
Ning Chan yang merupakan pemuda keras kepala dengan tak memperhitungkan siapa yang dihadapinya, seketika itu juga melakukan serangan dengan tinjunya yang mengeluarkan aura berwarna ungu tua dari dalamnya.
Tinju meteor pesona pegasus yang merupakan serangan andalannya, seketika itu juga menuju ke arah Shio Fan Yin dengan membawa Aura mematikan dari dalamnya.
Shio Fan Yin yang tak ingin terluka begitu saja oleh serangan Ning Chan, dengan cepat menghantamkan telapak tangan kanannya ke arah depan, yang membuat kedua tangan saling berbenturan di udara.
Aura berwarna merah pekat dari kekuatan Toti jantung Yiwu, seketika itu juga terpancar dari tubuh Shio Fan Yin yang langsung membentuk lingkaran berwarna merah, hingga membuat Ning Chan seketika itu juga terpental ke belakang dengan keras.
Sesaat Ning Chan memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya, dan pada akhirnya Ning Chan tak sadarkan diri.
Semua orang yang berada di tempat itu tercengang melihat kenyataan yang ada, jika kakak pertama mereka harus tumbang ditangan Shio Fan Yin dengan sekali pertukaran serangan.
Ning Rong, Ning'zo dan Ning'zi, seketika itu juga langsung memasang ke kewaspadaan, dengan terlihatnya Aura lingkaran berwarna yang ada di tubuh mereka bertiga.
Ning'er yang tak ingin pertarungan terjadi di antara mereka semua, dengan cepat menengahi dengan berdiri diantara kedua belah kubu.
"Hentikan...!!, pertarungan ini jangan diteruskan lagi hanya karena dipicu ke salah pahaman. "Kakak, jika kalian bertiga tak menginginkan Shio Fan Yin berada di dalam rombongan kita, maka biarkanlah dia pergi dari tempat ini karena selama ini dia tak pernah memberikan hal buruk pada rombongan kita," ucap Ning'er yang tetap pada pendiriannya dalam membela Shio Fan Yin.
"Adik...!!, Apakah kau tak melihat kenyataan yang ada jika Shio Fan Yin telah melukai kakak pertama kita, bukankah apa yang kau lakukan terlihat bodoh karena membelanya dan bukan membela saudaramu sendiri," bentak Ning'zo.
"Adik...!!, Apakah kau telah jatuh cinta padanya sehingga kau membelanya dengan mati-matian seperti ini?" tanya Ning'zi.
__ADS_1
"Aku..., aku..., Aku hanya tak ingin kita membunuh seseorang yang tak bersalah, kakak kumohon padamu hentikanlah pertarungan ini dan biarkan Shio Fan Yin pergi," jawab Ning'er dengan terbata bata.
Ketiganya yang tak terima dengan terlukanya Ning Chen, sama sekali tak memperdulikan apa yang dikatakan oleh adik bungsunya itu, yang membuat Ning'zo segera mengibaskan tangannya hingga membuat angin deras seketika itu juga menghempaskan tubuh Ning'er ke samping, membuat wanita muda itu bergulung-gulung di tanah dan tak sadarkan diri.
Setelah dapat menyingkirkan adik bungsunya, Ning'zo seketika itu juga mengeluarkan pedangnya dan segera menyerang ke arah Shio Fan Yin dengan tusukan dan tebasan pedang yang sangat mematikan.
Shio Fan Yin dapat dengan mudah terlepas dari serangan pedang mematikan yang dilancarkan oleh Ning'zo, namun sedetik kemudian Shio Fan Yin segera mengeluarkan tombak emas nya dari lubang spasial yang tersayat, tempat di mana cincin ruangnya berada.
Dalam sekejap pertarungan pun terjadi dengan perbandingan 3 lawan 1. Walaupun ketiganya telah membentuk formasi pedang pesona yang dimilikinya, namun tak sedikitpun mereka mampu untuk membuat Shio Fan Yin terdesak.
