
Shio Fang begitu tak tega melihat Shio Zen hanya bisa terbaring di pembaringan, Shio Fang tahu betul Jika seorang praktisi yang tak bisa lagi melakukan kultivasi, sama halnya jika praktisi itu telah dianggap mati.
"Shio Ju bagaimana perkembangan Shio Zen saat ini?" tanya Shio Fang.
"Dari fisik dan luka-luka yang berada di tubuhnya, Shio Zen telah banyak mengalami kemajuan kesembuhan, namun sayang kak Shio Zen saat ini tak bisa melakukan kultivasi karena dantian yang ada di dalam tubuhnya telah rusak," jawab Shio Ju.
"Shio Ju, apakah kamu mengetahui bagaimana cara untuk membangkitkan Dantian Shio Zen kembali," tanya Shio Fang.
Shio Ju perlahan menggelengkan kepalanya kemudian dia pun berkata. "Selama aku hidup beratus-ratus tahun lamanya, tak ada satu pun Alkemis maupun praktisi tingkat tinggi yang mampu membangkitkan dantian seseorang yang telah rusak, kecuali ada praktisi yang sangat kuat yang rela berkorban untuk memberikan dantiannya, maka praktisi yang dantiannya telah hancur akan mendapatkan Dantian baru," jawab Shio Ju.
"Sepertinya dalam masalah yang dihadapi Shio Zen akan sangat sulit mendapatkan solusinya, di alam surgawi ini tak mungkin ada seorang praktisi kuat yang akan memberikan dantiannya kepada orang lain, karena hal itu akan membuat praktisi yang bersangkutan kehilangan seluruh kultivasinya karena telah diberikan ke orang itu," ucap Shio Fang.
"Lantas apa yang harus kita perbuat saat ini, kak Shio Zen pasti sangat terpukul jika mengetahui dantiannya tak bisa lagi menampung energi murni, yang tentu saja hal itu membuatnya tak bisa melakukan kultivasi," ucap Shio Ju.
Shio Fang kemudian menarik nafas dalam-dalam dan berkata. "Saat ini Shio Zen membutuhkan orang-orang terdekatnya sehingga dia akan dapat menjalani kehidupannya kembali, dan kita sebagai saudaranya harus selalu memberikan semangat kepada nya, karena hanya itu salah satu cara untuk membuat Shio Zen perlahan-lahan akan dapat menerima keadaannya," ucap Shio Fang.
"Kau benar kak Shio Fang, kita harus selalu memberikan semangat pada Shio Zen agar dia tak beranggapan jika kita telah meninggalkannya, setelah keterpurukan yang dialami dengan kehilangan dantiannya." ucap Shio Ju.
Shio Fang menganggukkan kepala nya kemudian menatap kearah Shio Zen yang tengah terlelap di atas pembaringan, kemudian tatapannya diarahkan ke pada Shio Ju sambil berkata. "Aku ingin kau tetap menjaganya di tempat ini sampai aku menyelesaikan turnamen kompetisi yang tengah berlangsung, karena setelah itu aku akan berusaha semampuku untuk mencari apapun itu yang dapat mengembalikan Dantian Shio Zen yang rusak," ucap Shio Fang.
Shio Ju tersenyum dengan penuh arti, dia tak menyangka jika ikatan persaudaraan tanpa adanya ikatan darah yang telah dilakukan olehnya dan seluruh saudara angkatnya, begitu sangat luar biasa mendalam hingga membuatnya merasa kehangatan dan keharuan di dalam hatinya.
__ADS_1
Tak lama kemudian Shio Fang pada akhirnya meninggalkan ruangan kamar itu, tujuannya saat ini adalah berkultivasi agar besok kekuatannya dapat meningkat dan pulih seperti sedia kala.
Di dalam kamarnya, Shio Fang kemudian duduk bersila di atas pembaringan untuk melakukan kultivasi, aura murni yang sangat kuat seketika itu memancar dari tubuh Shio Fang dan menyelimutinya.
Di dalam kultivasinya itu, Shio Fang saat ini tengah berada di dalam gerbang hitam, disana Shio Fang dapat merasakan banyak sekali energi murni dari para praktisi yang sebelumnya telah terisap dan terurai oleh kekuatan pelahap.
"Mengapa baru sekarang aku menyadari jika gerbang hitam ini memiliki banyak energi murni yang berlimpah di dalamnya, energi murni yang sebelumnya berasal para praktisi kuat yang terperangkap ke dalam gerbang hitam"..
Dengan kemampuan ratu siluman Yuan Zizi dalam pertarungannya di masa lalu melawan para praktisi praktisi hebat menggunakan gerbang hitam, pasti banyak juga benda-benda pusaka yang terperangkap di dalamnya, dan tentunya jika benda-benda pusaka milik para praktisi hebat itu masih berada dalam gerbang hitam, hal itu pasti akan dapat berguna banyak bagiku di masa depan".
