
Shio Fang baru saja masuk ke dalam pintu gerbang makam para dewa setelah kekuatan spiritual nya mengatakan jika gurunya telah musnah. Shio Fang memejamkan matanya karena hal itu telah diprediksi sebelumnya, jika gurunya tak akan mungkin sanggup menghadapi gorila naga bersayap kelelawar.
"Ackh ...!!"
Teriakan keras keluar dari mulut Shio Fang untuk melampiaskan kehancuran hatinya saat ini. "Gorila Naga bersayap kelelawar tunggulah...., aku pasti tak akan tinggal diam setelah kau menyakiti orang-orang yang kusayangi," teriak Shio Fang.
Tiba tiba saja simbol Dewa yang dimiliki Shio Fang retak dan hancur, dari dalamnya kemudian keluar tujuh buah cahaya putih terang, dan mendarat di kedua tangan Shio Fang berbentuk batu kuno yang unik sebesar kelereng, Shio Fang merasa heran dengan ketujuh batu giok yang ada di dalam genggaman tangannya saat ini, sehingga dia pun berkata.
"Apa yang sebenarnya telah terjadi dengan batu-batu ini, mengapa batu giok ini bisa keluar dari kehancuran simbol dewa?, aku harus mencari tau rahasia batu giok ini," ucap Shio Fang.
Shio Fang kemudian memasukkan ke tujuh batu giok yang berada di genggaman tangannya ke dalam cincin ruang yang dimilikinya, akan tetapi baru giok itu seperti menolak dimasukkan ke dalam cincin ruangnya, dan pada akhirnya ketujuh batu giok itu dimasukkan ke dalam dantian Shio Fang, agar dapat bersama benih jiwa teratai salju, ular piton salju dan raja serigala lahar api yang telah duluan berada di sana.
Setelah masuknya ketujuh batu giok itu tiba-tiba saja gejolak hebat perputaran energi di tubuh Shio Fang meningkat, gejolak energi itu semakin menjadi-jadi yang membuat Shio Fang langsung duduk bersila melakukan kultivasi, karena dia merasa jika dirinya sebentar lagi akan melakukan penerobosan ke tingkat semesta awal.
Di tempat lain, Zen dan putri Yanran yang telah menunggu lama pada akhirnya memutuskan untuk berjalan bersama memasuki makam para dewa semakin dalam, sekedar mencari beberapa harta karun yang ada di makam para dewa.
Benar saja, mereka berdua telah mendapatkan beberapa senjata berkualitas dan juga beberapa tumbuhan obat langka untuk meningkatkan kultivasi, dan tentu saja pencapaian itu membuat mereka berdua merasa senang, karena tak sia-sia mereka berdua berada di makam reruntuhan para dewa.
Di saat itu Zen begitu sangat senang melihat keceriaan di wajah sama Putri, sehingga dia tak bisa menahan lagi perasaan di dalam hati dan mengungkapkannya.
Namun sayang cinta Zen bertepuk sebelah tangan, putri Yanran menolaknya dan menganggap Zen sebagai sahabatnya.Dinsaat itu juga putri Yanran secara terang terangan berkata jika dirinya menyukai Shio Fang.
Tentu saja perkataan putri Yanran membuat hati Zen bergejolak hebat, yang membuat Zen seketika itu juga tanpa berkata apapun pergi meninggalkan putri Yanran, semua itu Karena rasa malu dan amarah yang telah menimpa hatinya sehingga membuat pikirannya menjadi gelap.
__ADS_1
Setelah kepergian Zen, membuat putri Yanran kembali ke tempat awal untuk menunggu Shio Fang, karena di dalam hatinya Sang Putri merasa jika Shio Fang pasti akan masuk ke dalam alam reruntuhan makam para dewa.
Setelah beberapa hari berlalu kepanikan pun melanda hati sang putri karena sampai saat ini Shio Fang tak juga muncul, yang membuat sang putri mulai gelisah dan merasa ketakutan.
Akhirnya sang putri memutuskan untuk keluar seorang diri dari dalam alam reruntuhan makam para dewa karena dia telah lelah dan sangat lapar, hal itulah yang membuatnya melesat cepat ketempat pintu gerbang alam reruntuhan, namun sayang setelah lama mencari gerbang keluar dari alam reruntuhan tak juga di temukan nya, yang membuat putri Yanran semakin gelisah dengan keadaan dirinya saat ini.
