Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Ketua Xin Yue vs Shio Fan Yin.


__ADS_3

Melihat ketua Xin Yue yang akan turun tangan sendiri dalam meringkus Shio Fan Yin, kedua tetua dengan membawa Shang Shan segera pergi meninggalkan arena pertarungan.


Para peserta dan juga penonton yang tadinya memadati arena pertarungan, memilih pergi menjauh karena mereka mengetahui kekuatan ketua Xin Yue saat ini telah mencapai ranah semesta abadi tingkat sempurna, yang akan membahayakan bagi mereka semua jika terlalu dekat dengan arena pertarungan.


Diatas arena pertarungan, ketua Xin Yue dengan percaya diri berkata.


"Ibumu merupakan kekasihku dan aku akan membawanya kembali ke sisiku. Selama 7 tahun aku meningkatkan kekuatanku untuk dapat menyamai kekuatan yang di miliki Shio Fang, dan pada akhirnya aku dapat menyamai tingkat kekuatannya saat ini".


"Dengan kematianmu hari ini maka akan membuat Shio Fang datang ke Sekte Es Abadi untuk mencariku, hingga aku tak akan bersusah payah untuk mencarinya".


"Anak muda anggap saja hari ini merupakan hari naas bagimu, karena aku tak akan berbelas kasih untuk tidak membunuhmu hari ini," ucap ketua Xin Yue sambil mengeluarkan pedang bercahaya biru dari dalam Cin Cin ruangnya.


"Ketua Xin Yue kau terlalu meremehkan aku, dan tak menyadari jika aku bukanlah pemuda yang mudah di tindas".


"Sebelum kita bertarung hari ini, maka aku ingin menanyakan satu hal padamu. Apakah ibuku pernah datang kepadamu sebelum hari di mana ayahku melihat kalian berdua?" tanya Shio Fan Yin.


Ketua Xin Yue tertawa kecil, kemudian menatap Shio Fan Yin lekat lekat, sedetik kemudian diapun berkata.


"Aku akan memenuhi permintaanmu yang terakhir sebelum kau mati. Ibumu tak pernah datang padaku karena saat pertama kami bertemu kembali, adalah saat di mana ayahmu melihat kami berdua bersama dalam satu pelukan hangat, Walaupun di saat itu ibumu lebih memilih Shio Fang dan meninggalkan ku, namun aku masih merasa sangat yakin jika ibumu masih mencintai diriku. Shio Fan Yin aku rasa kau cukup puas dengan jawabanku ini bukan?".

__ADS_1


Shio Fan Yin hanya tersenyum kecil mendengar perkataan ketua Xin Yue, di dalam hati Shio Fan Yin kini dapat bernapas dengan lega, karena mendengar perkataan langsung dari ketua Xin Yue yang telah menyatakan jika ibunya selama ini tak bersalah atas tuduhan perselingkuhan yang dituduhkan oleh sang ayah, yang sebenarnya ibunya datang ke sekte es abadi hanya untuk menemui kawan lamanya.


Shio Fan Yin kemudian berkata. "Ketua aku hanya datang ke tempat ini untuk memastikan kejelasan mengenai masalah yang terjadi antara keretakan hubungan kedua orang tuaku, dan tak berkeinginan untuk melakukan pertarungan dengan mu".


"Namun jika kau masih ingin tetap melakukan pertarungan dengan menginginkan kematianku di dalam pertarungan itu, maka aku pun tak tinggal diam karena aku pun bisa melakukan hal yang sama seperti yang kau inginkan pada diriku," ucap Shio Fan Yin dengan wajah dinginnya.


Aura ranah semesta abadi tingkat sempurna seketika itu juga terpancar dari dalam tubuhnya Shio Fan Yin, yang membuat ketua Xin Yue sangat terkejut melihatnya.


"Anak ini ternyata telah memiliki kemampuan di ranah semesta Abadi tingkat sempurna seperti halnya kekuatan yang kumiliki saat ini. Jika Aku melakukan pertarungan dengannya maka hal itu tak akan pernah mudah untuk mengalahkannya, namun saat ini telah banyak orang yang telah mendengar jika aku akan membunuh pemuda ini dalam sebuah pertarungan, dan hal itu akan menjatuhkan harga diriku jika aku menarik kembali perkataanku," batin ketua Xin Yue.


"Ha..., ha..., ha..., Shio Fan Yin ternyata kau memiliki kemampuan yang setara dengan ku, baiklah jika begitu maka marilah kita bertarung," ucap ketua Xin Yue.


Ketua Xin Yue seketika itu bergerak cepat menebaskan pedang bercahaya biru di tangannya, yang membuat udara seperti terkoyak akibat kecepatan tebasan pedang yang di lakukan ketua Xin Yue.