"Saat ini aku telah menguasai kekuatan pelahap kekosongan yang berada di dalam gerbang hitam ini, dan tentunya aku dapat masuk dan melihat apa saja yang belum bisa di uraikan oleh gerbang hitam ini," ucap Shio Fang.
Shio Fang kemudian menjelajahi setiap inci ke kedalaman gerbang hitam, namun sejauh dia menjelajahi gerbang hitam tak ada sedikitpun tanda tanda jika di dalam gerbang hitam memiliki harta Karun yang tak dapat di uraikan oleh gerbang hitam, semua yang berada di dalam gerbang hitam hanyalah sebuah kekosongan dan kegelapan belaka, sehingga Shio Fang berinisiatif untuk menyerap energi murni yang berada di dalam gerbang hitam agar dapat membantunya untuk meningkatkan kekuatan dan pemulihan diri.
Shio Fang kembali membuka matanya, dan bertanya tanya benda apa sebenarnya yang memancarkan kekuatan energi yang sangat kuat seperti itu, yang tak bisa di uraikan oleh kekuatan pelahap gerbang hitam.
Shio Fang yang sangat penasaran dengan keberadaan benda misterius itu, segera melesat cepat masuk lebih dalam ke kedalaman gerbang hitam menggunakan kekuatan ruang dan waktu, untuk lebih mempercepat langkahnya menuju ketempat keberadaan benda asing itu.
Shio Fang dapat merasakan aura energi murni yang sangat kuat, setelah dia berhadapan langsung dengan bola energi sebesar bola kaki yang berselimutkan aura berwarna merah darah yang sangat tirani.
"Pantas saja gerbang hitam tak mampu mengurai benda itu, karena kekuatan yang menyelimutinya begitu sangat kuat dan hampir setara dengan kekuatan tubuh nirwana yang ada padaku," batin Shio Fang.
__ADS_1
Shio Fang kemudian menyelimuti tubuhnya dengan kekuatan semesta tingkat lanjutan, untuk melindungi tubuhnya dari dampak negatif saat mendekat ke arah benda asing yang berwarna merah darah di hadapannya.
Setelah itu Shio Fang melangkahkan kakinya secara perlahan untuk maju kearah benda asing itu, namun setelah 10 meter lagi dia dapat mendekati benda asing berwarna merah darah itu, tiba tiba saja sebuah tekanan daya dorong yang sangat kuat langsung menghempaskan tubuh Shio Fang kebelakang, hingga Shio Fang memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya.
"Apa...?, mengapa bisa benda itu menyerangku di dalam gerbang hitam yang kumiliki, aku dapat merasakan adanya jejak spiritual yang sangat kuat dari praktisi kuat di zaman kuno yang melindunginya, dan aku juga dapat merasakan jika benda ini merupakan sesuatu yang sangat hebat yang begitu berharga yang pernah dimiliki praktisi kuat di zaman itu," batin Shio Fang.
Shio Fang segera memulihkan dirinya kembali dengan bantuan benih jiwa teratai salju dan kitab pengobatan surgawi yang berada di dalam tubuhnya, dan kemudian Shio Fang menggunakan tubuh nirwana pemberian dari dewa Agung untuk dapat melangkah maju ke arah benda asing itu.
"Aku harus bisa mendapatkan benda asing itu, karena firasat ku mengatakan jika benda asing itu dapat membantuku dalam setiap pertarunganku di masa depan," batin Shio Fang.
Dengan menggunakan tubuh nirwananya, Shio Fang terus melesat maju walaupun begitu banyak Serangan yang terus menghalanginya untuk mendekat ke arah benda misterius situ.
"Benda ini tak mudah untuk di taklukan, aku ingin melihat apakah dia dapat menahan kekuatan teratai pemusnahku," gumam Shio Fang.
Shio Fang kemudian menyatukan kekuatan inti es lotus surga dan inti angin misterius menjadi sebuah teratai pemusnah, dengan pancaran Aura murni keemasan yang keluar dari dalam teratai giok.
Ruangan di sekitar tempat itu seketika itu juga telah terdistorsi dan banyak retakan di udara yang mengakibatkan banyak sobekan-sobekan yang membuat seluruh tempat itu bergetar dengan hebat.
Saat Shio Fang akan melemparkan teratai pemusnah petaka surga dengan kekuatan tubuh nirwana yang dimilikinya, tiba-tiba saja Aura merah itu meredup dan muncul sesosok laki-laki tua dengan aura yang sangat menindas yang keluar dari dalam tubuhnya.
"Hentikan anak muda...!!, jika kau melemparkan teratai itu kepadaku maka kau akan menghancurkan apa yang telah kubuat dan menjadi kebanggaan ku di masa lalu," ucap laki-laki tua itu kemudian menghilangkan Aura yang sangat menindas dari dalam tubuhnya.
__ADS_1
"Bukankah laki-laki tua itu merupakan jiwa praktisi kuat di zaman kuno, dan aku bisa melihat jika laki-laki tua itu tak memiliki keinginan untuk melukai ku saat ini," batin Shio Fang.
Bersambung