
Malam hari pun tiba, turnamen Alkemis telah memasuki babak yang ke tiga. Semua peserta kini telah berada di dalam sebuah bangunan besar, yaitu aula guild Alkemis.
Tungku pemurnian telah berada di hadapan mereka semua, dengan sebuah pil yang hampir sempurna dibuat yang berada di dalam sebuah wadah di atas meja.
Tetua Guan kemudian berdiri di depan para peserta turnamen, kemudian diapun berkata.
"Pil obat yang ada di hadapan kalian merupakan pil yang 80 persen telah di murnikan, aku menginginkan kalian semua menyempurnakan pil itu menjadi pil berkualitas level 3 dengan tingkat pemurnian 100 persen.
Setelah berkata seperti itu, tetua Guan kemudian menyuruh para peserta untuk memurnikan pil pemulih stamina tubuh, dengan batas waktu yang telah di tentukan.
Semua peserta kemudian memasukkan pil obat yang berada diatas meja kedalam tungku pemurnian, kemudian mulai menciptakan api untuk membakar tungku pemurnian memakai kekuatan energi tubuh mereka.
Semua peserta begitu sangat berhati-hati dalam melakukan pemurnian pil tersebut, kesalahan sedikit saja akan berakibat fatal dan bisa saja membuat pil yang akan mereka murnikan hangus terbakar.
Beberapa peserta mulai gelisah karena api yang mereka ciptakan membuat bergejolaknya suhu udara di dalam tungku. Satu persatu tungku pemurnian dari para peserta turnamen mulai mengeluarkan asap hitam pekat, yang menandakan jika pemurnian yang mereka lakukan gagal.
Peserta yang gagal kemudian pergi dari tempat pemurnian, dan saat ini hanya tersisa belasan peserta yang masih bertahan dalam pemurnian pil tersebut.
Keringat dingin mulai bercucuran di kening pangeran Cin Sha, karena merasa kesulitan untuk memurnikan pil obat tersebut hingga menjadi pil obat level 3, walaupun demikian sang pangeran tetap bertahan dalam mengendalikan api pemurnian.
Akan tetapi tak berselang beberapa waktu berjalan, pada akhirnya tungku pemurnian pangeran Cin Sha mengeluarkan asap hitam yang menandakan jika pemurnian yang dia lakukan gagal.
Shio Fang yang melihat hal itu hanya dapat menggeleng-gelengkan kepalanya, hanya dengan memurnikan pil yang hampir sempurna, saudara angkatnya itu tak mampu untuk melakukannya.
"Bagai mana bisa kau gagal melakukannya Cin Sha, bukankah hal itu merupakan hal yang mudah dilakukan," ucap Shio Fang setelah pangeran Cin Sha berada di dekatnya.
"Sudah kukatakan padamu sebelumnya, aku tak memiliki bakat seorang Alkemis, pemurnian yang hampir jadi itu begitu sangat sulit bagiku, pengaturan suhu tungku yang tak stabil membuat pil yang ku murnikan gagal tercipta," jawab pangeran Cin Sha.
"Sudahlah..., kau tak usah memikirkan lagi masalah itu, lebih baik kita melihat Xia yi yang sepertinya telah berhasil menyempurnakan pil obat pemulih stamina tubuh yang di murnikan nya," ucap Shio Fang.
__ADS_1
Pangeran Cin Sha kemudian melihat ke arah Xia yi, dan benar saja wanita berparas cantik itu tengah membawa hasil pemurnian yang dilakukannya kepada tetua Guan.
Turnamen babak ke 3 telah berakhir, malam itu ada 5 peserta yang berhasil melakukan pemurnian pil level 3, dengan kualitas pil yang sempurna.
Salah satu peserta yang mampu lolos dari pemurnian pil obat level 3 adalah Xia yi, melihat hal itu Shio Fang dan pangeran Cin Sha langsung menuju ke arahnya untuk memberikan selamat atas keberhasilannya dalam pemurnian pil.
"Selamat atas keberhasilan mu masuk ke babak final, tak kusangka kemampuanmu sangat luar biasa seperti ini Xia yi, dan aku sangat yakin di masa depan kau akan menjadi seorang alkemis yang hebat," ucap pangeran Cin Sha.
"Terimakasih atas pujianmu, aku hanya berusaha semampuku dan ternyata aku mampu melakukannya," jawab Xia yi.
Tak lama kemudian tetua Guan berkata di hadapan mereka semua yang ada di dalam ruangan aula Alkemis.
"Selamat bagi 5 peserta yang telah lolos ke babak final, aku akan memberikan waktu kepada kalian sehari untuk beristirahat, dan setelah itu malam harinya di tempat yang sama, babak final turnamen Alkemis akan di selenggarakan kembali, aku menginginkan kehadiran kalian di tempat ini tepat waktu yaitu jam 8 malam," ucap sang tetua.
Setelah itu tetua Guan kemudian membubarkan para peserta turnamen, untuk meninggalkan aula guild Alkemis.
Mereka yang masih berada di dalam ruangan aula, sangat di kejutkan dengan kehadiran wanita bercadar putih yang sangat cantik dan anggun, wanita itu bersama 4 orang senior guild cahaya yang berada di belakangnya.
