
Shio Fang, Shio Zen dan Shio Chen serta Dewi Lilia telah bersiap untuk berangkat ke wilayah kekaisaran Jiangma. Shio Fang sengaja membawa Dewi Lilia ikut serta karena Shio Fang merasa jika Shio Zen saat ini telah menaruh hati pada Dewi Lilia, dan hal itu merupakan kesempatan bagi Shio Fang untuk mendekatkan mereka berdua.
4 kuda telah bersiap membawa mereka semua pergi, setelah berpamitan kepada seluruh penghuni Akademi pada akhirnya mereka berempat pergi meninggalkan Akademi menuju ke wilayah kekaisaran Jiangma.
Di sebuah hutan yang lebat, tampak sebuah danau yang airnya jernih yang menampakkan banyak sekali ikan ikan besar yang berenang di dasar danau, hal itu membuat Shio Fang seketika itu juga menghentikan rombongannya untuk sekedar beristirahat melewati malam di sana, karena di waktu malam akan membuat mereka kesulitan untuk terus melanjutkan perjalan, akibat banyaknya binatang buas dan binatang Megic yang berkeliaran di malam hari.
Kelompok itu kini berbagi tugas, Shio Chen pergi berburu ikan di air danau yang jernih, sementara Dewi Lilia dan Zen, mereka berdua tengah mempersiapkan tempat untuk beristirahat malam itu.
Shio Fang yang tengah mengumpulkan kayu bakar untuk membuat api unggun dan tempat pemanggangan ikan hasil buruan Shio Chen, hanya bisa tersenyum melihat Shio Zen dan Dewi Lilia mulai saling berbicara saat mereka berdua tengah membuat tempat peristirahatan.
"Semoga mereka berdua dapat menjadi sepasang kekasih, Shio Zen merupakan adikku, dan Dewi Lilia juga telah kuanggap sebagai saudari Perempuanku sendiri, jika mereka berdua dapat bersama bukankah ini merupakan sebuah keberuntungan bagiku," batin Shio Fang.
Malam hari pun tiba, kuda kuda mereka telah mendapatkan makan yang cukup dan saat ini telah berada di dalam alam petir ciptaan Shio Fang, untuk melindungi kuda kuda itu dari serangan binatang buas yang banyak berkeliaran di dalam hutan apalagi di saat malam hari tiba.
Shio Fang, Shio Zen, Shio Chen dan Dewi Lilia tengah duduk mengelilingi api unggun setelah menikmati makan malam berupa ikan panggang, dan saat ini mereka berempat tengah terlibat perbincangan kecil.
Saat perbincangan itu terjadi di antara mereka, tiba-tiba saja Shio Fang merasakan panggilan Shio Ju dari tempat yang sangat jauh.
"Kak Shio Fang, Aku minta kau segera membuat lubang spasial bagiku agar aku bisa bergabung dengan kalian," ucap Shio Ju.
Shio Fang sedikit merasa heran mengapa tiba-tiba adiknya itu menginginkan lubang spasial agar bisa bergabung dengannya, padahal saat ini dia tengah ditugaskan untuk membawa Putri Cin Cin menuju ke istana cahaya ilahi.
Namun hal itu bukan masalah bagi Shio Fang, di dalam pikiran Shio Fang saat ini terbersit sebuah pikiran mungkin ada kenalan Sang Putri yang juga akan menuju ke wilayah kekaisaran daratan Surgawi, hingga Shio Ju memutuskan untuk kembali bergabung dengannya.
__ADS_1
"Aku sangat percaya dengan Shio Ju, tak mungkin dia tak melaksanakan tugas yang kuberikan," batin Shio Fang.
Shio Fang kemudian berdiri dari duduknya, di iringi tatapan ketiga saudaranya yang berada di tempat itu. "Ada apa kak, sepertinya kau ingin melakukan sesuatu," ucap Shio Zen.
"Saat ini Shio Ju akan bergabung dengan kita, dan tentunya hal ini merupakan hal baik karena kelompok kita akhirnya lengkap kembali," jawab Shio Fang.
Shio Fang kemudian menggerakkan tangannya dan pada akhirnya segel pun tercipta yang membuat fluktuasi udara terjadi di tempat ini, setelah beberapa saat melakukan gerakan tehnik jari matahari yang di milikinya, pada akhirnya lobang spasial hitam pun tercipta di tempat itu.
Setelah beberapa saat lamanya menunggu pada akhirnya dua sosok keluar dari dalam lubang Spasial hitam, Shio Fang saat itu benar-benar sangat terkejut melihat Shio Ju datang bersama putri Cin Cin, dan tampak wajah Shio Fang terlihat tak senang akan hal itu.
Shio Ju kemudian memberikan isyarat kepada Shio Fang untuk mengikutinya menjauh dari kelompok, dan para akhirnya Shio Fang mengikuti Shio Ju untuk meninggalkan kelompok, sementara putri Cin Cin kini telah bersama Dewi Lilia.
