Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Memenangkan pertempuran


__ADS_3

Shio Zen segera menangkap tangan Sang Putri dan seketika itu juga memukul tengkuk putri Yanran, yang membuat sang putri pada akhirnya tak sadarkan diri.


"Dasar bodoh ..!!, selama ini ku sangka kau merupakan wanita yang tegar dan mempunyai prinsip sebagai seorang wanita tangguh, hanya karena masalah ini kau akan mengorbankan diri, bukankah apa yang kau lakukan itu merupakan hal konyol di mataku. Putri Yanran kekagumanku selama ini padamu telah pupus atas sikap lemahmu ini," ucap Shio Zen kemudian membawa Putri Yanran pergi menuju ke istana api.


Sementara itu pertarungan antara Liuchen dan Shio Chen berlangsung dengan sangat sengit, Liuchen tak menyangka jika lawan tarungnya kali ini memiliki kekuatan yang setingkat lebih kuat darinya, yang membuat Liuchen perlahan-lahan mulai terdesak oleh serangan-serangan kuat yang dilakukan Shio Chen, walaupun tubuhnya saat ini telah menggunakan tubuh Kaisar api.


Lolongan panjang terdengar dari mulut Shio Chen, yang membuat tubuh Shio Chen berkali-kali lipat lebih besar dari sebelumnya, dan palu raksasa yang ada di genggaman tangannya seketika itu juga membesar dan mengeluarkan kobaran api hitam yang sangat panas.


Liuchen yang mengetahui hal itu begitu sangat terkejut, dia tak menyangka jika api ribuan tahun yang dicarinya kini telah menyatu pada tubuh laki-laki besar yang menjadi lawan tarungnya.


Kondisi ini membuat kesuraman di wajah Liuchen, dan rasa takut pun kini menghinggapi hatinya akan kekuatan besar yang dimiliki Shio Chen.


Tak Lama kemudian Shio Chen melompat ke udara dan menghantamkan palu raksasanya ke tubuh Liuchen, yang membuat laki-laki tua itu tak bisa berbuat apa-apa selain menahan serangan mematikan itu menggunakan pedang yang berada di genggaman tangannya.


Palu raksasa berbenturan dengan pedang Liuchen, yang menimbulkan ledakan dan riak energi yang menyebar di udara.


Serangan Shio Chen menghabiskan energi besar dari kekuatan binatang Megic tingkat legenda surgawi, sehingga membuat udara menjadi fluktuasi yang menyebabkan tanah yang dipijak oleh Liuchen mengalami retakan besar.


Tubuh Liuchen benar-benar terpuruk akibat serangan itu, dia pun memuntah kan darah segar dari mulutnya yang membuat Liuchen memikirkan bagaimana cara untuk melarikan diri dari tempat itu, karena dirinya saat ini sudah tak mampu menghadapi Shio Chen yang merupakan jelmaan dari Serigala lahar api yang telah menembus kekuatan terkuat dari binatang Megic di seluruh alam surgawi.


Liuchen kemudian mengeluarkan kekuatan spritualnya, hingga membuat tubuhnya menghilang dari pandangan Shio Chen.


Shio Chen yang tak ingin jika lawan tarungnya melarikan diri dari pandangan matanya, membuatnya seketika itu menajamkan penciumannya untuk mendeteksi jejak darah yang ditinggalkan dari laki-laki tua yang mencari lawan tarungnya.


"Kau tak akan semudah itu melarikan diri dariku, biar bagaimanapun kau pergi menjauh aku masih bisa mengetahui jejak darah yang keluar dari tubuh mu," ucap Shio Chen.


Shio Chen kemudian memalingkan tubuhnya ke belakang, dan melemparkan palu besar yang berada di genggaman tangannya ke arah tempat kosong yang tak terlihat siapapun berada di sana.


Tak lama kemudian teriakan menyayat hati terdengar dari kejauhan, saat Liuchen tiba-tiba muncul dengan tubuh yang telah hancur.

__ADS_1


Tubuh Liuchen saat ini benar-benar tak dapat menahan kekuatan besar dari palu yang dilemparkan Shio Chen, yang membuat tubuhnya jatuh dengan deras menuju ke daratan.


Melihat hal itu Shio Chen segera melesat cepat ke arah Liuchen yang akan memberikan serangan susulan, akan tetapi keinginannya itu segera ditahan saat melihat lawan tarungnya sudah tak bernyawa lagi.


"Ini merupakan pembalasan yang pantas bagimu, yang telah sengaja ingin membunuh kakakku Shio Fang," ucap Shio Chen kemudian membalikkan tubuhnya dan meninggalkan tempat itu.


Di tempat lain, Pertarungan antara Shio Fang dan kaisar Yanlan berlangsung dengan penuh ketegangan, mereka berdua telah mengeluarkan kekuatan terkuat yang mereka miliki.


Kaisar Yanlan mengangkat tangan kanannya ke atas maka terciptalah bola api yang sangat besar, yang membuat batu-batu yang ada di sekitar tempat itu hancur menjadi debu.


Shio Fang yang melihat hal itu hanya tersenyum, dia pun mengangkat tangan kanannya ke atas maka bola berwarna biru dengan pusaran angin yang sangat kuat di dalamnya tiba-tiba saja muncul.


Kekuatan inti angin misterius miliknya saat ini begitu dahsyat, setelah Shio Fang menggunakan tubuh nirwana dalam menciptakan bola angin raksasa di telapak tangannya.


