Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Menuju ke wilayah istana raja dewa obat


__ADS_3

Linyosi telah tiba di tempat paman Canglong berada, terlihat paman Canglong telah selesai melakukan kultivasinya begitu sangat terkejut melihat keadaan Linyosi yang sangat menyedihkan.


Melihat semua itu paman Canglong segera menyongsongnya sambil berkata.


"Apa yang terjadi denganmu? mengapa keadaan mu menjadi seperti ini?" tanya paman Canglong.


Mendengar pertanyaan paman Canglong, Linyosi kemudian menceritakan semua yang terjadi tanpa ditutup tutupi dan hal itu tentunya membuat paman Canglong menjadi sangat marah ke padanya.


"Kau terlalu ceroboh, kau tak mengindahkan perkataan dari Shio Fang sebelumnya, dan aku tak bisa menyalahkan Shio Fang dengan keadaan mu yang seperti ini karena kau telah melanggar apa yang telah dilarang oleh nya," ucap paman Canglong.


"Maafkan aku paman, sebelumnya aku sangat tertarik dan juga sangat penasaran ingin mengetahui cahaya berwarna emas di ujung sana, dan jika aku mengetahui sebelumnya akan terjadi hal seperti ini padaku, tak mungkin aku akan pergi untuk melihatnya".


"Paman..., aku mohon padamu untuk segera membantu ku untuk terbebas dari racun es yang saat ini telah menyebar di tubuhku," pinta Linyosi.


Paman Canglong hanya bisa menarik nafas panjang saat mendengar perkataan dari Linyosi, dan dengan cepat dia bersegera memeriksa keadaan wanita muda itu dengan menggunakan kekuatan spiritual yang dimilikinya, namun di luar dugaan paman Canglong tak mampu untuk mengeluarkan racun es yang berada di tubuh Linyosi, karena racun itu begitu sangat kuat sehingga paman Canglong hanya dapat menggelengkan kepalanya.


"Racun ini sangatlah kuat hingga aku tak mampu untuk mengeluarkan racun itu di tubuhmu, ada baiknya kita menunggu Shio Fang kembali karena hanya dialah satu-satunya orang yang mampu menghilangkan racun es yang berada di tubuh mu," ucap paman Canglong.


Linyosi hanya bisa terdiam mendengar jawaban dari paman Canglong, ada rasa malu yang saat ini merasuk di dalam hatinya mengingat apa yang dilakukannya merupakan kesalahan fatal, dan Linyosi sangat menyesal karena telah melakukan kesalahan dengan mengabaikan larangan yang diucapkan oleh Shio Fang sebelumnya.


Saat ini Linyosi hanya bisa pasrah dengan apapun yang ada dikatakan oleh Shio Fang nanti, karena semua yang terjadi memang merupakan kesalahannya sendiri.


Paman Canglong dan Linyosi hanya bisa menunggu hingga beberapa waktu lamanya, dan pada akhirnya Shio Fang bersama seorang pemuda yang sangat asing bagi mereka berdua telah datang kembali.


Shio Fang saat ini benar-benar marah pada Linyosi karena telah mengabaikan larangannya, dan Linyosi hanya bisa terdiam saat melihat amarah Shio Fang kepadanya.


"Maafkan keponakanku ini, jika kau ingin memberikan hukuman kepadanya maka berikanlah kepadaku, karena beberapa hari belakangan ini Linyosi telah cukup tersiksa dengan racun es yang berada di tubuh nya," ucap paman Canglong.

__ADS_1


Amarah Shio Fang pada akhirnya mereda saat mendengar permintaan maaf dari paman Canglong, dan diapun segera memberikan sebuah pil obat berwarna putih cerah sebagai obat penawar racun es yang berada di tubuh Linyosi.


Linyosi yang mendapatkan pil penawar racun itu tanpa pikir panjang segera menelannya, dan dengan segera dia pun buru buru duduk bersila untuk melakukan pemulihan diri dengan melakukan kultivasi penyerapan pil obat yang telah di telannya.


Melihat Linyosi telah melakukan kultivasi penyerapan pil, Shio Fang tiba tiba berkata. "Sudah waktunya kita keluar dari alam jiwa ini untuk berburu harta karun di istana Raja Dewa obat, karena beberapa hari lagi badai surgawi yang menyelimuti istana itu akan segera mereda," ucap Shio Fang.


Paman Canglong hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan berat mendengar perkataan dari Shio Fang, ada rasa bimbang di dalam hatinya setelah mendengar perkataan dari Shio Fang karena paman Canglong bukanlah seorang alkemis yang bisa semudah itu dapat memasuki istana raja dewa obat, karena syarat untuk memasuki istana itu harus lah merupakan seorang alkemis.


"Aku tak akan bisa ikut bersama kalian karena aku bukanlah seorang alkemis. Shio Fang aku titip Linyosi saat berada di istana raja dewa obat karena aku tak bisa melindunginya saat dia berada di sana," ucap paman Canglong.


"Memang untuk memasuki istana raja dewa obat haruslah memiliki pengetahuan cara meracik dan memurnikan pil obat, karena itu merupakan syarat memasuki istana Raja Dewa obat".


