
Setelah mendapatkan harta Karun yang berlimpah, Shio Fang dan kedua sahabatnya pada akhirnya memutuskan untuk keluar dari alam reruntuhan para dewa.
Sesampainya di gerbang keluar alam reruntuhan, Shio Fang tiba-tiba menghentikan langkahnya.
"Ada apa Shio Fang?" tanya Zen .
Shio Fang lantas menatap kearah putri Yanran dan Zen secara bergantian, dan diapun mulai berkata.
"Aku ingin kalian berdua segera pergi menuju kebawah kaki gunung lahar api, tunggu aku di sana karena aku akan membalaskan kematian guruku kepada Gorila naga bersayap kelelawar," ucap Shio Fang.
"Kali ini aku tak akan mengikuti perkataanmu, karena aku akan membantumu dalam menghadapi gorila naga bersayap kelelawar," ucap Zen.
"Benar Shio Fang, kita telah menghadapi susah dan senang di alam reruntuhan, kami berdua tak ingin kau berjuang sendiri untuk menghadapi binatang legenda surgawi itu seorang diri, paling tidak kami bisa sedikit membantu untuk meringkusnya," timpal putri Yanran.
"Kalian berdua tak tahu apa apa dengan kekuatan yang dimiliki binatang legenda surgawi itu, dan jika kalian berdua membantuku maka aku takkan fokus untuk menghadapinya dan bahkan keberadaan kalian bisa membuatmu terluka bahkan mati, semua itu karena aku akan sangat khawatir terhadap keberadaan kalian yang bertempur bersamaku menghadapi gorila naga bersayap kelelawar itu," ucap Shio Fang.
Zen dan Putri Yanran saling berpandangan, mereka berdua bimbang dengan apa yang akan mereka berdua lakukan, karena di dalam hati keduanya mereka berdua tak ingin jika Shio Fang bertarung seorang diri menghadapi binatang legenda surgawi yang kuat itu.
Tiba tiba Shio Fang kembali berkata. "Jika kalian berdua tetap pada pendirian kalian yang ingin ikut bertarung bersamaku, maka hari ini aku putuskan jika persahabatan antara aku dan kalian berdua cukup sampai di sini," ucap Shio Fang.
"Mengapa kau berkata seperti itu Shio Fang, kau telah kuanggap sebagai saudaraku dan kami melakukan ini semua karena kami tak ingin kau berjuang sendiri menghadapi gorila naga bersayap kelelawar itu," ucap Shio Fang dengan penekanan di perkataannya.
"Ini adalah keputusanku dan jika kalian berdua tetap ingin bertarung bersamaku, maka bersiaplah untuk tak melihatku lagi," ucap Shio Fang.
Tampa melihat ke arah ke dua sahabatnya, Shio Fang kemudian melesat menembus gerbang keluar alam reruntuhan, untuk mencari keberadaan gorila naga bersayap kelelawar yang telah memusnahkan jiwa gurunya.
Zen dan putri Yanran hanya dapat melihat kepergian Shio Fang, mereka berdua tak bisa berbuat apa-apa lagi dengan ancaman Shio Fang, dan pada akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menunggu Shio Fang di kaki gunung walaupun sangat berat hati untuk tak membantu Shio Fang dalam pertarungannya.
Mereka berdua pada akhirnya melesat keluar dari dalam gerbang reruntuhan dan mengambil arah memutar untuk dapat menuju ke kaki gunung lahar api.
Sementara itu, Shio Fang yang melesat keluar dari dalam gerbang alam reruntuhan maka para dewa, pada akhirnya bertemu dengan gorila naga bersayap kelelawar yang memang telah lama menunggu Shio Fang keluar dari dalam alam reruntuhan.
__ADS_1
"Akhirnya kau datang juga anak muda, kau telah berani memasuki alam reruntuhan yang kujaga selama ini. Sekarang cepat serahkan harta karun yang Kau dapatkan dari dalam alam reruntuhan makam para dewa, karena dengan keberadaanmu di sana Aku tak dapat lagi menikmati energi murni yang keluar dari dalam gerbang alam keutuhan makam para dewa milikku," ucap gorila naga bersayap kelelawar.
