
Sore hari di kekaisaran cahaya ilahi, ketua guild alkemis telah sampai di depan gerbang istana.
Pemimpin penjaga yang mengetahui keberadaannya, segera membawa sang ketua untuk menemui Kaisar Cin Yang, di mana saat ini sang kaisar tengah berada di aula istana bersama penasehat dan para petinggi istana, mereka tengah bersantai dalam perjamuan sore itu.
Seorang pemimpin penjaga gerbang melaporkan jika ketua guild alkemis dari kota langit surgawi, tengah berada di depan dan ingin menemuinya, hal itu membuat kaisar Cin Yang menyuruh sang ketua untuk masuk dan bergabung dalam acara perjamuan d Ngan para petinggi istananya.
Ketua Fong ji Ang kemudian masuk kedalam aula dan duduk bersama para petinggi istana sesuai dengan keinginan kaisar, dan di saat itu sang Kaisar menanyakan maksud dan tujuan sang ketua guild Alkemis datang menemuinya.
"Katakanlah apa yang ingin kau sampaikan kepadaku, jika itu bukanlah hal penting maka lebih baik kita menikmati perjamuan ini, Akan tetapi jika itu merupakan hal yang penting maka aku ingin kita membahasnya di tempat ini, agar dapat didengar oleh semua petinggi istanaku," ucap Kaisar Cin Yang.
"Ketua Fong ji Ang kemudian menceritakan apa yang telah terjadi di guild Alkemis, dan juga menceritakan mengenai plakat emas putra mahkota yang ada pada seorang anak muda, yang membuat pemuda itu menjadi semena mena sehingga menimbulkan perseteruan antara guild Alkemis dan sekte langit surgawi, dan pada akhirnya memicu peperangan di kedua kubu karena kematian 2 tetua pelindung sekte langit surgawi.
Mendengar semua itu kaisar Cin Yang yang tadinya bersenang senang dengan para petinggi istananya, akhirnya murka kepada putra mahkota yang telah memberikan plakat emasnya kepada pemuda yang tak ada ikatan dengan keluarga kaisar.
"Penasehat..., panggil putra mahkota kehadapan ku, aku ingin penjelasan darinya," perintah kaisar Cin Yang.
"Baik yang mulia," ucap sang penasehat istana.
Setelah memberi hormat kepada sang Kaisar, penasehat istana bergegas mencari putra mahkota untuk membawanya ke hadapan kaisar.
Putra mahkota akhirnya tiba di hadapan kaisar, dia langsung menerima pertanyaan beruntun yang membuat putra mahkota merasa jika dirinya yang bersalah dalam hal ini.
__ADS_1
"Yang mulia...., aku memang telah memberikan kepercayaan pada Shio Fang dengan memberikan plakat emas yang kumiliki, dan aku tak mengetahui jika plakat itu akan memicu peperangan antara guild Alkemis dan sekte langit surgawi".
"Jika ada yang bertanya mengapa aku memberikan plakat emas itu, maka aku akan menjawab jika aku dan Shio Fang telah mengangkat saudara, dan aku tak akan pernah membiarkan ada yang menyalahkan saudaraku bahkan menyakitinya selama aku hidup, karena aku yakin dan percaya jika saudaraku Shio Fang tak pernah melakukan kesalahan yang di tujukan padanya," jawab putra mahkota dengan penekanan di perkataannya.
"Lancang...!!, aku tak pernah mengajarkanmu untuk berkata seperti itu di hadapanku, dan untuk kesalahanmu yang telah menimbulkan masalah besar antara guild Alkemis dan sekte langit surgawi, maka aku akan mencabut hakmu sebagai putra mahkota di kekaisaran ini," ucap kaisar Cin Yang.
Pangeran Cin Sha yang merasa jika kaisar terlalu semena mena padanya, kemudian melepaskan semua atribut putra mahkota yang melekat di tubuhnya.
"Yang mulia..., aku tak pernah menginginkan tahta putra mahkota, sedari itu hari ini aku bukanlah putra mahkota istana cahaya ilahi," ucap putra mahkota kemudian diapun memberi hormat kepada kaisar Cin Yang, dan membalikkan tubuh melangkah pergi dari tempat itu tanpa menoleh lagi ke belakang.
