Penguasa Element Es Dan Angin

Penguasa Element Es Dan Angin
Menuju ke alam kristal es


__ADS_3

Diatas bukit Shio Fang termenung menatap kosong kedepan, firasatnya masih merasa jika kekuatan pasukan yang di himpun nya saat ini masih belum cukup untuk menghadapi para praktisi kuat yang berada di wilayah kekaisaran cahaya ilahi.


Kekuatan iblis merupakan kekuatan yang sangat menakutkan, di tambah lagi dengan kekuatan dari suku jiwa yang pemimpinnya telah menembus ranah semesta abadi, yang bahkan kekuatan pasukannya saat ini belum tentu dapat mengalahkannya walaupun ketua suku jiwa hanya seorang diri.


Di saat kegalauan hati melanda, Shio Fang pada akhirnya teringat pada sosok wanita cantik dari alam kristal es, dia adalah Yinzi wanita yang selalu ada dan tak pernah tergantikan di dalam lubuk hatinya yang terdalam.


"Yinzi memiliki tubuh teratai salju dan bahkan kekuatannya bisa menyamai kekuatan di ranah semesta abadi setelah pelatihan pahit yang di lakukannya selama bertahun tahun".


"Aku akan meminangnya kali ini, karena sebenarnya Yinzi merupakan wanita yang memiliki darah peri murni yang memiliki keistimewaan di dal ras peri. Jika istana Atena terlibat dalam penyerangan ke istana cahaya surgawi, aku pastikan suku penguasa dan aliansinya dapat aku musnahkan," batin Shio Fang.


Shio Fang kemudian membentuk segel di tangannya dalam membuat portal menuju ke alam kristal es.


Setelah portal tercipta dengan sempurna, Shio Fang pada akhirnya masuk kedalamnya untuk memasuki alam kristal es.


Shio Fang dapat melihat hamparan es yang menyelimuti seluruh daratan alam kristal es, tempat yang tak jauh berbeda dengan suasana saat terakhir dirinya berada di alam kristal es.


Shio Fang kemudian berjalan menuju sungai di mana sebuah perahu terlihat berada di tengah tengah sungai.


Dari dalam perahu terdengar suara kecapi yang mengalun merdu, yang membuat Shio Fang meraih seruling yang telah di persiapkan sebelumnya dari balik bajunya.


Shio Fang kemudian meniup serulingnya menyesuaikan alunan merdu suara kecapi, dan sangat mudah bagi Shio Fang untuk mengimbangi Sura kecapi karena sebenarnya suara alunan kecapi itu begitu sangat akrab di tengah Shio Fang, mengingat alunan suara kecapi itu selalu di dengar oleh Shio Fang sedari dia masih kecil.


Tiba tiba suara kecapi berhenti berbunyi, namun Shio Fang terus meniup serulingnya dengan penuh penghayatan seperti Shio Fang begitu merindukan seorang wanita yang saat ini berada di atas perahu.


Sekelebat bayangan putih seketika itu keluar dari dalam perahu dan langsung menuju kearah Shio Fang, yang membuat Shio Fang seketika itu juga menghentikan meniup serulingnya.


Wanita yang benar benar sangat cantik telah berdiri di hadapan Shio Fang, yang membuat Shio Fang kemudian berkata.


"Lama tak berjumpa, bagai mana keadaanmu saat ini," ucap Shio Fang.


Yinzi kemudian tersenyum kearah Shio Fang dan berkata. "Seperti yang kau lihat, aku baik baik saja," ucapnya.


Shio Fang dengan perlahan berjalan kearah Dewi Yinzi kemudian memeluk wanita itu dengan hangat. Terlihat kali ini Dewi Yinzi sama sekali tak menolak Shio Fang, malah wanita cantik itu membalas memeluk Shio Fang dengan hangat.


Kenyataan yang ada membuat Shio Fang merasa senang, akan tetapi di dalam hati Shio Fang bertanya tanya bagaimana bisa Dewi Yinzi sama sekali tak melakukan penolakan, seperti tahun tahun yang lalu ke padanya.


