
Shio Fang di larikan ke balai pengobatan istana, keadaannya saat ini begitu sangat menyedihkan sehingga membuat para Alkemis istana seketika itu juga langsung memeriksa keadaannya.
"Racun pasir hitam..," ucap ketua alkemis dengan wajah suram yang sangat jelas terlihat.
"Apakah racun itu dapat hilang dari tubuh putraku?" tanya bangsawan Shio Jio.
Ketua alkemis kekaisaran hanya dapat menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan dari bangsawan Shio Jio, tak lama dia pun berkata.
"Racun pasir hitam merupakan racun yang sangat mematikan, karena racun itu merupakan racun kutukan yang diturunkan dari seorang penyihir jahat di masa lalu yang pernah datang ke alam surgawi, dan untuk menghilangkan racun itu akan sangat sulit di lakukan dan penawarnya hanya dimiliki oleh negara pasir," ucapnya.
Rombongan Shio Fang seketika itu juga menjadi murka mendengar jawaban dari ketua alkemis kekaisaran, yang membuat ketiga adik Shio Fang seketika itu juga ingin menyerang negara pasir untuk mendapatkan penawar racun bagi Shio Fang.
Namun Shio Fang yang saat ini telah tersadar kemudian berkata. "Aku tak menginginkan kalian bertiga menunju ke negara pasir hanya untuk mendapatkan penawar racun bagi tubuh ku. Negara pasir saat ini memiliki pasukan tempur yang sangat hebat, selain memiliki armada tempur hebat negara pasir juga memiliki racun yang sangat mematikan melalui formasi kuat sebagai pelindung negara pasir," ucap Shio Fang.
Mengetahui jika kakak pertamanya melarang untuk pergi ke negara pasir, membuat ketiga adiknya hanya dapat terdiam dan tak bisa melakukan apa-apa, semua itu karena rasa hormat yang di tujukan kepada kakak pertamanya.
Putri Cin Cin yang juga berada di tempat itu dan menyaksikan apa yang telah terjadi kepada Shio Fang, dengan segera menarik kakaknya untuk pergi meninggalkan ruangan tempat keberadaan Shio Fang berada.
Pangeran Cin Sha begitu sangat heran dengan perlakuan sang adik kepadanya, tak biasanya sang adik begitu sangat khawatir seperti itu pada seorang pemuda hingga pangeran Cin Sha kemudian berkata.
__ADS_1
"Aku tak tahu apa yang kau pikirkan saat ini tapi aku merasakan ada rahasia besar yang ingin kau katakan kepadaku, cepat katakan apa yang ingin kau katakan?" tanya pangeran Cin Sha.
"Aku ingin kakak pergi menuju ke negara pasir untuk mendapatkan penawar racun bagi kak Shio Fang, karena aku tak menginginkan pemuda itu mati dengan racun mematikan yang saat ini telah berada di tubuhnya," jawab putri Cin Cin.
Pangeran Cin Sha sebenarnya memang berkeinginan untuk pergi ke negara pasir untuk meminta penawar racun bagi Shio Fang yang merupakan saudaranya sendiri, namun melihat kekhawatiran yang sangat berlebihan yang ditunjukkan adiknya membuat pangeran Cin Sha bertanya-tanya mengapa sang adik begitu sangat khawatir seperti itu kepada Shio Fang, sehingga dia pun memikirkan cara untuk memancing adiknya agar berterus terang kepadanya mengenai apa yang telah terjadi.
"Aku tak akan pernah menuju ke negara pasir karena itu merupakan sesuatu hal yang di luar kesepakatan kita. Shio Fang adalah saudara angkat ku namun jika dia ditakdirkan untuk mati dengan racun yang bersarang di tubuhnya maka aku tak bisa berbuat apa-apa," ucap pangeran Cin Sha.
Wajah murung Sang Putri kini terlihat jelas setelah mendengar perkataan dari pangeran Cin Sha, hal itu membuat Putri Cin Cin sangat bersedih.
Karena tak ingin Shio Fang mati oleh racun di tubuhnya, hal itu langsung membuat Putri Cin Cin menarik lengan bajunya ke atas dan memperlihatkan tanda merah sebesar biji kacang hijau di lengan kanannya yang telah memudar. Pangeran Cin Sha begitu sangat terkejut melihat hal itu karena memudarnya segel merah darah sebesar biji kacang hijau menandakan jika kesucian adiknya telah diambil oleh seorang pemuda.