Tehnik Tombak Kaisar kekacauan yang dikeluarkan Shio Fan Yin masih begitu tangguh untuk mereka hadapi, hingga perlahan-lahan ketiganya mulai tertekan oleh serangan serangan tombak yang dilakukan oleh Shio Fan Yin.
Dari kejauhan seorang wanita tua tengah mengamati pertarungan yang terjadi, dialah tetua pertama klan Ning yang bernama Ning Yiyi.
"Kekuatan anak muda itu begitu sangat hebat yang mampu mengeluarkan aura lingkaran berwarna merah pekat ditubuhnya, yang bisa dikatakan jika kekuatan anak muda itu sebanding dengan tingkat kekuatan yang kumiliki saat ini".
"Sepertinya ketiga murid jenius dari klan ku akan bernasib sangat buruk jika pertarungan ini terus berlanjut. Aku harus segera menghentikan pertarungan yang terjadi sebelum adanya jatuh korban di antara mereka," ucap tetua Ning Yiyi.
Aura berwarna merah pekat seketika itu juga keluar dari dalam tubuh tetua Ning Yiyi, saat dirinya berada di tengah-tengah pertarungan untuk memisahkan kedua kubu yang tengah bertarung.
"Aku ingin kalian semua menghentikan pertarungan ini!!" ucapnya sambil mengeluarkan gelombang kejut yang di tujukan ke arah para praktisi yang tengah bertarung.
__ADS_1
Ning Rong, Ning'zo, Ning'zi, saat ini telah terseret puluhan meter ke belakang akibat menahan daya dorong gelombang kejut yang keluar dari dalam tubuh tetua Ning Yiyi, sementara Shio Fan Yin hanya mundur selangkah yang menandakan jika Aura kejut yang keluar dari tubuh tetua Ning Yiyi, sama sekali tak berefek kepada diri Shio Fan Yin.
Tetua Ning Yiyi kemudian saling berhadapan dengan Shio Fan Yin, dan sedetik kemudian dia pun berkata.
"Anak muda sepertinya kau bukanlah seorang praktisi yang berasal dari alam Xuan, walaupun kau saat ini memiliki kekuatan toti di tubuhmu," ucap nya.
"Apa maksud tetua dengan berkata seperti itu padaku, jika kau juga ikut campur dan ingin membela mereka bertiga, maka majulah karena aku ingin melihat seberapa kuat kemampuanmu untuk dapat mengalahkanku," ucap Shio Fan Yin.
"Ha..., ha .., ha..., Anak muda sepertimu terlalu penuh dengan gairah dalam sebuah pertarungan, Aku mengatakan hal ini karena aku memiliki alasan".
"Yang pertama aku masih bisa merasakan kekuatan samar dari alam surgawi di dalam tubuhmu yang tak sepenuhnya hilang saat kau menggunakan kekuatan Toti, dan yang kedua kau memiliki teknik keterampilan tombak yang sangat hebat, yang belum pernah kulihat selama aku menjadi seorang praktisi di alam Xuan".
"Bukankah semua yang ku katakan benar dan kau tak bisa bisa lagi untuk mengelak nya. Shio Fan Yin aku tahu apa yang menjadi tujuanmu datang ke alam Xuan, dan Klan ku merupakan fraksi yang selama ini sejalan dengan pemikiran mu," ucap tetua Ning Yiyi.
Shio Fan Yin terdiam beberapa saat lamanya, lalu teringat pesan Sang Guru yang mengatakan jika dirinya harus mencari fraksi yang sejalan dengannya, yang menginginkan musnahnya ras iblis dari alam Xuan.
Menyikapi itu semua, Shio Fan Yin tak menutup-nutupi lagi siapa dirinya sebenarnya, dan dari mana dia berasal.
Shio Fan Yin kemudian menyimpan kembali tombak emas yang berada di dalam genggaman tangannya, lalu berkata.
"Kau telah mengetahui siapa aku sebenarnya dan apa tujuanku datang ke alam Xuan, dan jika kau memang sejalan denganku maka aku anggap kejadian hari ini tak pernah terjadi, dan aku akan mengampuni ketiga tuan muda dari klan mu," jawab Shio Fan Yin dengan tegas.
__ADS_1
Bersambung