Ketua Xin Yue kembali menyerang ke arah Shio Fan Yin dengan tebasan dan tusukan pedangnya, yang membuat Shio Fan Yin segera melakukan hal yang sama sehingga pertarungan sengit diantara mereka tak dapat terhindarkan.


Percikan bunga api terus saja keluar saat kedua senjata saling berbenturan, yang membuat suara keras terdengar di mana riak energi yang sangat menakutkan muncul akibat benturan tersebut, sementara udara mengeluarkan suara yang menusuk telinga hingga menimbulkan tekanan yang sangat menakutkan di sekitar tempat terjadinya pertarungan.


Pertarungan dua praktisi yang telah mencapai ranah semesta Abadi tingkat sempurna, benar-benar telah membuat takjub semua mata yang memandang dari kejauhan.

__ADS_1


Seluruh arena pertarungan yang berada di bawah kedua praktisi yang tengah bertarung, kini telah porak-poranda dan tak terbentuk lagi, sementara di area sekitar tempat itu juga telah terdapat banyak lubang yang sangat dalam dengan diameter yang sangat besar, akibat serangan-serangan yang salah sasaran yang tak menemui target masing-masing.


Beberapa waktu terus berlalu namun kedua praktisi masih belum menunjukkan siapa pemenang dari pertarungan itu, karena mereka berdua masih sama-sama kuat dan masih sama-sama ingin menjatuhkan satu dengan yang lainnya.


Sayap emas tiba-tiba saja keluar dari punggung Ketua Xin Yue, yang merupakan sayap emas dari keturunan bangsawan para peri.


Dengan adanya sayap emas di punggungnya membuat kecepatan Serang dari ketua Xin Yue bertambah berkali-kali lipat, yang membuat Shio Fan Yin perlahan-lahan mulai terdesak, hingga pada akhirnya sebuah tendangan telak menghantam tubuh Shio Fan Yin yang membuatnya harus terhempas ke tanah dengan keras, yang membuat lubang menganga dan dalam seketika itu terbentuk di tanah akibat tertimpa tubuh Shio Fan Yin.


Debu tebal seketika itu juga menutupi udara saat tubuh Shio Fan Yin menghantam tanah, dan dengan amarah di wajahnya membuat ketua Xin Yue kembali memberikan serangan tusukan pedang, hingga cahaya berbentuk meteor melesat cepat menuju ketempat jatuhnya tubuh Shio Fan Yin.


Pekikan keras terdengar dari mulut Dewi Xin Xin saat Serangan terakhir dilakukan oleh sang ayah menghujat tempat jatuhnya tubuh Shio Fan Yin, yang membuatnya hanya bisalah pasrah dengan keadaan saat melihat tak ada lagi pergerakan sama sekali dari tempat jatuhnya Shio Fan Yin.


Air mata Dewi Xin Xin pada saat ini jatuhkan basahi pipinya, saat mengenang kembali pemuda yang dicintainya itu walaupun pertemuannya dengan Shio Fan Yin sangatlah singkat.


"Untuk apa kau menangisi pemuda itu yang telah membuat kekacauan dan kehancuran di dalam Sekte Es Abadi, bukankah lebih baik kau berada di sisiku karena aku merupakan calon suamimu yang akan memberikan kebahagiaan saat kita bersama di masa depan, dari pada kau memikirkan pemuda itu yang tak layak dan pantas bagi dirimu," ucap Shang Shan yang merasa sangat cemburu saat melihat Dewi Xin Xin begitu mengkhawatirkan keadaan Shio Fan Yin.


"Walaupun kita nantinya akan menikah oleh perjodohan dari orang tuaku, namun kau hanya bisa memiliki tubuhku tapi tak akan pernah bisa memiliki hatiku, karena hatiku saat ini akan mati bersama kematian Shio Fan Yin di tangan ayahku".


"Shang Shan..., Aku tak akan pernah memberikan hati dan cintaku kepadamu karena sedikitpun rasa tak pernah ada di dalam hatiku untukmu," ucap Dewi Xin Xin yang membuat wajah Shang Shan seketika itu memerah menahan amarah di dalam hatinya.

__ADS_1


"Aku akan membuktikan kepadamu jika suatu hari nanti aku pasti akan mendapatkan cinta dan hatimu setelah kau memberikanku banyak keturunan dari pernikahan kita, karena takkan ada lagi pemuda yang kau cintai selain diriku di saat itu," ucap Shang Shan dengan kepercayaan dirinya yang tinggi.


Bersambung.


__ADS_2