Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Malam pertama yang tersisa


__ADS_3

Dini hari Shio Fang baru memasuki kamar pengantinnya, Shio membuka pintu kamar itu dan begitu sangat dikejutkan dengan sosok wanita yang duduk di sisi tempat tidur.


"Bilqis kau belum tidur?" tanya Shio Fang.


Putri Bilqis yang wajahnya tertutup cadar berwarna merah sama sekali tak mengeluarkan kata-kata dari mulutnya, untuk menjawab perkataan dari Shio Fang dan Shio Fang sadar jika wanita muda yang telah menjadi istrinya itu tengah marah padanya.


"Sayang maafkan aku, ada sedikit pembahasan dengan guru ku menyangkut beberapa masalah yang terjadi, Aku harap kau dapat memakluminya," ucap Shio Fang.


Putri Bilqis yang tadinya tertunduk kini memalingkan wajahnya ke arah Shio Fang, tak lama kemudian suara merdu dari wanita muda itu pun keluar dari mulutnya.


"Apakah kau harus membiarkan malam pertama ku hilang hanya karena kau melakukan pembahasan dengan gurumu, apakah tak ada hari lain untuk melakukan pembahasan itu?" tanya putri Bilqis yang terlihat kesal.


"Sayang Aku tak ingin memperpanjang masalah ini, bukankah aku telah meminta maaf kepadamu atas kesalahanku, sayang.., ada baiknya kita menikmati malam pertama kita yang tersisa," jawab Shio Fang dengan senyum yang merekah dari bibirnya.


Shio Fang kemudian meraih cadar yang menutupi wajah putri Bilqis kemudian menyibaknya, setelah cadar itu tak lagi menutupi wajah putri Bilqis, Shio Fang dapat melihat kecantikan rupa seorang gadis yang begitu sangat mengikat dan pesona.


Shio Fang segera meraih dagu Putri Bilqis dengan tangan kanannya, sehingga wajah Putri Bilqis sedikit mendongak ke arahnya.


Shio Fang begitu sangat terbuai melihat bibir sang Putri yang merah merekah, dan tanpa banyak bicara Shio Fang kemudian melabuhkan ciumannya ke arah bibir merah merekah itu.


Shio Fang sedikit kaget setelah merasakan jika ciuman itu mendapatkan perlawanan dari Sang Putri, hal itu semakin membuat Shio Fang bersemangat dalam mencumbu istri yang baru saja dinikahinya.


Entah Siapa yang memulai, kini pakaian mereka berdua telah terlepas dan berserakan dilantai kamar itu, hingga tak ada satu benang pun yang menutupi tubuh mereka berdua.


Shio Fang mulai menelusuri leher jenjang Putri Bilqis dengan bibirnya, dan beberapa kali menciptakan tanda merah di sana sebagai tanda kepemilikan, dan tentunya hal itu membuat suara jeritan kecil dan lenguhan panjang dari mulut Sang Putri.


Putri Bilqis benar-benar menikmati sensasi yang baru kali ini dirasakan bersama seorang pemuda, hingga membuat jiwanya melambung melayang tinggi ke angkasa.

__ADS_1


Shio Fang kemudian merebahkan tubuh istrinya di pembaringan dengan bibir yang masih terus bermain-main di leher jenjang sang putri, hingga pada akhirnya penelusurannya itu terhenti pada sebuah bukit kembar yang saat ini begitu sangat menantang di depan matanya.


Tanpa pikir panjang Shio Fang melahap dengan rakus buah yang telah ranum itu, diiringi dengan desah nafas dan racauan liar yang tak teratur dari mulut putri Bilqis.


Shio Fang begitu menikmati bermain-main di puncak perbukitan yang sedikit menonjol, dan tentu saja teriakan kecil dari Sang Putri terus memanggil nama Shio Fang yang menggema dari mulutnya, dan tangan putri Bilqis tak henti-hentinya meremas rambut Shio Fang saat rasa geli mulai merasuk ke dalam jiwanya.


"Kak Shio Fang....A..a..aku sudah tak kuat lagi menahannya," desah putri Bilqis dengan mata yang terpejam.


"Waktu kita masih panjang, aku masih ingin menikmati setiap inci keindahan dari tubuhmu, karena semua yang ada padamu merupakan sebuah anugerah dari para Dewi di nirwana, yang telah memberikanmu tubuh sangat sempurna seperti ini," ucap Shio Fang dengan kembali melakukan aksinya yang benar-benar membuat Putri Bilqis melayang.


