
Mendengar Asosiasi serikat dagang yang menyediakan berbagai bahan obat yang di butuhkannya, Shio Fang segera mengajak paman Li untuk menuju ke sana.
Karena letak keberadaan Asosiasi dagang terlalu jauh dan kebetulan di dekat tempanya berada terdapat toko yang menjual kereta kuda, Shio Fang mampir ketempat itu untuk melihat lihat kereta kuda yang di pajang.
"Berapakah harga kereta kuda di tempat ini?" tanya Shio Fang.
"Kereta kuda dan dua ekor kuda yang menarik kereta kuda ini memiliki harga 150 koin emas, tuan boleh melihat lihat dulu kuda kuda yang akan menarik kereta kuda ini jika tuan menginginkan kereta kuda," ucap pemilik toko.
"Baiklah..., aku akan melihat lihat kuda kudanya terlebih dahulu," jawab Shio Fang.
Pemilik toko membawa Shio Fang melihat lihat kuda yang berada di kandang.
Karena masih ada tamu yang ingin melihat kereta kuda, pemilik toko pada akhirnya meninggalkan Shio Fang, dan menyuruh dua orang pelayan yang merawat kandang untuk menemaninya.
"Aku menginginkan kuda jantan yang bagus dan juga muda, jika kalian membawakan kuda jantan itu padaku maka aku akan memberikan kalian masing masing 10 koin emas," ucap Shio Fang.
Kedua laki laki yang merupakan pengurus kuda begitu sangat terkejut dengan perkataan Shio Fang, tanpa pikir panjang keduanya bergegas menuju ke arah dua kuda hitam yang berbaur dengan kuda lainnya di dalam kandang, dan membawanya ke hadapan Shio Fang.
"Tuan..., ini adalah kuda terbaik di sini, tuan bisa membeli kuda ini," ucap salah seorang pelayan.
Shio Fang kemudian mengeluarkan 20 koin emas, dan memberikan masing masing 10 koin emas kepada pelayan itu.
"Ambillah, kalian berhak mendapatkannya," ucap Shio Fang.
"Terimakasih tuan," jawab kedua pelayan itu dengan wajah ceria.
Setelah membayar kereta kuda lengkap dengan kudanya, Shio Fang dan paman Li berangkat menuju ke Asosiasi serikat dagang. Di atas kereta kuda paman Li mempertanyakan mengapa Shio Fang sebaik itu kepada kedua pelayan yang merawat kuda, dengan memberikan mereka berdua masing-masing 10 koin emas secara cuma-cuma.
"Aku sengaja memberikan 20 koin emas itu paman, karena aku merasa iba melihat mereka berdua merawat kuda sebanyak itu, selain itu mereka pasti bukanlah orang yang berada karena mau berbaur dengan kotoran-kotoran kuda yang berada di kandang, dan semoga saja koin emas itu bisa bermanfaat bagi mereka," ucap Shio Fang.
__ADS_1
Paman Li tak menyangka jika Shio Fang memiliki hati yang mulia, dan diapun berandai andai jika Shio Fang menjadi pasangan hidup putrinya, tentu putrinya akan menjadi wanita paling berbahagia karena memiliki suami baik seperti Shio Fang , namun lamunan itu segera buyar saat Paman Li mengingat nasib putrinya yang kini terbaring tak berdaya di pembaringan nya, membuat paman Li hanya dapat menarik napas dalam dalam untuk melepaskan beban di hatinya.
Akhirnya kereta kuda sampai di depan Asosiasi dagang, mereka berdua turun dari kereta kuda dan langsung menuju ke dalam bangunan besar yang merupakan gedung asosiasi dagang.
Assosiasi dagang begitu ramai dengan pengunjung, dan rata rata pengunjung merupakan para praktisi beladiri yang ada di kota langit surgawi.
Shio Fang langsung menuju ke tempat di mana terdapat bahan obat obatan berada, Shio Fang lalu menyerahkan kertas yang telah tertulis 5 tumbuhan obat yang di butuhkannya dalam membuat pil obat.
Pelayan yang ada di tempat itu segera membawa 5 tumbuhan obat itu di hadapan Shio Fang.
"Untung saja tumbuhan anggur jiwa ini masih tersisa 1 buah, jika tidak tuan harus pergi ke kota kekaisaran di mana pusat Asosiasi dagang untuk mendapatkannya.
"Semua tumbuhan ini seharga 500 koin emas," ucap sang pelayan.
Shio Fang mengganggukkan kepalanya, kemudian mengibaskan tangan kanannya maka 5 kantong berisi masing masing 100 koin emas telah berada di atas meja.
Paman lie benar benar dibuat terheran heran, dia tak menyangka jika Shio Fang yang terlihat biasa biasa saja, memiliki kekayaan yang berlimpah, seperti dia tak memikirkan begitu banyak koin emas yang di keluarkan untuk sesuatu yang di inginkannya.
