Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Aturan kompetisi


__ADS_3

Pertandingan kompetisi terbesar yang di hadiri para praktisi muda berbakat dari penjuru negri, begitu semarak yang disaksikan ratusan ribu penonton yang mengelilingi arena batu yang memang telah dirancang khusus, agar dapat menerima benturan kuat yang terjadi saat penyelanggaraan pertandingan terjadi.


Ada 14 praktisi kuat yang telah duduk di atas podium utama, mereka merupakan para praktisi yang telah memiliki nama di daratan surgawi yang mewakili para peserta yang mewakili mereka semua.


Shio Fang dan para peserta kompetisi telah menempati kursi yang telah di sediakan, sementara tatapan seorang wanita cantik kini tengah memandangi satu persatu para pemuda yang berada di tempat itu, namun tak satupun para pemuda yang berada di tempat itu memiliki kemiripan dari wajah pemuda yang di carinya.


"Mengapa aku tak bisa mengetahui wajah kak Shio Fang diantara pemuda itu, apakah setelah terpisah 6 tahun lamanya wajah kak Shio Fang telah begitu banyak perubahan?. Ah..., mungkin aku harus bersabar menunggu, paling tidak kak Shio Fang pasti akan di panggil untuk sebuah pertarungannya dan saat itu aku pasti bisa mengenalinya," batin putri Bilqis dengan senyuman di wajahnya.


Tiba tiba Ying Sang telah duduk di dekat sang putri sambil berkata. "Sepertinya adik Bilqis begitu sangat senang hari ini karena terlihat sedari tadi olehku, adik Bilqis tengah tersenyum senyum sendiri," ucapnya.


Wajah putri Bilqis seketika itu menoleh kearah Ying Sang, kemudian diapun menimpali.


"Ada baiknya kau pergi dari sini karena aku tak suka akan keberadaanmu di dekatku. Ying Sang aku ingin berkonsentrasi untuk pertandingan ku dan ku harap kau tak menggangguku," timpal sang putri dengan wajah acuh tak acuh.


Mendengar perkataan putri Bilqis yang tak menghiraukannya, membuat kesuraman seketika itu juga terlihat di wajah Ying Sang hingga diapun berkata.


"Mungkin keberadaanku di sini kurang tepat, aku bisa berada di dekatmu kembali setelah kompetisi ini berakhir karena jujur aku telah jatuh hati saat pertama kali melihatmu," ucap Ying Sang kemudian berdiri dan berjalan pergi dari sang putri.


"Aku telah bertunangan..," ucap putri Bilqis tiba tiba.


Putri bilqis sengaja berkata seperti itu agar dirinya tak terus terusan di ganggu oleh Ying Sang, karena keberadaan Ying Sang di dekatkannya membuat putri Bilqis merasa risih.

__ADS_1


Langkah Ying Sang seketika itu terhenti mendengar perkataan putri Bilqis, keterkejutan diwajahnya sangat jelas terlihat hingga pemuda itu membalikkan tubuhnya ke arah putri Bilqis sambil berkata.


"Wanita yang kucintai tak akan kubiarkan menjadi milik orang lain, aku pasti akan mendapatkan hatimu di masa depan," ucap Ying Sang kemudian mengepalkan tinjunya dan kembali melanjutkan langkahnya.


Ying Sang benar benar tak menyangka jika wanita yang telah membuatnya jatuh hati, kini telah memilki calon pasangan hidup hingga diapun memikirkan cara untuk segera melenyapkan pemuda itu dari kehidupan putri Bilqis.


"Aku tak akan rela wanitaku dimiliki orang lain, dan aku berjanji tunanganmu akan segera ku lenyapkan dari alam surgawi ini," batin Ying sang dengan kilatan amarah di matanya.


Sementara itu di sisi lain, Shio Fang yang tengah duduk di kursi paling belakang di kejutkan dengan suara seorang wanita yang sangat akrab terdengar ditelinga nya.


"Kak Shio Fang.., aku jauh jauh datang dari istana cahaya ilahi hanya untuk melihat pertarungan mu, dan aku yakin kau pasti akan dapat menjuarai pertandingan kompetisi besar ini," ucap suara wanita yang terdengar dengan jelas di telinga Shio Fang, suara yang menggunakan kekuatan mental sehingga hanya Shio Fang yang dapat mendengarnya.


