
Dari pertarungan antara Shio Fang dan pemimpin dari aula dewa kesunyian Shio Fang berhasil memenangkannya, namun kenyataan yang ada Shio Fang juga harus terluka karena telah mengeluarkan kekuatan Toti naga kegelapan secara berlebihan. Walaupun luka dalam yang diderita oleh Shio Fang tak separah ketika kedua kekuatan Toti digabungkan dalam melakukan penyerangan, Shio Fang masih merasakan penurunan kekuatan energi di dalam tubuhnya hingga dia harus berkultivasi untuk kembali memulihkan diri.
Shio Fang sengaja tak menggunakan kekuatan jantung Yiwu, semua itu agar dirinya tak semakin terpuruk dengan kondisi kekuatan toti yang menakutkan yang pastinya akan membuatnya terluka parah.
Ketiga praktisi dari aula dewa kesunyian yang masih hidup saat ini memilih untuk melarikan diri, semua itu karena mereka melihat jika kakak pertamanya telah mati di tangan Shio Fang yang memiliki kekuatan menakutkan, karena seyogyanya mereka bertiga sebenarnya tak mampu menghadapi Kakak pertamanya jika melakukan pelatihan, dan saat ini Shio Fang dapat membunuh Kakak pertamanya itu berarti bahwa Shio Fang sebenarnya memiliki kekuatan hebat yang tak mampu untuk dapat dilampaui oleh ketika praktisi dari auladewa kesunyian, ditambah lagi kekuatan mayat hidup kaisar petir yang dihadapi oleh merdeka bertiga juga tak bisa dipandang sebelah mata, dari pertarungan yang terjadi ketiganya tak mampu untuk menaklukkan ketiga mayat hidup Kaisar petir dan hal itulah yang membuat mereka memiliki kabur meninggalkan tempat itu.
Shio Fang menarik kembali ketiga mayat hidup kaisar petir ke dalam Cin Cin ruangnya setelah melihat ketiga praktisi dari aula dewa kesunyian telah meninggalkan tempat itu, sehingga Shio Fang memilih untuk kembali ke kemenara Giok setelah pertarungannya dengan pemimpin dari aula Dewa kesunyian, yang membawanya menjauh dari menara giok.
Shio Fang dapat melihat pangeran Cin Sha tengah bertarung habis-habisan dengan pangeran Hunshen yang juga memiliki kemampuan, karena melihat pertarungan itu begitu berimbang membuat Shio Fang tak ingin membantu Pangeran Cin Sha, semua itu di lakukan Shio Fang karena tak ingin pangeran Cin Sha beranggapan jika dirinya meremehkan pangeran Cin Sha karena membantunya bertarung menghadapi pangeran Hunshen.
Shio Fang kemudian melihat ke sekitar tempat itu dan tatapan matanya nya menuju ke arah tiga sosok yang tergeletak di tanah, dan Shio Fang tahu jika ketiga sosok itu merupakan ketiga adiknya yang saat ini tengah terluka akibat sebuah pertarungan hebat.
Dengan cepat Shio Fang menuju ke arah mereka bertiga sambil berkata. "Bagaimana keadaan kalian?" tanya Shio Fang.
"Kakak..., walaupun saat ini kami terluka tapi kami masih dapat untuk melakukan penyembuhan sendiri, ada baiknya Kakak segera pergi ke tempat kakak ipar berada karena dia saat ini telah meratapi ayahnya yang terluka parah," jawab Shio Chen.
Shio Fang sangat terkejut mendengar perkataan dari adik bungsunya itu, Shio Fang kemudian mengedarkan pandangannya sekeliling dan mendapati Putricin Cin saat ini tengah menangis sambil memeluk ayahnya.
Sesaat Shio Fang memandangi ketiga adiknya dan terlihat ketiga adiknya menganggukkan kepala, sebagai isyarat jika mereka menginginkan Shio Fang untuk dapat secepatnya pergi ke tempat kakak ipar mereka berada.
Shio Fang kemudian memberikan tiga buah pil kepada ketiga adiknya, setelah ketiganya menerima pil pemberian darinya, Shio Fang dengan cepat melesat kearah putri Cin Cin.
__ADS_1
"Kakak Shio Fang....!" pekik putri Cin Cin saat melihat Shio Fang berada di sisinya.
"Tolong selamatkan ayahku," pinta putri Cin Cin.
Shio Fang dengan segera memeriksa keadaan Kaisar Cin Yang, namun tangan Kaisar Cin Yang kemudian menahan tubuh Shio Fang agar tak memeriksa dirinya.
