
Di dalam sebuah bangunan yang lumayan besar, di sana terlihat seorang laki-laki paruh baya tengah duduk bersila melakukan kultivasi, dia adalah Canglong yang merupakan ketua keamanan dari rumah makan besar.
Aura yang keluar dari dalam tubuhnya benar benar sangat tirani yang menandakan jika Canglong bukanlah praktisi biasa, melainkan salah seorang praktisi kuat yang berada di wilayah Tengah.
Linyosi memasuki bangunan besar itu dan tak lama kemudian dia pun menangkupkan kedua tangannya sambil berkata. "Paman Canglong.., Linyosi datang menghadap," ucap nya.
Aura yang sangat tirani yang keluar dari dalam tubuh Canglong perlahan-lahan menghilang, dan tak berapa lama kemudian diapun membuka matanya.
"Linyosi ada kejadian apa di dalam rumah makan sehingga kau datang menemuiku?" tanya Canglong.
Dengan ragu ragu Linyosi kemudian berkata kepada ketua keamanan rumah makan besar itu.
"Ada seorang pemuda yang telah menindas ku, dia bernama Shio Fang yang saat ini telah menanamkan racun di tubuhku agar aku menjadi pesuruhnya, dan jika paman ingin menemuinya maka paman bisa menemuinya di penginapan rumah makan besar," ucap Linyosi dengan mata berkaca-kaca, mengadukan keluh kesahnya kepada laki-laki paruh baya yang ada di hadapannya.
Linyosi saat ini begitu merasakan sakit hati yang mendalam terhadap Shio Fang setelah pemuda itu merenggut kesuciannya, tanda merah yang melekat di lengan kirinya sedari lahir, kini telah menghilang tanpa bekas.
Melihat perubahan diraut wajah Linyosi, membuat Canglong kemudian melakukan pemindaian kepada tubuh keponakan angkatnya itu, dan pada akhirnya canglong mengetahui mengapa Linyosi begitu sangat bersedih.
"Apakah kau mencintai pemuda itu?" tanya Canglong dengan tatapan menyelidiki ke arah Linyosi.
Linyosi hanya dapat menggelengkan kepalanya, mendapati pertanyaan dari Canglong tanpa bisa mengeluarkan sepatah katapun juga.
Linyosi sangat yakin jika saat ini Canglong telah telah mengetahui apa yang telah terjadi padanya, karena tingkat kekuatan diranah semesta bintang 5 sempurna telah mampu memindai tubuh seseorang, sebab itulah Linyosi lebih memilih untuk diam.
__ADS_1
Setelah terdiam untuk waktu yang lama, Linyosi pada akhirnya berbicara.
"Paman..., Aku telah melakukan kesepakatan menggunakan kartu berwarna emas dengan pemuda itu, aku melakukan semua itu untuk mengetahui informasi mengenai suku rubah ekor 9 yang telah lama ku tinggalkan dari nya, namun di saat aku menggunakan teknik pesona untuk menaklukkan nya, tiba tiba saja dia melakukan serangan balik yang membuatku tak sadarkan diri hingga aku terbangun di pagi hari dengan tanda kesucian ku yang telah menghilang tanpa bekas," ucap Linyosi.
Canglong mengangguk-anggukan kepalanya mengerti dengan semua yang terjadi, diapun menarik nafas dalam dalam untuk meredakan amarah di hatinya, biar bagaimana pun Linyosi bagi Canglong telah dianggap sebagai putrinya sendiri, sehingga penderitaan yang dialami oleh Linyosi ikut juga dirasakan oleh nya.
"Sepertinya pemuda itu bukanlah praktisi biasa melainkan seorang praktisi ahli yang memiliki kemampuan, karena dia dapat terlepas diri dari teknik ilusi pesonamu yang bahkan seorang praktisi di ranah semesta bintang 3 sempurna tak akan dapat dengan mudah untuk melepaskan diri dari teknik itu".
"Lin'er..., kau tetaplah disini untuk menjaga tubuhku karena aku akan meminta pertanggungjawaban pemuda itu terhadap dirimu, biar bagaimana pun aku tak menginginkan jika terjadi hal buruk kepadamu terlebih lagi jika kau sampai mengandung anaknya," ucap Canglong.