Di tepi danau terjadi perbincangan antar Shio Ju dan Shio Fang.
"Kak Shio Fang..., sebelum aku membawa putri Cin Cin bergabung dengan kelompok kita, aku telah banyak bercerita mengenai dirinya mu di saat aku dan Putri Cin Cin tengah bersama".
"Putri Cin Cin telah mengetahui tujuan kita pergi ke wilayah kekaisaran Jiangma, yaitu menggagalkan rencana lamaran putra mahkota dari negara pasir pada Putri Bilqis, Putri Cin Cin juga sudahlah mengetahui jika kau dan Putri Bilqis telah dijodohkan sedari kecil oleh kedua orang tua kalian, dan putri Cin Cin mau menerima akan hal itu walaupun kau pada akhirnya memilih putri Bilqis untuk menjadi pasangan hidupmu".
"Putri Cin Cin telah banyak berubah setelah terakhir kali kalian bertemu, mungkin dia telah merenungi semua masalah yang terjadi dan selalu melibatkan mu sebagai penengah, dan putri Cin Cin berjanji akan membantumu dalam menghadapi negara pasir yang akan datang ke istana Jiangma".
"Putri Cin Cin saat ini telah meminta kepada ayahnya untuk mengirimkan utusan dari kekaisaran cahaya ilahi melalui kristal panggilan jiwa, agar kekaisaran cahaya ilahi dapat berkualisi dengan kekaisaran Jiangma, semua itu untuk membantumu dan menebus semua kesalahan yang telah dibuatnya kepadamu," ucap Shio Ju.
"Apakah perkataan putri Cin Cin dapat di percaya?" tanya Shio Fang.
__ADS_1
"Aku yang akan menjaminnya, dan kuharap kak Shio Fang masih dapat mempercayaiku," ucap Shio Ju.
Shio Fang sesaat menatap wajah Shio Ju, dan dia dapat melihat keseriusan dari pancaran sinar di matanya, dan hal itu meyakinkan Shio Fang dengan perkataan saudaranya itu.
"Baiklah, aku percaya dengan semua yang kau katakan," ucap Shio Fang.
Setelah dapat meyakinkan Shio Fang mengenai Putri Cin Cin yang sekarang, maka malam itu saat mengelilingi api bingung banyak hal-hal menyenangkan yang terjadi karena Shio Ju mampu untuk menghidupkan suasana, dan ketidak pastian antara hungan Shio Fang dan putri Cin Cin kini telah kembali menghangat.
Pagi hari pun tiba, putri Cin Cin dan Dewi Lilia pergi untuk sekedar mandi ke danau yang tak jauh berada dari tempat peristirahatan mereka, dan setelah mandi Dewi Lilia begitu sangat heran dengan penampilan putri Cin Cin yang rambutnya dibiarkan tergerai panjang sampai ke pinggang, dan pakaian yang digunakan nya pun biasa-biasa saja dan tak terbilang pantas dikenakan oleh seorang putri dari kekaisaran besar.
"Kak Cin Cin mengapa kau berpenampilan seperti ini bukankah pakaian yang kau keakan tak selayaknya melekat di tubuh mu?" tanya Dewi Lilia.
"Apakah dengan aku berpenampilan seperti ini aku terlihat sangat jelek?" putri Cin Cin balik bertanya.
"Ti..ti..dak kak, bukan maksudku berkata seperti itu untuk mengatakan kau jelek, malah sebaliknya kau terlihat sangat cantik dan lebih alami tanpa sedikitpun adanya pernak pernik megah yang menghiasi tubuh mu, dan aku sangat suka melihat kau berpenampilan seperti ini," ucap Dewi Lilia memuji.
Putri Cin Cin tersenyum dan tak lama kemudian dia pun berkata. "Apakah kau mencintai kak Shio Fang seperti halnya diriku?" tanya putri Cin Cin yang membuat Dewi Lilia sangat terkejut.
Dewi Lilia bingung harus berkata apa, tampak jelas terlihat kepanikan di wajahnya dan hal itu dapat tertangkap oleh mata putri Cin Cin, yang membuat putri Cin Cin kemudian kembali berkata.
"Kau tak usah gelisah seperti itu karena aku telah mengetahui hal ini dari awal. Kau telah kuanggap sebagai adikku sendiri dan di masa depan jika kita dapat berbagi dengan suami yang sama maka aku tak keberatan," ucap nya.
Dewi Lilia terperangah kaget mendengar hal itu dan dia tak pernah menyangka jika Putri Cin Cin akan mengatakan seperti apa yang baru saja di dengarnya, dan tentunya apa yang dikatakan Putri Cin Cin merupakan suatu dukungan jika di masa depan dirinya bisa berbagi suami yang sama dengan sang putri.
__ADS_1
Bersambung