
Shio Fang akhirnya tiba di pelabuhan terbesar di dataran tengah, Shio Fang begitu sangat terkejut dengan perubahan besar yang terjadi selama 2 tahun belakangan ini.
Saat ini pelabuhan telah tertata rapi dengan semua aktivitas yang telah dikuasai sepenuhnya oleh pasukan dari kekaisaran Cahaya ilahi, sehingga membuat pelabuhan menjadi aman dari para perompak.
Menurut kabar yang terdengar Jika beberapa pos penjagaan telah di pasang di tengah lautan, berupa menara tinggi untuk memantau para perompak yang mencoba merompak kapal-kapal yang melintas menuju ke area wilayah surgawi, dan tentunya jika kapal-kapal terlihat tengah di rompak maka para perompak akan bersiap untuk menghadapi pasukan terbang kekaisaran cahaya ilahi, yang telah dipersiapkan khusus untuk menghadapi para perompak setelah adanya laporan berupa isyarat kembang api di langit dari pos-pos yang ada di tengah lautan.
Terobosan yang dilakukan kekaisaran Cahaya ilahi membuat para pedagang yang terdiri dari para saudagar kaya yang melintas ke wilayah surgawi, aman dari para perompak dan tentunya keuntungan besar akan didapatkan berkali-kali lipat oleh kekaisaran, karena para saudagar akan membayar mahal atas keamanan itu.
Shio Fang berjalan menuju ke loket tempat pendaftaran kapal yang akan melintas ke wilayah surgawi.
"Aku akan menaiki kapal yang akan berangkat sekarang menuju ke wilayah surgawi, bisakah aku mendapatkan tiket kapal tersebut," ucap Shio Fang.
"Tiket kapal telah habis dan jika anda ingin ke wilayah surgawi maka Anda harus membayar untuk kapal berikutnya yang akan berangkat besok," jawab penjaga loket acuh tak acuh.
"Saat ini aku tak bisa menunggu lebih lama karena urusanku di wilayah surgawi tak bisa ditunda lagi," ucap Shio Fang.
"Itu urusan anda mengapa anda datang terlambat, jika anda ingin berangkat ke wilayah Surgawi maka anda harus tetap menunggu keberangkatan kapal berikutnya," jawab penjaga loket dengan ketegasannya.
Tiba tiba seorang penjaga loket senior datang menghampiri, dan menyuruh penjaga loket junior untuk pergi dari tempat itu.
"Aku bisa membantu keberangkatan Anda menuju ke wilayah surgawi, Akan tetapi anda harus membayar 10 kali lipat dari sebelumnya, jika anda setuju maka anda harus membayar 50 koin emas sebagai kompensasi untuk keberangkatan anda menaiki kapal yang akan berangkat sekarang," ucap penjaga loket senior dengan senyuman di bibirnya.
"Apakah aku harus membayar sebesar itu, agar aku dapat berangkat lebih awal?" tanya Shio Fang.
"Benar.., rata rata para penumpang yang terlambat harus membayar seperti itu, dan ini merupakan kebijaksanaan dari pemimpin pengelola di pelabuhan ini," ucap penjaga loket senior.
"Sepertinya ada yang tak beres mengenai pengelolaan tiket kapal yang akan melintas, jika ini dibiarkan maka pemimpin pengelolaan pelabuhan dan antek-anteknya akan menjadi sangat kaya dengan adanya masalah seperti ini, dan aku yakin masa ini telah lama terjadi," gumam Shio Fang dalam hati.
"Apakah kekaisaran Cahaya ilahi mengetahui semua ini, atau hal ini hanya dilakukan oleh oknum-oknum pemimpin pengelolaan pelabuhan ini?" tanya Shio Fang.
"Itu bukan urusan anda, dan jika Anda tak ingin membayar seperti halnya yang kukatakan, maka anda harus menunggunya besok untuk kapal berikutnya," jawab senior penjaga loket dengan perubahan wajah tak senang kepada Shio Fang.
"Aku ingin bertemu dengan pemimpin pengelolaan pelabuhan ini," ucap Shio Fang.
"Pemimpin pengelolaan pelabuhan tengah sibuk, dan tak dapat ditemui olehmu," ucap senior penjaga loket dengan wajah yang semakin tak suka dengan keberadaan Shio Fang.
Tak lama kemudian 5 orang datang yang ingin menyeberang ke wilayah surgawi, dengan cekatan penjaga loket senior segera melayani mereka semua, dan pada akhirnya kelima orang itu membayar 50 koin emas untuk keberatan mereka melalui kapal yang angkat berangkat hari ini.
Shio Fang kembali mendatangi penjaga loket senior dan berkata. "Kau bilang jika kapal telah penuh, tapi mengapa kau masih menerima penumpang yang akan berangkat hari ini?" tanya Shio Fang.
