
Canglong telah tiba di hadapan Shio Fang, Angin pun berhembus kencang saat kedua praktisi hebat itu saling berhadapan dan mulai mengeluarkan aura kuat dari dalam tubuhnya.
Tanpa ragu keduanya saat ini saling serang dengan menggunakan kedua senjata yang ada di genggaman tangan mereka, pertarungan terus berlanjut sampai beberapa waktu lamanya.
Canglong saat ini mulai merasa gelisah karena belum bisa menaklukkan Shio Fang setelah beberapa kali melakukan pertukaran pukulan, dan didalam pertarungan itu Canglong merasakan adanya riak energi dari kekuatan semesta bintang 6 sempurna yang memancar dari dalam tubuh Shio Fang, yang membuat Canglong lebih berhati-hati dalam menghadapi pemuda yang ada di hadapannya.
Canglong kemudian melesat ke udara dan beberapa kali melakukan gerakan bersalto, dan pada akhirnya dia pun melemparkan tombak petir yang ada di genggaman tangannya ke arah Shio Fang.
Shio Fang dengan cepat memutar tubuhnya dan dia pun memberikan serangan balasan dengan melemparkan pedang energi yang ada di dalam genggaman tangannya, hingga kedua senjata itu saling berbenturan di udara yang menimbulkan ledakan hebat yang menggetarkan seluruh tempat itu.
Canglong begitu terkejut melihat senjata tombak petir yang merupakan salah satu artefak langit, tak mampu untuk menghancurkan pedang energi yang dilemparkan oleh Shio Fang.
Tombak petir itu kini terlempar dan menancap di tanah, melihat hal itu Canglong kemudian berkata.
"Firasatku benar tentang pemuda itu, dia memang merupakan praktisi ranah semesta bintang 6 sempurna dan ini merupakan pencapaian yang sangat luar biasa bagi seorang anak muda seusianya, pantas saja tombak petir ku sama sekali tak mampu menghancurkan pedang energi itu".
"Shio Fang walaupun kau mampu menyembunyikan tingkat kekuatanmu di hadapanku, namun penglihatanku ini tak mampu kau bohongi, dan aku akan mencoba menghadapi mu lagi dengan kekuatan spiritual milikku," batin Canglong.
Setelah berkata seperti itu Canglong kemudian menggerakkan tubuhnya dengan sedemikian rupa hingga menimbulkan Aura yang sangat megah dan tirani di seluruh tempat itu.
Aura melahap dari kekuatan Spritual Kaisar pelahap kekosongan benar-benar telah menguasai seluruh area tempat itu, hingga membuat Shio Fang berkata.
"Kekuatan kaisar pelahap kekosongan ya..., baiklah aku akan menghadapimu dengan kekuatan Spritual kehampaan Suci milikku," gumam Shio Fang.
__ADS_1
Shio Fang kemudian mengeluarkan kekuatan spiritual kehampaan suci, yang membuat pijakannya saat ini teah terbentuk sebuah teratai perak yang mengeluarkan aura tirani dan sangat megah.
Sedetik kemudian Simbol teratai emas telah muncul di kening Shio Fang, yang membuat udara di sekitar tempat itu mulai menampakkan riak seperti terkoyak.
Shio Fang kemudian melesat ke arah Canglong dengan menapakkan kedua tangannya ke depan, yang membuat Canglong melakukan hal yang sama dengan menapakkan kedua tangannya kedepan, hingga telapak tangan mereka berdua saling berbenturan di udara dalam waktu yang cukup lama.
Kekuatan yang terpancar dari tubuh mereka berdua dapat menghancurkan bebatuan di bawahnya hingga menjadi debu, dan saat ini Canglong merasakan jiwanya mulai goyah dan dia pun berkata.
"Celaka ternyata pemuda ini memiliki kekuatan spiritual kehampaan suci yang setingkat lebih hebat dari kekuatan Kaisar pelahap kekosongan yang kumiliki. Aku takkan mungkin terus bertahan menghadapinya jika tidak jiwaku pasti akan hancur dan musnah," batin Canglong dengan kekuatiran yang ada di dalam hati dan pikirannya.
Tiba tiba suara Canglong menggema dengan sangat keras.
"Anak muda hentikan pertarungan ini karena aku telah mengakui kekalahanku," ucap Canglong.
