Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Perompak di atas kapal


__ADS_3

Mereka berdua tiba di sebuah pelabuhan yang merupakan tempat penghubung antara daratan tengah dan wilayah surgawi.


Di sana banyak pedagang dengan para pengawalnya yang merupakan praktisi beladiri kuat, yang akan membawa mereka menuju ke daratan tengah.


Shio Fang menunjuk salah satu kapal yang akan mereka tumpangi menuju ke daratan tengah, karena melihat kapal itu hampir penuh oleh para pedagang yang akan menuju ke sana.


"Ada baiknya kita ke kapal itu, dan kurasa kapal itu akan segera berangkat," ucap Shio Fang.


Tang Hao menganggukkan kepalanya menyetujui perkataan Shio Fang, untuk menaiki kapal yang telah penuh sesak dengan barang-barang dagangan di sana.


"Maaf tuan, kapal ini telah disewa oleh seorang penumpang, sehingga tempat yang kosong tak bisa lagi diisi oleh para penumpang yang ingin pergi ke daratan tengah," ucap seorang calo yang mengatur para penumpang yang berada di kapal itu.


Tang Hao segera menunjukkan lencana yang dimilikinya, yang merupakan lencana salah satu anggota perompak lautan.


Melihat lencana itu, sang calo sangat ketakutan dia pun langsung berlari ke arah seorang wanita muda, dan mengembalikan uang sewa kapal yang dikontraknya, karena sang calo takut akan masalah yang ditimbulkan jika Shio Fang dan Tang Hao tak naik ke kapal itu.


"Aku telah menyewa kapal itu sebagian, mengapa kau memberikan uangku kembali?" tanya wanita muda itu.


"Maaf nona muda, kedua tuan disana itu merupakan praktisi beladiri kuat yang tak dapat disinggung, jika aku tak memberikannya tempat di kapal itu maka kami akan mendapatkan masalah baru di pelabuhan ini," ucap sang calo.


Sang wanita merasa geram mendengar perkataan sang calo, dia tak mengambil uangnya kembali malah berjalan menuju ke arah kedua laki-laki yang memaksa ingin naik ke kapal yang sama yang diinginkannya.


"Aku telah menyewa setengah dari kapal ini, mengapa kalian berdua memaksa untuk ikut naik ke sana sementara masih banyak kapal lain yang berada di sini, yang juga akan pergi ke daratan tengah," ucap sang wanita.


"Nona..., bukankah akan sangat sia-sia jika kapal itu berangkat dengan keadaan kosong, sementara ada penumpang yang ingin segera berangkat ke dataran tengah, jika kau memiliki banyak koin emas paling tidak kau bisa menyewa satu kata lain dan biarkan kapal ini yang akan membawa kami ke daratan tengah," jawab Shio Fang.


"Aku akan mengingat apa yang kau lakukan padaku hari ini, karena di daratan tengah aku pasti akan dengan mudah mencarimu dan membuat perhitungan dengan mu," ucap Wanita muda itu kemudian membalikkan badan dan naik ke atas kapal.


"Kau kenal wanita muda itu?" tanya Shio Fang.

__ADS_1


"Aku mengenalnya, dia merupakan wanita yang berasal dari sekte kabut, dan tentunya kau harus berhati-hati setelah menyinggungnya karena dia merupakan murid inti di sana," jawab Tang Hao.


"Tunggu..., apakah yang kau katakan itu tak salah? kau sendiri yang telah membuat masalah itu terjadi dengan menginginkan naik ke atas kapal itu menggunakan lencana para perompak, sementara kau telah mengetahui siapa yang menyewa kapal itu sebelumnya," ucap Shio Fang.


"Sudahlah ini semua telah terjadi, ada baiknya kita naik ke atas kapal itu sekarang karena kapal itu akan berlayar," jawab Tang Hao.


Walaupun merasa kesal karena Tang Hao telah memberikan masalah baru baginya setelah berada di daratan tengah, pada akhirnya Shio Fang mengikuti Tang Hao naik ke atas kapal.


Keadaan kapal terlihat sangat tak begitu padat, hanya beberapa saudagar yang berada di sana yang membuat Shio Fang agak sedikit leluasa untuk sekedar beristirahat dalam pelayarannya.


Malam pun tiba, Shio Fang memberikan sebuah pil berwarna hijau kepada Tang Hao, agar di pagi hari racun yang mendera tubuhnya tak bergejolak.


Tang Hao menerima pil itu lalu menelannya, setelah itu dia berjalan kedepan untuk sekedar melihat pemandangan lautan yang kini dipenuhi bintang di langit.


