
Menejer Asosiasi dagang segera menghampiri Shio Fang, dia berusaha melayani Shio Fang sebaik mungkin karena tadi dia telah menyinggungnya, paling tidak dia telah memiliki upaya untuk meredakan amarah Shio Fang kepadanya, dan Asosiasi dagang yang di tempatinya berada bisa aman dari ancaman besar plakat yang di pegang oleh Shio Fang.
"Tuan muda.., apakah masih ada barang yang ingin anda cari, biar aku sendiri yang akan menemani anda untuk mencarinya," ucap sang menejer laki laki itu.
"Aku ingin tungku pemurnian pil dengan kualitas terbaik, Aku harap kau bisa mencarikan tungku itu sekarang," jawab Shio Fang.
"Tentu tuan muda, aku akan mencarikan tungku pemurnian terbaik yang ada di dalam Asosiasi dagang ini," ucap sang menejer.
Menejer Asosiasi dagang langsung membawa Shio Fang ke tempat di mana koleksi tungku pemurnian pil yang dimiliki Asosiasi dagang, dan Shio Fang begitu sangat takjub melihat banyaknya tungku pemurnian yang memiliki kualitas terbaik di dalam ruangan khusus yang di masukinya itu.
"Tuan muda bisa mencari Tengku pemurnian yang tuan muda inginkan, dan di sini tungku pemurnian memiliki kualitas terbaik sehingga tuan muda tak usah ragu untuk membeli salah satu tungku tersebut," ucap Menejer Asosiasi dagang.
Shio Fang sedikit menganggukkan kepalanya kemudian berjalan untuk meneliti satu persatu tungku yang ada di dalam ruangan itu, sementara itu paman lie yang juga ikut dalam pencarian tungku pemurnian pil, pada akhirnya menatap ke salah sebuah tungku yang retak yang terpisah dari tungku pemurnian lainnya.
Shio Fang menghampiri paman Li, kemudian bertanya mengapa sang paman terus memandangi tungku pemurnian yang ada di hadapannya.
"Mengapa paman melihat tungku pemurnian pil itu dengan sedemikian rupa?" tanya Shio Fang.
Tanpa melihat kearah Shio Fang, paman Li kemudian berkata.
Dahulu tungku pemurnian pil ini pernah dipakai oleh seorang ketua Guild Alkemis, saat itu aku masih berusia 7 tahun dan di bawa oleh ayahku yang merupakan seorang murid dari ketua guild Alkemis, untuk melihat sang ketua memurnikan pil level 10.
Saat itu aku begitu takjub dengan tungku pemurnian ini, yang mampu menahan petir raksasa yang menghantam tungku saat pemurnian pil itu terjadi, tapi sangat disayangkan entah mengapa tungku itu akhirnya retak seperti ini dan hanya menjadi pajangan di di dalam ruangan tungku ini," jawab paman Li.
Setelah mendengar cerita dari paman Li, Shio Fang pada akhirnya memutuskan untuk membawa tungku pemurnian, dan memperbaikinya dengan teknik jari matahari yang dimilikinya. Shio Fang juga akhirnya mengetahui jika bakat pada Lilia merupakan bakat yang diturunkan dari kakeknya, yang dahulu merupakan seorang Alkemis.
"Menejer...., Aku menginginkan tunggu itu," ucap Shio Fang sambil menunjuk ke arah tungku yang retak di atas meja.
"Tuan muda, tungku itu telah rusak dan tak bisa dipergunakan lagi, aku tak menyarankan tuan muda membeli tungku itu walaupun di masa lalu tungku itu merupakan tungku terbaik yang dimiliki daratan tengah," jawab Menejer Asosiasi dagang.
"Aku sudah memutuskan untuk membeli tungku itu, dan kuharap kau segera menyiapkan tungku itu untuk ku bawa pulang," ucap Shio Fang.
__ADS_1
"Jika memang tuan muda menginginkan tungku rusak itu, maka tuan muda tak usah membayar nya," ucap Menejer Asosiasi dagang sambil membawakan tungku pemurnian rusak itu di hadapan Shio Fang.
Saat tungku pemurnian pil itu telah berada di hadapannya, Shio Fang segera mengibaskan tangannya maka tungku pemurnian itu pun menghilang masuk ke dalam cincin ruang Shio Fang.
Setelah membeli semua apa yang diinginkannya, Shio Fang kemudian mengajak paman Li untuk berbelanja kebutuhan pokok selama beberapa bulan kedepan, dan berbagai macam kebutuhan alat alat untuk mengganti perkakas lama sang bibi.
Shio Fang juga memesan makanan untuk dibawa pulang dari sebuah rumah makan besar yang ada di kota, untuk dimakan Setelah berada di rumah paman Li.
Di dalam perjalan pulang, paman Li menanyakan tentang tungku pemurnian serta bahan-bahan obat berkualitas tinggi yang telah dibeli oleh Shio Fang.
"Nak Shio Fang..., untuk apa kau membeli tungku pemurnian serta bahan-bahan obat berkualitas tinggi itu?" tanya paman Li.
