Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Ada apa dengan Zen


__ADS_3

Zen yang melihat harimau menerjangnya dan akan menembakkan bola energi dari mulutnya, segera membentuk perisai air Hitam untuk menahan serangan itu.


Shio Fang segera melesat cepat ke arah Zen dan langsung memberikan energi murninya di belakang tubuh Zen, sehingga perisai air Hitam yang terbentuk menjadi kuat dan kokoh.


Ledakan terjadi saat kedua energi saling berbenturan, yang membuat Shio Fang dan Zen terseret 10 meter ke belakang, sehingga memperlihatkan bekas kaki terseret di tanah sedalam 5 cm.


Harimau yang mengetahui serangan nya gagal membuat sang harimau memutar tubuhnya, dan kali ini dia menyerang ke titik terlemah dari ketiganya yaitu Putri Yanran.


Putri Yanran yang melihat datangnya bola energi kepadanya, segera menebaskan pedangnya dua kali ke depan, sehingga dua sinar berbentuk bulan sabit saling susul menyusul menuju ke arah bola energi yang mengarah padanya.


"Zen Serang harimau itu, aku akan membantu putri Yanran," teriak Shio Fang dengan melesat cepat ke arah sang putri.


Mendengar perintah Shio Fang, membuat Zen langsung mengeluarkan salah satu teknik terkuat yang dimilikinya. "Penjara hidup," teriak Zen .


Tiba tiba tanah yang dipijak oleh sang harimau berubah menjadi air hitam, dan tak lama kemudian 4 tangan berwarna hitam menangkap kedua kaki harimau dan menariknya ke dalam air hitam, yang memiliki kemampuan mengikis apapun yang masuk ke dalamnya.


Akan tetapi perbedaan kekuatan yang sangat jauh membuat sang harimau seketika itu juga mengeluarkan aura kuat dari dalam tubuhnya, yang menyebabkan air hitam menguap dan menghilang tanpa bekas akibat panas yang keluar dari tubuh Sang harimau.


Sementara itu benturan keras terjadi saat bola energi yang ditembakkan dari mulut sang harimau saling beradu di udara dengan 2 sinar berbentuk bulan sabit yang dilepaskan Putri Yanran, yang membuat Putri Yanran terhempas ke belakang akibat rendahnya tingkat kekuatan yang tak sebanding dengan tingkat kekuatan yang dimiliki sang harimau.


Sebelum tubuh putri Yanran terhempas ke tanah dengan keras, Shio Fang segera menangkap tubuh putri Yanran dan kemudian menghantamkan tinju kirinya ke arah sang harimau yang telah terbebas dari perangkap teknik penjara hidup yang dilepaskan Zen.


Tinju angin yang sangat kuat dari kejauhan, menghantam telak tubuh Sang harimau hingga sang harimau terhempas ke tanah dan menabrak beberapa pohon hingga tumbang di tempat itu.


Kesempatan itu dipergunakan oleh Shio Fang untuk memeriksa keadaan Sang Putri. "Untung saja serangan dari harimau itu hanya memberi luka ringan pada Putri Yanran," gumam Shio Fang.


Shio Fang segera memberikan sebuah pil kepada Putri Yanran. "Telanlah pil ini, agar kondisi tubuhmu dapat segera pulih seperti sediakala," ucap Shio Fang.


Putri Yanran tanpa ragu menelan pil pemberian dari Shio Fang, dan tak di sangka oleh putri Yanran, jika pil yang ditelannya itu bekerja sangat baik hingga menghilangkan rasa sesak di dadanya akibat benturan yang terjadi.

__ADS_1


"Putri bawalah Zen untuk menjauh dari tempat ini, aku rasa perkataanmu akan didengarkan olehnya," pinta Shio Fang.


Putri Yanran menganggukkan kepalanya, dia tak bisa menolak keinginan pemuda yang telah menyelamatkannya sehingga dia pun melesat cepat menghampiri Zen.


"Kita lebih baik pergi dari sini, jika kita berada di dekat Shio Fang dengan tingkat kekuatan kita yang masih serendah ini, hal itu akan membuat Shio Fang kesusahan menghadapi harimau buas itu karena memikirkan keselamatan kita berdua," ucap putri Yanran.


Zen yang masih bersikeras ingin bertarung bersama Shio Fang dalam menghadapi binatang Megic harimau buas, tak berdaya saat tangan halus Putri Yanran meraih tangannya.


"Kau jangan lagi berkeras hati, semua ini demi keselamatan kita bertiga," ucap Sang Putri sambil menggandeng tangan Zen menjauh dari tempat itu.


Gemuruh jantung Zen tak menentu, dan pikirannya pun tak karuan merasakan tangan hangat Sang Putri menggandeng tangannya meninggalkan tempat itu. Zen yang baru kali ini memegang tangan seorang wanita yang telah memberi warna di hatinya, pada akhirnya patuh mengikuti langkah Sang Putri menjauh dari tempat itu.


Shio Fang dapat tersenyum lega saat melihat putri Yanran berhasil membawa Zen pergi. "Ternyata seorang wanita mampu meluluhkan hati Zen," gumam Shio Fang.


