Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Kembali ke kota kekaisaran cahaya surga


__ADS_3

Wudao yang melihat munculnya gerbang hitam dengan pusaran pelahap di dalamnya begitu sangat terkejut, dia tak menyangka jika pemuda yang mengaku sebagai master pelahap kekosongan ternyata memiliki kekuatan itu, kekuatan yang sedari tadi telah membuat dirinya dihantui perasaan menakutkan dan kali ini kekuatan itu benar benar telah terwujud di hadapannya.


Tiba tiba Shio Fang berteriak. "Gerbang hitam lahap semuanya".


Gerbang hitam kemudian bergemuruh dengan keras, pusaran angin hitam pelahap yang berada di dalam gerbang hitam seketika itu menyerap semua padang pasir yang ada di tempat itu, sehingga alam yang di penuhi pasir perlahan lahan mulai menghilang.


Wudao yang melihat hal itu merasakan kengerian yang mendalam, sehingga diapun secepatnya melarikan diri dari tempat itu karena takut terisap kekuatan pelahap dari gerbang hitam.


Shio Fang yang melihat adanya celah dari pelarian Wudao segera mengejarnya untuk dapat keluar dari tempat itu, dan pada akhirnya Shio Fang dapat keluar dari lingkaran pelahap dan kini dia telah berada di hadapan Wudao.


Wajah Wudao seketika itu menjadi suram setelah melihat tengkorak raksasa miliknya telah menghilang, yang menyisakan gerbang hitam yang kini melayang di udara dengan keganasan di dalamnya.


"Anak muda apa yang kau lakukan, kembalikan artefak langitku!!" ucap Wudao dengan kemarahan di wajahnya.


"Untuk apa kau menginginkan artefak itu sementara dirimu akan segera mati," jawab Shio Fang.


Di telapak tangan Shio Fang seketika itu juga mengeluarkan sebuah bunga teratai yang mengeluarkan energi dingin yang menusuk tulang, dengan riak penghancur yang sangat kuat di dalamnya.


Wudao yang melihat hal itu seketika memasang muka suram karena dia tau kekuatan penghancur dari bunga teratai itu, dapat menghancurkan dirinya jika sampai terkena teratai penghancur yang ada di tangan anak muda yang menjadi lawan tarungnya.


Wudao yang tak memiliki kekuatan apa apa lagi dalam menghadapi Shio Fang setelah kekuatan artefak langit binatang pelahap kuno yang telah dirampas Shio Fang menghilang di tangannya, membuatnya memutuskan untuk melarikan diri dari tempat itu.


Dengan menggunakan tehnik melarikan diri yang di milikinya, membuat udara seketika itu juga terdistorsi sehingga robekan udara pun terjadi yang membuat celah spasial.


Wudao segera masuk kedalam celah spasial itu yang membuat tubuhnya menghilang dari

__ADS_1


pandangan mata shio Fang.


Shio Fang hanya tersenyum melihat Wudao menghilang dari pandangan matanya, Shio Fang yang sebelumnya menyadari jika Wudao akan melarikan diri, telah mengantisipasi tempat itu dengan kekuatan spiritual Kaisar pelahap kekosongan, sehingga Wudao tak kan bisa pergi meninggalkan tempat itu walaupun dia telah membuat robekan di udara dalam membentuk lubang hitam spasial agar dapat melarikan diri.


"Kau akan melarikan diri setelah kau hampir saja membunuhku?, ha...ha..ha .., aku tak akan membiarkanmu untuk melakukan hal itu," ucap Shio Fang.


Shio Fang kemudian melambaikan tangannya dan sertamerta teratai inti es lotus surga melesat cepat melalui lubang spasial, dan pada akhirnya menghantam tubuh Wudao dengan kekuatan penghancur elemen es yang berada di dalam bunga teratai yang tercipta.


Ledakan penghancur seketika itu membuat tubuh Wudao keluar dari lubang spasial dan hancur menjadi serpihan serpihan kecil es.


Shio Fang yang mengetahui jika jiwa Wudao masih hidup, segera mengarahkan gerbang hitam menuju kearahnya sehingga membuat jiwa Wudao terserap kedalam pusaran hitam dan terpenjara di dalam dimensi gerbang hitam.


Teriakan jiwa Wudao yang meminta di lepaskan tak di hiraukan oleh Shio Fang, hingga jiwa itu menghilang bersama lenyapnya gerbang hitam dari pandangan mata Shio Fang.


Shio Fang menarik napas dalam dalam setelah dapat mengalahkan praktisi kuat kota Linggan yang bernama Wudao, sesaat Shio Fang menatap kearah lempengan logam hitam bulat yang saat ini berada di dalam genggaman tangannya, yang menampakkan sesosok binatang kuno di masa lalu yang merupakan binatang kuno pelahap kekosongan.