Tiba tiba suara kaisar Yanlan menggelegar di udara. "Shio Fang matilah kau..!!, Api langit penghancur!!" teriaknya.


Kaisar Yanlan dan Shio Fang sama-sama melemparkan bola energi yang berada di tangan mereka, yang membuat kedua energi besar itu kini beradu di udara.


Ledakan besar pun terjadi yang menimbulkan gelombang kejut yang sangat dahsyat di tempat itu, hingga membuat bangunan istana api runtuh di beberapa bagian.


Shio Fang terseret beberapa meter ke belakang tanpa adanya luka sedikitpun di tubuhnya, karena Shio Fang terlindungi oleh tubuh nirwana yang di milikinya.


Beda dengan keadaan kaisar Yanlan, akibat benturan itu tubuh Kaisar Yanlan terhempas jauh ke belakang dan menghantam tanah dengan keras. Tubuh kaisar Yanlan pada akhirnya tak bergerak lagi karena nyawanya telah menghilang dari tubuhnya.


Shio Fang menatap ke arah sang kaisar yang telah tergeletak tak bernyawa, dia pun berkata. "Aku sebenarnya tak ingin membunuhmu, karena kau yang telah memulai menyinggung ku, maka kematian lah yang pantas kau terima," ucapnya.


Setelah berkata seperti itu Shio Fang kemudian melesat ke arah istana api disusul oleh Shio Chen dan Shio Ju di belakangnya. Di istana api hanya tersisa segelintir prajurit kepercayaan sang Kaisar untuk melindungi permaisuri, prajurit-prajurit itu begitu sangat ketakutan melihat kedatangan Shio Fang dengan dua pemuda yang ada di belakangnya.


Permaisuri yang mengetahui jika suaminya telah mati dan seluruh pasukannya telah binasa di tangan kelompok Shio Fang, membuat permaisuri terdiam saat berhadapan langsung dengan Shio Fang dan rombongannya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat terdiam, pada akhirnya sang permaisuri angkat bicara.


"Anak muda.., kalian berempat merupakan praktisi hebat karena mampu mengalahkan sebuah kekaisaran besar dalam waktu singkat, apakah kalian masih ingin menghabisi kami semua yang ada di istana ini beserta seluruh penduduk kota kekaisaran cahaya terang?" tanya permaisuri.


"Aku tak akan menghabisi kekaisaran ini, aku hanya menghabisi orang orang yang telah menyinggung keberadaan kami, dan untuk itu aku akan mengembalikan seluruh Jenderal dan seluruh pasukan kekaisaran ini yang telah ku sekap sebelumnya," ucap Shio Fang.


Shio Fang kemudian membentuk segel di tangannya, dan tak lama kemudian gerbang hitam tiba-tiba saja muncul di udara.


Shio Fang kemudian mengeluarkan seluruh pasukan dan Jenderal yang telah terpenjara di dalam gerbang hitam, sehingga gerbang hitam seketika itu memuntahkan seluruh pasukan yang telah terisap oleh gerbang hitam sebelumnya.


Suka cita seketika itu terlihat di wajah permaisuri saat melihat pasukan istana api keluar dari dalam gerbang hitam, walaupun saat ini sang Kaisar telah mati akan tetapi dengan adanya para Jenderal dan ratusan ribu pasukan istana api yang masih hidup, membuat istana api akan terhindar dari kehancurannya.


"Terimakasih atas kemurahan hati tuan muda yang telah mengembalikan para jendral dan pasukan istana api," ucap permaisuri.


Shio Fang menganggukan kepalanya, dan tak lama kemudian dia pun mengajak ketiga saudaranya untuk segera pergi meninggalkan istana api.


Sebelum melangkah lebih jauh, Shio Zen menahan langkah Shio Fang kemudian diapun menceritakan apa yang telah terjadi pada Putri Yanran yang saat ini tengah dirawat di balai pengobatan istana.


"Zen..., kau tak usah memikirkan Putri Yanran di sana ada permaisuri yang akan mengurusnya. Jika dia menginginkan kematiannya dengan bunuh diri lagi maka hal itu bukan masalah bagi kita. Putri Yanran telah dewasa dan mampu untuk berpikir apa yang harus dilakukan pada dirinya. Zen lebih baik saat ini kita kembali ke Akademi Kunlun karena pertarungan 3 tahun akan segera dilaksanakan di sana," ucap Shio Fang.


Shio Zen hanya bisa terdiam mendengar perkataan Shio Fang, saat ini Shio Zen tak bisa berkata apa-apa lagi, dia hanya dapat mengikuti keinginan Shio Fang untuk kembali ke Akademi Kunlun dan meninggalkan Putri Yanran dengan segala cerita tentangnya.


Setelah kelompok Shio Fang terdiam beberapa saat lamanya, tiba-tiba saja Shio Ju menghilangkan kesunyian itu dengan berkata. "Kak Shio Fang, apakah aku bisa meminta satu hal padamu, yaitu izinkanlah aku untuk mengikutimu karena aku sudah sangat bosan berada di dalam dantianmu," ucap nya.


"Kau dan Shio Chen merupakan perwujudan dari binatang Megic, Jika kalian ingin mengikutiku maka aku akan memperbolehkannya asalkan kalian mengikuti aturan yang nantinya akan kubuat pada kalian berdua," ucap Shio Fang.


"Kami berdua akan mengikuti semua aturan yang kau buat kak Shio Fang, dan kami berdua berjanji kami tak akan menyusahkanmu," ucap Shio Chen menimpali perkataan Shio Fang.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2