"Kau lagi.., itu bukan urusanmu..!!, jika kau masih tetap berada di hadapanku maka para prajurit akan menangkapmu sebagai pengacau yang akan membuat kerusuhan di pelabuhan ini, dan tentunya kau akan dipenjarakan," ucap penjaga loket senior kemudian meniup peluit yang ada di tangannya, dan sekitar 10 orang prajurit kekaisaran mengepung Shio Fang.
__ADS_1
"Baiklah.., aku akan membayar 50 koin emas untuk keberangkatanku hari ini," ucap Shio Fang kemudian menaruh 50 koin emas di atas meja dan sebuah plakat emas dari pangeran Cin Sha.
Wajah penjaga loket senior seketika itu berubah menjadi puncak pasi setelah melihat plakat emas yang ada di atas meja, tubuhnya bergetar seperti melihat sesuatu yang sangat menakutkan.
Ke sepuluh prajurit kekaisaran yang mengepung Shio Fang ikut terkejut, mereka perlahan-lahan mundur dan menjauh dari Shio Fang.
"Aku telah membayar 50 koin emas seperti yang kau inginkan, maka aku ingin meminta tiket keberangkatanku ke wilayah Surgawi hari ini," ucap Shio Fang tiba tiba.
"Tu...tu..tu..an muda, ma..ma..ma..maafkan aku, a..a..aku hanya sebagai suruhan dari pemimpin Kian hu yang merupakan pemimpin pengelola pelabuhan ini," ucap penjaga loket senior dengan terbata bata.
"Berapa lama lagi kapal akan berangkat ke wilayah surgawi?" tanya Shio Fang.
"2 jam lagi tuan muda," jawab penjaga loket senior.
"Masih ada waktu bagiku untuk menyelesaikan masalah di pelabuhan ini, kasian mereka yang telah dirugikan dalam pembayaran tiket keberangkatan," batin Shio Fang.
"Aku ingin kau sekarang membawaku kepada pemimpin pengelolaan di pelabuhan ini," ucap Shio Fang.
Terlihat ekspresi wajah penjaga loket senior suram, ada kebimbangan di hatinya untuk membawa Shio Fang bertemu dengan pemimpin Kian hu.
"Jika kau tak ingin membawaku untuk bertemu dengan pemimpin Kian hu, maka Aku pastikan Jika kau akan terlibat dengan masalah yang rumit, kau akan dipenjara dan aku sendiri yang akan meminta pada pangeran Cin Sha untuk memenggal kepalamu," ucap Shio Fang menakut-nakuti penjaga loket senior.
Wajah penjaga loket senior semakin puncak pasi, sesaat dia melirik ke arah plakat emas yang ada di hadapannya kemudian berkata. "Baiklah tuan muda, aku akan membawamu bertemu dengan pemimpin pengelolaan pelabuhan ini," jawab penjaga loket senior.
Penjagaan di depan bangunan itu sangat ketat, dan tak memperbolehkan penjaga loket senior serta Shio Fang untuk masuk ke dalam sana.
"Aku ingin bertemu dengan pemimpin pengelolaan pelabuhan ini, jika kau masih menghalang-halangi langkahku untuk bertemu dengannya maka kau akan ku nyatakan sebagai pemberontak," ucap Shio Fang kemudian mengangkat token emas di tangan kanannya ke atas.
Puluhan prajurit yang menjaga bangunan besar itu terdiam dengan rasa keterkejutan di wajahnya, karena token emas di tangan Shio Fang dapat dibilang jika pangeran Cin Sha sendiri yang datang ke tempat itu.
"Silahkan tuan muda, aku akan mengantarmu ke dalam sana," ucap salah seorang pemimpin prajurit penjaga bangunan itu.
Saat masuk kedalam bangunan besar itu, Shio Fang sangat terkejut dengan keadaan pesta di dalam sana. Terlihat pemimpin Kian hu dan para antik-anteknya tengah berpesta ria dengan para gadis-gadis muda yang ikut bergabung di dalam acara pesta itu.
"Mengapa kau membawa pemuda ini kepadaku, apakah kau telah bosan hidup!??" hardik pemimpin Kian hu yang membuat alunan musik dan semua orang yang berada di dalam ruangan itu terdiam, hingga kesunyian seketika itu tercipta.
"Bagus..!!, apakah ini yang kau lakukan setiap hari dengan bersenang-senang dan melakukan pesta pora selama kau menjabat sebagai pemimpin pengelolaan pelabuhan ini dengan koin emas yang merugikan para penumpang yang akan menaiki kapal menuju ke wilayah Surgawi?" tanya Shio Fang.
