
Shio Fang mendapati istrinya di dalam kamar nya dulu, bukan berada di tempat kediaman mereka berdua setelah menikah.
Shio Fang tanpa mengetuk pintu langsung membuka pintu kamar Putri Linzi, yang membuat putri Linzi sangat terkejut dibuatnya.
Putri Linzi yang terkejut lantas berkata. "Mengapa kau tak mengetuk pintu sebelum masuk ke tempat ini, seharusnya kau sadar jika aku juga memiliki privasi sendiri walaupun aku adalah istrimu," ucap putri Linzi.
"Aku hanya ingin bertanya mengapa kau tak pernah menjengukku disaat aku sakit?" tanya Shio Fang.
Putri Linzi kemudian mengalihkan pandangannya dari wajah Shio Fang keluar jendela sambil berkata. "Apakah aku harus datang menjenguk seseorang yang telah menjadi penyebab kematian ibuku? Apakah aku harus berpura-pura membiarkan semua itu dengan terus mengagungkan mu sementara hatiku menolaknya?, Shio Fang ada baiknya kita mengakhiri hubungan ini karena aku ingin memilih jalan ku sendiri," ucap putri Linzi dengan ketegasannya.
"Apakah karena warisan dari leluhur ratu rubah yang telah membuat mu berubah seperti ini, istriku aku telah bersamamu setahun lebih dan saat itu hubungan kita baik-baik saja, aku akan meminta maaf atas semua kesalahan yang menyebabkan ibu mu meninggal, Dan izinkanlah diriku untuk memperbaiki kesalahanku itu dengan menjaga mu beserta suku rubah ekor 9, karena aku tak menginginkan kau mendapatkan warisan ini dengan cara melupakan ku," ucap Shio Fang kemudian dengan cepat meraih tangan putri Linzi untuk membawa Sang Putri ke dalam dekapannya.
"Plak...!!"
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Shio Fang, yang membuat Shio Fang seketika itu juga sangat terkejut dibuatnya.
Shio Fang tak menyangka jika wanita yang selama ini dicintainya berani melakukan hal itu kepada dirinya, yang membuat Shio Fang hanya bisa terdiam sambil terpaku memandang wajah istrinya.
Shio Fang kini menyadari jika pernikahannya dengan putri Linzi merupakan suatu kesalahan, tak seharusnya pernikahan itu pernah terjadi dari rasa kasihan sang putri saat melihatnya terpuruk.
Dengan merasakan sesak di dadanya Shio Fang kemudian tertawa kecil sambil berkata. "Aku sekarang menyadari jika kau menikah denganku karena rasa kasihan melihat ku terpuruk saat itu, yang membuat dirimu rela mengorbankan diri untuk menjadi istriku agar aku dapat keluar dari keterpurukan ku.
"Putri terima kasih atas semua kebaikan dan juga pengorbanan kepadaku, dan jika suatu hari nanti kita dipertemukan kembali anggaplah kau tak pernah mengenal ku dan aku pun takkan pernah mengenalmu, karena apa yang kau lakukan hari ini benar-benar membuatku sakit".
__ADS_1
"Aku akan mengenang putri Linzi yang dulu sebagai Dewi penyelamat ku, yang telah memberikan kebahagiaan selama aku bersamanya, bukan dirimu yang sekarang yang saat ini tak kukenal lagi, aku hanya dapat melihatmu sebagai orang asing yang tak pernah menginginkan kehadiranku di sisimu".
"Aku berjanji padamu setelah hari ini kau tak akan pernah melihatku lagi, karena kau telah memilih untuk memutuskan hubungan ini," ucap Shio Fang.
Shio Fang kemudian membalikkan tubuhnya untuk pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan hancur, setelah mengetahui jika istrinya memilih ingin mendapatkan warisan dari leluhur rubah, bukan memilih dirinya.
Setelah Shio Fang pergi, Putri Linzi menangis sejadi jadinya karena apa yang dikatakannya bukanlah dari hatinya yang terdalam untuk berpisah dengan Shio Fang, melainkan semua yang dilakukannya untuk kepentingan suku rubah ekor sembilannya.
"Maaf kan aku kak Shio Fang, Aku telah berjanji pada ibuku untuk bisa membuat suku rubah sejajar dengan suku-suku penguasa lainnya, dan hanya dengan warisan dari leluhur ratu rubah aku bisa mewujudkan hal itu".
