Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Tiba di wilayah surgawi


__ADS_3

Sore hari, sebuah kapal besar meluncur deras di permukaan air laut dengan layar besar yang terkembang, kapal itu melesat cepat menuju ke wilayah surgawi.


Di anjungan kapal nampak Shio Fang tengah menatap kelautan luas. Terdengar ******* dari mulutnya sebelum berucap. "Aku telah kembali" ucapnya dengan binar keceriaan di wajahnya saat akan bertemu kembali dengan para sahabatnya yang berada di Akademi Kunlun.


Saat ini Shio Fang ada ke inginan untuk segera pulang ke rumah, karena telah lama dirinya telah meninggalkan kampung halaman, dan hal itu membuatnya sangat merindukan ayah dan ibunya yang telah lama tak bertemu.


"Aku akan menemui tetua agung di menara surga, setelah itu aku akan meminta ijin kepadanya untuk pulang ke rumah," gumam Shio Fang.


Tiba tiba lamunan Shio Fang terhenti saat dia merasakan adanya tekanan kuat dari salah satu penumpang yang ada di dalam kapal, Shio Fang dapat merasakan tekanan yang mampu membuat ranah jiwanya bergetar, kekuatan besar itu berasal dari tubuh seorang wanita tua yang tengah bersama cucu perempuannya yang berada tak jauh darinya.


"Kekuatan spritual jiwa wanita tua itu telah berada di puncak tingkat langit meluas, semoga saja dia tak dapat mendeteksi kekuatan spritual ku karena hal itu akan membuat wanita itu akan mencoba kekuatan jiwanya padaku," batin Shio Fang dengan buru buru menyembunyikan tingkat kekuatan yang dimilikinya, karena Shio Fang tak mau memperlihatkan tingkat kekuatan spritual Kaisar pelahap kekosongan yang dimilikinya.


"Anak muda kemarilah...!!" panggil wanita tua itu tiba tiba.


Buru buru Shio Fang menghilangkan rasa keterkejutannya saat dipanggil oleh wanita tua itu, Shio Fang tersenyum sejenak kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah wanita tua itu sambil berkata. "Apa kah ada yang bisa kubantu tetua?" tanya Shio Fang.


"Apakah kau mengetahui keberadaan menara surga di akademi pusat Kunlun?" tanya wanita tua itu yang memperkenalkan dirinya bernama Yao Ling dan cucunya bernama Yao Lin.


"Bukan rahasia lagi mengenai pelatihan murid di menara surga, yang mampu menciptakan praktisi-fraksi muda berbakat dalam kurun waktu yang tak begitu lama, sehingga Akademi Kunlun begitu terkenal di wilayah Surgawi dan banyak anak muda berbakat yang ingin memperdalam teknik bela dirinya di akademi itu".


"Jika tetua menanyakan mengenai keberadaan menara surga kepadaku, maka aku akan mengatakan jika aku mengetahui keberadaan akademi itu dengan pasti," jawab Shio Fang.


Tetua Yao Ling dapat melihat ekspresi ketenangan di wajah anak muda yang ada di hadapannya saat menjawab semua pertanyaan yang diberikannya, sehingga tetua Yao Ling dapat merasakan jika pemuda yang bernama Shio Fang merupakan praktisi muda berbakat dari daratan tengah, yang akan mencari peruntungannya di wilayah surgawi.


"Apakah kau pernah ke sana sebelumnya?" tanya tetua Yao Ling penuh selidik.


Shio Fang yang tak ingin pertanyaan tetua Yao Ling semakin dalam kepadanya, dia pun sesegera mungkin mengalihkan pembicaraan itu.

__ADS_1


Aku memang pernah ke sana untuk sesaat mengikuti pelatihan, namun setelah itu aku kembali ke daratan tengah untuk memperdalam teknik alkemis yang kumiliki, di guild Alkemis yang berada di kota langit surgawi," jawab Shio Fang.


"Penatua Fong Sha dari guild Alkemis juga merupakan sahabat lamaku, kau beruntung karena bisa menjadi murid di sana," ucap tetua Yao Ling dengan senyuman di wajahnya.


"Tetua.., apakah anda akan pergi ke Akademi pusat Kunlun?" tanya Shio Fang tiba tiba.


"Benar sekali, aku dan penatua Xuan Yuan adalah teman lama, aku sengaja membawa cucuku Yao Lin untuk bertanding dengan salah satu murid Xuan Yuan dari kesepakatan 5 tahun yang lalu, untuk menentukan siapa yang terkuat di antara kami berdua lewat pertarungan di antara murid," jawab tetua Yao Ling.


Shio Fang menarik nafas dalam-dalam saat mendengar perkataan dari tetua Yao Ling, dia tak menyangka jika kedatangannya kembali ke menara surga, akan langsung disambut dengan adanya pertarungan besar diantara kedua murid utama tetua Yao Ling dan penatua Xuan Yuan.


