
7 tahun telah berlalu, Shio Fan Yin saat ini telah menjelma menjadi seorang praktisi muda berbakat yang telah menembus kekuatan ranah semesta abadi tingkat sempurna, di usianya yang masih sangat lah muda.
Kemampuan hebat yang dimiliki Shio Fan Yin bukanlah di dapatkan dengan jalan pintas, melainkan dengan penuh perjuangan, dari tetesan keringat dan bahkan tetesan darah, hingga dia menjadi pemuda tangguh dan hebat seperti sekarang ini.
Shio Fan Yin telah mendapatkan banyak warisan kekuatan dari Jenderal Dewa perang lagit, serta warisan kekuatan yang diberikan oleh Shio Fang.
Shio Fan Yin kini telah kembali ke istana phoenix setelah melakukan pelatihan panjangnya, dan saat ini dia telah berhadapan dengan Sang ayah.
Shio Fan Yin kemudian menangkupkan kedua tangannya memberi hormat, yang membuat Shio Fang seketika itu langsung memeluk Putranya dengan hangat.
Di saat pertemuannya dengan sang ayah, Shio Fan Yin mengutarakan keinginannya untuk bertemu dengan ibunya Dewi Yinzi, yang telah begitu lama dirindukan oleh Shio Fan Yin.
Shio Fang hanya bisa terdiam mendengar permintaan putranya, dan kembali mengingat kenangan indah bersama Dewi Yinzi istrinya yang membuat rasa rindu tiba tiba datang di dalam hatinya, namun rasa rindu itu tiba tiba saja menghilang setelah Shio Fang mengingat perselingkuhan istrinya, yang membuat Shio Fang hanya bisa meremas tinjunya dengan keras.
Shio Fan Yin dapat merasakan gelagat penuh amarah dari wajah ayahnya, hingga Shio Fan Yin pun berkata kembali.
"Aku akan menyelidiki sendiri hubungan terlarang antara ibu dan Ketua Xin Yue, jika dalam hal ini ibu tak terbukti bersalah maka aku ingin ayah meminta maaf pada ibu, dan mengajak nya kembali ke istana Phoenix," ucap Shio Fan Yin.
Shio Fang yang mendengar perkataan dari putranya, dengan cara kesatria diapun berkata. "Jika benar ibumu tak memiliki hubungan dengan Xin Yue, maka aku akan minta maaf kepada ibumu dan juga akan menjemputnya kembali ke istana Phoenix," jawab Shio Fang.
"Terimakasih Ayah, jawabanmu ini telah melegakan hatiku," ucap Shio Fan Yin.
Setelah pembicaraan malam itu dengan sang Ayah, pagi pagi sekai Shio Fan Yin mengajak Go Yuan untuk ikut bersamanya menuju Sekte Es Abadi.
__ADS_1
Shio Fan Yin dan Go Yuan menggunakan elang raksasa menuju ke wilayah Sekte Es Abadi, dan setelah sampai di wilayah sekte Es Abadi, Shio Fan Yin dan Go Yuan memilih untuk melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Di dalam perjalanan itu, Shio Fang melihat seorang laki-laki tua tengah mengangkat ranting kayu yang telah dipotong sedemikian rupa, dan menaikkan kayu-kayu tersebut ke atas gerobak.
"Paman biar kami membantumu," ucap Shio Fan Yin kemudian membantu sang paman mengangkat potongan kayu-kayu tersebut ke atas gerobak.
Go Yuan kemudian mengambil alih untuk menarik gerobak sang paman, untuk di bawa pergi gerobak yang telah dipenuhi oleh kayu bakar ke tempat kediaman paman .
Setelah mereka bertiga saling memperkenalkan diri maka keakraban pun terjalin saat berjalan ke rumah sang paman.
"Berarti nak Shio Fan Yin dan nak Go Yuan bukan berasal dari kota besar Phoenix yang agung ya ..," ucap paman Zan.
"Benar paman Zan, kami berdua datang dari kota kekaisaran untuk bertemu dengan seseorang di dalam sekte es abadi," ucap Shio Fan Yin.
"Kalau boleh saya tahu siapakah yang Anak berdua ingin temui di dalam sekte Es Abadi, karena jika anak berdua ingin menemui para petinggi sekte pastinya akan sangat kesulitan, mengingat mereka semua merupakan orang-orang penting di dalam sekte kecuali anak berdua memiliki rekomendasi dari sebuah kekaisaran untuk menemui pemimpin di sana," ucap paman Zan.