Sementara di tempat lain setelah beberapa hari berlalu akhirnya Zen dapat merasa tenang, Zen kemudian merasa sangat bersalah karena telah meninggalkan putri Yanran seorang diri, hingga membuatnya memutuskan untuk kembali mencari Sang Putri dan meminta maaf kepadanya.
Baru beberapa langkah berjalan, Zen dapat merasakan kehadiran sebuah harta karun hebat di atas sebuah pohon besar yang berada tak jauh darinya, harta Karun itu merupakan jiwa dari pohon ribuan tahun yang tersegel di atas pohon tersebut.
Tanpa pikir panjang Zen segera melesat cepat menuju ke atas pohon tempat keberadaan roh jiwa pohon tersebut berada, akan tetapi tiba-tiba saja pohon itu hidup dan menangkap tubuh Zen dengan lilitan ranting ranting pohon di tubuhnya.
Zen berusaha berontak akan tetapi lilitan ranting pohon itu begitu sangat kuat di tubuhnya, yang membuat energi murni di tubuh Zen terserap kedalam pohon raksasa.
Di tempat lain, Setelah beberapa hari berlalu Shio Fang pada akhirnya merobos ketahap tingkat semesta awal.
Shio Fang merasa senang akan peningkatan kekuatannya saat ini, karena keinginannya untuk menembus penghalang kuat antara ranah dewa emperor dan ranah semesta telah dapat dilaluinya.
"Kekuatan ini begitu sangat luar biasa hebat, aku dapat merasakan kekuatan maha dasyat di dalam tubuhku saat ini," batin Shio Fang.
Shio Fang tiba tiba merasakan bahaya yang mengancam Zen, karena jejak spiritualnya yang ditinggalkan ditubuh Zen perlahan-lahan mulai memudar.
"Mengapa mereka berdua tak mendengarkan perkataanku untuk tak masuk semakin dalam ke reruntuhan makam para dewa, aku harus segera menyelamatkan Zen," ucapnya.
__ADS_1
Shio Fang kemudian menguatkan jejak spiritual yang ditinggalkan di tubuh kedua sahabatnya itu, untuk melacak lokasi mereka berdua.
"Apa yang sebenarnya terjadi, mengapa keduanya terpisah begitu jauh. Celaka...!!, pasti telah terjadi hal buruk kepada mereka berdua dan aku harus segera menemui mereka," batin Shio Fang.
Shio Fang kemudian melesat cepat kearah putri Yanran, karena keberadaan sang putri yang lebih dekat dari dirinya.
Shio Fang dapat melihat putri Yanran tengah menyandarkan dirinya pada sebuah batang pohon besar di tempat itu, tampak kelelahan di wajah sang putri karena telah melakukan perjalanan jauh dan tak mendapatkan nutrisi ke dalam tubuhnya akibat tak menemukan bahan makanan untuk dimakan.
Putri Yanran begitu sangat senang saat melihat Shio Fang telah berada di hadapannya, dengan cepat dia pun bangkit berdiri dan langsung menghamburkan dirinya ke arah Shio Fang. "Akhirnya aku dapat menemukan mu Shio Fang," ucap sang putri.
Shio Fang mendehem, yang membuat sang putri menyadari kebodohannya dan dengan cepat melepaskan pelukannya dari tubuh Shio Fang.
"Maafkan aku Shio Fang," ucap putri Yanran sambil menundukkan kepalanya.
Shio Fang tak menanyakan apapun kepada sang putri mengenai Zen, karena dia tahu pasti telah terjadi masalah di antara mereka berdua.
"Telan lah pil ini, setelah menelannya maka kondisi tubuhmu akan pulih seperti sedia kala," ucap Shio Fang mencairkan suasana yang ada.
Putri Yanran kemudian menelan pil pemberian dari Shio Fang. dan tak lama kemudian Shio Fang kembali berkata.
"Maafkan aku putri, karena aku tak bisa meninggalkan mu seorang diri di tempat ini," ucap Shio Fang.
Setelah berkata seperti itu Shio Fang segera meraih tubuh putri Yanran dan menggendongnya untuk segera pergi meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Bersambung