"Aku tak pernah melakukan pernikahan dengan mu didasarkan rasa kasihan seperti yang kau tuduhkan kepadaku, karena aku benar-benar mencintaimu".
"Mungkin ini yang terbaik untuk kita berdua agar kita bisa melangkah tanpa adanya batasan, setelah aku mendapatkan warisan dari leluhur ratu rubah maka aku akan membuat suku ku berjaya kembali, dan akan mencari para iblis untuk melenyapkannya karena keberadaan mereka lah yang telah membuatku harus berpisah dengan darimu," ucap putri Linzi.
*****
Malam itu juga Shio Fang meninggalkan suku rubah ekor 9, dan lansung menuju ke suku naga surgawi demi untuk mendapatkan batu kristal semesta yang ke 6.
Dengan menggunakan kekuatan teleportasi yang dimilikinya, hanya dalam waktu singkat Shio Fang telah berada di gerbang suku naga.
Shio Fang tanpa pikir panjang langsung menghancurkan gerbang itu dan membunuh seluruh praktisi penjaga gerbang suku naga.
Keributan yang terjadi membuat seluruh anggota suku naga dan juga para petingginya segera melesat menuju ke gerbang utama, dan di sana mereka mendapati seorang pemuda yang telah menghancurkan gerbang dan membunuh seluruh penjaga gerbang.
__ADS_1
"Berani sekali kau menyerang suku naga seorang diri, dan untuk semua kekacauan yang telah kau lakukan maka kau harus mati di tempat ini," ucap seorang penatua suku naga kemudian menyuruh seluruh anggota suku naga yang jumlahnya ribuan orang untuk menangkap pemuda itu hidup atau mati.
Shio Fang yang berkeinginan untuk memusnahkan suku naga hingga tak ada lagi suku naga di alam surgawi, seketika itu juga mengeluarkan pedang pemecah surga dan langsung menyerang balik kearah anggota suku naga, hingga jerit kematian terdengar mengumandang di seluruh tempat itu.
Sementara itu leluhur Yanlao dan ke dua saudara Shio Fang yang telah melakukan kontrak darah dengan Shio Fang, pada akhirnya menghentikan pelatihan yang mereka lakukan karena mereka bertiga mengetahui jika saat itu kontrak darah di dalam tubuh mereka yang sebelumnya menghilang, kini telah aktif kembali.
Ketiganya kemudian berdiri dan berkata satu dengan yang lainnya.
"Aku merasakan riak kontrak darah di dalam tubuhku kembali aktif yang menandakan jika kak Shio Fang sebenarnya masih hidup," ucap Shio Ju.
"Kau benar ..., tuan muda Shio Fang memang masih hidup karena aku juga dapat merasakannya," timpal leluhur Yanlao.
Shio Chen juga dapat merasakan keberadaan Kakak pertamanya yang telah hidup kembali, yang membuatnya seketika itu bersukacita hingga secara tak sengaja membangunkan Shio Zen yang tengah melakukan kultivasi.
Shio Zen sedikit marah setelah mengetahui jika adik bungsunya saat ini tengah membangunkannya dengan cara kasar, namun setelah Shio Chen berkata jika Kakak pertamanya telah hidup kembali membuat amarah di wajah Shio Zen menghilang, dan berganti dengan perasaan sukacita.
"Aku merasakan gejolak kontrak darah di tubuhku bergemuruh dengan hebat, yang menandakan jika saat ini tuan muda Shio Fang telah melakukan pertempuran besar, ada baiknya kita segera menuju ke sana Siapa tahu kita berempat dapat membantu tuan muda menghadapi pertempuran besar itu," ucap leluhur Yanlao.
"Apalagi yang harus kita tunggu, cepat tunjukkan jalan ke tempat keberadaan kak Shio Fang, karena aku sudah sangat rindu untuk bertemu dengannya setelah setahun lebih kita menjalani pelatihan di tempat ini tanpa kehadirannya," jawab Shio Zen.
Mendengar perkataan Shio Zen, leluhur Yanlao segera membuka celah spasial yang sebelumnya telah diajarkan oleh Shio Fang, untuk keluar dari dalam alam jiwa setelah pertemuan terakhir dengannya.
Setelah celah spasial itu terbuka maka empat cahaya seketika itu melesat keluar dari dalam alam jiwa, melalui celah spesial yang terbuka.
__ADS_1
Bersambung