Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Berangkat bersama


__ADS_3

Shio Fang kembali menemui Kepala perampok serigala malam, di dekat perampok itu dia pun berkata.


"Aku ingin kau membawa ku ke daratan tengah, jika kau ingin selamat. Aku ingin kau membawaku ke sekte awan surgawi karena aku mempunyai urusan di sana," ucap Shio Fang.


"Jangan bermimpi...!!, Aku ingin kau melepaskanku agar kita bisa bertarung lagi atau bunuh aku sekalian!!" tantang ketua perampok.


Shio Fang berpikir sejenak untuk dapat menguasai kepala perampok itu sepenuhnya, agar kepala perampok dapat membawanya menuju ke sekte awan di daratan tengah, tak lama kemudian Shio Fang menembus alam dantiannya untuk berbicara dengan raja ular piton salju yang berada di dalam alam dantiannya.


"Raja ular piton salju sahabatku, menurutmu apa yang harus kulakukan terhadap kepala perampok ini?" tanyanya.


"Sangat mudah untuk menguasainya kepala perampok itu, kau tinggal memberikan racun ular piton ku ini kepadanya, dan berikan tiap hari satu pil untuk menghentikan rasa dingin yang akan menerpanya jika racun itu bergejolak, tapi ingat jika dalam 3 jam dia tak meminum penawar racun ular piton salju ku, maka nyawanya tak akan pernah terselamatkan lagi," ucap raja ular piton salju.


"Trimakasih atas solusi yang kau berikan padaku, Kau memanglah yang terbaik," jawab Shio Fang.


Kini di dalam genggaman tangan SHio Fang terdapat sebuah pil racun berwarna bening, dan dengan cepat pil itu dimasukkan ke dalam mulut kepala perampok.


Shio Fang melakukan gerakan gerakan ringan di tubuh kepala perampok, agar racun es dingin dapat segera dicerna oleh tubuhnya.


"Apa yang kau telah berikan kepadaku!!??" bentak kepala perampok.


"Itu adalah racun es dingin, jika kau tak mau mengikuti perkataanku maka setiap pagi hari kau akan merasakan kedinginan yang teramat sangat, dan jika kau tak meminum penawar dariku maka di setiap paginya kau akan sangat menderita," jawab Shio Fang.


Shio Fang kemudian melepaskan totokan yang ada di tubuh kepala perampok, dan membiarkan nya pergi saat itu juga.


"Kau boleh pergi dariku, tapi ingat jangan salahkan aku jika racun di tubuhmu itu akan bereaksi setelah kau tak minum penawar dariku," ucap Shio Fang.


Setelah terbebas totokan yang bersarang di tubuhnya, kepala perampok tak peduli dengan perkataan shio Fang, dia kemudian berlari masuk ke dalam lebatnya hutan, untuk menghilangkan jejak dari pemuda yang telah mengalahkannya.

__ADS_1


Melihat kepala perampok meninggalkannya, Shio Fang hanya tersenyum, dia kemudian segera berjalan mengikuti peta yang berada di tangannya, untuk melanjutkan perjalanan menuju ke daratan tengah.


Sementara itu kepala perampok yang terus berlari akhirnya menghentikan langkahnya, dia berpikir kembali mengapa semudah itu pemuda yang telah mengalahkannya membiarkannya bebas.


"Aku harus waspada, mengingat aku telah menelan racun darinya. Jika efek racun itu benar-benar terjadi maka akan sulit bagiku untuk menghilangkannya jika aku menjauh dari pemuda itu. Hari ini merupakan hari tersial bagiku karena aku harus terkena racun dingin dari pemuda itu," batin kepala perampok.


Kepala perampok kemudian memutar arah dan kembali mencari Shio Fang, sesampainya di tempatnya semula anak muda yang dicarinya tak kunjung ditemuinya, hingga dia pun berjalan mengikuti jejak langkah yang ditinggalkan oleh Shio Fang.


"Aku rasa pemuda itu sengaja meninggalkan jejak langkahnya agar aku kembali datang untuk mengikutinya, biarkanlah saat ini aku mengalah jika ada kesempatan aku pasti akan merebut penawar itu dan membunuhnya," batin kepala perampok sambil mengikuti jejak kaki yang ditinggalkan oleh Shio Fang.


