
"Masuklah putri" ucap Shio Fang mempersilahkan Putri Bilqis masuk ke dalam kamar nya.
Dengan ragu ragu putri Bilqis masuk kedalam kamar itu, kemudian diapun berkata.
"Bagai mana keadaanmu kak ?" tanya sang putri.
"Seperti yang kau lihat sendiri aku baik baik saja," jawab Shio Fang dengan senyum yang merekah di bibirnya.
Terlihat ada kecanggungan di antara mereka berdua, apalagi di pihak putri Bilqis yang sebelumnya telah memutuskan hubungan dengan Shio Fang karena adanya hasutan dari pihak lain.
"Bagai mana keadaan ayah dan ibuku?" tanya Shio Fang memecah kesunyian dan kecanggungan di antara mereka berdua, setelah mereka saling diam untuk beberapa saat lamanya.
"Paman dan bibi dalam keadaan sehat, mereka berdua begitu sangat merindukanmu, kak Shio Fang kapan Kau kembali pulang?" tanya putri Bilqis.
"Aku pasti pulang tapi tidak saat ini karena masih banyak hal yang harus ku kerjakan," jawab Shio Fang.
Tiba tiba terdengar suara ketukan di depan pintu, hal itu membuat Shio Fang dan putri Bilqis secara bersamaan memalingkan muka kearah pintu, dan tampak di depan pintu seorang wanita cantik dengan pakaian serba putih tengah berdiri di sana.
"Pitri Cin Cin....!?, celaka....!!, bagaimana dia bisa berada di sini?, Ah ..., ini akan menjadi hari yang sulit bagi karena kehadirannya akan membuat masalah baru di tempat ini," batin Shio Fang.
Shio Fang menarik napas dalam dalam kemudian dia pun berkata
"Masuklah putri Cin Cin," ucap Shio Fang.
Putri Cin Cin sesaat menatap kearah putri Bilqis sehingga tatapan keduanya kini saling beradu dan tampak terlihat kilatan kecemburuan di mata keduanya, putri Bilqis pada akhirnya melangkah masuk ke dalam ruangan itu.
Putri Cin Cin datang menghampiri Shio Fang tanpa memperdulikan Putri Bilqis yang ada di tempat itu, hingga membuat hati putri Bilqis bertanya tanya siapa sebenarnya wanita yang datang menemui Shio Fang.
"Kak Shio Fang bagai mana keadaanmu?" tanya putri Cin Cin.
"Saat ini aku masih terluka dalam dan mungkin dalam beberapa hari ke depan tubuhku akan pulih seperti sediakala," jawab Shio Fang.
"Kak Shio Fang, aku membawakanmu pil untuk membantumu pulih dengan cepat, dan kuharap kak Shio Fang mau menerimanya," ucap putri Cin Cin.
Di sisi lain, putri Bilqis yang melihat jika wanita muda itu ingin memberikan kebaikan dengan memberikan pil obat kepada Shio Fang, membuatnya geram karena dia tak ingin melihat ada seorang wanita yang mencoba mendekati Shio Fang dengan memberikan simpati di depan matanya.
__ADS_1
"Aku juga memiliki pil untuk membantu kak Shio Fang pulih dengan cepat, dan kuharap kak Shio Fang mau menerimanya," ucap putri Bilqis tiba tiba.
Shio Fang saat ini dihadapkan dengan dua pilihan yang sangat sulit, jika dirinya memilih salah satu pil obat itu maka yang lainnya akan merasa iri, dan jika dirinya mengambil dua-duanya maka hal itu akan membuat keduanya menjadi tersaingi satu dengan yang lainnya.
Saat ini Shio Fang dapat melihat kilatan amarah di mata keduanya, dan yang di takuti Shio Fang pada akhirnya terjadi juga.
"Aku tak akan membiarkan mu berada di sisi kak Shio Fang, karena aku telah mencintainya," ucap putri Cin Cin dengan penekanan di perkataannya.
"Aku tak akan membiarkanmu mencintai kak Shio Fang, karena aku sedari kecil telah di jodohkan dengannya" timpal putri bilqis tak kalah sengitnya.
"Jika begitu lebih baik kita bertarung untuk pembuktian siapa yang pantas berada disisi kak Shio Fang," ucap putri Cin Cin.
Sebelum putri Bilqis menjawab tantangan putri Cin Cin, tiba-tiba saja Shio Fang berteriak.
"Hentikan...!!, jika kalian berdua akan bertarung maka untuk selamanya kalian tak akan dapat bertemu dengan ku lagi," Ancam Shio Fang.
Kedua Putri itu pada akhirnya terdiam karena melihat keseriusan di wajah Shio Fang atas perkataannya, dan pada akhirnya putri Cin Cin yang sedikit tahu karakter pemuda yang dicintainya itu lantas berkata.
"Kak Shio Fang, aku takkan pernah bertarung dengannya dan kau tak usah khawatirkan hal itu, sekarang beristirahat lah yang cukup karena kau memerlukan banyak energi untuk memulihkan tubuh mu," ucap putri Cin Cin kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.
Namun sebelum Putri Bilqis menghilang Shio Fang kemudian berkata. "Jika kau masih ingin bersamaku di masa depan, maka aku ingin kau menghindari pertarungan mu dengan putri Cin Cin," ucap nya.