"Oh..., menjadi murid di sana ya, kurasa untuk saat ini penerimaan murid di sekte es Abadi belum ada, mengingat saat ini sekte es Abadi akan melakukan kompetisi beladiri, yang ditujukan bagi masyarakat di sekitar sekte dan para murid sekte es Abadi itu sendiri," ucap paman Zan.
"Kapan kompetisi itu diadakan paman, siapa tahu kami bisa ikut serta untuk mengikutinya," ucap Shio Fan Yin.
Paman Zan menatap kedua anak muda yang ada di hadapannya dan tak lama kemudian dia pun berkata. "Sepertinya kalian berdua bukanlah anak muda yang memiliki kemampuan biasa-biasa saja, walaupun Paman tak mengetahui tingkat kekuatan seseorang tapi Paman dapat merasakan jika kalian berdua merupakan praktisi muda yang hebat".
"Jika kalian berdua ingin berpartisipasi untuk mengikuti kompetisi itu, Paman bisa mendaftarkannya karena paman di desa ini juga merupakan tokoh tua yang sangat didengarkan perkataannya oleh masyarakat desa".
__ADS_1
"Paman ingin kalian semua merubah penampilan karena baju mewah yang kalian kenakan dapat menyorot pandangan semua orang ketika di kota, karena penampilan kalian berdua mencerminkan jika kalian berdua merupakan anak bangsawan yang datang ke wilayah Sekte Es Abadi".
Jika kalian berkenan Aku memiliki pakaian yang tak dikenakan lagi oleh putraku yang telah tiada, dan kurasa pakaian-pakaian itu pas di tubuh kalian berdua," ucap paman Zan.
"Trimakasih paman, kami berdua akan merasa sangat senang memakai pakaian dari Putra paman," ucap Shio Fan Yin dengan senyuman di wajahnya.
Ke esokan harinya, Paman Zan yang ingin menjual kayu bakar ke tempat biasa dia membawanya, yaitu sebuah rumah makan besar yang berada di kota Zijin, sang paman mengikut sertakan Shio Fan Yin dan Go Yuan untuk ikut bersamanya, karena Paman ingin mendaftarkan keduanya untuk mengikuti kompetisi bela diri seperti yang diinginkan oleh kedua pemuda yang saat ini bersamanya.
Sesampainya di kota, Shio Fan Yin dan Go Yuan cukup takjub melihat pemandangan kota yang begitu ramai dengan aktivitas para penduduk kota.
Setelah paman Zan bertemu dengan pemilik rumah makan besar yang didatanginya untuk menjual kayu bakar, Shio Fan Yin dan Go Yuan terlibat dalam pembicaraan ringan.
"Apakah kita memang harus mengikuti kompetisi ini?, adik apakah kau tak ingin langsung bertemu dengan Xin Xin dan mengatur strategi daam membalaskan dendam kepadanya?" tanya Go Yuan.
"Kak Yuan, sebenarnya saat aku mengetahui hancurnya hubungan kedua orang tua kita disebabkan orang ketiga yaitu ayah dari Xin Xin, membuatku ingin membalaskan dendam kepada putrinya yang saat itu telah menjadi kekasihku".
Saat itu aku masih berpikiran sempit yang tak bisa mengambil keputusan terbaik selain balas dendam, namun setelah 7 tahun kedewasaanku pun mulai terlihat dengan dapat berpikir secara jernih menyikapi semua masalah yang terjadi".
"Dalam hal ini Xin Xin tak bersalah Karena dia hanyalah seorang putri dari ketua Xin Yue, Aku akan bertemu langsung dengan ketua Xin Yue untuk membicarakan mengenai hubungannya dengan ibuku, dan jika terbukti ketua Xin Yue yang telah menghancurkan hubungan kedua orang tua kita, maka dengan terpaksa aku harus melenyapkannya dari alam surgawi ini," ucap Shio Fan Yin mengakhiri ceritanya karena paman Zen telah berjalan menuju ke arah mereka berdua.
"Ayo kita pergi ke tempat panitia pendaftaran kompetisi beladiri karena sebentar lagi pendaftaran itu akan segera ditutup, mengingat besok merupakan hari dimana kompetisi beladiri itu akan dilaksanakan," ucap paman Zen.
"Baik paman," jawab Shio Fan Yin dan Go Yuan secara bersamaan.
__ADS_1
Pada akhirnya mereka bertiga berjalan menuju ke tempat pendaftaran para praktisi muda, agar Shio Fan Yin dan Go Yuan dapat berlaga di dalam kompetisi esok hari.
Bersambung