Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Liyufang vs Shio Fang


__ADS_3

Linyosi dan paman Canglong segera mencari tempat untuk duduk bersila dalam melakukan kultivasi di tempat itu, dan setelah beberapa saat lamanya duduk berkultivasi, Linyosi yang sangat penasaran akan cahayanya emas yang di lihat sebelumnya dari kejauhan, segera membuka matanya dan segera menghentikan kultivasinya saat itu juga.


Linyosi sesaat memandang kearah paman Canglong yang tengah berkultivasi, kemudian diapun segera melesat menuju kearah cahaya emas yang di lihatnya.


Linyosi pada akhirnya tiba di tempat yang di tujunya, dan dari dekat Linyosi dapat melihat ada seorang wanita yang sangat cantik bak seorang Dewi tengah tertidur lelap di tempat itu.


"Siapa sebenarnya wanita cantik yang tertidur itu, dan bagai mana dia bisa berada di dalam kotak kaca yang tersegel sangat kuat yang menyelimutinya, jangan jangan Shio Fang yang telah melakukan semua ini," batin Linyosi.


Linyosi mulai mendekat kearah kotak kaca yang ada di hadapannya, namun tiba tiba aura dingin segera menyeruak dan sebuah gelombang kejut yang sangat kuat segera menyerang kearah Linyosi.


Linyosi begitu sangat terkejut mendapatkan serangan yang sangat tiba tiba, yang membuatnya harus mengeluarkan segenap kemampuannya untuk menahan serangan gelombang kejut itu. Namun sangat di sayangkan, serangan gelombang kejut itu masih terlalu kuat baginya, sehingga membuat Linyosi terpental kebelakang dan menghantam beberapa batang pohon besar sebelum dirinya ambruk ketanah dan tak sadarkan diri.


Aura dingin yang tadinya sempat menebal kini telah kembali normal, dan amarah dari benih jiwa teratai salju yang melindungi tubuh Dewi Lilia juga telah mereda saat mengetahui tak ada pergerakan dari Linyosi.


Sementara di tempat lain terjadi fluktuasi udara di hadapan Liyufang, dan dari dalam sayatan udara yang terbentuk keluar sesosok pemuda tampan yang sangat di kenal oleh Liyufang, dia adalah Shio Fang.


"Ha ..ha.. ha..., akhirnya kau keluar juga dari persembunyianmu, dan aku tak akan susah-susah payah untuk mencari mu," ucap Liyufang.


"Sepertinya kau benar benar mentargetkan ku sebagai buruan mu, namun sayang buruan yang kau kejar ini bukanlah orang lemah yang dapat kau tindas, melainkan orang yang akan menghancurkan mu," jawab Shio Fang.


Setelah berkata seperti itu, tiba tiba saja Shio Fang mengeluarkan tubuh nirwananya yang membuat tubuhnya saat ini mengeluarkan aura bercahaya emas yang sangat megah dan tirani.


Batu batu besar dan apapun yang berada di jarak 100 meter kini mulai terangkat ke udara, yang membuat suasana mencekam terjadi di tempat itu.

__ADS_1


Liyufang dapat merasakan jika kekuatan anak muda yang akan menjadi lawan tarungnya telah meningkat berkali kali lipat dari sebelum, hal itu langsung merubah pemikiran Liyufang menjadi kewaspadaan terhadap sosok Shio Fang.


Liyufang kemudian mengeluarkan sebuah pedang dari dalam sayatan udara yang tercipta, yang membuat gemuruh guntur seakan meruntuhkan langit di tempat itu.


"Pedang petir langit ya..," batin Shio Fang yang menyadari pedang yang baru saja muncul merupakan salah satu harta surgawi hebat, yang setara dengan pedang pemecah surga miliknya.


Shio Fang yang mengetahui jika lawan tarungnya saat ini mempunyai kemampuan hebat, segera mengeluarkan pedang pemecah surga dari dalam tubuhnya yang membuat area di sekitar tempat itu berubah menjadi sangat dingin, karena sebenarnya bulir bulir salju telah turun dari langit dan memenuhi udara di tempat itu.


"Ternyata kau juga memiliki pedang berkualitas yang setara dengan pedang petir langit milikku, bagus ..!, sebentar lagi aku akan mendapatkan pedang itu darimu," ucap Liyufang.


Setelah berkata seperti itu, Liyufang kemudian menghilang dari pandangan Shio Fang yang membuat Shio Fang segera mengaktifkan mata dewa yang di milikinya, untuk dapat mengetahui serangan cepat Liyufang kepadanya.


