
Naga raksasa berwarna hijau itu hanya sesaat berputar putar di udara, dan tak lama kemudian naga raksasa itu menukik tajam kearah sosok raksasa yang terbentuk dari berton ton pasir dalam formasi besar pasir hidup.
Dengan membawa suara menakutkan dari lengkingan suara Sang Naga yang terdengar bagaikan guntur yang bergemuruh diangkasa, naga hijau raksasa tanpa sedikitpun rasa takut terus menukik tajam kearah sosok raksasa pasir yang berada di bawah.
Raksasa pasir yang melihat naga raksasa berwarna hijau kini menuju kearahnya, dengan cepat raksasa pasir menyatukan genggaman tangannya bersiap untuk diayunkan ke kepala sang naga.
Setelah berada dekat dalam jangkauan nya, raksasa pasir segara mengayunkan kedua tangannya ke kepala Sang Naga hingga dentuman keras terdengar dari segala penjuru tempat itu.
"Dom...!"
Pukulan dari raksasa pasir sama sekali tak berefek kepada Sang Naga, semua itu karena sisik-sisik dari Sang Naga yang begitu sangat keras dan sangat sulit untuk dihancurkan.
Dan kali ini raksasa pasir tak bisa berbuat banyak setelah serangannya gagal melumpuhkan Sang Naga, karena tubuh raksasa pasir saat ini telah terhantam keras oleh tubuh naga raksasa hingga membuat tubuh raksasa pasir hancur seketika.
Ledakan daei hancurnya raksasa pasir membuat berton ton pasir seketika itu berhamburan di udara, dan tak lama kemudian pasir-pasir itu jatuh memenuhi permukaan tanah.
Akibat hancurnya raksasa pasir tentu saja berakibat fatal bagi para praktisi dari negara pasir yang membuat formasi, saat ini para praktisi itu hanya dapat pasrah tergeletak tak berdaya setelah formasi pasir hidup berhasil dihancurkan dengan kekuatan naga hijau dari tetua Wang Chu.
Melihat para praktisi yang membuat formasi pasir hidup telah dapat dikalahkan, hal itu membuat perdana menteri Oyang Hong menggertakkan giginya menahan amarah, yang membuatnya kemudian berteriak.
"Tuan Yiwu aku ingin kau yang menghadapi tetua Wang Chu karena aku tak sanggup untuk menghadapinya," teriak perdana Mentri Oyang Hong menggunakan kekuatan spiritual nya hingga hanya Yiwu yang bisa mendengarnya.
__ADS_1
Yiwu yang tengah bertarung menghadapi Shio Fang begitu sangat terkejut dengan teriakan perdana menteri Oyang Hong di telinganya, yang Yiwu seketika itu bergumam di dalam hati.
"Dasar bodoh.., menghadapi lawan tarung seperti itu dia tak mampu, bagai mana bisa dia menjadi perdana Mentri di negara ini".
Yiwu kemudian menghentikan serangan nya dan menatap tajam ke arah Shio Fang kemudian berkata.
"Kau sangat beruntung anak muda karena aku tak sempat membunuhmu, namun keberuntungan mu itu tak kan lama karena sampai kapanpun aku pasti akan datang untuk menghabisimu, ucap Yiwu kemudian merapalkan mantra sihir sehingga sebuah simbol tanpa di sadari oleh Shio Fang telah berada di lengan kanannya.
"Kau...!! Berani sekali kau memasang simbol ini di lenganku!!" bentak Shio Fang dengan kilatan amarah di matanya.
"Ha...ha..ha.., simbol itu tak akan pernah lepas dari tubuhmu agar aku bisa menandai di mana keberadaanmu, karena aku saat ini menginginkan darah tubuh nirwana yang ada padamu, untuk membantuku mencapai puncak praktisi Toti di alam cahaya Yuan".
"Shio Fang..., tak akan ada yang mampu membunuhmu kecuali aku karena simbol itu akan membantumu saat kau menghadapi kesulitan besar di dalam setiap pertarungan mu, Simbol itu akan menjagamu sampai pada saatnya aku datang untuk mengambil darah di tubuhmu," ucap Yiwu.
