Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Menguasai kekuatan mata Dewa


__ADS_3

Malam itu Shio Fang memilih melakukan kultivasi, dengan berlatih kekuatan mata Dewa yang berada di dalam kitab pemberian dari gurunya.


Shio Fang terus berlatih hingga pagi menjelang dan dia pun telah berhasil menguasai teknik mata Dewa itu.


Tanpa sepengetahuan oleh orang-orang yang berada di dalam kelompoknya, Shio Fang mencoba menggunakan mata dewa yang telah dipelajarinya.


Bola mata Shio Fang kemudian berubah warna menjadi ungu, dan Shio Fang dapat dengan jelas melihat semua yang berada di sekitarnya, walaupun kegelapan masih melanda tempat keberadaannya, karena matahari pagi yang sulit menembus lebatnya hutan pegunungan orgy.


Saat Shio Fang menatap ke arah depan, maka terlihat olehnya seekor ular raksasa yang tengah berada di atas dahan pohon besar, ular tersebut dapat menyamarkan dirinya seperti kulit pohon yang di tempatinya berada.


"Pantas saja tak ada satupun binatang yang mau mendekat ke tempat ini, semua itu karena adanya binatang buas yang saat ini berada di atas dahan pohon itu, dan binatang buas itu merupakan binatang Magic tingkat Raja," batin Shio Fang.


Shio Fang kemudian menghilangkan kekuatan mata dewa di kedua bola matanya, dan langsung menuju ke hadapan putra mahkota sehingga terjadi percakapan di antara mereka berdua.


"Yang mulia, aku rasa kita harus memutar arah agar tak melewati jalan di depan itu, Karena aku merasakan jika di sana terdapat binatang Magic tingkat raja," ucap Shio Fang.


Putra mahkota sangat takjub dengan perkataan Shio Fang, yang dapat mengetahui keberadaan binatang Megic yang berada di jalan yang akan mereka lalui.


"Shio Fang..., kita tak dapat memutar arah karena pusaka tombak pembunuh naga telah memanggilku untuk melewati jalan itu, dan ada baiknya kita menyatukan kekuatan untuk menghadapi binatang Megic yang berada di jalan itu," ucap putra mahkota.


Setelah tak ada pilihan lagi, maka Shio Fang pada akhirnya menyetujui untuk melanjutkan perjalanan, melewati area kekuasaan binatang Megic yang berada di jalan yang akan dilalui oleh rombongannya.


Di dalam perjalanan itu Shio Fang kemudian meraih tangan Yasmin agar dapat mendekat ke arahnya, setelah kedekatan itu Shio Fang lantas berkata.

__ADS_1


"Kau bersiaplah, sebentar lagi kita akan bertarung hadapi binatang Magic tingkat raja, ingat kau jangan jauh jauh dariku agar aku dapat melindungimu, karena binatang Megic yang akan kita hadapi memiliki kemampuan ilusi yang sangat kuat," ucap Shio Fang.


Yasmin mengganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan Shio Fang, namun di dalam hati kecilnya berkata mengapa Shio Fang lebih memilih melindunginya dari pada melindungi putra mahkota dan putri Cin Cin.


Dengan perhatian Shio Fang kepadanya, membuat Yasmin terbuai akan rasa nyaman dan perlindungan yang diberikan oleh Shio Fang, yang membuat perasaan takut akan binatang Megic tingkat raja seketika itu sirna.


Setelah melakukan perjalanan yang menyita waktu, pada akhirnya rombongan itu diserang oleh ular raksasa yang merupakan binatang Magic tingkat raja.


Tanpa adanya komando dari putra mahkota, ke 8 pelindung langsung menyerang ular raksasa itu secara bersama-sama.


Namun setelah beberapa waktu berlalu, para pelindung belum juga mampu untuk melukainya, karena kulit ular tersebut begitu sangat keras dan sulit untuk di lukai.


"Dengarkan perintahku, aku akan menyegel binatang itu untuk memperlambat gerakannya, dan aku menginginkan kalian menyatukan kekuatan di tubuh Shio Fang, biar Shio Fang yang akan membunuh binatang Megic itu dengan kekuatan terkuatnya," ucap putra mahkota.