"Tidak paman .., aku tak akan pernah mau untuk menjadi pasangannya, yang aku inginkan saat ini dia memberikan penawar racun bagiku, dan setelah itu aku akan memberikan pelajaran yang sangat berharga padanya karena telah menodai ku," jawab Linyosi.
"Baiklah jika itu keinginanmu maka aku akan berusaha mewujudkan nya," ucap Canglong.
"Terimakasih paman," jawab Linyosi dengan menangkupkan kedua tangannya.
Dengan kekuatan Spritual pelahap kekosongan yang di milikinya, Canglong dapat mengetahui keberadaan kamar Shio Fang sehingga dia pun dengan cepat menuju ke sana.
Shio Fang yang mengetahui ada sosok roh jiwa kuat yang telah berada di depan pintu kamarnya, hal itu membuat Shio Fang kemudian duduk bersila untuk melakukan meditasi di atas pembaringannya.
Tubuh Avatar Shio Fang kemudian terbentuk di tempat itu dalam wujud roh jiwa, Avatar tubuh Shio Fang kemudian berjalan menembus pintu kamarnya dan disana Shio Fang dapat melihat sesosok laki laki paruh baya tengah menatap tajam kearahnya.
Melihat hal itu Shio Fang kemudian berkata. "Tetua.. aku sebelumnya tak pernah berurusan dan bahkan mengusik mu, tapi mengapa tetua datang ke tempat ini seperti ingin melakukan pertarungan dengan ku," ucap Shio Fang.
__ADS_1
Sesaat laki-laki tua itu terdiam dan menatap pada Shio Fang kemudian diapun berkata.
"Linyosi adalah keponakan ku, kau telah telah melakukan hal buruk ke padanya dan untuk itu kau harus mempertanggungjawabkan semua pembuatan mu itu !!, Anak muda menyerahlah jika tidak maka aku tak akan berbalas kasih padamu," ucap Canglong.
Shio Fang kini menyadari jika laki-laki paruh baya yang ada di hadapannya merupakan Canglong ketua keamanan rumah makan besar, dan tujuannya menemui Shio Fang untuk meminta pertanggung jawabannya.
Shio Fang kemudian tersenyum tanpa sedikitpun rasa takut di dalam hatinya setelah berhadapan dengan Canglong, dengan ketenangannya Shio Fang kemudian berkata.
"Keponakan mu itu merupakan wanita yang sangat licik, dia hampir saja berhasil menjebak ku dengan kekuatan ilusi pesonanya, akan tetapi keberuntungan masih menyertaiku sehingga kekuatan ilusi pesona itu dapat aku patahkan".
"Tetua Canglong.., jika kau ingin berurusan denganku hanya untuk membelanya maka sedikitpun aku takkan gentar menghadapimu, dan kurasa kau takkan semudah itu untuk dapat mengalahkanku," tantang Shio Fang.
Canglong yang ditantang sedemikian rupa seketika itu juga darahnya mendidih, dan dengan mengeluarkan tombak petir miliknya Canglong langsung menyerang kearah Shio Fang.
Shio Fang yang melihat adanya bahaya dari serangan tombak yang dilancarkan oleh seorang Canglong, dengan cepat membekukan udara di sekitar tempat itu untuk membuat sebuah pedang energi.
Setelah pedang energi tercipta maka Shio segera melesat maju untuk menyongsong serangan yang datang kepadanya.
Jual beli serangan kemudian tercipta di tempat itu sehingga membuat area di rumah makan porak poranda. Shio Fang saat ini mencoba menjauh dari rumah makan agar tubuh kasarnya yang berada di penginapan tetap aman.
Dengan seperti melarikan diri dari pertarungan, Shio Fang melesat cepat untuk mencari tempat yang sepi.
"Mau kemana kau...!!, aku tak akan pernah melepaskan di dalam pertarungan kita ini," ucap Canglong kemudian melesat untuk mengejar Shio Fang yang terlebih dahulu meninggalkan tempat itu
__ADS_1
Shio Fang telah menemukan tempat yang sepi yang berada di pinggiran kota wilayah Tengah, dengan kedua tangan yang berada di punggungnya Shio Fang berdiri menanti kedatangan Canglong yang menyusulnya.
Bersambung