
Di istana cahaya naga telah terjadi kegemparan setelah batu kristal semesta benar-benar hilang dari dalam formasi. Kaisar Liusan saat ini benar-benar murka setelah kehilangan batu kristal semesta.
Kaisar Liusan segera menyuruh para jenderalnya untuk membawa putri Liuyinzi ke hadapannya, karena sang Kaisar yakin jika batu kristal semesta itu telah dicuri oleh putrinya sendiri untuk di berikan kepada Shio Fang pemuda yang sangat di bencinya.
Putri Liuyinzi telah di tangkap dan di bawah oleh para Jenderal menghadap Kaisar Liusan, dan di sana kaisar Liusan mengintrogasi putri Liuyinzi mengenai batu kristal semesta yang hilang.
Di hadapan kaisar Liusan, putri Liuyinzi mengaku jika dirinyalah yang telah mencuri batu kristal semesta dan di bawah menuju ke istana Jiangma untuk diberikan kepada Shio Fang.
"Plak...!!"
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kiri Putri Liuyinzi, yang membuat Sang Putri harus terhempas ke samping dan mengeluarkan darah segar di sudut bibirnya.
"Aku tak menyangka jika kau telah menghianatiku dengan memberikan batu kristal semesta kepada Shio Fang orang yang kuinginkan kematiannya, dan untuk itu mulai sekarang kau bukan putriku lagi dan aku telah menghilangkan namamu dari silsilah keturunan kekaisaran".
"Pengawal...!!, jebloskan dia ke dalam lubang hitam biar dia bisa merasakan bagaimana penderitaan seorang penghianat sebelum ajal menjemputnya," ucap kaisar Liusan yang saat ini dipenuhi amarah di dalam hatinya.
Seluruh jendral dan petinggi kekaisaran segera berlutut di hadapan Kaisar memohon pengampunan bagi putra Liuyinzi, agar tak mendapatkan hukuman sekejam itu dengan dijebloskan ke dalam lubang hitam yang merupakan hukuman penderitaan menuju kematian.
__ADS_1
Permaisuri juga telah berlutut di hadapan kaisar Liusan memohon pengampunan bagi putrinya.
"Yang mulia kita telah membesarkan putri kita dan mendidiknya menjadi seperti sekarang ini dengan penuh rasa cinta kasih, mengapa kebencianmu kepada Shio Fang membuatmu harus mengorbankan Putri kita menjadi seperti ini, putri kita membawa batu kristal semesta untuk menghindari ancaman dari Shio Fang yang akan menghancurkan kekaisaran ini, yang membuatnya harus mencuri batu kristal itu darimu. Ku mohon yang mulia, pertimbangkanlah kembali hukuman bagi putri kita, berikanlah hukuman kepadanya selain di bawa ke lobang hitam," ucap permaisuri dengan air mata yang bercucuran.
Putri Liuyinzi yang tak tahan melihat tangisan ibunya segera berlari dan memeluknya, "Ibu jangan bersedih lagi ini karena ini telah menjadi suratan takdirku, aku akan menghadapi hukuman yang akan diberikan ayah dengan keikhlasan hatiku," ucap putri Liuyinzi dengan deraian air mata.
Kaisar yang melihat pemandangan itu, segera memerintahkan prajuritnya untuk membawa permaisuri ke kamarnya dan dijaga ketat agar tak keluar kamar, begitupun dengan putri liuyinzi yang harus segera menjalankan hukumannya dengan dijebloskan kedalam lubang hitam.
Setelah itu kaisar menyuruh para jendralnya untuk mempersiapkan pasukan besar dalam penyerangan besar besaran ke istana jiangma.
"Setelah pasukan besar ke kaisaran cahaya surgawi tiba, maka kita akan langsung membumi hanguskan ke kaisaran Jiangma hari itu juga," ucap kaisar Liusan.
Sementara itu putri Liuyinzi kini di hadapkan dengan sebuah pusaran hitam di tanah, yang merupakan pusaran tak terbatas yang tak bisa di selamatkan lagi setelah seseorang di lempar masuk kedalam sana.
Seorang komandan prajurit kemudian berkata. "Putri, maafkan aku karena tak bisa membantumu dalam hal ini, aku hanya menjalankan perintah dari yang mulia," ucapnya.
"Putri katakanlah permintaan terakhir mu sebelum kau masuk kedalam pusaran hitam itu," ucap komandan prajurit.
__ADS_1
"Komandan ijinkan aku untuk menulis surat kepada ibuku, agar dia tak bersedih lagi," ucap putri Liuyinzi.
Komandan memenuhi permintaan sang putri dengan memberikan alat untuk menulis. Putri Liuyinzi yang sangat bersedih kemudian mulai menulis, tapi kali ini tinta yang di pakainya dari darahnya sendiri yang menandakan jika dirinya telah siap menghadapi kematian di dalam lubang hitam.
Putri Liuyinzi kemudian memberikan surat itu untuk di serahkan kepada ibunya, setelah surat itu di terima komandan prajurit, sang putri segera melompat kedalam pusaran hitam.
Semua orang yang ada di tempat itu hanya bisa terdiam dan memejamkan matanya, mereka semua sangat iba akan nasib putri Liuyinzi.
Putri Liuyinzi yang berada di dalam pusaran hitam terus meluncur deras kebawah, terlihat putri Liuyinzi tersenyum setelah mengingat masa lalunya bersama Shio Fang yang begitu di bencinya saat itu, hingga pada akhirnya putri Liuyinzi yang kini tergila gila padanya.
"Aku tak menyesal mengenalmu walaupun aku hanya bisa mengenang mu di dalam ingatanku. Kak Shio Fang semoga kita di pertemukan lagi di kehidupan berikutnya sebagai sepasang kekasih, dan aku berjanji aku akan menjadi kekasih yang akan selalu berada di sisimu," ucap putri Liuyinzi sambil memejamkan matanya.
Tampak air mata mengalir disudut mata putri Liuyinzi, yang merasakan kesedihan mendalam atas takdirnya.
Di tempat lain nun jauh di sana, Shio Fang dan Qing Ruo menghadap penatua Xuan Yuan, di hadapan sang penatua Shio Fang menceritakan semua kejadian yang saat ini di alaminya.
"Kau tak usah khwatir, aku akan menyuruh seluruh praktis hebat yang ada di akademi untuk berlatih di menara surga secara tertutup, semua itu untuk menghindari permintaan istana cahaya surgawi yang ingin mengikutsertakan praktisi hebat di Akademi dalam menyerang istana Jiangma," ucap penatua Xuan Yuan.
__ADS_1
"Terimakasih guru atas bantuanmu," ucap Shio Fang.
Bersambung