
Setelah terjadi kesepakatan siapa yang akan menjadi pemimpin keamanan desa cahaya mentari, maka Shio Fang memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju ke wilayah kekaisaran Jiangma, karena Shio Fang mengetahui dari beberapa saudagar yang baru memasuki Desa itu jika putra mahkota dari ke negara pasir saat ini telah menuju ke wilayah kekaisaran Jiangma.
Rombongan Shio Fang memacu kudanya menembus hutan belantara dan pada akhirnya mereka semua telah tiba di wilayah kekaisaran Jiangma.
Setelah 4 hari perjalanan yang sangat melelahkan gerbang kota kekaisaran saat ini telah berada di hadapan mereka, dan tentunya untuk memasuki wilayah kekaisaran yang dijaga ketat oleh para prajurit istana, memerlukan sebuah identitas diri untuk masuk ke dalam kota yang membuat mereka kembali berpikir bagaimana cara untuk dapat memasuki kota kekaisaran tanpa adanya identitas diri.
Shio Fang yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata orang biasa seketika itu juga turun dari kudanya dan menuju ke arah para prajurit gerbang kota, seorang prajurit yang melihat kehadiran Shio Fang segera bertanya.
"Tunjukan identitas dirimu jika ingin memasuki kota kekaisaran," ucapnya.
"Aku ingin bertemu dengan pemimpin prajurit gerbang kota karena saat ini aku tak memiliki identitas diri. Aku merupakan penduduk asli kekaisaran ini yang bertahun-tahun telah belajar di sekolah Akademi Kunlun dan orang tuaku bernama bangsawan Shio Jio," ucap Shio Fang.
"Kau jangan mengada-ada karena keyakinanmu sebagai Putra bangsawan Shio Jio jika tak terbukti maka kau akan mengalami masalah besar," ucap prajurit itu.
Pemimpin prajurit gerbang kota yang melihat adanya perdebatan antara prajuritnya dan Shio Fang segera datang menghampiri, dia pun mau menanyakan apa yang sebenarnya telah terjadi sehingga terjadi perdebatan di antara mereka.
"Pemuda ini mengaku sebagai Putra bangsawan Shio Jio yang datang kembali ke kota kekaisaran setelah bertahun-tahun berada di sekolah Akademi Kunlun," ucap sang prajurit.
Komandan prajurit penjaga gerbang kota sesaat menatap tajam ke arah Shio Fang, dan tak lama kemudian dia menatap ke arah rombongan Shio Fang lalu komandan prajurit itu berkata.
"Apa benar kau merupakan putra dari bangsawan Shio Jio," tanya sang komandan prajurit.
"Benar, namaku Shio Fang dan ini identitasku di sekolah Akademi Kunlun," jawab Shio Fang kemudian memberikan lencana perak dari sekolah tinggi akademi Kunlun.
__ADS_1
Komandan prajurit kemudian menerima lencana perak dari tangan Shio Fang, setelah memeriksa keasliannya maka komandan prajurit itu berkata. "Lencana ini keasliannya memang tak bisa diragukan namun untuk memastikan kau benar-benar merupakan putra dari bangsawan Shio Jio, maka aku akan memberikan beberapa pertanyaan menyangkut keberadaan mu saat masih bersama bangsawan Shio Jio," ucapnya.
Beberapa pertanyaan kemudian dilontarkan oleh komandan prajurit, dan dengan santai Shio Fang kemudian menjawab pertanyaan itu dengan benar dan hal itu membuat komandan prajurit itu yakin jika pemuda yang ada di hadapannya memang merupakan putra dari bangsawan Shio Jio.
Komandan itu segera menangkupkan kedua tangannya memberi hormat kepada Shio Fang, mengingat Shio Fang merupakan putra dari bangsa Shio Jio dan Bangsawan Shio Jio sendiri merupakan orang kepercayaan nomor 1 dari Kaisar Zeng yu, dan penghormatan itu pun berlaku terhadap Shio Fang yang merupakan bagian dari keluarga besar bangsawan Shio Jio.
"Maafkan kami prajurit penjaga gerbang utama kota karena kami tak mengetahui keberadaan anda sebelumnya tuan muda, kami hanya menjalankan tugas untuk mengamankan setiap tamu yang akan masuk ke dalam kota kekaisaran. Silahkan tuan muda masuk ke dalam kota biar aku sendiri yang akan mengawal tuan muda ke tempat kediaman bangsawan Shio Jio," ucap komandan prajurit gerbang kota.
Shio Fang kemudian menganggukkan kepalanya dan tak lama kemudian dia pun menaiki kudanya kembali dan mengikuti komandan prajurit gerbang kota dari belakang.
Sesampainya di depan kediaman bangsawan Shio Jio, Shio Fang kemudian menatap ke arah gerbang kediaman ayahnya, yang baginya gerbang itu sama sekali tak mengalami banyak perubahan setelah sepeninggalannya menuju ke Akademi Kunlun.