Tangan kanan Shio Fang kini menelusur ke bawah dan mendapati sesuatu yang lembab yang dikelilingi rumput ilalang yang lebat.


Dengan jari tengahnya, Shio Fang bermain dengan sesuatu yang ada di dalam sumur tua itu, dan tentu saja hal itu membuat perasaan sang putri tak kuasa menahan gejolak hatinya, hingga tangan kanannya segera memegang tonggak hidup yang dimiliki Shio Fang.


"Akch ..!!"


"Ada apa sayang?" tanya Shio Fang.


Putri Bilqis yang tengah menggigit bibirnya pada akhirnya bersuara.


"Kak Shio Fang..., i..i..itu sangat besar sekali," ucap putri Bilqis terbata-bata.


Shio Fang hanya tertawa kecil saat melihat kepanikan di wajah putri Bilqis, dan tak lama kemudian Shio Fang pun berkata.


"Kau nantinya akan terbiasa dengannya, mungkin hari ini akan sedikit sakit tapi setelah itu kau bisa menikmati sensasi yang tercipta," ucap Shio Fang meyakinkan putri Bilqis.


Putri Bilqis menganggukkan kepalanya dan tak lama kemudian Shio Fang mulai mendidih tubuh Putri Bilqis.

__ADS_1


Putri Bilqis hanya dapat menggigit bibirnya kembali merasakan sebuah benda tumpul yang mencoba untuk menerobos masuk ke dalam mahkotanya, dan tentunya hal itu membuat Putri Bilqis merasa sakitan.


Hingga beberapa saat waktu berlalu pada akhirnya benda tumpul itu benar benar berhasil masuk, diiringi dengan goyangan berirama dari tubuh Shio Fang.


Shio Fang terus memacu kudanya mendaki puncak tertinggi dari penantiannya, diiring rintihan manja dari mulut Putri Bilqis.


Dan pada akhirnya lenguhan panjang dari mulut Shio Fang mengakhiri segalanya, Shio Fang pada akhirnya ambruk di atas tubuh Putri Bilqis dengan nafasnya yang masih memburu.


Setelah menguasai dirinya kembali, Shio Fang kemudian mengecup kening Sang Putri dan berkata.


"Trimakasih sayang, aku benar-benar merasakan kebahagiaan malam ini bersamamu," ucap Shio Fang.


Putri Bilqis yang sangat kelelahan hanya dapat tersenyum bahagia, karena dia telah memberikan sesuatu yang paling berharga yang dimilikinya kepada sang suami, dan itu merupakan suatu kebanggaan yang sangat luar biasa di dalam hatinya.


Pagi pun tiba, mereka berdua akhirnya tertidur lelap.


*****


Selama setahun terakhir Shio Fang sama sekali tak pergi dari istana Jiangma, saat ini dia tengah berlatih menyerap kekuatan murni dari jantung Yiwu untuk mengaktifkan simbol kelelawar hitam di dalam tubuhnya.


Dan secara bersamaan Shio Fang berlatih kekuatan Toti dari naga hitam warisan penatua Xuan Yuan.


Waktu terus berlalu, saat ini Shio Fang telah berhasil melatih kekuatan Toti dari naga hitam dengan sangat sempurna, shio Fang dapat merasakan kekuatan Toti dari alam cahaya Yuan memang sangat berbeda dengan kekuatan yang dimilikinya saat ini, dan tentu saja hal itu merupakan keberuntungan bagi Shio Fang karena dia dapat bertarung dengan menggunakan kekuatan Toti pada saat pencarian kristal semesta di lakukannya.


"Selangkah lagi aku dapat berhasil melatih kekuatan jantung Yiwu, dan setelah itu aku akan memulai pencarianku kepada batu kristal semesta yang masih tersisa 6 buah di alam surgawi. Mungkin ada baiknya aku kembali ke istana Karena aku telah terlalu lama berada di tempat ini, Aku tak ingin Bilqis merasa khawatir mengingat Dia saat ini telah hamil besar," batin Shio Fang.


Fluktuasi udara kemudian terjadi di tempat itu yang menciptakan sebuah lubang hitam, Shio Fang kemudian masuk ke dalamnya dan pada akhirnya dia kini telah berada di dalam kamar pribadinya dengan Sang Putri.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2