Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Shio Zen vs putri Yanran


__ADS_3

Seluruh peserta kini melihat kearah segel yang tercipta di langit, dan pada saat ini Shio Fang dapat melihat jika pertarungan awal akan dilakukan oleh Shio Zen dalam menghadapi praktisi muda berbakat yang berasal dari kekaisaran cahaya terang yaitu putri Yanran.


Setelah melihat jika Shio Zen akan menghadapi Putri Yanran, Shio Fang kemudian berkata menggunakan kekuatan mental spiritualnya yang ditujukan kepada Shio Zen.


"Berhati hatilah Shio Zen, sepertinya Putri Yanran telah memiliki kemampuan yang tak biasa, karena aku tak dapat melihat batasan kekuatan yang dimilikinya saat ini, sepertinya putri Yanran telah mendapatkan warisan sebuah kekuatan besar dari para praktisi kuat yang selama ini melakukan pengasingan diri, dan muncul kembali setelah kaisar api kita bunuh".


"Shio Zen di dalam hati putri Yanran saat ini terdapat dendam yang membara, dan aku minta padamu jika kau tak sanggup lagi untuk bertarung menghadapinya maka segeralah menyerah, karena di dalam kompetisi ini aku tak bisa menyelamatkanmu selain kau sendiri yang menyelamatkan dirimu," ucap Shio Fang.


Mendengar perkataan Shio Fang yang sangat jelas di telinganya, membuat Shio Zen seketika itu juga memalingkan wajahnya ke arah Shio Fang yang berada cukup jauh darinya.


Melihat Shio Fang menatap tajam ke arah nya, membuat Shio Zen langsung menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan dari Shio Fang.


Setelah beberapa waktu berlalu, guru Gobin para akhirnya memanggil peserta pertama yang akan melakukan pertarungan.


"Shio Zen dari akademi Kunlun, akan bertarung menghadapi putri Yanran dari kekaisaran cahaya terang, kalian berdua segeralah masuk ke arena pertarungan," ucap Guru Gobin dengan penekanan di perkataannya.


Mendengar namanya dipanggil untuk menuju ke arena batu, membuat keduanya segera melesat dari podium para peserta menuju ke atas arena batu, hingga keduanya kini saling berhadapan satu dengan yang lainnya.


Guru Gobin yang melihat kedua peserta telah berada di atas arena batu, tanpa pikir panjang Guru Gobin segera mengaktifkan segel pelindung arena batu agar para penonton yang menyaksikan pertarungan itu tak terkena efek dari pertarungan yang terjadi.


Kini diatas arena pertarungan tampak Putri Yanran dan Shio Zen saling berpandangan satu dengan yang lainnya, dan tak lama kemudian Putri Yanran kemudian berkata.

__ADS_1


"Aku tak akan melihat ke belakang bagaimana dahulu kita pernah bersama dalam melakukan perjalanan saat berada di dalam reruntuhan kuburan para dewa, saat ini aku akan menghancurkanmu di atas arena ini karena kau merupakan bagian dari orang-orang yang telah membunuh ayah ku," ucap putri Yanran dengan kilatan kejam di matanya.


Mendengar perkataan dari Putri Yanran, Shio Zen hanya dapat mengeluarkan senyuman kecil di sudut bibirnya. Selama ini Shio Zen tak pernah menyangka jika sosok wanita cantik yang pernah mewarnai hatinya, saat ini begitu sangat benci kepadanya sehingga membuat wanita muda itu seakan-akan melihat diri Shio Zen sebagai musuh bebuyutan yang harus segera dilenyapkan.


"Putri Yanran..., walaupun saat ini kau memiliki kepercayaan diri tinggi karena telah memiliki kekuatan yang mampu melampaui kekuatan yang kumiliki, akan tetapi hal itu tak membuatku takut padamu, jika saat ini kau ingin mengalahkanku maka kau harus melakukannya dengan penuh perjuangan karena aku tak akan mungkin semudah itu dapat kau kalahkan," ucap Shio Zen dengan keseriusan di wajahnya.


"Bagus..., kurasa pertarungan ini ada baiknya segera kita mulai," ucap putri Yanran.


Setelah putri Yanran berbicara seperti itu, tak lama kemudian tubuh Putri Yanran tiba tiba saja menghilang dari hadapan Shio Zen.


