
Pasukan dari kekaisaran cahaya ilahi telah berhasil memukul mundur anggota dari menara Giok, dan di saat kehancuran akan melanda tiba tiba saja menara pil yang dipimpin oleh Dewi Giok datang membantu hingga membuat pertempuran itu kini menjadi berimbang.
Kekuatan dari menara pil yang ditunjang dengan para praktisi hebat yang dimilikinya, pada akhirnya dapat menahan gempuran besar dari serangan prajurit kekaisaran Cahaya ilahi yang di lakukan melalui darat maupun udara.
Di sisi lain, ketiga adik Shio Fang yang saat ini tengah bertarung dengan Kaisar Cin Yang, benar-benar dibuat kewalahan yang membuat Shio Zen pada akhirnya terluka di dalam pertarungan itu.
Shio Ju yang melihat jika saat ini Shio Zen tengah terluka dalam yang cukup parah, dengan segera menghempaskan tubuh Shio Zen keluar dari dalam pertarungan itu.
Shio Chen dan Shio Ju kemudian menyatukan kekuatan yang mereka miliki, untuk melakukan gebrakan serangan besar kepada kaisar Cin Yang.
Bola api raksasa setinggi 10 meter kini tercipta, dan dengan cepat langsung diarahkan kepada kaisar Cin Yang.
Kaisar Cin Yang setelah melihat hal itu tak tinggal diam, dia pun segera mengeluarkan kekuatan cahaya meteor Pegasus yang dimilikinya untuk menyambut serangan dari bola api raksasa, hingga dua energi besar itu pun saling berbenturan di udara yang menimbulkan riak energi yang sangat kejam, yang dapat menghancurkan apapun yang berada di sekitarnya.
Shio Ju dan Shio Chen terpental jauh ke belakang dan menghantam tanah dengan keras, sedetik kemudian keduanya seketika itu juga memuntahkan darah segar dari mulutnya, yang menandakan jika keduanya saat ini tengah terluka dalam yang cukup parah.
Sementara di sisi lain tampak Kaisar Cin Yang telah terseret beberapa meter ke belakang, dan tampak wajahnya sedikit pucat akibat benturan energi yang terjadi, yang telah menguras sebagian besar kekuatan energi yang dia miliki.
Pangeran Hunshen yang melihat hal itu segera datang membantu kaisar Cin Yang untuk dapat menyeimbangkan tubuhnya kembali, Sang kaisar yang sama sekali tak mengetahui rencana jahat dari pangeran Hunshen, seketika itu juga menerima uluran tangan pangeran Hunshen hingga Kaisar Cin Yang dapat kembali berdiri.
Pangeran Hunshen yang saat ini telah memiliki kesempatan untuk dapat membunuh kaisar Cin Yang, segera menghujamkan belati artefak langit pemberian dari ayah angkatnya ke tubuh kaisar Cin Yang, hingga belati itu benar-benar tertancap sempurna di tubuh kaisar Cin Yang.
Pekikan tertahan seketika itu juga keluar dari mulut kaisar Cin Yang, saat merasakan sakit di tubuhnya yang membuatnya seketika itu jatuh tersungkur dengan darah yang mengalir dari luka menganga di sisi perutnya.
__ADS_1
Kaisar Cin Yang seakan tak percaya dengan apa yang telah terjadi pada dirinya, seorang anak muda yang telah dipercaya hingga tumbuh menjadi seorang praktisi dikalangan praktisi hebat di lingkungan istananya, kini malah membuatnya terluka.
"Kau..., berani sekali kau melakukan hal ini padaku!!" bentak kaisar Cin Yang sambil menunjuk wajah pangeran Hunshen.
Kaisar Cin Yang dapat merasakan jika senjata yang melukainya merupakan senjata hebat yang dapat menghancurkan perisai pelindung di tubuhnya, membuat kesadaran kaisar Cin Yang perlahan-lahan menurun akibat darah yang terus mengalir dari luka tusukan tersebut.
"Aku telah menganggapmu sebagai putraku sendiri dengan memberikan putriku kepadamu, aku tak menyangka jika kau telah merencanakan untuk melakukan pemberontakan kepadaku, Hunshen hari ini aku akan berakhir namun aku ingatkan jika kau pun tak akan bisa selamat dari kematianmu," ucap Kaisar Cin Yang kemudian memecahkan sebuah kristal yang saat ini berada di tangannya.