Aktifnya mata dewa di kedua mata Shio Fang, membuatnya dapat melihat semua serangan yang di lakukan Liyufang, hingga semua Serangan yang tertuju ke arah Shio Fang dapat dipatahkan dengan mudah.


Liyufang baru menyadari jika lawan tarungnya memang memiliki kemampuan yang membuat Liyufang berkata di dalam hati. "Pantas saja di dalam lelang di aula kesunyian Shio Fang dapat bermulut besar pada saat ada yang mencoba mengintimidasinya, ternyata dia memanglah pemuda yang memiliki kemampuan hebat".


Pertarungan terus berlanjut dan saat ini badai angin telah terjadi ditempat itu, saat sepuluh pedang yang mengeluarkan petir dan gemuruh guntur telah berada di kedua sisi Liyufang.


Sedetik kemudian Liyufang mengibaskan tangannya dan saat itu juga kesepuluh pedang petir kemudian meluncur dengan deras kearah Shio Fang.


Shio Fang dapat merasakan serangan yang menuju kearahnya begitu sangat mengerikan, yang membuat Shio Fang seketika itu juga menapakkan kedua tangannya kedepan sambil berkata.


Perisai jendral dewa perang nirwana.

__ADS_1


Tiba tiba cahaya emas telah membentuk sebuah perisai yang menghadang kesepuluh pedang petir tepat di hadapan Shio Fang, yang membuat kesepuluh pedang petir dapat tertahan di sana dalam waktu yang cukup lama.


Liyufang saat melihat serangannya hanya bisa bertahan di udara tanpa dapat menembus pertahanan dari Shio Fang, seketika itu juga menggertakkan giginya karena selama ini serangan mengerikannya itu tak pernah gagal dalam menghancurkan apapun bentuk dari pertahanan musuh musuhnya selama ini.


Liyufang yang marah segera mengeluarkan kekuatan pedang terkuatnya, saat ini dia benar benar ingin membunuh Shio Fang.


Liyufang kemudian menggigit ujung lidahnya dan sedetik kemudian darah yang mengalir dari ujung lidahnya itu di semburkan keudara, hingga membuat awan di langit membentuk sebuah gumpalan awan yang tebal dengan sambaran petir yang terus menerus terlihat di dalamnya.


Tak lama kemudian awan tebal itu terlihat membentuk sebuah formasi lingkaran berwarna merah darah, yang memancarkan aura kuat yang menyembur dari dalamnya.


Tiba tiba dari dalam formasi itu keluar sebuah pedang raksasa yang langsung meluncur deras kearah Shio Fang.


Shio Fang segera menatap ke langit saat merasakan tekanan yang begitu sangat kuat menerpa tubuhnya, hingga membuat tekanan penindasan itu membuatnya tak bisa bergerak.


Shio Fang kemudian memejamkan matanya yang membuat pedang pemecah surga saat itu juga terlepas dari genggaman tangannya dan melesat keudara, sedetik kemudian pedang pemecah surga berubah menjadi naga salju raksasa yang langsung menyongsong datangnya serangan pedang raksasa dari langit.


Pedang raksasa dan naga salju seketika itu saling berbenturan yang membuat ledakan keras terjadi. Kedua kekuatan besar itu kini salin mendorong satu dengan yang lainnya dan pada akhirnya pedang raksasa itu benar benar di musnahkan menjadi serpihan serpihan kecil es yang berhamburan dari udara.


Shio Fang kini terlepas dari kekuatan yang menekannya, dan dengan segera Shio Fang melemparkan gerbang hitam kedepan, yang membuat kesepuluh pedang petir segera lenyap menghilang masuk ke dalam pusaran gerbang hitam.


Wajah Liyufang yang tadinya begitu sombong kini telah berubah menjadi rasa kekhawatiran pada dirinya, dia tak menyangka jika di alam tempatnya berada kekuatan yang di milikinya tak bisa secara sempurna di keluarkannya, dan hal itu membuatnya menggerutu di dalam hati.


"Dia sebenarnya telah sengaja membawaku ke tempat ini karena dia tau jika kekuatan ku tak sepenuhnya bisa ku gunakan di tempat ini. Pemuda ini begitu sangat licik dan penuh tipu daya. Aku sudah terlanjur basa berada di tempat ini dan aku harus menghadapinya dengan segenap kekuatanku," batin Liyufang.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2