Shio Fang lantas menatap ke arah harimau buas yang ada di hadapannya, tampak harimau itu begitu sangat marah saat melihat ke arah Shio Fang, karena Shio Fang telah membuatnya terhempas ke tanah dengan keras.


Terlihat kilatan cahaya membunuh di mata sang harimau mendengar perkataan Shio Fang. Walau pun harimau buas itu merupakan binatang Magic tingkat Raja yang tak bisa berbicara layaknya seorang manusia, akan tetapi dengan kecerdasannya dia dapat mengetahui perkataan Shio Fang padanya.


Tubuh harimau itu mengeluarkan retakan-retakan lahar api, hingga kekuatannya terpancar keluar yang membuat area tempat itu seperti dilanda gempa yang begitu kuat.


Mengetahui sang harimau telah mengeluarkan kekuatan terkuat nya, Shio Fang kemudian mengeluarkan inti angin misterius untuk mengantisipasi Serangan yang akan dilakukan sang harimau buas kepadanya.


Tiba tiba harimau itu menerjang dengan cepat kearah Shio Fang dengan serangan cakar di kedua kaki depannya, sehingga membuat Shio Fang langsung menggunakan kekuatan penguasa angin untuk mengimbangi serangan cepat yang dilakukan sang harimau.


Pertarungan semakin sengit hingga memperlihatkan bayangan-bayangan yang saling menyerang dan menghindar di udara. Tampak pertarungan keduanya begitu berimbang namun tiba-tiba serangan ekor sang harimau yang menciptakan ilusi, mampu membuat Shio Fang harus bergulingan di tanah untuk menghindarinya.


Sang harimau terus memburu kearah Shio Fang yang masih bergulingan tanah, yang membuat Shio Fang seketika itu juga menghantamkan tangan kirinya ke depan, sehingga bola angin dari kekuatan inti angin misterius secepat kilat menuju kearah sang harimau.


Sang harimau yang tak ingin tubuhnya terkena serangan dari Shio Fang, seketika itu menghentikan gerakannya dan memutar arah untuk menghindari serangan kuat yang menuju ke arahnya, sehingga serangan yang dilancarkan Shio Fang akhirnya mengenai ruang yang kosong.

__ADS_1


Menghindarnya sang harimau memberikan kesempatan bagi Shio Fang untuk melepaskan diri dari sergapan nya. Shio Fang kemudian menghentak tangannya hingga tubuhnya melesat ke udara.


Shio Fang yang mengetahui jika sang harimau mampu menggunakan teknik ilusi, membuat senyuman seketika itu juga keluar dari sudut bibirnya.


"Ini merupakan kesalahanmu karena memakai teknik ilusi padaku, aku akan membuat kekuatan ilusi mu itu berbalik untuk menyerang mu," ucap Shio Fang.


Shio Fang kemudian menggeluarkan Avatar tubuhnya, dan langsung menyerang jiwa sang harimau melalui ilusi yang diciptakan harimau buas itu.


Alhasil mata harimau buas seketika berubah menjadi liar yang membuat sang harimau tak dapat mengendalikan dirinya, dan menghantamkan tubuhnya ke arah batu pegunungan raksasa hingga kepala sang harimau hancur bersimbah darah.


Putri Yanran dan Zen membelalakkan matanya, mereka berdua tak menyangka jika Shio Fang memiliki kemampuan spiritual menguasai jiwa dengan sangat sempurna, hingga mampu mengalahkan sang harimau dengan kekuatan spiritual jiwa yang dimilikinya..


Putri Yanran semakin kagum dengan bakat yang dimiliki Shio Fang, dia tak pernah melihat seorang pemuda tampan dengan kekuatan yang luar biasa di kekaisarannya, yang mampu mengalahkan binatang Magic tingkat Kaisar seorang diri, hal itu membuat sang putri langsung melesat cepat ke arah Shio Fang, tanpa menghiraukan Zen yang ada di dekatnya.


Zen yang melihat hal itu hanya bisa terdiam dan ikut melesat ke arah Shio Fang.


"Shio Fang bagaimana keadaanmu?" tanya putri Yanran.


"Aku baik baik saja," jawab Shio Fang.


Tak lama kemudian Shio Fang berkata para Zen. "Zen ambillah inti jiwa binatang Magic tingkat Kaisar itu, karena inti jiwa harimau buas itu dapat berguna dalam meningkatkan kekuatan mu," ucap Shio Fang.


Tak seperti biasanya Zen tak menjawab perkataan Shio Fang walaupun hanya anggukan kepala, Zen dalam diamnya pergi ke arah harimau yang telah mati untuk mengambil inti jiwanya sesuai keinginan Shio Fang.


Melihat perilaku Zen yang tak biasa, membuat Shio Fang bertanya-tanya apa yang sebenarnya yang telah terjadi pada Zen.


"Mengapa Zen berubah seperti ini, jangan-jangan Zen menyukai Putri Yanran hingga membuatnya cemburu padaku. Ini tak bisa dibiarkan terus berlanjut, aku tak ingin kelompok ini pecah akibat adanya perasaan cinta, aku akan mencari kesempatan untuk membicarakan hal ini kepada Zen," gumam Shio Fang dalam hati.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2