Penasehat istana segera menghampiri kaisar untuk memintanya melarat kembali perkataannya kepada putra mahkota, akan tetapi kaisar Cin Yang tetap diam membisu, dan tak lama kemudian diapun pergi dari tempat itu.
Kepergian kaisar membuat jendral utama istana cahaya ilahi seketika itu bangkit dari duduknya, dan menuju kearah ketua guild Alkemis.
Sang jendral kemudian pergi meninggalkan ruangan itu, dengan diikuti oleh seluruh petinggi istana cahaya ilahi, sehingga menyisakan ketua Fong ji Ang sendiri di dalam ruangan besar itu.
Ketua Fong ji Ang tak menyangka jika apa yang dikatakannya kepada kaisar akan membuat permasalahan menjadi besar seperti ini, dan seluruh petinggi istana yang memihak putra mahkota kini telah membenci guild Alkemis sebagai penyebab putra mahkota melepaskan kedudukannya dari penerus tahta kekaisaran cahaya ilahi.
"Jika aku tau sebelumnya akan terjadi masalah sebesar ini, tak mungkin aku akan datang ke istana Cahaya ilahi untuk menemui Kaisar. Apa yang harus kulakukan sekarang tak mungkin aku akan mengatakan kepada penatua Fong Sha akan masalah ini, penatua Fong Sha pasti akan murka dan mengusirku dari guild Alkemis jika dia tahu kebenaran yang ada tentang putra mahkota," ucap ketua guild Alkemis kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.
Sementara itu pangeran Cin Sha yang mengetahui jika Shio Fang bersama penatua Fong Sha pergi ke sekte langit surgawi, dengan segera menaiki Griffin terbang yang merupakan singa bersayap kesayangannya, menuju ke sekte langit surgawi.
__ADS_1
Griffin terbang melesat dengan cepat, akan tetapi tiba-tiba saja di hadapannya telah menghadang permaisuri istana kekaisaran Cahaya ilahi dengan berdiri diatas seekor angsa putih raksasa.
Pangeran Cin Sha yang melihat kehadiran ibunya, segera melompat keatas angsa putih dan kini pangeran Cin Sha berhadapan langsung dengan permaisuri.
"Aku takkan pernah membiarkanmu untuk pergi dari istana ini, Putra ku ayah mu dipenuhi dengan amarah sehingga dia tak mengontrol ucapan nya kepadamu, tahta kekaisaran cahaya ilahi sepenuhnya akan menjadi milikmu karena dari garis keturunan kekaisaran ini, hanya kau yang pantas menjadi kaisar yang akan menggantikan kedudukan ayahmu kelak," ucap sang permaisuri.
"Ibu biarkanlah aku menenangkan diri ku terlebih dahulu, karena saat ini hatiku di penuhi amarah. Aku akan berkelana bersama sahabatku Shio Fang untuk menenangkan dir dan ketika aku telah dapat melupakan perkataan ayah maka aku akan kembali ke istana cahaya ilahi," jawab putra mahkota.
Permaisuri begitu bersedih melihat putra kesayangannya akan pergi meninggalkannya, hal itu membuat permaisuri meneteskan air matanya.
Permaisuri kemudian menyerahkan sebuah kitab pusaka yang merupakan warisan dari ayahnya yang dahulu merupakan kaisar cahaya ilahi, sebelum suaminya menggantikan kedudukannya karena menikahinya.
Permaisuri juga menyerahkan armor pelindung yang merupakan artefak langit kuat pada putranya.
"Aku ingin kau memakai armor pelindung yang kuberikan padamu, dan pelajarilah tehnik element cahaya warisan dari kakekmu, agar aku bisa tenang di saat kau tak lagi berada di istana," ucap permaisuri.
"Terimakasih ibu," ucap pangeran Cin Sha kemudian bersujud mencium kedua kaki sang ibu yang sangat di cintainya.
Air mata permaisuri semakin deras membasahi pipinya, dan diapun segera meraih pangeran Cin Sha dan membawanya kedalam pelukannya.
Cukup lama ibu dan anak itu saling berpelukan, dan pada akhirnya sang pangeran mohon diri dari hadapan permaisuri.
__ADS_1
Permaisuri menatap kepergian putranya, hingga sang pangeran menghilang di balik awan.
Bersambung