Shio Fang tak ingin bertanya akan hal itu kepada Dewi Yinzi, yang terpenting baginya ratu para peri dapat menerimanya kembali.


Shio Fang kemudian memberanikan diri untuk melamar Yinzi. "Aku ingin menanyakan kembali permintaanku waktu itu, jika aku ingin menikahimu," ucap Shio Fang.


Dewi Yinzi hanya bisa tersenyum dan tak lama kemudian dia pun mengampukan kepalanya dan berkata.


"Aku menerimanya," jawab Dewi Yinzi sambil menatap mata Shio Fang lekat lekat.


"Mengapa kau langsung menerima pinanganku?" tanya Shio Fang.


"Tahun tahun belakangan ini aku selalu merindukan kehadiranmu, kesunyian yang kurasakan tak lepas dari ketiadaanmu di sisiku, aku menyadari jika aku sebenarnya sangat membutuhkan dirimu untuk berada di sisiku".


"Saat ini kau telah menembus ranah semesta abadi yang membuat kastamu setara dengan para peri, aku tak memiliki alasan lagi untuk menolak pinanganmu," jawab Dewi Yinzi.


Shio Fang kemudian melabuhkan kecupan hangat di kening Dewi Yinzi karena terbawa suasana haru di dalam hatinya, rasa bahagia di dalam hatinya menghilangkan semua kepedihan di masa lalu saat Dewi Yinzi selalu menolak cintanya, semua itu karena adanya perbedaan kasta diantara dua ras yang berbeda yang membuat Shio Fang harus berusaha keras menjadi seperti sekarang ini, untuk dapat menggapai keinginan tulus nya dalam memenangkan hati Dewi Yinzi.


Dan hari ini semua kerja keras Shio Fang untuk menembus ranah abadi, pada akhirnya memperoleh hasil yang bahagia.


Shio Fang kemudian membawa Dewi Yinzi untuk menghormati para leluhur dengan bersujud sebanyak 3 kali, sebagai tanda jika mereka berdua telah melakukan ikatan suami istri.

__ADS_1


Dewi Yinzi kemudian membawa Shio Fang menuju keatas perahu yang berada di tengah tengah sungai, dan setibanya di sana Dewi Yinzi kemudian melepaskan seluruh pakaian yang di kenakannya, karena dewi Yinzi ingin melakukan tugasnya sebagai seorang istri yang baik, dengan melayani Shio Fang yang telah sah menjadi suaminya.


Shio Fang sangat tertegun dengan pemandangan yang ada di hadapannya, kecantikan dan keindahan tubuh Dewi Yinzi begitu sangat sempurna di matanya.


Kesempurnaan itu begitu sangat nyata mengingat Dewi Yinzi merupakan ras peri yang kecantikannya memang tiada duanya, yang membuat Shio Fang segera melepaskan pakaiannya sendiri dan mulai mencumbu Dewi Yinzi dengan penuh gairah.


Shio Fang memberikan ciuman hangat di bibir Dewi Yinzi dan ternyata ciumannya itu mendapatkan perlawanan berarti, hingga keduanya berciuman semakin dalam yang membuat nafas keduanya menjadi tersengal sengal.


Shio Fang kemudian menggendong Dewi Yinzi ke pembaringan dan mulai mencumbunya kembali, Shio Fang menyusuri leher jenjang Dewi Yinzi dan memberikan beberapa tanda merah disana sebagai tanda kepemilikan, tanda merah itu terlihat begitu sangat jelas karena keberadaan tanda merah itu di tunjang dengan kulit leher Dewi Yinzi yang putih mulus bagai pualam.


Shio Fang terus menuju kebawah dan pada akhirnya menemukan gundukan kembar yang padat dan berisi. Dengan penuh gairah Shio Fang bermain main liar di sana yang membuat suara meracau keluar dari mulut Dewi Yinzi, sampai sampai tanpa sadar sang Dewi meremas rambut Shio Fang menahan sensasi indah yang belum pernah di rasakannya selama ini dari seorang pemuda.


