
Pagi hari, Shio Fang pada akhirnya menemukan kembali kesadarannya setelah melakukan kultivasi di dalam gerbang hitam, dalam melatih kekuatan besar dari pagoda 8 tingkat pemenjara surgawi. Saat ini perlahan lahan diapun membuka matanya dan merasakan pelatihan yang telah di lakukannya di dalam gerbang hitam telah membuatnya menjadi lebih kuat.
Shio Fang dapat merasakan ranah tingkat kekuatannya saat ini telah menembus ranah tingkat semesta bintang satu, semua itu karena Shio Fang telah mempelajari kekuatan dari pagoda pemusnah tingkat 8, dan kali ini Shio Fang telah menguasai dengan sangat sempurna kekuatan hukum dari pagoda tingkat 8 pemenjara surgawi.
Setelah mendapatkan kesadaran sepenuhnya, Shio Fang kemudian membersihkan diri dan bergegas menuju ke tengah kota, tempat keberadaan arena batu yang merupakan arena pertarungan di dalam kompetisi besar yang diadakan di kekaisaran cahaya surga.
Diatas podium para peserta, saat ini tersisa 14 praktisi muda yang akan siap berlaga di arena batu, dan mereka semua saat ini berambisi untuk memenangkan turnamen kompetisi besar yang sebentar lagi akan berlangsung.
Guru Gobin kemudian muncul di arena pertarungan untuk mengumumkan siapa praktisi muda yang akan bertanding di arena batu, dan para penonton yang saat ini semakin memadati podium begitu sangat antusias sekali melihat pertarungan season kedua yang akan digelar.
"Aku akan kembali melanjutkan pertarungan season ke dua yang akan digelar di arena batu, maka persiapkan diri kalian untuk menghadapi pertarungan itu karena keberhasilan kalian untuk menjadi juara tergantung dari pertarungan kalian semua di arena batu," ucap guru Gobin.
Guru Gobin kemudian mengeluarkan segel di tangannya, dan tak lama kemudian segel di telapak tangannya itu telah mengeluarkan 14 bola bola energi bercahaya putih sebesar bola kasti, sebagai pembuktian siapa yang akan menjadi lawan tarung setiap peserta di arena batu.
Setelah ke-14 bola energi telah mengambang di atas arena batu, maka guru Gobin kemudian berkata.
"Kalian pilih 1 bola energi yang akan menuntun kalian untuk mendapatkan lawan tarung, bola energi itu akan menunjukkan siapa lawan tarung dari kalian semua," ucapnya.
Mendengar hal itu, ke-14 peserta telah memilih bola energi masing-masing, dengan menarik bola energi itu menuju ke genggaman tangan para peserta.
Shio Fang yang memegang bola energi putih cemerlang di atas telapak tangan kanannya, tiba tiba saja melihat bola energi itu secara perlahan-lahan mulai berubah warna menjadi warna biru cerah.
Di sisi lain, seorang wanita muda dari sekte pheonix surgawi yang telah mendapatkan bola energi yang juga telah berubah warna menjadi warna biru cerah, mengetahui secara pasti jika dirinya akan melakukan pertarungan pertama di arena batu. Mengetahui hal itu diapun segera mencari bola energi yang bercahaya biru cerah di antara para peserta yang akan menjadi lawan tarungnya, dan matanya pada akhirnya menatap tajam ke arah bola energi cahaya biru cerah di tangan seorang pemuda tampan yang sangat dikenalnya.
__ADS_1
Marilyn yang lebih dikenal dengan nama Dewi Yun Shi, segera menatap tajam ke arah Shio Fang yang saat ini juga menatap tajam ke arah dirinya. Marilyn sama sekali tak ingin memalingkan tatapan matanya ke arah Shio Fang, karena dirinya telah bertekad untuk melakukan pertarungan habis-habisan dengan pemuda yang selama ini telah mewarnai hatinya, dan juga telah memberikan rasa kecewa yang mendalam dengan penghianatan yang dilakukan oleh Shio Fang kepada nya.
"Aku pasti akan mengalahkan mu dengan seluruh kekuatan besar yang ku miliki, arena saat ini aku memiliki warisan tubuh surgawi dari leluhurku yang akan membuatku dapat memenangkan pertarungan melawanmu," batin Marilyn.
Sementara itu, Shio Fang yang melihat tatapan mata tak bersahabat dari Marilyn, begitu sangat yakin jika pertarungan yang akan dilakukan nya dengan Marilyn, tak akan semulus seperti pertarungan-pertarungan yang telah dilakukannya di awal kompetisi, dan Shio Fang saat ini telah memutuskan untuk melakukan pertarungan habis-habisan dengannya, semua itu sebagai pembuktian jika Akademi Kunlun yang diwakili olehnya masih pantas menjadi praktisi besar yang tak tergoyahkan di puncak alam surgawi.