Pemimpin Kian hu yang setengah mabuk karena telah meminum banyak anggur tertawa terbahak-bahak, ucapan anak muda yang ada di hadapannya terdengar seperti lelucon yang sangat menggelikan.
"Anak muda aku penguasa di pelabuhan ini, karena kau telah merusak acara ku maka kau wajib untuk dipenjarakan..!!. Prajurit tangkap dia...!!" teriak pemimpin Kian hu dengan amarah di wajahnya.
__ADS_1
Pemimpin prajurit sama sekali tak tak mengindahkan teriakan pemimpin Kian hu, yang membuat wajah pemimpin Kian hu semakin memerah menahan amarah karena perintahnya tak gubris oleh pemimpin prajurit.
Shio Fang kemudian mengeluarkan plakat emas di tangannya, dan memperlihatkan plakat itu kepada pemimpin Kian hu.
Sontak pemimpin Kian hu sangat terkejut dan wajahnya pun kini menjadi suram. Keadaan mabuknya seketika itu menjadi segar kembali saat melihat plakat emas di tangan Shio Fang.
Pemimpin Kian hu segera bersujud di hadapan Shio Fang, dan meminta maaf atas semua kesalahan yang telah dilakukannya selama ini di dalam pengelolaan pelabuhan.
Antek antek Kian hu yang telah mabuk tak terima jika Shio Fang merusak acara pesta mereka, dengan segera mereka semua menghampiri.
"Apa yang kau lakukan pemimpin Kian hu dengan berlaku bodoh seperti ini, pemuda ini datang sendiri dan tak ditemani prajurit istana ketempat ini, jika kita membunuhnya maka permasalahan di tempat ini akan selesai dan pihak istana tak akan mungkin mengetahui mengenai masalah pembunuhan ini," ucap salah seorang dari antek-antek Kian hu.
Melihat tak ada tanggapan berarti dari pemimpin Kian hu, membuat salah seorang berteriak untuk menyerang Shio Fang.
"Habisi dia ..!!"
Mendengar teriakan itu, semua antek-antek Kian hu langsung menghunus pedang dan menyerang ke arah Shio Fang.
Shio Fang sama sekali tak bergeming dari tempatnya berada, dan pada saat semua antek-antek Kian hu telah mendekat ke arah Shio Fang dengan kecepatan tebasan pedang yang sangat luar biasa dari ranah tingkat surga yang dimilikinya, Shio Fang seketika itu juga langsung mengibaskan tangannya, sehingga puluhan pedang es terbentuk dan langsung menuju ke arah antek antek Kian hu.
"Zlep..Zlep..Zlep ..!!"
Pedang es yang tercipta menembus tubuh mereka semua, hingga tubuh mereka semua menjadi patung es dan dengan sekali kibasan tangan Shio Fang, patung es itu meledak dan hancur menjadi serpihan-serpihan kecil es yang berserakan di lantai ruang itu.
"Kalian semua tak layak untuk hidup, karena kalian semua merupakan orang-orang yang menyebabkan kekacauan di pelabuhan ini," ucap Shio Fang.
Tubuh pemimpin Kian hu bergetar sangat hebat, saat melihat kemampuan Shio Fang yang dapat membunuh belasan praktisi diranah tingkat surga dalam sekali serangan.
Setelah peristiwa itu, pemimpin Kian hu dan Shio Fang saat ini tengah terlibat percakapan.
"Aku tak ingin kau melakukan hal-hal yang merugikan para penumpang yang akan menuju ke wilayah Surgawi, dengan menaikkan harga berkali-kali lipat dari harga normal tiket di pelabuhan ini," ucap Shio Fang.
"Baik tuan muda, Aku akan melakukan seperti apa yang kau inginkan, dan aku berharap apa yang terjadi saat ini tak kau laporkan pada pihak istana," ucap pemimpin Kian hu berharap berharap cemas.
"Baik lah .., aku masih berbaik hati padamu dan jika aku masih mendengar jika kau masih melakukan hal yang serupa, aku akan meminta kepada pangeran untuk segera memenggal kepalamu," ancam Shio Fang.
"Aku tak akan melakukan hal ini lagi tuan muda, dan tuan muda bisa mempercayai perkataanku ini," ucap pemimpin Kian hu.
"Bagus untuk saat ini aku bisa mempercayaimu, dan sekarang aku ingin kau memberikan perintah kepada seluruh anggota mu yang ada di pelabuhan ini, untuk tak melakukan hal-hal yang merugikan para penumpang yang akan pergi ke wilayah surgawi," ucap Shio Fang.
"Baik tuan muda, perintahmu akan segera ku laksanakan," ucap pemimpin Kian hu sambil menangkupkan kedua tangannya.
__ADS_1
Bersambung