Setelah puas menikmati keindahan yang ada di hadapannya hingga beberapa saat lamanya, Shio Fang kembali melanjutkan aksinya dengan terus menuju kebawah, dan kali ini Shio Fang dapat melihat hutan yang sangat lebat dengan sumur tua yang di kelilingi ilalang di sekitarnya, tentu saja pemandangan itu membuat hati Shio Fang bergejolak dengan hebat dan ingin segera menikmatinya.


Shio Fang benar-benar melahap apa yang ada di hadapan nya dengan penuh kelembutan, dan tentu saja hal itu membuat Dewi Yinzi mengeluarkan pekikan pekikan manja dari dalam mulutnya, karena sebenarnya perlakuan dari Shio Fang pada dirinya benar-benar telah membuatnya terbang melayang, sehingga pada akhirnya Dewi Yinzi hanya bisa menggigit bibirnya sendiri menikmati sensasi yang diberikan suaminya di malam pertamanya itu.


Dewi Yinzi yang tak kuasa menahan gairah di dalam hatinya seketika itu juga menarik tubuh Shio Fang ke atas, dan sedetik kemudian dia pun menghempaskannya ke sisi pembaringan.


Dengan cepat Dewi Yinzi berada di atas tubuh Shio Fang, dan mulai melakukan aksinya seperti halnya yang telah dilakukan Shio Fang pada dirinya.


Shio Fang benar-benar terbuai akan nikmatnya keindahan sensasi rasa yang diberikan Dewi Yinzi padanya, hingga pada akhirnya Dewi Yinzi mulai mempermainkan sesuatu yang telah berdiri sedari tadi dengan lembut dan hangat.


Shio Fang dapat merasakan tonggak kehidupannya telah basah sepenuhnya oleh permainan lidah dan mulut Sang Dewi, setelah Dewi Yinzi melakukan aksinya seperti menikmati sebuah es krim stik, yang terus-menerus memaksa perasaannya untuk menuntaskan segalanya malam itu juga.


Shio Fang pada akhirnya menarik tubuh Dewi Yinzi kembali keatas, dan mulai menguasai keadaan. Dengan penuh gairah yang membara di dalam hatinya Shio Fang berusaha menghancurkan mahkota pertahanan terakhir seorang Dewi Yinzi, walaupun awalnya Shio Fang begitu sangat kesulitan untuk menjebol pertahanan yang tak pernah di jamah oleh seorang laki-laki, pada akhirnya pekikan keras dari mulut Dewi Yinzi menandakan jika pertahanan itu pada akhirnya dapat dihancurkan sepenuhnya oleh Shio Fang.


Putri Yinzi terpaksa harus menggigit bahu Shio Fang dengan keras, karena merasakan sakit yang tak pernah terlukiskan kini dialami oleh putri Yinzi. Gigitan keras di bahunya tak dipedulikan oleh Shio Fang karena sebenarnya gigitan itu seperti memberikan energi yang sangat besar, yang membuat Shio Fang bersemangat untuk mulai mendaki puncak pegunungan dengan memacu kudanya secara perlahan dan berirama.


Rasa sakit yang tadinya dirasakan Dewi Yinzi, kini berubah menjadi sebuah kesenangan saat Shio Fang mulai menambah kecepatan laju kudanya menuju puncak pegunungan tertinggi.


Deru nafas yang memburu dengan diiringi teriakan kecil dan racauan manja terus terdengar dari dalam perahu, yang membuat perahu itu di penuhi suara suara aneh yang tak bisa diartikan dengan sebuah penjelasan.


Tiba tiba Dewi Yinzi memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya sendiri setelah sang Dewi telah berada dipuncak pendakiannya seorang diri, dengan meninggalkan Shio Fang yang terus berjuang memacu kudanya dengan sangat cepat, agar dapat merasakan kenikmatan di atas puncak pegunungan tertinggi seperti yang telah dirasakan oleh Dewi Yinzi.