Putra mahkota yang tak ingin berdebat, pada akhirnya memberikan kepercayaannya kepada Liuren untuk membinasakan binatang tingkat raja itu.


Liuren yang kini mendapatkan kepercayaan dari putra mahkota tak menyia-nyiakan kesempatan itu, diapun lalu mengeluarkan kekuatan elemen angin yang dimilikinya, sehingga tercipta pusaran angin di tempat itu.


Melihat jika Liuren telah siap untuk menyerang ular raksasa yang tela kembali mendekat kearah kelompok, putra mahkota segera menyegel ular tersebut dengan segel yang sangat kuat, yang membuat sang ular seketika itu juga melambat pergerakannya.


Shio Fang yang tak ingin kelompoknya hancur sia-sia dalam menghadapi binatang Megic yang menyerang, pada akhirnya ikut memberikan kekuatan murninya kepada Liuren walaupun hatinya masih merasakan kesal dengan kelakuan putra ketua sekte langit surgawi itu.


Kesalahan fatal pun terjadi, Liuren yang saat ini mendapatkan energi dari ketujuh orang di dalam kelompoknya, tak mampu untuk menerima kekuatan besar itu, sehingga gejolak energi pun terjadi di dalam tubuhnya.

__ADS_1


Bukannya menyerang kearah ular raksasa, Liuren malah ambruk ke tanah karena merasakan jika dantiannya akan meledak.


Kesalahan fatal itu memberikan kesempatan kepada binatang Magic tingkat raja menghancurkan segel yang tercipta, dan setelah segel itu hancur maka seketika itu juga mereka semua kini terjebak di dalam ilusi yang dibuat oleh binatang Magic itu.


Shio Fang langsung menggunakan kekuatan teknik jari matahari, untuk melindungi dirinya dari pengaruh ilusi yang kini telah mempengaruhi teman-temannya, sehingga mereka semua tak bisa berbuat apa-apa hanya tergeletak di tanah tak berdaya.


Melihat semua orang yang ada di dalam kelompoknya telah terpengaruh ilusi, kesempatan itu dipergunakan Shio Fang untuk mengeluarkan pedang pemecah surga dari dalam dantiannya.


Dengan menggunakan kekuatan mata Dewa yang dimilikinya, Shio Fang dapat dengan jelas melihat keberadaan sang ular raksasa yang tak berada jauh darinya.


Shio Fang lantas menggunakan teknik penguasa angin, untuk melakukan serangan cepat kearah ular raksasa itu.


Dengan adanya kekuatan tehnik penguasa angin pemberian bibi Yinzi kepada Shio Fang, membuat kecepatan Shio Fang semakin meningkat, dan pada akhirnya Shio berhasil menebas putus kepala ular raksasa itu.


Karena Melihat ilusi sang ular mulai menghilang, dengan cepat Shio Fang menyimpan kembali pedang pemecah surga, dan berpura ikut terkena ilusi sama dengan semua orang yang ada di dalam kelompoknya, semua itu di lakukannya agar jati dirinya sebagai praktisi kuat tak begitu tersorot oleh putra mahkota dan putri Cin Cin.


Putra mahkota yang terlebih dahulu tersadar dari ilusi yang menerpanya, begitu sangat terkejut dengan kematian binatang Megic yang kini tergeletak di tanah.


Putra mahkota semakin bertanya tanya siapa yang telah membunuh binatang magic itu.


"Aku rasa ada praktisi beladiri kuat yang telah menolong kami semua, karena tak ada satupun dari kelompokku yang tersadar akibat ilusi yang tercipta, dan kurasa ayah telah menyuruh praktisi kuat untuk melindungiku dan adikku dalam menemukan benda pusaka yang kami inginkan," batin putra mahkota.


Putra mahkota kemudian menyadarkan sang adik, dengan menyalurkan energi murni ke tubuhnya agar sisa sisa ilusi segera menghilang.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2