Shio Fang kemudian bersalto beberapa kali ke belakang hingga tubuh Avatar nya mendarat dengan sempurna di tanah, Shio Fang kemudian menatap ke arah jiwa dari Canglong yang saat ini telah hampir memudar kemudian dia pun berkata.
"Telanlah pil jiwa surgawi ini agar jiwamu kembali membaik, jika tidak maka energi spiritual kehampaan suci yang masih melekat di tubuhmu akan segera menghancurkan jiwamu," ucap Shio Fang kemudian melemparkan sebuah pil berwarna perak ke arah Canglong.
Canglong kemudian menangkap pil pemberian dari Shio Fang, tanpa ragu dia pun langsung menelan pil itu dan segera duduk bersila untuk melakukan kultivasi penyerapan pil.
Dalam waktu singkat roh jiwa Canglong telah berangsur-angsur membaik, dan energi spiritual kehampaan suci yang melekat di tubuhnya pun telah menghilang.
Canglong kemudian bangkit berdiri dari duduk bersilanya dan menatap tajam ke arah Shio Fang, namun tatapannya saat ini tak seperti tatapan membunuh yang sebelumnya diarahkan kepada Shio Fang.
__ADS_1
"Kau memang hebat karena mampu untuk mengalahkanku, aku sangat berterima kasih karena kau telah membantuku melewati keterpurukan akibat pertarungan kita," ucap Canglong kemudian menghembuskan nafasnya dengan berat.
"Tetua Canglong aku hanya sedikit mendapatkan keberuntungan dari pertarungan ini, dan bisa menang dalam menghadapi mu itu adalah suatu pencapaianku yang sangat luar biasa".
"Aku dapat melihat kau sebenarnya adalah seorang praktisi yang sangat berhati-hati dalam melangkah, dan tak pernah meremehkan lawan tarungmu walaupun dia semuda diriku".
"Aku akan menceritakan yang sesungguhnya antara aku dan Linyosi. Sebenarnya aku tak pernah menodainya, saat itu aku hanya memberikan pelajaran pada wanita itu agar tak semaunya ingin menguasai dan mengendalikan seorang pemuda dengan kekuatan ilusi pesona yang dimilikinya, tetua aku telah menutup tanda merah di lengan kirinya menggunakan segel agar tanda merah itu tak bisa terlihat oleh orang lain, kecuali kemampuannya telah berada di ranah semesta bintang 7," ucap Shio Fang.
Mendengar perkataan Shio Fang, Canglong begitu merasa bersalah telah melakukan pertarungan dengan pemuda itu, dan jika pemuda itu benar-benar menurunkan tangan untuk membunuhnya maka hari ini dirinya pasti akan mati.
Menyesali pertarungan yang telah terjadi, Canglong kemudian berkata. "Maafkan aku karena telah melakukan kesalahan besar seperti ini, dan mudah-mudahan dirimu tak menaruh dendam kepadaku," ucap Canglong kemudian menangkupkan kedua tangannya dan membukukan badan memberi hormat di hadapan Shio Fang.
"Apa yang kau lakukan tetua dengan memberi hormat kepada yang muda seperti ku, itu tak perlu kau lakukan karena aku tahu kau menyerang ku karena ada provokasi dari Linyosi," ucap Shio Fang.
Shio Fang kemudian mendekat ke arah Canglong dan membantunya untuk berdiri, Shio Fang kemudian tersenyum dan tak lama kemudian dia pun melayang di udara untuk segera pergi meninggalkan tempat itu.
"Jika Linyosi ingin mendapatkan tanda keperawanannya kembali, maka dia harus menemui ku karena cuma aku yang bisa membuka segel di lengan kirinya itu," ucap Shio Fang.
Setelah berkata seperti itu Shio Fang benar-benar menghilang dari padangan Canglong.
Canglong hanya dapat memandang tempat menghilangnya Shio Fang sambil berkata. "Shio Fang begitu sangat kuat di usianya yang semuda ini, aku tak bisa membayangkan bagaimana kekuatan hebatnya di masa depan," batinnya.
Setelah berkata seperti itu, Canglong kemudian menghilang dari tempat itu untuk kembali menuju ke tubuh kasarnya.
__ADS_1
Bersambung