Berkali kali Dewi Yinzi mendapatkan sensasi di atas puncak pegunungan tertinggi, namun tak terlihat Shio Fang berhasil mengikuti jejaknya untuk berada di puncak kepuasan bersamanya, Dewi Yinzi harus menggigit bibirnya kembali untuk yang kesekian kalinya, karena dirinya kembali mendapat sensasi di mana dirinya merasakan kenikmatan yang tiada antaranya.


Dewi Yinzi saat ini telah memenuhi semua permintaan Shio Fang yang menginginkan berbagai gaya darinya, semua yang dilakukannya itu agar membuat suaminya merasa terpuaskan.


Sudah tak terhitung lagi Dewi Yinzi berada di puncak pegunungan tertinggi yang telah membuatnya menjadi lemas tak berdaya, Namun tiba tiba semangat sang Dewi telah kembali muncul setelah melihat sang suami meracau dengan keras, seperti akan mendapatkan puncak pendakian yang selama ini diinginkannya.


Mengetahui hal itu Dewi Yinzi seketika itu juga memperkuat otot perutnya kebawah, agar fapat memberikan cengkraman yang sangat kuat pada tonggak hidup yang mulai kelelahan, dan pada akhirnya teriakan keras terdengar dari mulut Shio Fang setelah dirinya berhasil mendaki puncak tertinggi dari kerja kerasnya selama ini, karena sebenarnya tubuh Shio Fang telah bergetar sangat hebat Setelah dia berhasil melepaskan tembakan berkali kali ke dalam sumur tua yang di penuhi ilalang dan hutan lebat di sekitar nya.


Shio Fang menjatuhkan tubuhnya di sisi Dewi Yinzi dengan nafas yang tersengal sengal, ada senyuman tersungging di bibirnya karena telah berhasil melakukan tugas nya sebagai seorang suami yang telah menafkahi batin istrinya.


Shio Fang kemudian mencium kening Dewi Yinzi dan mengucapkan kata terima kasih atas apa yang baru saja mereka lakukan.


Karena sangat kelelahan pada akhirnya Shio Fang tertidur dengan lelap.


Dewi Yinzi memandangi wajah suaminya yang sangat tampan di matanya, dia pun teringat masa lalu di mana saat pertama kali Sang Dewi bertemu dengan Shio Fang, saat itu Shio Fang masihlah seorang remaja tanggung yang masih berada di dalam bimbingannya.


Namun saat ini remaja itu telah menjelma menjadi seorang pemuda tampan yang mampu menguasai seluruh dunia dengan kekuatan hebat yang dimilikinya, yang membuat dirinya sendiri saat ini harus mengakui jika pemuda itu yang layak untuk menjadi pasangan hidupnya.


Dewi Yinzi kemudian tersenyum dan memeluk suaminya dengan hangat, untuk menyusul sang suami dalam tidur penuh kebahagiaan.


Di pagi hari, Shio Fang telah berada di anjungan perahu, dan saat ini dia tengah menatap jauh ke depan dengan tatapan yang dipenuhi kekosongan.

__ADS_1


Dewi Yinzi kemudian menghampiri Shio Fang dengan membawakan segelas teh hangat di tangannya, mengetahui sang istri telah berada di dekatnya Shio Fang kemudian merangkul pinggang Dewi Yinzi dan menariknya agar dapat mendekat ke arahnya.


Shio Fang kemudian menikmati teh hangat pemberian dari Dewi Yinzi sambil berkata.


"Aku sangat bahagia karena telah memilikimu sepenuhnya, dan aku tak ingin kita terpisahkan kembali karena aku akan membuatmu mendapatkan bahagian di sisiku," ucap Shio Fang.


Mendengar perkataan dari Shio Fang, Dewi Yinzi kemudian menyandarkan kepalanya ke lengan Shio Fang yang kokoh dan kuat.


Dengan menatap kedepan Dewi Yinzi kemudian berkata. "Aku akan tetap berada di alam kristal es ini, karena aku tak ingin menjadi Boomerang bagi para istri-istrimu. Sayang Aku ingin kau mengijinkanku untuk tetap berada di sini karena aku menginginkan hal itu," ucap Dewi Yinzi.