Komandan prajurit kemudian mengabarkan kepada penjaga gerbang kediaman bangsawan Shio Jio jika tuan muda Shio Fang telah kembali pulang ke rumah, dan prajurit penjaga gerbang kediaman sang bangsawan seketika itu juga berlari menuju ke dalam bangunan besar yang ada di dalam gerbang kediaman bangsawan Shio Jio.
Melihat wanita itu Shio Fang segera turun dari kudanya dan berlari ke arah wanita paruh bayar itu dan langsung bersimpuh di bawah kedua kakinya sambil berkata. "Ibu putramu telah kembali," ucapnya.
Sang ibu yang tak kuasa melihat kehadiran putranya dengan tubuh bergetar dan bercucuran air mata wanita itu langsung menarik putranya dan memeluknya dengan erat, hingga ke haruan pun tercipta di tempat itu.
Putri Cin Cin dan Dewi Lilia yang menyaksikan pertemuan antara ibu dan anak setelah bertahun-tahun berpisah, tak kuasa membendung air matanya saat melihat keharuan yang tercipta di tempat itu.
Mereka melihat tangisan Shio Fang pecah saat memeluk wanita paruh baya yang ada di hadapannya, keberanian, ketegaran hati, dan kemampuan yang sangat luar biasa yang dimiliki oleh Shio Fang, benar-benar saat ini tak ada artinya di hadapan ibunya, pemuda yang mereka kenal saat ini benar-benar sangat rapuh hingga kedua wanita itu begitu memuji ketulusan dan penghormatan Shio Fang kepada sang ibu.
*****
__ADS_1
Kehadiran Shio Fang di wilayah kekaisaran Jiangma dengan cepat menyebar, bangsawan Shio Jio yang saat ini bersama dengan Kaisar Zeng yu seketika itu juga meminta izin untuk segera menemui putranya.
Kaisar Zeng Yu yang juga ingin melihat bagaimana rupa dan wajah Shio Fang saat ini, ikut bersama bangsawan Shio Jio pergi menuju ke kediaman nya.
Di kediaman bangsawan Shio Jio setelah melepas rindu kepada putranya, Ling Ling kemudian menyuruh masuk Shio Fang dan rombongannya untuk dapat beristirahat setelah melakukan perjalanan jauh.
Di dalam ruangan besar, Shio Fang dan rombongannya telah di sajikan berbagai macam makanan lezat yang telah dipersiapkan oleh para pelayan yang berada di kediaman itu, Ling Ling kemudian menyuruh putranya untuk menikmati makanan yang terjadi sebelum mereka semua beristirahat.
Di saat bersama putranya Ling Ling yang melihat dua gadis bersama dengan Shio Fang, dia pun lalu mempertanyakan siapa dua gadis yang berada di dalam rombongannya, dan Shio Fang pun menjawab pertanyaan sang ibu.
"Yang berpakaian putih itu bernama Dewi Lilia, dia merupakan ketua dari menara giok yang berada di dataran tengah, dan wanita berpakaian ungu muda bernama Cin Cin dia merupakan putri dari Kaisar Cin Yang dari kekaisaran cahaya ilahi," jawab Shio Fang tanpa sedikitpun ditutup tutupi mengenai kedua wanita yang bersamanya.
Perkataan putranya tentu saja mengejutkan sang ibu, walaupun Ling Ling tak mengetahui mengenai keberadaan Dewi Lilia yang merupakan ketua dari menara giok, namun keberadaan Putri Cin Cin di kediamannya hal itu merupakan kejadian yang sangat langka karena Ling Ling tau jika Kaisar Cin Yang hanya memiliki satu Putri, dan saat ini Putri kaisar Cin Yang tengah bersama putranya dan hal itu membuat Ling Ling berkeyakinan jika ada sesuatu di antara mereka berdua hingga Sang Putri mau pergi bersama Putranya.
"Katakan kepada ibu apakah kau dan Putri Cin Cin terlibat sebuah hubungan asmara sehingga putri Cin Cin mau mengikutimu sampai ke tempat ini?" tanya sang ibu.
Shio Fang tak bisa berkata apa apa, Dia hanya bisa terdiam karena tak tahu harus berkata apa kepada sang ibu, karena Shio Fang sama sekali tak ingin sedikitpun menyembunyikan hubungan rumit yang selama ini dijalaninya dengan Putri Cin Cin.
Namun sebelum Shio Fang menjawab pertanyaan sang ibu, tiba-tiba saja teriakan prajurit membuat seisi ruangan itu menolehkan pandangannya ke arah pintu masuk ke dalam ruangan besar yang mereka tempati.
"Kaisar Zeng Yu dan bangsawan Shio Jio telah tiba...!".
Bersambung
__ADS_1