Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Kemenangan Zen


__ADS_3

Matahari di siang itu sangat terik dan angin pun berhembus dengan sangat kencang. Diatas arena pertarungan Zen berhasil mengalahkan Liunza yang membuat seluruh penonton, para Guru pembimbing dan para murid top 10 rangking murid terkuat, sangat terkejut dibuat nya.


Mereka tak menyangka selama 3 bulan terakhir Zen mampu meningkatkan kekuatannya hingga seperti ini, yang mampu mengalahkan Liunza dalam sebuah pertarungan resmi.


Kini Zen sangat diperhitungkan dalam turnamen yang akan digelar 3 bulan dari sekarang, semua itu Karena dia mampu mengalahkan Liunza tanpa Liunza dapat melakukan perlawanan yang berarti.


Shio Fang begitu sangat senang karena kemenangan Zen, dengan begitu Shio Fang berhasil mendapatkan banyak Cristal energi yang dapat dipakainya dalam menukar apapun yang ada di dalam perpustakaan Akademi.


Semua murid yang telah bertaruh memakai seluruh Cristal energi miliknya, harus menepuk jidatnya sendiri atas kekalahan Liunza, dengan sendirinya seluruh Cristal energi yang tadinya berada padanya, sekarang harus berpindah ketangan Shio Fang.


Marilyn dari kejauhan menatap ke arah Shio Fang, dia yakin jika keberhasilan Zen dalam memenangkan pertarungan yang terjadi, semua itu karena adanya campur tangan Shio Fang dalam melatihnya.


"Ini merupakan kesalahan besar bagiku karena tak mempercayainya untuk melatihku menghadapi Zororo saat turnamen tiba, aku harus meminta maaf padanya agar Shio fang mau membantu pelatihanku, bagaimanapun dia harus bertanggung jawab atas kesepakatan yang dibuatnya bersama Zororo," batin Marilyn.


Di dalam kamar, Shio Fang memperlihatkan kepada Zen banyak sekali Cristal energi yang didapatkannya dari pertaruhan antara Zen dan Liunza.


Shio Fang lalu membagi dua Cristal energi yang ada padanya itu, dengan Zen.


"Mengapa kau membagi Cristal energi ini denganku?, bukankah semua Cristal energi ini adalah milikmu," ucap Zen.


"Kau sahabatku tak mungkin aku akan menghabisi Cristal energi ini sendirian, lagi pula jika kau tak bertarung dengan Liunza tak mungkin aku mendapatkan Cristal energi sebanyak ini. Zen ambilah bagianmu itu, karena Cristal energi ini sangat berguna jika kita kelak sudah berada di akademi pusat," jawab Shio Fang.


Zen menganggukkan kepalanya kemudian memasukkan setengah dari Cristal energi itu ke dalam cincin ruangnya.


Tak lama kemudian Zen pun berkata. "Shio Fang kau orang baik, sedari itu aku ingin menceritakan sebuah rahasia yang selama ini kusimpan. Rahasia itu merupakan sebuah peta tempat lokasi reruntuhan kuno yang menyimpan banyak harta karun di dalamnya," ucap Zen.


"Apa maksudmu berkata seperti itu?" tanya Shio Fang.

__ADS_1


"Aku akan menceritakan kepadamu tentang diriku," jawab Zen.


"Aku merupakan satu-satunya Clan air hitam yang masih hidup di alam surgawi ini, seluruh Clan ku dibantai dan dibunuh oleh Aliansi hitam dari kekaisaran Cahaya Naga yang di ketuai oleh ketua Yin Ming".


Mereka ingin mendapatkan peta menuju reruntuhan harta karun yang ada pada ayahku, namun ayahku tak pernah memberikan peta itu sehingga Aliansi hitam akhirnya memusnahkan Clan air hitam dari alam surgawi.


Aku berhasil selamat karena ibuku memberikan kekuatan hidupnya untuk membuatku mati sesaat, sampai kedatangan Guru Gobin dan Guru Ema ketempat itu dan menyelamatkanku.


Saat itu usiaku baru menginjak 11 tahun di saat seluruh Clan ku hancur tanpa tersisa," ucap Zen mengakhiri ceritanya.


