang dan Shio Zen hanya dapat tersenyum mendengar perkataan dari Shio Chen, dan tak lama kemudian Shio Fang pun berucap.


"Kita akan berangkat hari ini juga," ucapnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2