Putri Bilqis terkejut karena Shio Fang dapat membaca hatinya, karena tak ingin permasalahan kembali terjadi di saat benih mulai tumbuh kembali, putri Bilqis lalu tersenyum kemudian menjawab perkataan dari Shio Fang.
"Aku akan mendengarkan perkataanmu dengan tidak bertarung dengannya," ucap putri Bilqis kemudian berlalu pergi meninggalkan ruangan kamar itu.
Di malam hari, di saat semua orang tengah terlelap di dalam tidurnya, seorang laki laki muda datang menghampiri Shio Fang, dia adalah Shio Ju saudara angkat Shio Fang yang merupakan ras dari binatang Magic.
"Kak Shio Fang, bagai mana keadaan mu?" tanya Shio Ju.
"Kondisiku masih buruk, luka dalam yang ku derita benar-benar telah membuat beberapa Meridian vital di tubuhku mengalami kerusakan, dan jika terus di biarkan bisa saja aku akan mengalami kelumpuhan," jawab Shio Fang.
"Kak Shio Fang aku akan membantumu untuk pulih dengan cepat, setelah kau pulih aku akan membicarakan hal penting denganmu.," ucap Shio Ju.
Shio Fang begitu sangat penasaran dengan apa yang ingin dikatakan oleh Shio Ju, namun dia tak ingin menanyakan secara mendetail mengenai hal itu, biar Shio Ju sendiri yang mengatakan kepadanya mengenai apa yang ingin dibicarakannya itu.
__ADS_1
Shio Ju pada dasarnya merupakan binatang magic puncak tertinggi di ranah kaisar, segera membentuk segel pelindung di sekitar ruangan, dan tak lama kemudian tubuhnya tiba-tiba saja berubah membentuk seekor ular piton raksasa dengan tanduk di kepala yang membentuk seperti mahkota, dia adalah Raja ular piton salju jaman kuno.
Berubahnya Shio Ju menjadi ular piton salju, membuat aura di dalam ruangan itu begitu sangat dingin sedingin es.
Tak lama kemudian ular piton salju itu pun berkata. "Kak Shio Fang bersiaplah untuk melakukan pemulihan luka dalam di tubuh mu, dan mungkin dalam melakukan pemulihan itu kau akan merasakan kesakitan, namun itu hanya sekejap Karena setelah energi murni ku telah menguasai seluruh tubuhmu maka kau tak akan merasakan kesakitan lagi," ucap raja piton salju.
Shio Fang menganggukkan kepalanya, dia pun kemudian duduk bersila dan mulai membuka diri untuk menerima energi murni yang akan dimasukkan oleh raja piton salju ke dalam tubuhnya.
Melihat Shio Fang telah siap untuk menerima energi murni darinya, raja piton salju kemudian menuju ke belakang Shio Fang dan seketika itu juga dia menghembuskan udara dingin dari mulutnya kearah Shio Fang.
Shio Fang dapat merasakan energi dingin yang masuk kedalam tubuhnya, yang membawa rasa sakit seperti tertusuk tusuk ribuan jarum yang mendalam.
Shio Fang berusaha sekuat mungkin untuk menahan rasa sakit itu, yang semakin lama semakin menjalar keseluruh tubuhnya.
Setelah sekian lama menahan rasa sakit itu, tiba tiba saja Shio Fang merasakan jika kekuatan di dalam tubuhnya mulai meningkat, dan luka dalam yang di deritanya telah berangsur angsur pulih kembali.
Setelah penyembuhan yang di lakukan oleh raja piton salju berhasil kepadanya, kini Shio Fang di kejutkan saat melihat keadaan raja piton salju yang telah berubah menjadi ular piton sepanjang satu meter yang berada di hadapannya.
"Shio Ju katakan padaku mengapa kau bisa berubah seperti ini?" tanya Shio Fang.
"Kak Shio Fang telah menghisap banyak energi murni di tubuhku sehingga hampir 75 persen energi murni di tubuhku menghilang. Aku akan kembali memulihkan energi tubuhku bersama benih jiwa teratai salju di dalam dantian kak Shio Fang, dan kuharap kak Shio Fang mengijinkannya," ucap Shio Ju.
"Kau bisa berada di dantianku untuk memulihkan diri, karena aku masih membutuhkanmu dalam perburuan kristal giok nirwana bersamaku," ucap Shio Fang.
"Trimakasih kak Shio Fang, saat ini aku akan membutuhkan waktu 3 bulan untuk pemulihan ku, dan sebelum aku melakukan pemulihan diri aku akan mengatakan sesuatu mengenai kak Shio Zen," ucap raja piton salju.
"Shio Zen..?, Shio Ju katakan padaku apa yang kau ketahui tentang dirinya," tanya Shio Fang.
"Aku merasakan jejak spiritual di dalam tubuhnya, sepertinya jejak spiritual itu sengaja ditinggalkan oleh seorang praktisi kuat, agar kita segera menemui praktisi kuat yang meninggalkan jejak Spritual itu," ucap raja piton salju.
Shio Fang terdiam sesaat dan tak lama kemudian dia pun berkata. "Aku akan mengurus semua itu, dan sekarang ada baiknya kau segera memulihkan dirimu di dalam dantianku," ucap Shio Fang.
"Baik kak".
Setelah berkata seperti itu tubuh Raja piton salju kini berubah menjadi cahaya putih, dan tak lama kemudian cahaya putih itu masuk ke dalam tubuh Shio Fang.
__ADS_1
Bersambung