
Shio Fang saat ini terbuai dengan suasana yang ada, apalagi saat ini dirinya telah di hadapkan dengan pemandangan indah yang ada di hadapannya, 2 buah bukit kebar yang benar benar telah matang saat ini begitu begitu menantang membuatnya seketika itu juga langsung menikmatinya.
Dengan lembut Shio Fang menelusuri perbukitan yang ada di depan wajahnya, sampai pada satu titik di puncak perbukitan dengan lembut lidah Shio Fang mulai bermain main kecil di sana. Apa yang di lakukan Shio Fang membuat Putri Cin Cin merasakan sensasi yang sangat luar biasa, hingga membuatnya menggeliat manja sambil tangannya terus meremas rambut Shio Fang.
Tangan kanan Shio Fang terus menelusur kebawah hingga menemukan tempat yang lembab dan basah yang di penuhi rumput ilalang di sekitar nya, tempat yang selalu membuat semua pemuda begitu sangat penasaran akan keberadaannya.
Dengan lembut Shio Fang mulai memainkan jarinya disana, yang membuat putri Cin Cin seketika itu juga mengeluarkan suara erangan yang di iringi rintihan manja dari mulutnya. Suara putri Cin Cin yang di dengar Shio Fang membuat gairah Shio Fang semakin menggila hingga di apun menindih tubuh sang putri.
Putri Cin Cin merasakan ada benda tumpul yang berusaha untuk masuk kedalam mahkotanya, yang membuat sang putri merasa khwatir dan gelisah dengan sesuatu yang sebentar lagi akan terjadi padanya, dan jeritan kecil pun terdengar dari mulut putri Cin Cin saat benda tumpul itu benar benar masuk oleh tekanan tubuh Shio Fang.
Putri Cin Cin merasakan perih dan kesakitan hingga dia harus menggigit bibirnya sendiri, saat Shio Fang mulai melakukan gerakan berirama.
Gerakan berirama yang di lakukan Shio Fang di atas tubuhnya, perlahan lahan mulai menghilangkan rasa sakit yang dirasakannya, dan saat ini rasa sakit itu telah berganti dengan sensasi kenikmatan yang baru kali dirasakannya.
Putri Cin Cin mulai mengimbangi permainan Shio Fang hingga peluh telah membasahi tubuh mereka berdua, setelah beberapa waktu berlalu tiba tiba saja gerakan Shio Fang semakin cepat hingga membuat pembaringan bergoyang dengan hebat, dan erangan panjang dari mulut Shio Fang menghentikan semua pergerakannya.
Shio Fang memejamkan matanya menikmati sensasi yang baru saja di rasakannya, dan tak lama kemudian diapun terkulai lemas di sisi putri Cin Cin dengan mata menatap langit langit kamar itu.
Shio Fang berusaha menstabilkan napasnya yang memburu, dan kemudian diapun berkata.
"Apa yang baru saja kita lakukan merupakan suatu kesalahan, tak pantas bagiku melakukan hal ini sebelum aku menikahimu, dan atas semua kesalahan ini aku meminta maaf padamu," ucap Shio Fang dengan rasa bersalah di hatinya.
"Mengapa kau harus meminta maaf padaku sementara aku juga menginginkannya, aku begitu bahagia telah memberikan kesucianku padamu dan aku tak menyesalinya".
"Kak Shio Fang aku benar benar mencintaimu dengan segenap jiwa dan ragaku, walaupun setelah hari ini kau akan pergi meninggalkanku," ucap putri Cin Cin dengan mata mulai berkaca kaca.
.
Shio Fang memiringkan tubuhnya untuk sekedar menatap kearah putri Cin Cin, dan tak lama kemudian diapun membelai anak rambut sang putri sambil berkata.
__ADS_1
"Aku tak akan pernah meninggalkanmu, beri aku waktu untuk menjadikanmu sosok wanita yang akan mendampingi ku kelak di masa depan," ucap Shio Fang dengan kesungguhan hatinya.
Putri Cin Cin begitu bahagia mendengar perkataan Shio Fang, dia pun kemudian membenamkan wajahnya di dada bidang Shio Fang dan pada akhirnya kejadian yang baru saja mereka alami kini terulang lagi hingga mereka berdua benar benar letih dan tertidur dengan lelap.
*****
Pesta yang diadakan kaisar Zeng Yu bagi Shio Fang benar benar megah, pesta itu di hadiri oleh beberapa tokoh berpengaruh, baik dari kalangan sekte besar, klan besar, tokoh berpengaruh, dan lain sebagainya. Mereka semua menjadi satu menikmati pesta yang diadakan malam itu.