Shio Zen dapat merasakan jika kekuatan Putri Yanran saat ini telah maju dengan sangat pesat, karena kecepatan dalam serangannya terasa begitu sangat menindas ke arah Shio Zen.


Shio Zen yang sangat sulit untuk mendeteksi kecepatan serang putri Yanran, pada akhirnya mengeluarkan pedangnya dan tak lama kemudian dia pun berkata.


Tiba tiba saja seluruh permukaan arena batu telah berselimutkan air, dan di udara juga telah berselimut kan kabut sehingga Shio Zen dapat mengetahui keberadaan Putri Yanran yang saat ini tengah menuju ke arahnya dengan cepat.


Shio Zen segera mengayunkan pedang besar di genggaman tangannya ke arah depan, sehingga membuat benturan kedua pedang kini terjadi yang menimbulkan suara memekakkan telinga di tempat itu.


Percikan bunga api terus terjadi saat kedua senjata saling berbenturan di udara, dan kini Shio Zen dapat merasakan tekanan kekuatan putri Yanran melalui pedangnya, dapat membuat tangan kanan yang memegang pedang kini telah mati rasa.


"Kekuatan putri Yanran begitu sangat kuat, walaupun aku telah menggunakan kekuatan semesta awal untuk menangkis serangannya, aku masih dapat merasakan mati rasa di tangan kananku ini," batin Shio Zen yang buru-buru langsung mengalirkan energi murninya ke arah tangan kanan yang memegang pedang.

__ADS_1


Shio Zen kemudian membentuk segel pertahanan, dan kabut air yang bertebaran di udara segera memadat hingga membentuk puluhan pedang air yang kini mengambang di udara.


Melihat puluhan pedang air yang mengambang di sekitar tubuh Shio Zen, membuat putri Yanran sesaat menghentikan serangannya dan berkata.


"Tehnik pedang air ya..., Shio Zen jika hanya teknik itu yang kau gunakan untuk melawanku maka akan sangat percuma, karena teknik itu tak mampu berbuat banyak untuk melindungimu," ucap Putri Yanran.


Tak lama kemudian putri Yanran segera melesat kembali ke arah Shio Zen, dan kali ini tubuhnya telah mengeluarkan puluhan bayangan yang sama dengan tubuh aslinya, hal itu membuat konsentrasi Shio Zen menjadi buyar untuk menentukan target serangannya, karena semua bayangan dari tubuh putri Yanran telah memadat dan terbentuk seperti aslinya.


Shio Zen segera mengibaskan tangannya sehingga puluhan pedang air yang tercipta langsung memburu puluhan tubuh Putri Yanran yang tercipta. Disaat pedang airnya melesat cepat memburu puluhan tubuh putri Yanran, kesempatan itu dipergunakan oleh Shio Zen untuk melepaskan segel penjara air Hitam ke permukaan arena batu, sengaja Shio Zen menggunakan salah satu teknik andalannya itu untuk menjebak tubuh asli putri Yanran.


Benar saja, setelah tubuh asli Putri Yanran menjejakkan kakinya ke lantai arena pertarungan, tiba-tiba saja empat tangan berwarna hitam langsung menangkap kaki Putri Yanran dan menariknya masuk ke dalam air hitam yang tercipta, hingga tubuh putri Yanran terperangkap masuk kedalam air hitam hingga sebatas pinggang.


Air yang mengandung daya korosi yang dapat mengikis tubuh makhluk hidup, dapat dirasakan oleh putri Yanran sehingga membuat sang putri kini harus mengeluarkan kartu andalannya.


"Tak kusangka kau memiliki kemampuan seperti ini yang dapat mengurungkan di dalam penjara air Hitam mu, tapi penjara air hitam mu ini takkan bertahan lama karena aku akan segera menghancurkannya," ucap putri Yanran.


"Kekuatan tubuh api, transformasi tubuh api Surgawi," ucap putri Yanran.


Tiba tiba saja Aura panas yang sangat kuat seketika itu terpancar dari dalam tubuh putri Yanran, dan saat ini tubuh putri Yanran telah terbungkus di dalam kobaran api berwarna biru menyala.


Seluruh air Hitam yang ada di permukaan arena batu seketika itu juga mengering bersama dengan tangan-tangan hitam yang sebelumnya telah membelenggu kaki Putri Yanran, hingga pada akhirnya Putri Yanlan terbebas dari kekuatan tehnik penjara air Hitam yang dilepaskan oleh Shio Zen.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2