"Aku tak pernah akan mengizinkan mu untuk sendiri lagi karena sudah cukup waktu bagimu berada di dalam kesendirian. Aku ingin kau berada di istana Athena karena istana itu merupakan hakmu sebagai generasi terakhir darah murni para peri," ucap Shio Fang.


Dewi Yinzi begitu sangat terkejut mendengar perkataan dari Shio Fang, karena perkataannya itu menandakan jika Shio Fang akan menyerang istana Athena dan hal itu merupakan berita yang sangat buruk yang didengar oleh Dewi Yinzi.


"Aku tak akan pernah membiarkanmu untuk menyerang istana Athena, biar bagaimanapun semua orang yang berada di sana merupakan ras peri dan aku tak ingin mereka sampai terluka dan bahkan mati setelah kau melakukan penyerangan ke istana Athena," ucap Dewi Yinzi.


"Aku tetap pada pendirianku untuk menyerang istana Athena dan aku tak ingin kau menghalang-halangi keinginanku itu, Aku menginginkan pasukan para peri untuk dapat membantuku dalam penyerangan ke istana ilahi, karena dengan bantuan pasukan besar dari istana Athena dapat membuatku menaklukkan istana cahaya ilahi dalam memerangi para iblis, dan jika aku telah berhasil memusnahkan para iblis maka dengan sendirinya kedamaian di seluruh alam baik di daratan Surgawi maupun di wilayah surgawi akan kembali tentram dan damai, semua itu akan mewujudkan cita-citaku untuk menyatukan perdamaian di semua alam surgawi," ucap Shio Fang dengan keseriusan di wajahnya.


Dewi Yinzi hanya bisa terdiam untuk memikirkan bagaimana cara agar tak terjadi pertempuran di antara kedua pihak, setelah mendapatkan solusi dari pemecahan masalah ini Dewi Yinzi kemudian berkata


"Ada baik nya untuk tak menaklukkan istana Athena dengan melakukan penyerangan kesana, Aku akan membantumu untuk melakukan kesepakatan dengan Ratu Calista, karena sebenarnya darah murni yang ada di tubuhku dapat membuatnya mengikuti perkataanku, semua aturan itu telah berlaku dari turun temurun di dalam ras peri, di mana seluruh ras peri akan patuh pada ras peri yang memiliki sayap emas," ucap Dewi Yinzi.


Shio Fang saat ini dapat bernafas dengan lega mendengar perkataan dari Dewi Yinzi. Setelah menjadi istrinya kekerasan di hati Dewi Yinzi pada akhirnya dapat melunak walaupun Shio Fang tahu jika saat ini di dalam hati Dewi Yinzi telah terjadi pergolakan yang sangat hebat antara rasa cinta dan kehidupan rasnya, karena sebenarnya Dewi Yinzi tak dapat memilih di antara keduanya.


Setelah membersihkan diri keduanya kemudian menuju ke daratan surgawi tepatnya di hutan orgy, dimana di dalam hutan itu terdapat sebuah istana para peri yang biasa disebut istana Atena.


Banyak prajurit para peri yang menjaga area istana tak bisa melakukan apa-apa kepada Dewi Yinzi dan Shio Fang, karena mereka melihat seorang peri datang dengan sayap emas di punggungnya yang menandakan jika wanita bersayap emas itu merupakan bangsawan peri berdarah murni.


Kedatangan Dewi Yinzi dan Shio Fang segera menyebar ke dalam istana, ratu Calista dan beberapa Jenderal serta penatua pelindung istana seketika itu juga datang menemuinya.


"Pada akhirnya kami bisa bertemu kembali denganmu Dewi Yinzi, dan tak kusangka Setelah sekian lama berlalu kau kembali juga ke istana ini," ucap ratu Calista dengan ramah.


"Aku sengaja datang untuk menemui Ratu, karena sebenarnya aku dan suamiku menginginkan bantuan istana Atena dalam memerangi kekaisaran cahaya ilahi, karena apa yang kami inginkan ini demi untuk membalaskan dendam di masa lalu dan menjaga perdamaian serta ketentraman di alam ini".