Kepala perampok terus mengikuti Shio Fang dari kejauhan, dia berharap racun di dalam tubuhnya tak bereaksi sama sekali dan hanya berupa gertakan omong kosong dari pemuda yang mengalahkannya, karena kepala perampok merasakan tubuhnya saat ini masih baik-baik saja.


Shio Fang terus menembus gelapnya malam menuju ke arah utara, yang merupakan jalan menuju tempat keberadaan daratan tengah.


Pagi hari Shio Fang sengaja menghentikan larinya, dan berjalan pelan menyusuri hutan.


Sementara di tempat lain kepala perampok mulai merasakan gejolak energi di tubuhnya tiba-tiba berubah drastis, hawa dingin begitu sangat kuat dirasakannya hingga dia pun harus bergulingan di tanah menahan rasa dingin yang seperti membekukan tulang-tulang dan peredaran darah di tubuhnya.


"Tuan muda tolong aku....!!"


Berkali kali teriakan itu dilontarkannya namun pemuda yang dipanggilnya tak kunjung datang, yang membuat kepala perompak semakin terpuruk dan hanya bisa pasrah jika hari itu merupakan hari kematiannya.


Disaat genting dalam hidupnya, pemuda yang diharapkannya tiba-tiba datang dan tersenyum kepadanya.


Kepala perampok kemudian memeluk kedua kaki Shio Fang, berharap jika pemuda itu mengasihaninya dengan memberikan obat penawar yang dibutuhkannya, untuk meredam Aura dingin yang semakin lama semakin kuat menerpanya.


"Aku mohon padamu agar kau memberikan aku penawar racun itu, dan aku berjanji akan membawamu ke daratan tengah tempat di mana sekte awan berada," ucap kepala perampok.

__ADS_1


Mendengar hal itu, Shio Fang lalu memberikan sebuah pil berwarna hijau kepada kepala perampok.


"Makanlah..., Karena setelah kau memakannya maka rasa dingin di dalam tubuhmu akan menghilang," ucap Shio Fang.


Tanpa ragu kepala perampok langsung meraih pil berwarna hijau dari tangan Shio Fang, lantas menelannya.


Tak berapa lama kemudian rasa dingin yang dirasakan kepala perampok serta merta menghilang, dan dia kini tak lagi merasakan sakit akibat racun dingin yang bersarang di tubuhnya.


Penawar itu hanya bisa bertahan sehari, jika kau tak meminum pil pemberian dariku lagi maka kau akan merasakan hal yang sama seperti apa yang kau rasakan sebelum kau meminum penawaran racun dingin dariku," ucap Shio Fang.


"Sampai berapa lama aku dapat terbebas dari rasa sakit akibat racun es dingin yang berada dalam tubuhku?" tanya kepala perampok.


"Racun es dingin akan hilang setelah kau teratur memakan pil penawar racun dariku kurang lebih 3 bulan lamanya, dan untuk itu kau jangan jauh jauh dariku jika nyawamu masih ingin kau selamatkan," jawab Shio Fang.


"Kurang ajar..., berarti selama 3 bulan lama nya aku akan menjadi budak pemuda ini!! batin kepala perampok seakan tak percaya dengan apa yang akan terjadi padanya.


Kepala perampok tak bisa berkata apa-apa lagi karena jika dia tak mengikuti pemuda yang ada di hadapannya itu, maka keselamatannya pasti akan terancam oleh racun es dingin.


"Siapa namamu?, namaku Shio Fang," ucap pemuda yang ada di hadapan kepala perampok.


"Namaku Tang Hao..." ucap kepala perampok singkat.


"Paman Tang Hao ada baiknya kita melanjutkan perjalanan menuju daratan tengah, kurasa paman tak keberatan bukan?" tanya Shio Fang.


Tang Hao menarik nafas dalam-dalam kemudian berkata baiklah, aku akan mengantar kan mu ke daratan tengah, namun setelah kau menyelesaikan semua urusanku di sana maka aku minta padamu untuk memberikan sisa penawar racun es dingin kepadaku," ucap Tang Hao.


"Baiklah..., aku pasti akan memberikan sisa penawar racun es dingin itu," jawab Shio Fang.

__ADS_1


Tak lama kemudian mereka berdua pada akhirnya berjalan bersama menuju ke daratan tengah.


Bersambung


__ADS_2