Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Dewi Giok vs putri Cin Cin


__ADS_3

Dewi Giok yang telah sedikit menyentuh ranah tingkat semesta abadi, dengan cepat memutar tubuhnya hingga es yang menyelimuti tempat itu tak mampu untuk membekukan area sekitar Dewi Giok dengan jarak 30 meter persegi.


Keadaan ini membuat putri Cin Cin merasa jika Dewi Giok yang menjadi lawan tarungnya, bukanlah praktisi yang mudah di kalahkan hingga membuatnya segera mengeluarkan kekuatan tubuh bulan dingin secara besar besaran, hingga tercipta ombak salju yang langsung menuju kearah Dewi Giok.


Dewi Giok yang melihat serangan ombak es yang menuju kearahnya, segera menebaskan pedang Giok yang saat ini berada di genggaman tangan kanannya, hingga ombak itu terbelah menjadi dua dan menghantam tempat yang kosong.


Mengetahui serangannya dapat di patahkan oleh Dewi Giok, putri Cin Cin tak mengundurkan serangannya diapun segera memutar tubuhnya maka ratusan bongkahan es berujung runcing, seketika itu juga menyerbu kearah Dewi Giok.


Dewi Giok mendengus kesal melihat serangan yang tak henti hentinya datang ke arahnya, diapun segera membentuk segel di tangannya dan tak lama kemudian fluktuasi udara seketika itu juga terjadi di tempat itu.


Dari fluktuasi udara tercipta 3 buah lingkaran segel berwarna ungu terang dengan beberapa simbol di dalamnya, sedetik kemudian dari dalam lingkaran berdiameter 5 sentimeter seketika itu juga mengeluarkan pedang bercahaya ungu yang tak terhitung jumlahnya.


Pedang pedang itu langsung menuju ke arah bongkahan es hingga terjadi ledakan yang terdengar berkali kali di udara, saat bongkahan es yang terbentuk dari kekuatan tubuh bulan dingin Putri Cin Cin saling beradu dengan pedang bercahaya ungu yang keluar dari dalam lingkaran segel.


Tampak kedua wanita itu masih berimbang dalam pertarungan itu, dan kini mereka berdua akan mengeluarkan kekuatan terkuat yang mereka miliki untuk membuktikan siapa yang akan memenangkan pertarungan.


Patung Dewi es raksasa tiba-tiba saja muncul, tangan Dewi es itu berjumlah 8 dan masing-masing tangan memegang sebuah senjata yang terbuat dari es.


Aura yang sangat mengerikan tiba-tiba terjadi di tempat itu saat patung es mulai melakukan pergerakan. Aura yang keluar dari dalam patung es menyemai kekuatan dari seorang praktisi yang selangkah lagi menembus ranah semesta abadi.


Di sisi lain Dewi Giok begitu sangat terkejut melihat fluktuasi udara di tempat itu, Sang Dewi tak menyangka jika Putri Cin Cin walaupun tak memiliki kekuatan seperti layaknya praktisi di alam surgawi, namun tubuh bulan dingin yang ada padanya mampu menyamai tingkat kekuatan yang dimilikinya saat ini, dan tentu saja hal itu membuat Dewi Giok dengan terpaksa mengeluarkan kekuatan terkuatnya.


9 pil berwarna emas seketika itu juga keluar dari dalam tubuhnya, ke 9 pil itu sesaat berputar melingkari tubuhnya dan tak berapa lama kemudian ke 9 pil itu saling bertubrukan satu dengan yang lainnya, sehingga membentuk sosok ular piton raksasa 9 warna yang memiliki aura selangkah lagi menembus ranah semesta abadi.

__ADS_1


Munculnya kedua sosok yang memiliki Aura yang sangat Megah dan tirani, membuat istana Raja Dewa obat seketika itu juga bergetar dengan hebat.


Atap bangunan istana yang berdiri kokoh satu persatu mulai runtuh, yang membuat keadaan di tempat itu menjadi sangat mencekam.


Shio Fang yang saat ini mulai pulih keterpurukannya begitu sangat terkejut melihat pemandangan yang ada, dimana sosok putri Cin Cin saat ini tengah bertarung dengan seorang wanita bercadar, yang samar-samar Shio Fang dapat mengenalinya.


"Yasmin..., Cin Cin ..., mengapa mereka sampai bertarung seperti ini?," batin Shio Fang.


Shio Fang sesaat memandang ketiga wanita yang telah memulihkan kondisi tubuhnya, setelah itu dia pun menganggukkan kepalanya dan menghilang dari tempat itu.


Shio Fang saat ini telah berada di tengah-tengah pertarungan, dia melakukan hal itu dengan menggunakan kekuatan teleportasi yang dimilikinya.