"Aku turut berduka mendengarnya, Walaupun demikian kau janganlah terlalu lama bersedih, menjadi kuatlah agar kau kelak bisa membangun Clan mu kembali," ucap Shio Fang.


"Shio Fang, kau tak menanyakan di mana peta itu berada?" tanya Zen.


"Peta itu merupakan wasiat dari kedua orang tuamu yang telah tiada, aku tak ingin ikut campur di dalamnya karena peta itu yang telah membuat seluruh Clan mu hancur," jawab Shio Fang.


"Jika kau memintanya maka aku pasti akan membantumu, saat ini di manakah peta itu berada?" tanya Shio Fang.


"Peta itu berada di dalam tubuhku tepatnya tersimpan di dalam dantianku, Ayah yang telah menyegel peta itu di sana dan hanya aku yang dapat mengeluarkannya".


"Shio Fang.., karena keberadaan peta itu di tubuhku, membuatku tak bisa meningkatkan kekuatan alami seperti para murid yang lain, sehingga dari seluruh murid senior akulah yang paling terbelakang, dan setelah mengenalmu dan memberikan petunjuk mengenai kultivasi yang benar, Akhirnya aku bisa meningkatkan kekuatanku seperti para murid lainnya," jawab Zen.


Shio Fang kemudian memegang pundak Zen kemudian berkata. "Untuk saat ini kemampuan kita belumlah seberapa, kita tak tau bahaya apa yang berada di tempat harta karun itu berada".


"Secara pemikiranku, Clan Air Hitam melalui kedua orang tuamu pasti pernah menuju kesana, akan tetapi bahaya yang berada ditempat harta Karun itu terlalu kuat, sehingga Clan air hitam tak berhasil mengambil apapun dari tempat itu".


"Jika waktu itu Clan air hitam dapat menembus rintangan di tempat harta Karun berada, pastinya semua harta yang berada di sana akan berpindah ke tempat Clan air hitam berada.

__ADS_1


"Zen lebih baik kita memikirkan bagaimana menjadi lebih kuat lagi agar dapat masuk 10 besar murid terkuat di akademi murid luar, agar kita bisa ke Akademi pusat untuk berlatih di sana".


"Setelah kita berada di Akademi pusat Kunlun di gunung Quanjing, kita harus menguatkan diri selama 3 tahun lamanya, setelah itu kita akan mencari harta Karun dari peta yang ada di dalam tubuhmu itu, kita berdua akan cuti latihan selama setahun," ucap Shio Fang.


"Trimakasih Shio Fang, aku akan berlatih sekuat mungkin agar aku dapat masuk 10 besar murid terkuat di Akademi murid luar, yang nantinya akan berangkat ke Akademi pusat untuk berlatih di sana," ucap Zen.


"Aku yakin kau pasti bisa melakukannya maka berusahalah," ucap Shio Fang.


Tiba tiba pintu kamar diketuk dari luar yang membuat mereka berdua memalingkan wajah ke arah pintu, dan menghentikan percakapan yang terjadi.


Zen melangkahkan kakinya ke arah pintu lalu membukanya. Tampak wanita cantik bercadar ungu telah berdiri di sana.


"Marilyn masuklah" ucap Zen.


Marilyn masuk dengan wajah tertunduk, dia merasa malu kepada Shio Fang atas kejadian waktu itu di mana dia telah meninggalkannya dengan keadaan marah.


"Katakan apa yang bisa kubantu untukmu?" tanya Shio Fang.


"Aku minta kau membantu latihanku agar aku dapat menghadapi Zororo dalam turnamen nanti," jawab Marilyn.


"Aku pasti akan membantumu, dan kita bertiga bisa berlatih bersama, akan tetapi yang menjadi permasalahannya saat ini tempat untuk kita berlatih kita tak punya, tak mungkin kita berlatih di tempat latihan murid Akademi karena disana merupakan tempat latihan umum," jawab Shio Fang.


"Kakekku mempunyai tempat latihan sendiri di perpustakaan yang tak pernah di pergunakan nya, aku akan meminjam tempat latihan itu untuk kita bertiga berlatih," ucap Marilyn.


"Jika memang tempat latihan itu bisa kita gunakan, maka mulai besok kita akan berlatih di sana," ucap Shio Fang.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2