
Pertandingan antara Gu Ma yang merupakan praktisi berelemen petir dan putri Bilqis yang merupakan praktisi berelemen angin, telah di mulai dengan sorak Sorai penonton yang memadati pinggir arena batu.
Para laki laki yang melihat putri Bilqis diatas arena pertandingan, begitu sangat terpesona akan kecantikan dan lekak lekuk tubuh sang putri yang tinggi semampai dan padat berisi.
Jari jari lentik indah milik Putri Bilqis mulai terkepal, dan tak lama kemudian aura yang sangat misterius seketika itu juga memancar dari tubuhnya, yang menandakan jika sang putri telah siap dalam pertarungannya.
Gu Ma yang memiliki tubuh tinggi besar, seketika itu juga langsung ingin menyelesaikan pertarungannya, karena melihat lawan tarungnya hanya seorang wanita yang terlihat lemah.
"Adik Bilqis menyerahlah karena aku tak ingin orang orang melihatku sebagai pemuda yang suka menindas wanita lemah sepertimu," ucap Gu Ma.
"Kak Gu Ma kau jangan mengkhwatirkan aku karena aku bisa menjaga diriku sendiri. Saat ini yang perlu di khwatirkan adalah dirimu, karena aku tak akan sungkan lagi untuk menghajar mu," jawab putri Bilqis.
"Ha..ha..ha.., aku telah memperingatkan kau sebelumnya untuk segera menyerah pada ku, karena kau terus terusan bersikukuh maka jangan salahkan aku jika pada akhirnya kau akan terluka," ucap Gu Ma.
Setelah berkata seperti itu, aliran petir seketika itu juga keluar dari dalam tubuh Gu Ma dengan sangat berlimpah, hingga arena batu bergetar di buatnya.
Sesaat kemudian Gu Ma melompat ke udara dan menerjang kearah putri Bilqis dengan ayunan tinju petir yang langsung menghujam kearah kepala putri Bilqis sambil berteriak lantang.
"Tinju petir penghancur gunung..!!"
Melihat tinju dari Gu Ma berselimutkan kekuatan petir yang mengincar kepalanya, putri Bilqis sama sekali tak menghindarinya hingga tinju itu menghantam telak kearah kepala sang putri.
"Prakk..!!
"Ackh...!!
Kejadian aneh pun terjadi, putri Bilqis masih tetap tegak berdiri di tempatnya berada, tanpa sedikitpun mengalami kerugian, sementara Gu Ma mundur sempoyongan ke belakang dengan sangat menyedihkan.
__ADS_1
Tampak tangan kanan Gu Ma yang di pakai meninju kepala putri Bilqis, telah retak dan patah di beberapa bagian.
Ketua klan Gu yang tengah duduk bersama ke 13 praktisi kuat di daratan surgawi, sontak berdiri dari duduknya dan berkata. "Wanita itu memiliki tulang Selaksa langit, ini tak akan baik bagi putraku jika terus bertarung dengannya karena putraku akan mengalami banyak kerugian," batin ketua klan Gu dengan tatapan tajam menuju ke arena pertarungan.
Ketua klan Gu kemudian mengeluarkan kekuatan mental spiritual nya, untuk mengirimkan pesan ketelinga Gu Ma agar tak melanjutkan pertarungannya.
Sementara itu putri Bilqis yang melihat Gu Ma telah mengalami banyak kerugian setelah menyerangnya, seketika itu berteriak lantang.
"Gu Ma kini giliranku untuk menyerang mu..., Petaka angin surga..!!" teriak putri Bilqis sambil menerjang kearah Gu Ma dengan ayunan telapak tangan yang mengarah kepada tubuh Gu Ma.
''Aku menyerah.., Aku mengaku kalah!!" teriak Gu Ma sambi mengangkat tangan kirinya keatas dan kemudian kembali memegang tangan kanannya yang sangat terasa sakit.
Putri Bilqis kemudian menghentikan serangannya, dan mendarat tepat di hadapan Gu Ma yang penuh rasa ketakutan melihat kearah nya.
Seluruh penonton yang menyaksikan kejadian itu terdiam, mereka semua sama sekali tak menyangka jika di balik kecantikan yang menawan dari putri Bilqis, tersimpan kekuatan yang sangat mengerikan di dalamnya, karena tanpa melakukan satupun serangan yang mengenai tubuh Gu Ma, putri Bilqis mampu membuat Gu Ma menyerah dan mengakhiri pertarungan yang terjadi.
"Karena Gu Ma telah mengaku kalah maka dengan sendirinya putri Bilqis yang memenangkan pertarungan ini," ucap Guru Gobin.