"Ha...ha...ha..., aku tak akan pernah menyerahkan semua yang kudapatkan dari dalam alam reruntuhan, karena kau takkan pernah menikmatinya lagi. Kau telah memusnahkan guruku maka hari ini kau pun akan binasa di tanganku," ucap Shio Fang.
Mendengar perkataan Shio Fang, gorila naga bersayap kelelawar seketika itu murka. Tubuhnya kini di penuhi retakan retakan yang mengeluarkan nyala api dari dalamnya. Tak lama kemudian tubuh gorila naga bersayap kelelawar berkedip dan tahu-tahu telah berada di dekat Shio Fang dengan menghantamkan tinjunya yang dipenuhi kobaran api.
Shio Fang segera menggunakan tubuh nirwananya, karena dia tahu jika lawan tarungnya kali ini merupakan binatang legenda surgawi yang merupakan raja dari semua binatang yang ada di alam surgawi.
Shio Fang menyilangkan kedua tangannya untuk menangkis tinju sang gorila naga bersayap kelelawar, yang membuat kedua kekuatan saling berbenturan dengan dasyat.
Shio Fang terseret puluhan meter ke belakang dengan tinju sang gorila yang masih melekat di kedua tangannya yang menyilang di depan dada. Shio Fang kemudian mengerahkan kekuatan tubuh nirwana di kedua tangannya, dan mendorong kedua tangannya itu kedepan sehingga membuat gorila naga bersayap kelelawar terseret puluhan meter ke belakang.
Keterkejutan seketika itu melanda hati sang gorila, dia tak menyangka jika kekuatan Shio Fang telah maju dengan pesat setelah keluar dari dalam alam reruntuhan. Apa yang dirasakan sang gorila mengenai kekuatan Shio Fang, membuatnya berkeinginan untuk segera menaklukkan pemuda itu dan menyerap energi di dalam tubuhnya, agar kerugian yang selamat ini mendapatkannya setelah Shio Fang masuk ke dalam alam reruntuhan makam para dewa dapat terbayarkan.
"Lumayan anak muda .., kau ternyata memiliki kekuatan tersembunyi setelah keluar dari alam reruntuhan. Setelah aku membunuhmu maka kekuatan yang ada padamu akan menjadi milikku," ucap gorila naga bersayap kelelawar kemudian kembali menyerang ke arah Shio Fang dengan ganas.
Tinju sang gorila kemudian dihantamkan ke depan secara beruntun, hingga ratusan bayangan tinju yang mengeluarkan kobaran api seketika itu juga menghujani tubuh Shio Fang.
"Hanya itu saja kemampuanmu...?, Gorila naga bersayap kelelawar...., sudah saatnya aku membalaskan kematian guruku di tanganmu," ucap Shio Fang.
Shio Fang kemudian membalas serangan gorilla naga bersayap kelelawar dengan menghantamkan tinju yang mengandung kekuatan tubuh nirwana di dalamnya, yang membuat tinju itu tak dapat dengan mudah diprediksi kedatangannya oleh gorila naga bersayap kelelawar, yang membuat sang gorila naga bersayap kelelawar hanya dapat merasakan jika tubuhnya kini telah terhantam tinju yang maha dahsyat, yang membuat tubuh sang gorila terhempas ke tanah dengan keras.
"Duar..."
Debu berterbangan di udara saat tubuh gorilla naga bersayap kelelawar menghantam tanah dengan keras, dan pada saat debu tebal menghilang maka terlihat sebuah lubang raksasa yang sangat dalam terpampang di atas tanah tempat jatuhnya gorila naga bersayap kelelawar.
Kesunyian seketika melanda tempat itu saat sang gorila tak terlihat lagi. Shio Fang yang mengambang di udara dapat merasakan adanya Aura kehidupan yang masih berada di dalam lubang tempat jatuhnya sang Gorila naga bersayap kelelawar.