Shio Fang tak sengaja melihat sosok wanita yang siang tadi sedikit berdebat dengannya, dengan perlahan Shio Fang menghampiri wanita itu yang tengah menatap jauh ke lautan yang luas.


Setelah berada di sisi wanita itu, Shio Fang lantas berkata. "Maaf kan aku atas kejadian tadi siang, jika berkenan aku akan menggantikan kerugian yang nona telah keluarkan untuk menyewa kapal ini," ucap Shio Fang.


Merasa tak di pedulikan oleh wanita itu, Shio Fang ikut menatap ke arah lautan dengan berpegangan pada pagar pembatas kapal.


"Untuk apa kau berada di dekatku?, apakah sebelumnya kau tak pernah melihat wanita secantik aku sehingga kau tak pergi dari tempat ini?" tanya wanita muda itu tiba tiba.


"Aku kira kau tak bisa berbicara, karena sedari tadi kau tak merespon perkataanku. Nona memang cantik, muda dan menarik, tapi mohon maaf Nona bukan kriteria wanita yang pantas menjadi teman dekatku," jawab Shio Fang.


"Aku telah lama tak membunuh seorang pemuda di atas kapal, dan kurasa kau sangat pantas untuk ku binasakan," ucap wanita muda itu dengan kekesalan di wajahnya akibat perkataan Shio Fang yang sangat menyinggungnya.


Wanita muda itu dengan cepat ingin mencabut pedangnya, namun kecepatan Shio Fang dapat menahan tangan kanan wanita muda itu untuk mencabut pandangannya.


"Nona aku hanya bercanda, karena wanita secantik dirimu tak mungkin dapat ku gapai maka aku berkata seperti itu, jadi tolong kau jangan membunuhku hanya karena masalah kecil seperti itu," ucap Shio Fang merendah.

__ADS_1


"Lepas kan tanganku...!!, dan segeralah pergi dari hadapanku..," bentak wanita muda itu.


Shio Fang segera mengangkat kedua tangannya ke atas dan berbalik arah untuk meninggalkan wanita itu, karena wanita muda itu benar-benar sangat galak dan susah diajak berbicara.


Sang wanita mendengus kesal setelah Shio Fang meninggalkannya, dan tak lama kemudian sang wanita memilih untuk duduk di atas lantai kapal.


Keheningan di dalam kapal serta merta berubah saat para perampok lautan menyandarkan kapal-kapal mereka di sisi kapal penumpang, yang akan membawa para saudagar pergi ke daratan tengah.


Para perampok segera naik ke atas kapal, dan melakukan penyerangan kepada para penjaga yang melindungi para saudagar, sehingga pertarungan di atas kapal pun terjadi.


Wanita muda yang tadinya beristirahat menjadi terusik, dan dengan cepat pedangnya berkelebat untuk membinasakan para perampok yang berada di atas kapal.


Dua orang pemimpin perompak naik ke atas kapal, mereka merupakan praktisi di tingkat suci puncak, dan langsung menyerang kearah wanita muda yang tengah bertarung melawan anak buahnya.


Melihat hal itu Shio Fang melangkah kearah Tang Hao sambil berkata.


"Kurasa kau dapat menghentikan pertarungan di atas kapal ini dengan menggunakan lencana yang ada padamu, agar tak terjadi banyak korban jiwa di atas Kapa ini," ucap Shio Fang.


Namun tiba tiba Shio Fang di kejutkan dengan serangan mendadak Tang Hao kearahnya, yang membuatnya terluka akibat tusukan belati yang berada di tangan Tang Hao.


Shio Fang menotok luka di lengan kirinya, agar racun tak cepat menjalar di tubuhnya.


"Ha..ha..ha.., perompak yang berada di kapal ini aku lah yang memanggilnya untuk membunuhmu, agar aku dapat mengambil semua penawar racun es dingin yang ada padamu".


Calo di pelabuhan itu adalah bagian dari perompak lautan, dan dengan isyarat dariku maka dia melaporkan jika kau telah menyandera, untuk itu kau harus mati di tanganku," ucap Tang Hao kemudian melesat cepat menyerang ke arah Shio Fang.


"Licik...!!" bentak Shio Fang kemudian membalas Serangan yang dilakukan Tang Hao padanya.


Dari dalam kapal perompak lautan, empat orang pimpinan perompak segera melesat ke atas kapal, dan bersama sama membantu Tang Hao untuk meringkus Shio Fang.

__ADS_1


Shio Fang tak begitu leluasa bergerak untuk melawan perompak yang menyerangnya, karena dirinya saat ini tengah terluka dan luka itu telah terkena racun dari belati yang ditusukkan Tang Hao padanya, sehingga dalam waktu sekejap Shio Fang sangat terdesak hebat.


Bersambung.


__ADS_2