Shio Fang benar benar tampan di malam itu dengan putri Bilqis yang saat ini berada di sisinya, sambil memeluk lengan kanan Shio Fang.
Para wanita yang ada di dalam pesta begitu sangat iri pada putri bilqis, yang telah mendapatkan Shio Fang pemuda tampan Putra bangsawan Shio Jio, begitupun para pemuda yang ikut memeriahkan pesta itu begitu iri dengan Shio Fang, yang telah memenangkan hati putri bilqis wanita berparas cantik dan mempesona layaknya seorang Dewi dari nirwana.
Suara musik mengalun merdu, yang membuat putri Bilqis mengajak Shio Fang untuk berdansa dengannya. Shio Fang dengan tersenyum menerima ajakan putri Bilqis untuk berdansa bersama.
Dari jauh putri Cin Cin hanya bisa memandangi keduanya dengan kegetiran hati, hingga pada akhirnya seorang pemuda datang menghampirinya.
.
"Aku tak bisa berdansa, ada baiknya anda mencari orang lain saja," jawab putri Cin Cin dengan senyuman di wajahnya.
.
"Jika begitu aku akan mengajakmu minum dan berbincang, agar nona tak sendirian lagi," ucap sang pemuda.
"Siapa bilang dia tengah sendiri, aku ada bersamanya," ucap Shio Ju yang tiba tiba datang kemudian meraih tangan putri Cin Cin dan membawanya pergi dari tempat itu.
Shio Ju membawa putri Cin Cin menjauh dari pesta karena dia tak ingin putri Cin Cin sakit hati dengan kebersamaan Shio Fang dan putri Bilqis.
"Putri kau telah kuanggap sebagai adikku sendiri dan aku tak ingin kau berada di dalam pesta yang akan menyakiti hatimu, karena aku tau kau berusaha setegar mungkin di mata semua orang walaupun hatimu saat ini telah hancur," ucap Shio Ju.
__ADS_1
Dengan tersenyum putri Cin Cin pun berkata. "Semua sudah ditakdirkan dan aku harus menjalaninya, aku tak perduli dengan pendapat orang tentang diriku, yang aku tau aku harus terus tersenyum walau itu menyakitiku,".
.
"Kak Shio Ju terimakasih atas kepedulian mu padaku, dan aku berkeyakinan kesakitan ku hari ini akan menjadikan kebahagiaanku di masa depan," jawab putri Cin Cin.
Sementara di tempat lain, putri Bilqis kini tengah berdua dengan Shio Fang di sebuah taman, mereka berdua menatap bintang yang bertaburan di angkasa.
Tak lama kemudian putri Bilqis berkata. "Kak Shio Fang apakah kau mencintaiku?" tanya sang putri.
"Untuk apa kau mengatakan hal itu sementara kau telah mengetahui jawabannya," jawab Shio Fang.
"Aku mengatakannya untuk meyakinkan hatiku," ucap putri Bilqis.
Shio Fang mengelus lembut rambut putri Bilqis sambil berkata. "Aku mengenalmu sedari kecil, dan kedua orang tua kita telah merestui hubungan ini, setelah masalah dengan negara api selesai aku akan menikahimu," ucap Shio Fang.
Binar kebahagiaan seketika itu terlihat di mata putri Bilqis, perkataan Shio Fang telah membuatnya sangat berbahagia dan diapun lalu menyadarkan kepalanya di lengan Shio Fang.
"Bagaimana dengan putri Cin Cin, apakah kau juga mencintainya?" tanya sang putri yang tentu saja membuat Shio Fang sangat terkejut.
Shio Fang hanya bisa terdiam, dia tak mungkin menjawab pertanyaan putri Bilqis jika dirinya juga mencintai putri Cin Cin.
Dalam diamnya Shio Fang putri Bilqis kembali berkata.
"Aku tau kau juga mencintainya, kak Shio Fang aku akan menerima kehadiran Putri Cin Cin yang penting kau berjanji padaku jika aku adalah wanita pertama di hatimu," ucap putri Bilqis dengan mengencangkan dekapannya di tangan Shio Fang.
Shio Fang menghembuskan napas berat kemudian diapun berkata. "Trimakasih karena kau telah mengerti aku," ucap Shio Fang sambil menatap indahnya bintang bintang yang bertaburan di malam itu.
Bersambung
__ADS_1