Shio Fang memicingkan matanya setelah merasakan adanya pergerakan dari lubang tempat jatuhnya sang gorila, dan dia tahu jika gorila itu belum mati setelah dihantam dengan kekuatan tubuh nirwana yang dimiliki, sehingga membuat Shio Fang mempersiapkan diri untuk pertarungan nya kembali.
Tanah tempat jatuhnya gorila naga bersayap kelelawar seketika itu meledak, tak lama kemudian gorila naga bersayap kelelawar muncul dengan sepasang sayap raksasa di punggungnya.
__ADS_1
Shio Fang kini dapat melihat jika seluruh tubuh gorila naga bersayap kelelawar telah dipenuhi sisik naga berwarna hitam, dan Shio Fang tau jika sisik naga hitam itu merupakan perisai pelindung yang sangat kuat yang dapat menahan serangan tubuh nirwana yang dimilikinya.
"Kau memang sangat tangguh anak muda, kau telah membuatku sampai ke tahap ini untuk menghadapi mu. Aku akan memperlihatkan kepadamu bagaimana kekuatan ku sesungguhnya," ucap gorila naga bersayap kelelawar.
Gorila naga bersayap kelelawar seketika itu mengepakkan sayapnya dengan kuat, sehingga udara di sekitar tempat itu terkoyak akibat kekuatan ultrasonik dari angin yang menimbulkan badai di tempat itu.
Pusaran angin hitam dengan ratusan sambaran petir di dalamnya langsung menuju ke arah Shio Fang.
Pusaran hal itu dapat menghancurkan apapun yang ada di sekitarnya, termasuk pepohonan besar yang kini telah menjadi serpihan-serpihan yang berterbangan di udara.
Shio Fang hanya bisa tersenyum melihat serangan kuat itu, karena kekuatan elemen angin yang sangat kuat juga telah dikuasainya melalui inti angin misterius miliknya.
"Kau juga pengguna elemen angin, maka aku pun akan menghadapimu dengan kekuatan inti angin misterius yang kumiliki," ucap Shio Fang.
Shio Fang kemudian mengeluarkan inti angin misterius dari dalam tubuhnya, dengan kekuatan tubuh nirwana yang dimilikinya inti angin misterius juga mengalami revolusi yang sangat luar biasa.
Shio Fang segera menampakkan tangan ke depan sehingga pusaran angin berwarna emas ketika itu menyambut datangnya pusaran angin hitam yang dilepaskan gorila naga bersayap kelelawar.
Dua pusaran angin saling bertemu yang menyebabkan pegunungan di tempat itu seketika hancur berantakan dan rata dengan kaki gunung.
Zen dan putri Yanran yang berada di bawah kaki gunung, seketika itu melesat pergi dengan kecepatan yang dimilikinya karena mereka berdua tak ingin terkena longsoran tanah dan bebatuan yang berterbangan di udara.
Setelah menjauh dari kehancuran gunung lahar api, Zen dan putri Yanran kini menyadari jika apa yang dikatakan Shio Fang dengan menyuruh mereka pergi memang benar adanya, jika pertarungan yang terjadi tak dapat mereka berdua terlibat di dalam karena akan membuat mereka berdua mengalami kerugian dan bahkan kematian.
Kini mereka berdua hanya dapat melihat pertarungan antara Shio Fang dan gorila naga bersayap kelelawar dari kejauhan, dan mereka berdua pun semakin takjub akan kekuatan yang dimiliki Shio Fang saat ini, yang mampu mengimbangi kekuatan gorila naga bersayap kelelawar.
Bersambung.
Selamat hari raya idul Fitri bagi sahabatku semua, semoga di hari kemenangan ini kita dapat saling maaf memaafkan. Semoga kesalahan perkataan, penulisan, balasan komen yang tak mengenakan hati dari author, dapat dimaafkan oleh para sahabat semua, dan terima kasih karena sampai saat ini sahabat semua telah mendukung penulisan novel yang author buat.
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1