"Putri Cin Cin kau kah itu?" tanya Shio Fang dalam hati sambil menyapu pandangannya kearah tribun tamu undangan istana kekaisaran .


Namun setelah beberapa detik berlalu, keterkejutan di wajah Shio Fang semakin menjadi jadi saat melihat ada dua wanita yang juga ikut melambaikan tangan kearahnya.


"Lilia, Yao Lin, mengapa mereka berdua juga berada di tribun itu?, celaka ini sangat buruk dan aku tak ingin terjadi pertikaian diantara mereka bertiga setelah mengetahui jika mereka bertiga telah mencintai orang yang sama," batin Shio Fang yang telah mengetahui dengan pasti jika ketiga wanita itu telah mencintai dirinya.


Shio Fang kemudian menganggukkan kepalanya ke arah kedua wanita itu, dan kembali memalingkan wajah ke atas arena batu karena seorang praktisi yang merupakan salah satu anggota penyelenggara pertarungan telah berada di sana.


Semua mata langsung tertuju kepada laki laki bertubuh kekar termasuk Shio Fang, dan seketika itu juga mata Shio Fang berbinar saat melihat laki-laki yang berada di atas arena batu, karena Shio Fang mengetahui dengan pasti siapa laki laki diatas arena batu itu.

__ADS_1


"Rupanya ranah tingkat kekuatan guru Gobin telah berkembang sangat pesat, karena dalam setahun dia mampu untuk menembus tingkat semesta bintang 3, dan itu merupakan pencapaian yang sangat luar biasa di alam surgawi ini," batin Shio Fang dengan senyuman tipis yang mengembang di bibirnya.


Kehadiran guru Gobin di atas arena batu telah membuat Shio Fang melupakan ketiga wanita yang berada di Tribun undangan istana kekaisaran, karena keberadaan laki-laki itu telah membuat pusat perhatian Shio Fang tertuju ke arahnya.


Guru Gobin yang berada di atas arena batu pun menjelaskan aturan yang berlaku di dalam kompetisi besar yang akan segera berlangsung.


"Pertarungan terbesar di wilayah daratan surgawi di antara para pemuda jenius telah resmi diadakan hari ini, adapun yang harus diperhatikan oleh peserta pertandingan yang akan segera bertarung yaitu pertama, peserta yang akan bertarung tak diperbolehkan untuk membunuh lawan tarungnya".


"Yang kedua, peserta yang sedang bertarung tak diperbolehkan melanjutkan pertarungan jika praktisi muda yang menjadi lawan tarungnya telah menyerah dan mengaku kalah".


Yang ketiga, di dalam pertarungan tak diperkenankan untuk menggunakan senjata rahasia, karena pertarungan ini harus dilakukan sejujur jujurnya, hanya kekuatan mental spiritual dan kekuatan murni serta semua teknik beladiri yang dikuasai oleh para peserta yang diperkenankan untuk dilakukan di atas arena pertarungan.


Dan yang terakhir, jika sampai ada salah satu dari para petarung yang keluar dari arena batu maka dengan sendirinya yang keluar dari dalam arena batu dinyatakan kalah, sehingga pertarungan pun dinyatakan berakhir.


Dalam aturan yang telah ditetapkan oleh panitia penyelenggara tak bisa diganggu gugat lagi, dan tentunya panitia tak akan menerima alasan apapun mengenai aturan yang telah di buat, dan jika ada dari para peserta yang melanggar aturan itu maka dengan sendirinya peserta itu akan didiskualifikasi walaupun peserta itu telah memenangkan pertarungan yang terjadi," ucap Guru Gobin.


Setelah berkata seperti itu, guru Gobin seketika itu mengeluarkan sebuah segel dari dalam telapak tangan nya, dan segel itu kemudian melesat ke udara hingga membuat lingkaran besar di langit.


Tak lama kemudian 28 nama dari peserta yang akan bertarung terukir di dalam segel, hingga pada akhirnya ke 28 nama tersebut berputar secara acak dan pada akhirnya ke 28 nama peserta tersebut kini telah menemukan lawan tarung masing-masing.


Panitia telah menetapkan lawan dari para peserta yang akan mengikuti pertarungan ini secara acak, dan pertarungan yang akan dilaksanakan akan mengikuti aturan sistem gugur di mana para peserta yang kalah takkan bisa lagi mengikuti pertarungan berikutnya," ucap guru Gobin.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2