"Apakah yang telah melakukannya adalah Shio Fang?" tanya pangeran Cin Sha.
Pangeran Cin Sha menghembuskan nafas dalam-dalam dan tak lama kemudian dia pun berkata. "Aku tak mempermasalahkan jika saat ini kesucianmu hilang oleh pemuda yang bernama Shio Fang, karena aku sangat percaya kepadanya sehingga aku menganggapnya sebagai saudaraku sendiri, dan aku berkeyakinan besar jika dirinya akan bertanggung jawab atas dirimu. Cin Cin aku akan berangkat hari ini juga ke negara pasir untuk memastikan penawar racun itu, dan Aku pastikan aku akan mendapatkan penawar itu".
"Sekarang beristirahatlah, Aku tak ingin kau terlalu capek memikirkan masalah ini hingga akan membuat kesehatanmu terganggu," ucap pangeran Cin Sha kemudian diapun pergi meninggalkan tempat itu.
Setelah pangeran Cin Sha pergi, tiba-tiba saja Putri Bilqis keluar dari dalam persembunyiannya dan saat ini telah berada di hadapan putri Cin Cin.
__ADS_1
"Kau..., apakah kau telah mendengarkan semua percakapan antara aku dan kakakku?" tanya putri Cin Cin dengan rasa keterkejutan di dalam hatinya.
"Aku telah mendengarkan semua percakapan di Antara kalian, dan aku juga mengetahui jika kau saat ini sudah tak Suci lagi semua itu karena perbuatan kak Shio Fang," ucap putri Bilqis dengan kilatan amarah di matanya.
"Maafkan aku karena telah melakukan sesuatu hal yang akan membuatmu marah kepada kak Shio Fang dan aku, peristiwa itu takkan mungkin ku sembunyikan lagi darimu dan jika kau ingin menghukumku atas hal itu maka aku siap menerimanya, Karena aku telah berjanji padamu Jika aku takkan pernah mengganggu hubunganmu dengan kak Shio Fang," ucap putri Cin Cin dengan mata berkaca-kaca karena rasa bersalah kepada putri Bilqis.
Putri Bilqis terdiam sesaat, dan setelah menghirup udara dalam dalam tak lama kemudian dia pun berkata. "Aku tau Kau sangat mencintai kak Shio Fang dan sebaliknya kak Shio Fang juga mencintai mu, aku rasa kita berdua bisa mengangkat diri menjadi saudara agar di masa depan kita berdua bisa sama-sama berada di sisi kak Shio Fang, karena jika aku melarang hubungan kalian pun tak ada gunanya, kak Shio Fang merupakan praktisi hebat dan sangat pantas bagi dirinya untuk memiliki kita berdua menjadi istrinya," ucap putri Bilqis.
Perkataan putri Bilqis tentu saja membuat putri Cin Cin sangat terkejut, dia tak menyangka jika putri Bilqis akan besar hati seperti itu kepadanya yang memberikan kesempatan untuknya bisa bersama Shio Fang.
"Trimakasih atas semua kesempatan yang kau berikan kepadaku, dan aku tak akan menolak Jika kau akan menjadi saudariku," ucap putri Cin Cin dengan senyuman yang seketika itu merekah dari bibirnya.
Pada akhirnya kedua wanita cantik itu kini saling berpelukan, dan tak lama kemudian keakraban pun terjadi di antara mereka berdua.
Disisi lain pangeran Cin Sha yang telah mengetahui keberadaan Putri Bilqis sebelumnya, dan setelah kepergiannya dia lalu bersembunyi untuk mendengarkan percakapan di antara kedua wanita itu.
Dan setelah melihat keduanya telah mengangkat saudara membuat sang pangeran dapat bernapas dengan lega, sehingga kekhawatiran yang menyelimuti hatinya setelah mengetahui putri Bilqis menemui adiknya sirna sudah.
"Shio Fang kau pemuda yang sangat beruntung karena mendapatkan dua wanita cantik dari dua kekaisaran berbeda, aku begitu sangat iri kepada mu," ucap pangeran Cin Sha dengan senyuman yang mengembang dari bibirnya.
__ADS_1
Bersambung
Terimakasih atas koin yang banyak yang telah diberikan Tc2k kepada novel ini, semoga Tc2k mendapatkan limpahan rezeki karena telah mau berbagi. 🙏