Tetua Guan pun merasa heran melihat kehadiran murid utama guild cahaya di dalam aula, dia lebih memilih diam dan ingin melihat apa yang sebenarnya ingin dilakukan oleh wanita itu.
Tetua Guan begitu sangat terkejut melihat Dewi Lilia yang dikenalnya sebagai murid pendiam dan susah untuk diajak berbicara, menemui seorang pemuda yang waktu itu ingin mengikuti turnamen akan tetapi tetua Guan mendiskualifikasinya karena datang terlambat untuk mengisi kehadiran dalam mengikuti turnamen.
"Mengapa Dewi Lilia begitu akrab dengan pemuda itu, jika dilihat dari rupa pemuda itu tampak tak ada keistimewaannya, yang terlihat hanyalah kucel dan dekil dan tak mungkin sang Dewi mempunyai hubungan asmara dengannya," batin penatua Guan.
Ditempat lain, Dewi Lilia menghampiri Shio Fang, pangeran Cin Sha dan Xia yi, dan membawanya menjauh dari keduanya.
"Kak Shio Fang, aku ingin mengajakmu menemui tetua Guan, karena ada pesan dari guruku untuknya," ucap sang Dewi.
Shio Fang menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan sang Dewi, namun sebelum Shio Fang menemui tetua Guan dia berkata.
__ADS_1
"Aku tak ingin kau memanggilku dengan nama Shio Fang di hadapan tetua Guan, karena aku disini di kenal dengan nama Fang Shio, begitu pun dengan pangeran Cin Sha aku tak ingin kau memanggil namanya dengan panggilan pangeran Cin Sha, karena pangeran Cin Sha di guild Alkemis di kenal dengan nama Sha Cin," ucap Shio Fang.
Dewi Lilia mengernyitkan keningnya mendengar perkataan Shio Fang, dia ingin mempertanyakan mengapa Shio Fang dan pangeran Cin Sha memalsukan namanya, akan tetapi Shio Fang terlebih dulu berkata.
"Aku tau kau bingung dengan perkataanku ini, aku akan menjelaskannya nanti tapi tidak di sini," ucap Shio Fang yang langsung membuat Dewi Lilia terdiam.
Shio Fang memanggil Xia yi dan pangeran Cin Sha kemudian memperkenalkan Xia yi kepada Dewi Lilia, pembicaraan mereka tak lama karena sang Dewi telah mengajak Shio Fang untuk menemui tetua Guan.
"Xia yi, Sha Cin, kami akan pergi menemui tetua Guan, jika kalian ingin pergi dari sini maka pergilah dan tak usah menungguku," ucap Shio Fang.
Keduanya pun menganggukkan kepalanya, yang membuat Shio Fang dan Dewi Lilia segera pergi ketempat dimana tetua Guan berada.
Sesampainya di depan tetua Guan, Dewi Lilia kemudian berkata.
"Aku ingin tetua memasukkan nama Fang Shio untuk dapat mengikuti final turnamen Alkemis, karena semua ini merupakan rekomendasi dari penatua agung," ucapnya.
"Bagaimana bisa penatua agung merekomendasikan Fang Shio dalam final turnamen Alkemis, sementara Fang Shio tak mengikuti penyeleksian dari 3 babak penyeleksian yang telah di selenggarakan," jawab tetua Guan.
"Sudah kukatakan pada anda tetua, aku akan mencari cara untuk mengikuti turnamen ini dan saat ini penatua agung telah mendukungku, dan wewenang anda sebagai pemegang kendali turnamen telah sirna di mataku," timpal Shio Fang.
Shio Fang sengaja memprovokasi sang tetua, agar tetua Guan dapat merasakan kekesalan seperti apa yang dia rasakan saat sang tetua menolaknya untuk mengikuti turnamen Alkemis.
Sementara itu, tetua Guan yang mendengar perkataan Shio Fang membuatnya seperti tertampar keras, perkataan Shio Fang membuatnya geram karena Shio Fang menggunakan cara licik untuk kembali mengikuti turnamen dengan bantuan penatua agung.
"Aku tak bisa langsung mengiyakan keinginan penatua agung, karena hal ini harus dibicarakan terlebih dahulu dengan ketua Fong ji Ang," jawab tetua Guan.
"Aku telah mengatakan keinginan penatua agung agar Fang Shio mengikuti turnamen final yang akan di selenggarakan, dan jika tetua menolaknya maka tetua harus menanggung sendiri resikonya," ucap Dewi Lili kemudian mengajak Shio Fang pergi meninggalkan tetua Guan.
Tetua Guan meremas tinjunya merasakan ketidakadilan pada dirinya. "Mengapa penatua ikut campur dalam urusan turnamen Alkemis yang telah di percayakan ketua Fong ji Ang padaku. Aku tak akan tinggal diam dalam hal ini, aku akan tetap menggagalkan Fang Shio untuk mengikuti final turnamen yang di selenggarakan," gumam tetua Guan sambil menatap kepergian Dewi Lilia dan Fang Shio meninggalkan bangunan Aula guild Alkemis.
__ADS_1
Bersambung.