Kelelawar itu kemudian melesat cepat menuju ke arah tetua Wang Chu, dan pertarungan pun seketika itu terjadi saat ratusan kelelawar telah menyatu dan membentuk tubuh Yiwu.
Shio Fang merasa kesal karena simbol kelelawar di lengan kanannya masih tak dapat dihilangkannya, walaupun saat ini Shio Fang telah menggunakan kekuatan spritual kehampaan suci dan gerbang hitam untuk dapat melepaskan simbol kelelawar hitam itu dari tubuhnya.
"Kekuatan laki laki tua yang bernama Yiwu benar-benar sangat hebat, walaupun saat ini aku telah menggunakan kekuatan spritual kehampaan suci dan gerbang hitam, masih saja aku tak mampu untuk melepaskan simbol kelelawar ini".
"Aku harus membantu tetua Wang Chu untuk melenyapkannya, karena hanya itu satu-satunya cara untuk dapat melepaskan simbol kelelawar hitam yang ada di tubuhku ini," batin Shio Fang dengan menatap tajam kearah pertarungan antara tetua Wang Chu dan Yiwu.
__ADS_1
Belum sempat Shio Fang melesat kearah pertarungan kedua praktisi yang berbeda alam itu, tiba tiba suara laki laki tua menggema dan sangat jelas terdengar di telinga nya.
"Anak muda mau kemana kau..., ha..ha..ha.., hari ini adalah hari terakhir kau berada dan bernafas di alam surgawi ini, karena hari ini aku akan melenyapkan nyawamu," ucap perdana Mentri Oyang Hong yang tiba-tiba saja telah menghadang langkah Shio Fang.
"Oyang Hong..., 7 praktisi kuat yang memuncaki tahta praktisi hebat di alam cahaya surgawi ya...., kau jangan berlebihan seperti itu seakan akan kau dapat melenyapkanku dengan mudah. Majulah aku ingin melihat kemampuan mu dalam membunuhku," tantang Shio Fang.
Perdana menteri Oyang Hong seketika itu juga murka dan langsung menyerang kerah Shio Fang hingga pertarungan diantara keduanya pun terjadi.
Perdana Mentri Oyang Hong yang merupakan salah satu praktisi puncak di alam surgawi, begitu sangat meremehkan Shio Fang namun kenyataannya sampai beberapa waktu telah berlalu, sang perdana Mentri belum jaga dapat mengalahkan Shio Fang.
Sementara di tempat lain, pertarungan sengit antara tetua Wang Chu dan Yiwu telah mencapai titik terang siapa yang lebih kuat di antara mereka.
Tampak diangkasa naga hijau raksasa kini telah berselimutkan ratusan ribu kelelawar, hingga naga hijau tak bisa terlihat keberadaannya karena yang terlihat hanyalah gumpalan hitam raksasa di langit, dan hal itu membuat naga hijau begitu sangat kesulitan untuk melepaskan diri dari ribuan kelelawar hitam yang menggerogoti tubuhnya, hingga pada akhirnya satu persatu sisik naga hijau berjatuhan dari angkasa, yang membuat naga hijau mengaum merasakan kesakitan saat luka dari lepasnya sisik naga telah digigit dan disedot darahnya oleh ratusan ribu kelelawar yang saling berebutan untuk mendapatkan luka itu.
Keadaan menyedihkan bagi sang naga membuat keadaan tetua Wang Chu juga dalam bahaya. Darah segar berkali kali di muntahkan dari mulutnya, dan pada akhirnya diapun menarik kembali naga hijau kearahnya hingga sang naga kini telah berubah kembali menjadi sebuah pedang.
Tetua Wang Chu bisa melihat banyaknya retakan kecil di permukaan pedangnya, yang menandakan pedang naga Emperor saat ini tengah mengalami kerusakan.
Tetua Wang Chu kemudian menyeka darah yang keluar dari mulutnya, dan menatap tajam kearah Yiwu.
"Mengapa praktisi Toti dari alam cahaya Yuan bisa sampai ke alam surgawi, dan aku yakin jika dia merupakan seorang praktisi yang menduduki puncak kekuatan di alam Yuan, jika tidak tak mungkin dia dapat melukaiku sampai seperti ini," batin tetua Wang Chu.
__ADS_1
Bersambung