Amarah Shio Fang terlihat jelas di wajahnya, saat melihat dua kekuatan besar yang saat ini telah saling berhadapan.


Putri Cin Cin dan Yasmin begitu sangat terkejut mendengar teriakan itu, buru-buru keduanya melihat ke arah depan dan di sana telah berdiri sosok pemuda yang menatap mereka berdua dengan tatapan penuh amarah.


Putri Cin Cin yang mengetahui jika saat ini Shio Fang tengah marah, dengan cepat dia pun mengibaskan tangannya dan saat itu juga patung dewi es yang tadinya berdiri kokoh telah menghilang dari tempat itu.


Melihat patung Dewi es telah menghilang, membuat Yasmin buru-buru mengibaskan tangannya dan ular piton raksasa 9 warna seketika itu juga menghilang dari tempat itu.


Putri Cin Cin yang telah lama menahan kerinduan pada sosok pemuda yang sangat dicintainya, dengan cepat berlari ke arahnya untuk melepaskan semua rasa rindu yang telah bertahun-tahun menumpuk di hatinya.


Akan tetapi Shio Fang sama sekali tak merespon keberadaannya, malah saat ini Shio Fang mengembalikan tubuhnya dan membelakangi putri Cin Cin.

__ADS_1


Melihat semua itu putri Cin Cin pada akhirnya menghentikan langkahnya karena sebenarnya dia mengetahui jika Shio Fang saat ini telah menolaknya.


Air mata putri Cin Cin mengalir dengan deras saat melihat semua itu, dan dalam isaknya putri Cin Cin lalu berkata.


"Apakah aku salah sehingga kau kini menolakku, kak Shio Fang 5 tahun aku telah menunggu kehadiranmu namun setelah kau kembali, kau tak terlihat seperti kak Shio Fang yang pernah aku kenal dulu," ucap putri Cin Cin sambil berurai air mata.


Shio Fang hanya bisa memejamkan matanya mendengar perkataan wanita yang dahulu pernah memberi warna di dalam hatinya, namun hal itu tak menggoyahkan hati Shio Fang yang ingin meninggalkan putri Cin Cin, karena Shio Fang merasa jika putri Cin Cin telah menghianatinya dan hal itu terbukti dengan lahirnya seorang anak perempuan cantik yang selalu bersamanya.


"Maafkan aku atas semua kesalahan yang telah ku perbuat saat kita masih bersama, mungkin ada baiknya kita berpisah karena kau saat ini telah memiliki seseorang yang lebih baik dari diri ku, jagalah Putri kalian dengan baik dan lupakanlah aku," ucap Shio Fang.


Setelah berkata seperti itu Shio Fang tiba-tiba saja menghilang, tanpa ada yang mengetahui keberadaannya.


Putri Cin Cin terduduk di tempat itu dengan air mata yang semakin deras mengalir di pipinya, putri Cin Cin saat ini mengalami keterpurukan di dalam hidupnya setelah Shio Fang memutuskan untuk berpisah.


"Walaupun kau tak mengakui putriku sebagai anak mu, ku pastikan jika dia akan mendapatkan kasih sayang sepenuhnya dari ibunya," batin putri Cin Cin.


Dewi Giok yang telah mengetahui jika Shio Fang tengah berada di dalam istana raja dewa obat untuk melakukan perburuan harta karun, pada akhirnya memisahkan diri dari dalam kelompoknya untuk mencari keberadaan pemuda yang dicintainya itu.


Sementara itu kelompok dari marilyn memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat itu, karena pohon Quanyi yang sebelumnya diperebutkan telah menghilang entah kemana dan tak diketahui di mana rimba nya, sementara marilyn saat ini telah menguak kembali masa lalu saat bersama Shio Fang sewaktu di dalam akademi murid luar, dan dia berharap bisa bertemu kembali dengan Shio Fang untuk membicarakan status hubungan mereka berdua.


Di tempat lain Linyosi dan putri Linzi pada akhirnya pergi meninggalkan tempat itu untuk kembali melakukan perburuan harta Karun di istana Raja Dewa obat.


"Putri Linzi yang sebelumnya menaruh hati kepada Shio Fang atas semua yang telah dilakukan pemuda itu kepada suku dan dirinya, pada akhirnya harus melapangkan dada karena kenyataan yang ada pemuda yang dikaguminya itu memiliki banyak wanita cantik yang juga menginginkannya, dan hal itu membuat putri Linzi berfikir jika dirinya tak lagi memiliki harapan untuk dapat memiliki kekasih seperti halnya Shio Fang.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2