Karena saat ini murid penatua Xuan Yuan hanyalah Shio Fang dan Zheng long, hal itu membuat Shio Fang merasa jika salah satu di antara mereka yang nantinya akan menghadapi Yao Lin, dalam kesepakatan 5 tahun.


"Aku ingin sesaat melepas lelah setelah perjalanan panjangku selama 2 tahun di daratan tengah, semoga penatua Xuan Yuan menunjuk Zheng long untuk bertanding dengan Yao Lin," gumam Shio Fang dalam hati.


Pembicaraan ringan pun terjadi beberapa saat lamanya, setelah itu Shio Fang berpamitan untuk beristirahat.


Shio Fang tak langsung menuju ke akademi Kunlun, dia ingin sedikit menikmati makanan lezat di dalam kota sebelum kembali ke akademi Kunlun.


Di dalam sebuah rumah makan besar, Shio Fang mendengar dari perbincangan beberapa praktisi yang ikut makan di dalam rumah makan tersebut, mereka semua membicarakan kemunculan sekte besar yang sangat kuat bernama sekte jiwa.


Sepak terjang sekte jiwa begitu sangat meresahkan, mereka telah menghabisi beberapa sekte kecil dan klan yang berpengaruh di dalam wilayah kekaisaran cahaya surga, dan mengambil roh jiwa para anggota sekte dan klan tersebut dengan tujuan tertentu.


Dari pembicaraan para praktisi itu, Shio Fang dapat mengetahui jika keberadaan sekte jiwa sampai saat ini tak diketahui keberadaannya, dan sepertinya sekte kuat itu dapat memiliki alamnya sendiri.


"Melihat sepak terjang sekte jiwa, mengapa sama persis dengan sepak terjang yang dimiliki sekte api iblis hitam di daratan tengah, yang juga mengumpulkan jiwa-jiwa para praktisi kuat dengan tujuan tertentu. Jangan jangan kedua sekte besar itu memiliki hubungan, dan jika hal itu benar-benar terjadi maka akan sangat sulit menghancurkan kedua sekte besar itu," batin Shio Fang.


Karena lapar yang mendera, Shio Fang tak lagi mendengarkan percakapan di antara para pengunjung rumah makan, Shio Fang fokus dengan hidangan lezat yang ada di depan matanya.

__ADS_1


Tanpa ragu, Shio Fang mulai memakan makanan yang terhidang diatas meja, sampai pada satu ketika seorang pemuda dan seorang wanita berpakaian bangsawan masuk ke tempat itu, ditemani oleh puluhan prajurit istana.


"Menyingkir..., tempat ini akan di pakai pangeran ke dua dan putri Lu Zhi untuk beristirahat," ucap seorang prajurit berbadan kekar menyuruh beberapa pengunjung untuk meninggalkan mejanya.


Mengetahui jika rombongan itu merupakan rombongan dari pangeran kedua dan Putri Lu Zhi, membuat para praktisi yang berada di tempat itu segera menyingkir dari mejanya, akan tetapi Shio Fang masih tetap santai menikmati makannya sehingga prajurit berbadan kekar segera menghampirinya.


"Apakah kau tuli sehingga tak mendengar perkataanku," bentak prajurit berbadan kekar.


Shio Fang tak memperdulikan perkataan prajurit itu dengan tetap makan makanan yang terhidang di hadapannya.


Sikap Shio Fang yang tak memperdulikannya membuat prajurit berbadan kekar berang, sehingga langsung menghantamkan tinjunya kearah meja Shio Fang yang di penuhi banyak makanan.


Shio Fang segera menjejakkan kaki kanannya ke tanah, sehingga aura spiritualnya seketika itu juga membungkus meja yang ada di hadapannya.


Bukannya hancur, meja itu malah membuat tangan prajurit berbadan kekar itu seperti menghantam sebuah besi baja yang sangat kokoh, sehingga pekik kesakitan keluar dari mulutnya saat merasakan tulang ditangan kanannya retak di beberapa tempat.


Semua orang yang berada di dalam rumah makan sangat terkejut termasuk pangeran kedua dan Putri Lu Zhi, yang membuat pangeran segera menghampiri Shio Fang dan berkata.


"Maafkan atas ketidaksopanan prajuritku kepada anda, aku pangeran kedua secara langsung meminta maaf akan hal itu," ucap pangeran ke dua.


Shio Fang sesaat melirik ke arah pangeran ke dua dan menganggukan kepalanya, kemudian Shio Fang kembali melanjutkan makannya.


Putri Lu Zhi seketika itu tersulut amarahnya saat melihat pemuda yang tengah duduk makan, seperti tak menggubris keberadaan pangeran di tempat itu.


Dengan cepat diapun lantas mengeluarkan pedangnya, dan langsung menyerang ke arah Shio Fang.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2