"Yang akan kita lakukan hari ini merupakan pertarungan menyangkut reputasi praktisi besar yang kita wakili, apapun yang menyangkut hubungan pribadi di masa lalu akan di kebelakang kan terlebih dahulu, dan dalam pertarungan ini kau harus menunjukkan kekuatan terbaik mu padaku, jika tidak jangan salahkan aku jika kau harus mengalami kekalahan," batin Shio Fang.
Tiba tiba suara guru Gobin menggema di atas arena batu, dia pun berkata dengan lantang.
"Aku menginginkan pemilik bola energi yang telah berubah warna menjadi biru cerah, agar segera masuk ke arena batu untuk melakukan pertarungannya hari ini, dan untuk para peserta yang telah mendapatkan bola energi yang belum mengeluarkan cahaya harus bersabar, Karena setelah pertarungan pertama berakhir maka bola energi yang ada pada kalian juga akan mengeluarkan cahaya biru cerah," ucap guru Gobin.
Shio Fang yang telah mengetahui jika bola energi yang ada padanya telah berubah warna seperti batu yang dimiliki Marilyn, seketika itu melesat ke arena batu untuk melakukan pertarungan.
Guru Gobin hanya dapat menarik nafas dalam-dalam mengetahui jika kedua praktisi muda yang akan bertarung merupakan praktisi muda yang sebelumnya telah memiliki hubungan pribadi mendalam, hanya dapat menggelengkan kepalanya karena biar bagaimanapun wanita muda yang akan menjadi lawan tarung Shio Fang di arena batu, dahulunya merupakan salah satu murid di akademi Kunlun, dan guru Gobin sedikit banyak tahu mengenai hubungan asmara di antara mereka berdua.
"Karena kalian berdua telah siap untuk melakukan pertarungan di atas arena batu ini, maka pertarungan ini ku nyatakan telah dimulai," ucap guru Gobin.
Setelah berkata seperti itu, guru Gobin pada akhirnya meninggalkan arena batu yang menandakan jika pertarungan diantara mereka berdua telah dimulai.
Di arena batu kedua praktisi muda itu saling terdiam sesaat, dan pada akhirnya merilyn tiba-tiba saja mengeluarkan pedang giok di genggaman tangannya, dengan Aura yang sangat kejam dari tubuhnya.
Shio Fang tak tinggal diam, dia pun segera mengeluarkan pedang luka angin dari dalam cincin ruang yang di milikinya, yang menandakan Jika dia telah siap untuk melakukan pertarungan menghadapi Marilyn.
__ADS_1
Di sisi lain, Marilyn yang sedari tadi telah mengeluarkan akurat kuat dari dalam tubuhnya, seketika itu juga melesat dan menerjang ke arah Shio Fang dengan pedang giok yang langsung menuju ke titik-titik vital di tubuh Shio Fang.
Shio Fang yang bukanlah seorang praktisi muda biasa, seketika itu juga langsung menyambut serangan pedang yang dilakukan marilyn ke arahnya, sehingga pertarungan di antara mereka berdua kini telah terjadi dengan sangat sengit.
Jual beli serangan tak terhindarkan lagi, percikan bunga api terus terlihat saat kedua pedang saling beradu di udara, dan saat ini kedua petarung hanya terlihat bayang-bayang saja yang saling menyerang dan menghindar satu dengan yang lainnya, hingga pada akhirnya suara Marilyn menggema di udara.
"Tarian sayap pheonix...!!"
Tiba tiba Aura yang sangat kejam merembes dari tubuh Marilyn, dan tak lama kemudian tebasan pedang yang berada di genggaman tangannya berkelebat dengan sangat cepat, yang membuat ratusan bayang bayang pedang langsung menuju kearah Shio Fang.
Melihat serangan kejam yang dilakukan oleh Marilyn, membuat Shio Fang segera memutar tubuhnya dan menebaskan pedangnya ke arah ratusan bayangan pedang yang menuju kepadanya sambil berteriak lantang.
"Luka angin musim semi..!!"
Sinar putih berbentuk bulan sabit seketika itu juga menuju ke arah ratusan bayangan pedang, sehingga membuat kedua kekuatan besar itu saling berbenturan di udara.
"Duar...!!"
Ledakan terjadi, yang membuat Shio Fang dan Marilyn mundur beberapa langkah ke belakang.
Shio Fang kemudian menstabilkan tubuhnya kembali, karena benturan kuat dari serangan yang terjadi telah membuat Shio Fang merasakan tekanan yang sangat besar di dalam tubuhnya.
Sementara itu Marilyn juga merasakan efek dari benturan yang terjadi, sehingga membuatnya merasakan jika tangannya yang memegang pedang telah mati rasa dan sulit untuk digerakkan, namun hal itu tak membuat surut keinginan Marilyn dalam mengalahkan Shio Fang, hingga pada akhirnya diapun kembali melesat ke udara dan menebaskan pedangnya ke arah Shio Fang.
__ADS_1
Bersambung