Putri Bilqis tersenyum lembut kearah penonton yang masih tertegun melihat ke arena pertarungan, dan tak lama kemudian gemuruh kesunyian pecah di tribun para penonton pertandingan itu, kini mereka semua mengeluk elukan nama putri Bilqis dan menjadikan sang putri sebagai salah satu calon juara dalam kompetisi besar yang diadakan di kota kekaisaran cahaya surga.
Di tempat lain Shio Fang yang tengah membawa Shio Zen, dihentikan oleh para praktisi Alkemis dari istana cahaya surga.
"Tuan muda Shio Fang biarkan kami yang menangani Shio Zen, tak baik bagimu ikut ke balai pengobatan istana karena kau saat ini masih akan melakukan pertarungan mu," ucap ketua alkemis dari kekaisaran cahaya surga.
"Jika memang aku tak diperkenankan membawa Shio Fang kebalai pengobatan istana, maka izinkanlah adikku Shio Ju untuk menjaganya agar aku dapat tenang dalam menjalani pertarunganku di kompetisi besar itu," ucap Shio Fang.
Sesaat pemimpin dari balai pengobatan istana terdiam, tak lama dia pun berkata.
__ADS_1
"Sebenernya sangat tidak diperkenankan orang lain berada di balai pengobatan istana kecuali para petugas yang memang ditugaskan untuk balai pengobatan istana, karena hubunganku di masa lalu dengan Akademi kunlun sangatlah baik, maka aku memperbolehkan Shio Ju untuk menjaga Shio Zen," ucap ketua alkemis balai pengobatan istana.
"Trimakasih," ucap Shio Fang kemudian menangkupkan kedua tangannya memberi hormat.
Setelah itu pada akhirnya Shio Ju ikut bersama kelompok alkemis dari balai pengobatan istana, dan Shio Fang kembali ke tempat di mana podium para peserta pertandingan berada.
Shio Fang masih dapat mendengar sayup-sayup nama putri Bilqis di elu-elukan para penonton di arena pertandingan, dan saat tatapan mata Shio Fang tertuju ke arah wanita muda yang saat ini tengah berjalan keluar dari arena pertarungan, secara tak sengaja putri Bilqis pun menatap ke arah Shio Fang hingga kedua mata mereka saling beradu.
Putri Bilqis kemudian memberikan senyuman manisnya ke arah Shio Fang, yang membuat dua pemuda yang melihat senyuman manis itu tertuju kepada seorang pemuda yang berada di atas podium peserta menjadi sangat gusar, karena sebelum ini mereka berdua tak pernah mendapatkan senyum manis seperti itu dari Putri Bilqis, dan hal itu membuat Ying Sang dan Oyang Hui merasa cemburu di dalam hatinya.
Shio Fang menganggukkan kepalanya setelah melihat senyuman dari Sang Putri, yang membuat sang putri seketika itu bergegas berjalan ke arah Shio Fang.
"Kak Shio Fang...," ucap sang putri saat berada di hadapan Shio Fang.
"Kau sekarang sudah dewasa dan menjadi wanita muda yang sangat cantik jelita, dan kurasa saat ini banyak pemuda di tempat ini yang menatap iri kepadaku karena dapat berbincang dan mendapatkan senyuman manis darimu," ucap Shio Fang.
Perkataan yang keluar dari dalam mulut Shio Fang seketika itu juga membuat wajah Putri Bilqis menjadi memerah, karena perkataan itu membuatnya bagaikan terbang ke langit yang tinggi.
Putri Bilqis kemudian tersadar jika dirinya saat ini tengah menjadi perhatian para peserta yang berada di podium para peserta, yang membuat sang putri buru-buru duduk di dekat Shio Fang.
"Kak Shio Fang apakah kau masih menyimpan boneka kayu yang kuberikan kepadamu sebagai hadiah Setelah kepergianmu menuju ke akademi Kunlun?" tanya putri Bilqis tiba tiba.
Shio Fang dengan tersenyum kemudian mengeluarkan boneka kayu dari dalam cincin ruangnya, boneka kayu setinggi 10 cm itu kini berada di dalam genggaman tangannya.
"Ternyata pemuda ini benar-benar kak Shio Fang, dan boneka kayu itu masih disimpan olehnya," batin putri Bilqis.
Putri bilqis tanpa sadar kemudian memeluk lengan kiri Shio Fang, dan menyandarkan kepalanya ke pundak pemuda tampan yang duduk di sebelahnya itu, di bawah tatapan dari seluruh praktisi peserta pertandingan yang berada di podium para peserta.
__ADS_1
Bersambung.