"Aku akan mencoba menyembuhkan Putri paman," jawab shio Fang singkat.
Jawaban Shio Fang itu tentu saja membuat paman Li sangat terkejut, karena selama ini paman Li tak mengetahui jika Shio Fang merupakan seorang Alkemis.
"Apakah yang nak Shio Fang katakan itu benar adanya?" tanya paman Li.
Paman Li yang menjadi kusir kereta, seketika itu menghentikan laju keretanya saat berada di tempat biasa para pemalak berada.
Paman Li begitu sangat heran saat melihat sekeliling tempat itu, karena tak ada satu orang pun pemalak yang selalu meminta upeti saat melewati tempat itu.
"Paman tak usah mencari pemalak itu lagi, aku telah menghabisi mereka semua dan seluruh mayat mereka pun telah kumusnahkan dengan membakarnya, karena sampah seperti mereka yang selalu merugikan orang lain, tak ada gunanya untuk hidup lebih lama," ucap Shio Fang.
Paman Li tak bisa berkata apa-apa lagi, dia hanya dapat menelan ludahnya sendiri saat mengetahui jika pemuda yang duduk di dekatnya ternyata bukanlah pemuda sembarangan, akan tetapi seorang pemuda yang merupakan praktisi hebat.
Setelah melanjutkan perjalanannya kembali pada akhirnya kereta kuda itu pun sampai di kediaman paman Li.
Bibi Li kebingungan melihat kereta kuda mewah masuk ke halaman rumahnya, dan lebih kebingungan lagi saat melihat suaminya dan Shio Fang yang turun dari atas kereta kuda itu, sambil membawa banyak sekali barang-barang di atas kereta kuda.
"Apa maksud semua ini?" tanya bibi Li yang merasa heran.
__ADS_1
"Ini semua merupakan pemberian dari nak Shio Fang untuk kita, ada baiknya kau segera berterima kasih kepadanya karena semua barang-barang ini dapat membantu kita hidup beberapa bulan kedepan," jawab paman Li.
Bibi Li yang merasa senang dengan pemberian dari Shio Fang, segera berterima kasih kepada pemuda itu.
"Trimakasih atas semua pemberianmu ini nak Shio Fang, semoga nak Shio Fang selalu sehat dan diberikan semua kebaikan dari para dewa," ucap bibi Li.
Shio Fang menganggukkan kepalanya kemudian tersenyum ke arah bibi Li sambil berkata.
"Jangan sungkan begitu Bi, bibi berhak mendapatkannya".
"O yah paman, bibi, aku akan berada cukup lama di kamarku, dan aku harap Paman dan bibi tak mengganggu ku sebelum aku sendiri yang keluar dari dalam kamar itu," ucap Shio Fang.
Paman dan bibi Li menganggukkan kepalanya, tak lama kemudian Shio Fang pergi meninggalkan tempat itu menuju ke kamarnya, dengan tatapan paman dan bibi Li.
Di dalam kamar, Shio Fang mengeluarkan tungku pemurnian pil yang retak dari dalam cincin ruangnya, Shio Fang kemudian menggunakan tehnik jari matahari untuk memulai memperbaiki tungku pemurnian pil.
Di dalam alam kultivasi nya, Shio bertemu dengan jiwa tungku pemurnian pil, yang merupakan naga bersayap emas.
Naga itu sangat berterimakasih karena Shio Fang telah memperbaiki tungku pemurnian, hingga menjadi seperti semula.
Untuk membalas kebaikan Shio Fang karena telah memperbaiki tungku pemurnian yang merupakan wadah bagi jiwa sang naga, maka jiwa sang naga itu mengakui Shio Fang sebagai tuan barunya.
Shio Fang membuka matanya perlahan, dan melihat tungku pemurnian kusam yang ada di hadapannya kini tak mempunyai retakan lagi, dengan begitu Shio Fang menyatakan jika tungku pemurnian yang ada di hadapannya telah kembali seperti semula.
Shio Fang kemudian menggigit jari telunjuknya hingga terluka, kemudian meneteskan darah segar ke arah tungku pemurnian pil. Tak berapa lama berselang keajaiban pun terjadi, tunggu itu kini mengeluarkan cahaya emas dan seluruh permukaannya telah berubah menjadi berwarna emas.
Kini tunggu itu terlihat sangat anggun dan elegan, dengan permukaan tungku terdapat gambar naga yang timbul, yang membuat tungku itu terlihat begitu istimewa.
"Aku sangat beruntung karena memiliki tungku pemurnian sebagus ini, sekarang aku akan membuat pil kesembuhan bagi Lilia tapi tak di sini, aku akan masuk ke dalam hutan karena fenomena yang terjadi saat pil pemurnian pil level 7, akan membuat para praktisi kuat di kota langit surgawi datang ke tempat ini untuk mendapatkan pil tersebut, dan hal itu tentunya akan membahayakan nyawa keluarga paman Li jika aku membuat pil itu di sini," batin Shio Fang.
Bersambung
__ADS_1