"Paman, paling tidak kau akan menemaniku hingga sampai di depan gerbang istana, karena di dalam perjalanan itu pasti akan banyak permasalahan yang timbul apalagi saat ini aku memiliki peta tempat keberadaan istana itu. Untuk masalah keselamatan Linyosi saat berada di dalam istana maka serahkan semuanya kepadaku," jawab Shio Fang.


"Aku pasti akan mengantarmu sampai kau memasuki gerbang istana raja obat, dan terima kasih atas kesanggupanmu untuk menjaga Linyosi saat berada di sana," ucap paman Canglong.


Keesokan paginya setelah Linyosi benar-benar sembuh dari racun es yang bersarang di tubuhnya, maka keempatnya segera pergi meninggalkan alam jiwa melalui lubang hitam teleportasi yang dibuat oleh Shio Fang.


Setelah keluar dari alam jiwa kelompok Shio Fang kemudian menyusuri hutan lebat menuju ke arah utara, yang merupakan jalan menuju ke wilayah tempat keberadaan istana raja obat.


Tiba tiba tiga cahaya melesat cepat dan saat ini telah menghadang rombong Shio Fang, hal itu membuat Linyosi dan paman Canglong segera memasang kewaspadaan dengan keberadaan ke tiga sosok yang telah berdiri di hadapan Shio Fang.


"Kakak Shio Fang!" ucap ketiganya secara bersamaan dengan senyuman di wajah mereka.


Ketiga sosok itu tak lain adalah Shio Zen, Shio Ju dan Shio Chen, yang sengaja dipanggil oleh Shio Fang menggunakan kekuatan Spiritualnya, untuk segera menemuinya.


Shio Fang sangat senang telah kembali bertemu dengan ketiga adiknya, karena dalam sebulan ini Shio Fang tak bisa berhubungan langsung dengan mereka bertiga Karena berada di wilayah tengah.

__ADS_1


Shio Chen yang sedari tadi merasa asing kepada ketiga orang yang bersama kakak pertamanya kemudian berkata. "Kakak siapa mereka?" tanya nya.


"Wanita muda itu bernama Linyosi yang merupakan bagian dari suku rubah ekor 9, dan yang itu adalah paman Canglong yang berasal dari wilayah tengah, serta yang muda itu adalah leluhur Yanlao yang telah mendapatkan tubuh barunya, mereka akan membantuku untuk dapat memasuki wilayah istana raja dewa obat," ucap Shio Fang.


Shio Fang juga memperkenalkan ketiga adiknya kepada Linyosi, paman Canglong dan leluhur Yanlao.


"Leluhur Yanlao ya...," ucap Shio Chen yang membuat ketiga saudara Shio Fang tertawa terbahak-bahak melihatnya.


Leluhur Yanlao yang merasa kesal karena di tertawakan oleh ketiga saudara Shio Fang kemudian berkata.


"Kalian bertiga apakah dengan sengaja meremehkan dengan tertawa seperti itu?" tanya nya sambil mengeluarkan aura kuat dari dalam tubuhnya.


"Leluhur kau salah paham, bukan maksud kami untuk meremehkan mu, kami hanya melihat dirimu saat ini begitu sangat muda dan aku ingin kita tak melanjutkan kesalahpahaman ini," ucap Shio Zen dengan menangkupkan kedua tangannya.


Mendengar perkataan Shio Zen leluhur Yanlao hanya mendengus kemudian menarik kembali Aura menindas yang keluar dari dalam tubuhnya.


Setelah semua saling memperkenalkan diri maka kelompok Shio Fang kemudian melanjutkan perjalanan untuk menuju ke wilayah istana raja dewa obat.


Rombongan Shio Fang tiba-tiba menghentikan perjalanannya karena melihat di depan sana telah banyak praktisi kuat yang juga akan menuju ke istana raja dewa obat, dan para praktisi itu berasal dari suku-suku penguasa yang memiliki kekuatan rata rata telah menginjak ranah semesta.


"Shio Fang ada baiknya kita menghindari para praktisi dari suku-suku penguasa itu, walaupun mereka telah berada di pinggir perbatasan istana raja dewa obat namun mereka tak semudah itu untuk menemukan jalan menuju ke sana, karena mereka semua tak memiliki peta dari istana raja dewa obat".


"Shio Fang aku sangat berkeyakinan jika saat ini mereka semua tengah menunggu seseorang yang memiliki peta wilayah istana raja dewa obat, untuk dirampas yang akan membawa mereka semua menemukan jalan menuju ke istana raja dewa obat," ucap paman Canglong.


Shio Fang menganggukkan kepalanya karena Shio Fang sebenarnya tau jika saat ini di sekitar perbatasan wilayah istana raja dewa obat, telah terpasang segel yang dapat mendeteksi keberadaan peta menuju ke istana raja dewa obat, dan itu terlihat dari beberapa simbol kuno yang terlihat di langit, dan sebenarnya segel itu merupakan segel yang dibuat oleh suku jiwa.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2