"Shio Fang mungkin aku tak bisa bertahan hidup Lebih lama lagi, luka di tubuhku telah menghancurkan dantian yang kumiliki, karena tusukan belati itu mengandung racun yang sangat kuat".
"Aku berharap kau dan putriku di masa depan akan baik-baik saja karena aku telah merestui kalian berdua menjadi pasangan yang akan saling menjaga satu dengan yang lainnya".
"Shio Fang maafkan aku karena telah melakukan hal bodoh dengan menikahkan putriku kepada laki-laki licik seperti Hunshen, Aku berharap setelah kematianku kau dapat membantu kekaisaran ini agar lebih berjaya lagi. Aku titip putriku Cin Cin kepadamu, jaga dan sayangilah dia seperti aku menyayanginya," ucap kaisar Cin Yang dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Aku pasti akan menjaga putri yang mulia dengan sebaik-baiknya, aku takkan membiarkan dirinya untuk menderita lagi," jawab Shio Fang.
Cahaya kecil kemudian keluar dari dalam sang kaisar yang merupakan roh jiwa dari seorang praktisi yang telah menembus Rana selangkah lagi menjadi abadi, namun cahaya kecil itu segera memuai dan menghilang untuk selamanya semua itu karena roh jiwa dari Kaisar Cin Yang terinfeksi racun yang dapat menghancurkan roh jiwanya.
"Ayah....!!!"
Putri Cin Cin berteriak histeris setelah melihat sang ayah mati, amarahnya pun segera meledak yang membuat aura diingat seketika itu menyebar di seluruh wilayah tempat itu.
Tanah, pepohonan dan apapun yang berada di tempat itu saat ini telah berubah menjadi beku, putri Cin Cin kemudian bangkit berdiri dan berjalan menuju ke arah pertarungan antara pangeran Hunshen dan pangeran Cin Sha.
__ADS_1
Shio Fang tak ingin menahan putri Cin Cin yang tengah marah seperti itu, karena dalam mode ini bisa saja Shio Fang sendiri yang akan mendapatkan imbasnya karena menghalang-halangi putri Cin Cin dalam membalaskan dendam kematian ayahnya.
Shio Fang hanya bisa memandangi kepergian istrinya itu tanpa bisa melakukan apa-apa.
Pangeran Cin Sha yang saat ini tengah bertarung dengan pangeran Hunshen, begitu sangat terkejut merasakan aura dingin yang dapat menembus ke dalam tulang.
"Tubuh bulan dingin..., apa yang telah terjadi kepada Ayahku hingga membuat adikku mengeluarkan kekuatan tubuh bulan dingin yang sebesar ini," batin pangeran Cin Sha.
Pangeran Cin Sha saat ini begitu sangat khawatir terhadap keselamatan Kaisar Cin Yang, karena dia tak pernah melihat adiknya begitu marah dengan mengeluarkan kekuatan tubuh bulan dinginnya menjadi sangat mengerikan seperti ini.
Tiba tiba saja putri Cin Cin telah berada di tengah-tengah pertarungan, wajahnya saat ini terlihat sedingin es dengan pancaran mata biru yang begitu sangat tajam menatap kearah pangeran Hunshen.
Sedetik kemudian Putri Cin Cin berkata. "Kau telah membunuh ayahku sedari itu kau pun harus mati tanganku," ucap nya.
Mendengar perkataan dari putri Cin Cin, tentu saja hal itu membuat hati pangeran Hunshen begitu sangat gelisah, semua itu karena kekuatan yang menyebar di tempat itu begitu sangat mengerikan, yang sebanding dengan seorang praktisi yang selangkah lagi menembus ranah semesta abadi.
Pangeran Hunshen sama sekali tak menyangka jika wanita yang sebelumnya merupakan kekasihnya itu, yang memiliki perkataan lemah lembut dan biasa-biasa saja, ternyata memiliki kekuatan yang sangat menakutkan hingga dirinya harus bersusah payah menahan pancaran Aura dingin yang menerpa tubuhnya.
Menyikapi semua itu pangeran Hunshen memilih untuk melarikan diri.
Pangeran Hunshen melesat secepat meninggalkan tempat itu, tanpa menghiraukan keadaan yang ada.
__ADS_1
Di sisi lain, putri Cin Cin kemudian mengeluarkan panah surgawinya yang merupakan busur panah artefak kuno di masa lalu, dan dengan perlahan dia pun menarik senar busur itu hingga tercipta sebuah anak panah yang terbuat dari udara yang membeku.
Besambung