"Maaf tuan..., tumbuhan yang tuan inginkan telah habis, terakhir tuan muda ini yang membelinya. Jika tuan ingin mendapatkan tumbuhan obat itu, tuan bisa pergi ke Asosiasi pusat yang berada di kota ke kaisaran," ucap sang pelayan.
Mengetahui jika Shio Fang memiliki tumbuhan obat yang di inginkannya, pemuda itu langsung meminta kepada Shio Fang untuk memberikan tumbuhan obat anggur jiwa padanya.
"Aku menginginkan tumbuhan anggur jiwa yang ada pada anda, dan kuharap anda dapat memberikan nya kepadaku, dan aku akan membayar dua kali lipat dari harga jual anggur jiwa itu di Asosiasi dagang ini," ucap laki-laki bertubuh kekar itu.
"Aku juga membutuhkan tumbuhan obat itu sama sepertimu, dan aku tak bisa memberikan tumbuhan obat itu kepada anda," jawab Shio Fang kemudian mengajak paman Li untuk pergi dari tempat itu.
"Tunggu...!!, kau telah mencari masalah dengan klan Yundai, dan jika kau tak memberikan tumbuhan obat itu maka aku sendiri yang akan menghancurkanmu," ucap laki laki kekar itu dengan penekanan di perkataannya.
"Aku tak pernah takut kepada siapapun jika aku merasa benar, dan aku tak pernah takut dengan ancamanmu!!" jawab Shio Fang.
__ADS_1
Paman Li segera membisikkan sesuatu di telinga Shio Fang. "Nak Shio Fang.., aku ingin kau tak berurusan dengan Clan Yundai, karena Clan itu pasti akan mencari kita".
"Aku yakin kau mempunyai kekuatan hebat untuk dapat melawan Clan Yundai, tapi bagai mana dengan Aku dan keluargaku, kami pasti akan terancam dengan adanya masalah ini," bisik paman Li.
"Shio Fang mengerti arah pembicaraan paman Li, namun Shio Fang tetap tak ingin memberikan tumbuhan anggur jiwa kepada pemuda kekar itu, karena dalam pemurnian pil obat yang akan di lakukannya, kelima bahan itu harus lengkap tanpa ada satu bahan pun yang kurang.
"Paman tak usah khawatir, aku akan menyelesaikan masalah ini dengan sebaik mungkin," jawab Shio Fang.
Shio Fang kini dihadapkan dengan beberapa praktisi beladiri dari Clan Yundai yang telah bergabung dengan laki laki kekar di hadapannya, sehingga membuat suasana di dalam Asosiasi dagang mulai tak kondusif lagi.
Para praktisi yang merupakan pengunjung yang berada di dalam Asosiasi dagang, bukannya mencari solusi dengan permasalahan yang ada, mereka malah memilih menjadi penonton perseteruan yang terjadi antara Shio Fang dan para praktisi dari Clan Yundai.
Menejer Asosiasi datang ketempat itu untuk menengahi masalah yang ada, dengan menyuruh Shio Fang memberikan tumbuhan anggur jiwa kepada praktisi beladiri dari Clan Yundai agar permasalahan yang ada bisa selesai.
Shio Fang seperti disepelekan oleh manajer yang lebih memihak ke Clan Yundai, membuat Shio Fang segera mengeluarkan plakat emas pemberian dari putra mahkota kekaisaran cahaya ilahi.
Melihat plakat itu sang manager menjadi sangat terkejut, begitupun dengan Clan Yundai yang tadinya ingin menghancurkan Shio Fang, seketika itu juga terdiam dan tak bisa berkata apa-apa lagi.
"Aku tau kalian merupakan Clan besar di wilayah kota langit Surgawi, tapi aku bisa membuat Clan kalian hilang dari kota ini dengan mudah semudah aku membalikkan telapak tanganku," ucap Shio Fang.
Laki laki kekar yang tadinya begitu ngotot untuk mendapatkan tumbuhan anggur jiwa dari Shio Fang, segera menangkupkan tangannya di depan dada memberi hormat kepada Shio Fang.
"Maafkan kami tuan muda, kami tak mengetahui jika tuan muda merupakan bagian dari putra mahkota, dan untuk itu kami tak akan meminta lagi tumbuhan anggur jiwa itu, karena kami semua akan pergi mencarinya di kekaisaran kota Cahaya ilahi," jawab laki laki kekar itu.
"Baiklah jika kalian telah mengakui kesalahan yang kalian lakukan, maka permasalahan ini ku anggap berakhir sampai di sini," ucap Shio Fang.
"Trimakasih tuan muda," ucap laki laki kekar itu, kemudian para praktisi dari Clan Yundai pada akhirnya memilih meninggalkan asosiasi dagang, dari pada Shio Fang berubah pikiran dengan menghancurkan Clannya melalui pasukan besar yang di miliki putra mahkota.
Shio Fang menatap kepergian para praktisi beladiri yang dimiliki Clan Yundai, dan dia tak menyangka plakat pemberian dari putra mahkota bisa berpengaruh begitu sangat kuat di kota langit Surgawi.
__ADS_1
Bersambung