Shio Fang kemudian menyimpan artefak langit yang di dapatkannya dari laki laki tua yang menjadi lawan tarungnya kedalam cincin penyimpanannya, dan setelah itu melesat pergi menuju ke kota kekaisaran cahaya surga untuk mencari keberadaan ketiga adiknya.


Tanpa halangan Shio Fang telah berhasil masuk kedalam kota setelah menunjukkan identitas murid utama akademi Kunlun pada para penjaga gerbang yang menjaga gerbang utama kota.


Shio Fang pada akhirnya berjalan memasuki kota dan tak di sangka oleh Shio Fang, keadaan kota kekaisaran telah begitu ramai oleh para pengunjung dari luar kota, demi untuk menyaksikan pertarungan Akbar dari para praktisi muda yang di miliki berbagai sekte besar di alam surgawi.


Shio Fang menatap panggung batu yang berdiri kokoh di tengah kota, dengan podium tempat para penonton yang akan menyaksikan pertandingan yang mengelilinginya.


Tiba tiba Shio Fang di kejutkan dengan kehadiran ketiga adiknya yang telah berada di dekatnya, dengan wajah ceria merekapun berkata.

__ADS_1


"Akhirnya kita bisa bersama lagi kakak pertama," ucap Shio Chen dengan bahagian yang menyelimuti hatinya.


"Melihat keadaanmu sekarang tentunya kau telah memenangkan pertarungan ini bukan?" tanya Shio Zen.


Shio Fang hanya bisa tersenyum mendengar pertanyaan yang bertubi-tubi ke arahnya, dan kegembiraan di hatinya pun menyeruak setelah melihat ketiga adiknya dalam keadaan baik baik saja.


"Lebih baik kita mencari tempat untuk berbincang yang lebih nyaman, dan tentunya rumah makan besar di kota ini merupakan tempat terbaik, selain kita bisa berbincang, kita pun dapat mengisi perut," ucap Shio Fang.


Ketiganya pun menganggukkan kepala setelah mendengar perkataan Shio Fang, dan setelah melihat anggukan kepala ketiga adiknya Shio Fang kemudian mengajak ketiganya untuk merayakan pertemuan mereka kembali di sebuah rumah makan besar yang ada di kota itu.


Di dalam rumah makan telah penuh sesak dengan pengunjung, saat ini yang tersisa hanyalah lantai 2 yang memang diperuntukkan bagi para pengunjung yang memiliki banyak uang untuk membayar harga makanan dan tempat itu.


Shio Fang mengajak ketiga adiknya untuk naik ke lantai 2, dia tak peduli seberapa banyak biaya yang akan dikeluarkannya setelah berada di lantai 2, yang penting mereka berempat bisa bersama untuk merayakan pertemuan mereka kembali.


Di lantai dua, juga terpenuhi banyak pengunjung yang rata-rata mereka semua adalah praktisi ahli bidang beladiri, semua itu terlihat dari Aura kuat yang ada pada tubuh mereka.


Setelah mendapatkan tempat, Shio Fang langsung memesan beberapa macam makanan dan juga berapa guci anggur, dan tak lama setelah dua orang pelayan membawakan pesanan mereka, gelak tawa pun terdengar di antara saat satu persatu dari keempatnya mulai bercerita mengenai perjalanan mereka akhir-akhir ini, sambil menikmati makanan yang dihidangkan di atas meja.


Tawa canda itu tentu saja mengusik beberapa praktisi kuat tempat itu, sehingga seorang pemuda tiba-tiba saja melemparkan gelasnya kearah meja Shio Fang, yang membuat makanan yang ada di hadapan mereka berempat pun berantakan dibuatnya.


"Apakah kami berempat telah menyinggungmu sehingga kau melakukan hal ini?" tanya Shio Fang dengan kilatan amarah di matanya.


"Kalian berempat terlalu berisik dan kami cukup terganggu akan keributan yang kalian lakukan, ada baiknya kalian cepat pergi dari tempat ini biar aku yang akan membayar semua makanan yang telah kalian makan," ucap pemuda itu dengan kesombongan di wajahnya.


Shio Chen yang memiliki amarah yang tak bisa dibendung lagi, langsung melemparkan piring makanan kemeja pemuda itu sehingga semua makanan yang ada di mejanya seketika itu juga hancur berantakan.

__ADS_1


Apa yang dilakukan oleh Shio Chen membuat beberapa laki-laki dan wanita tua yang bersama pemuda itu menyipitkan matanya, dan seketika itu juga aura kuat di ranah semesta langsung menyeruak keluar dari dalam tubuhnya.


Bersambung


__ADS_2