Pangeran Hunshen yang tadinya diam kini tertawa dan berkata.
"Ha..., ha..., ha..., Kaisar Cin Yang..., aku sebenarnya telah terluka oleh penghianatan putrimu, sedari itu aku akan membinasakan seluruh anggota keluarga kekaisaran saat ini juga termasuk dirimu, dan akan menjadi pangeran sejati setelah Ayah angkat ku menjadi kaisar yang baru," ucap pangeran Hunshen dengan perkataan penuh kemenangan.
Kaisar Cin Yang saat ini hanya bisa meremas tinjunya menahan amarah, akan tetapi dia tak bisa melakukan apa-apa karena dirinya tak mampu lagi untuk menggerakkan seluruh anggota tubuhnya, sedari itu dia hanya bisa diam untuk menunggu bantuan yang akan datang menyelamatkannya.
"Kristal jiwa pada Ayahku telah dihancurkan, ini adalah berita buruk aku harus segera mencari keberadaan ayahku," batin pangeran Cin Sha kemudian melesat pergi meninggalkan tempat itu.
Sementara hal yang sama juga dirasakan oleh putri Cin Cin, dia dapat merasakan batu kristal jiwa yang berada di ayahnya telah benar-benar dihancurkan, hal ini membuat putri Cin Cin kemudian berkata.
"Saudari Xiayi Aku ingin kau menjaga putriku Cin Ling," ucapnya.
"Kau mau ke mana?, Putri saat ini di luar sana tengah terjadi pertempuran hebat, dan aku telah dipesankan oleh ketua Shio Fang untuk menjagamu dan Cin Ling, jadi aku takkan membiarkan mu untuk pergi ke luar sana," jawab Dewi Xiayi.
"Maafkan aku karena hal ini menyangkut keselamatan ayahku maka aku harus keluar untuk membantunya, aku tak akan mungkin melihat Ayahku mati setelah aku mengetahui penderitaannya," jawab putri Cin Lin.
__ADS_1
Tanpa melihat ke arah Dewi Xiayi yang terus menghalanginya untuk pergi dari tempat itu, putri Cin Cin kemudian menyegel tempat itu dengan teknik es yang dimilikinya, hingga Dewi Xiayi dan para praktisi hebat yang dimiliki menara giok tak dapat untuk mengejarnya.
Kaisar Cin Yang saat ini hanya bisa memejamkan matanya saat melihat pangeran Hunshen melangkah ke arahnya, dengan membawa sebuah pedang di dalam genggaman tangannya.
Di saat kaisar Cin Yang merasa jika itu merupakan akhir hidupnya, tiba tiba saja terdengar suara yang sangat akrab di telinganya hingga sang Kaisar membuka matanya.
"Ayah .., apa yang telah terjadi denganmu," ucap putri Cin Cin sambil memeriksa keadaan ayahnya.
"Cin Cin...".
Hanya itu kata yang keluar dari mulut kaisar Cin Yang, saat ini Kaisar Cin Yang begitu sangat menyesal karena telah menjodohkan putrinya dengan laki-laki yang sangat licik seperti pangeran Hunshen, Walaupun demikian Kaisar Cin Yang sangat bersyukur karena pernikahan itu tak pernah terjadi, sehingga sang Kaisar dapat mengetahui sifat asli dari pangeran Hunshen.
Di sisi lain kini terjadi pertarungan sengit antara Pangeran Hunshen dan pangeran Cin Sha.
Pangeran Cin Sha begitu sangat murka karena dengan kelicikannya Pangeran Hunshen dapat melukai ayahnya, dan hal itu membuat pangeran Cin Sha ingin segera menghabisi pangeran Hunshen hari itu juga.
Bersambung.
Novel ini dalam waktu dekat akan segera tamat, yang menjadikan Shio Fang sebagai penguasa di seluruh alam Surgawi.
Mengenai perjalanan menuju ke alam Yuan dengan membawa batu kristal semesta, semua akan dilanjutkan oleh Putra Shio Fang dari pernikahannya dengan Dewi Yinzi yang berada di alam kristal es.
Saat ini author telah menulis novel baru yang akan rilis besok, dan setelah novel baru author tamat akan di lanjutkan dengan perjalanan putra Shio Fang ke alam Yuan, demi mendapatkan batu kristal semesta lainnya dalam memusnahkan Kaisar iblis.
__ADS_1