"Saat ini di istana kekaisaran Cahaya ilahi terdapat aliansi yang sangat kuat yang menguasai istana itu, dan salah satu fraksi yang berada di sana merupakan para iblis. Raja iblis penguasa pertama yang merupakan tangan kanan Kaisar iblis telah bergabung dengan para suku penguasa dan suku-suku lainnya serta fraksi dari aula Dewa kesunyian, dan sepatutnya kita sebagai ras para peri dapat memerangi mereka semua untuk menciptakan perdamaian di alam surgawi ini," ucap Dewi Yinzi.


Tiba tiba suara pemuda terdengar dari belakang Ratu Calista dan berkata.


"Bagaimana bisa seorang manusia menikahi seorang putri dari ras peri berdarah murni, aku sama sekali tak menyetujui untuk membantu kalian berdua karena sebenarnya Shio Fang telah mencuri tunanganku untuk dijadikan istri, dan sepatutnya orang seperti dirinya selayaknya mati karena akan mengotori darah peri murni jika suatu hari nanti dirimu memiliki keturunan darinya".


"Yinzi..., sampai detik ini aku tak bisa melupakan dirimu wanita yang menanamkan rasa cinta di hatiku, hari ini aku akan melenyapkan pemuda yang telah menjadi suamimu dan akan merebutmu kembali untuk menjadi istriku, karena sebenarnya aku masih sangat menginginkanmu untuk menjadi pendamping hidupku memimpin istana Atena," ucap seorang pemuda dari ras peri yang tak lain adalah pangeran Jing Yu.


Dewi Yinzi menggelengkan kepalanya kemudian berkata. "Walaupun Shio Fang bukan berasal dari ras peri namun rasa cinta yang kumiliki padanya melebihi rasa cinta pada diriku sendiri, Aku tak akan membiarkan kau menyakitinya karena aku bisa melakukan hal yang membuat aku merebut kekuasaan dari istana antena ini, karena sebenarnya seorang yang berdarah ras murni seperti diriku dapat berkomunikasi dengan pohon Siglus yang agung, yang membuatku dapat menghentikan penyaluran energi murni dari pohon Siglus kepada para ras peri di dalam istana ini," ucap putri Yinzi yang tentu saja membuat para petinggi istana Athena merasa gelisah dan sangat ketakutan.


Ancaman yang dikeluarkan Dewi Yinzi sebenarnya benar adanya, karena hanya seorang peri yang memiliki darah ras murni yang mampu berkomunikasi dengan pohon Siglus, yang merupakan pohon pusat energi dari seluruh ras peri.


"Yinzi apa yang sebenarnya telah terjadi pada dirimu, mengapa kau memilih membela manusia itu daripada rasmu sendiri!!"


"Saat kau masih berada di sini kau tak sekeras itu pada rasmu sendiri, tapi kali ini Kau benar-benar telah mengecewakanku sebagai ratu istana Atena dengan tak memperdulikan kami sebagai petinggi istana para peri".


"Dewi Yinzi aku akan memberikan kedudukan istana Athena ini padamu sebagai orang nomor satu di dalam ras peri, namun ada syarat yang harus kau lakukan yaitu aku ingin saat ini juga kau dapat menikah dengan putraku dan meninggalkan pemuda yang berasal dari ras manusia itu, karena sebenarnya ras manusia tak dapat setara dengan ras para peri," ucap ratu Calista.


Perkataan ratu Calista sebenarnya telah menyinggung dan meremehkan Shio Fang, dan Shio Fang di sisi Dewi Yinzi masih terlihat diam dan tenang tenang saja, namun Dewi Yinzi dapat melihat amarah yang terkandung di dalam ketenangan dari seorang Shio Fang, dan tak ingin kemarahan itu menjadi kemurkaan yang dapat membinasakan seluruh ras peri di dalam istana Atena, setelah Shio Fang benar-benar menurunkan tangan untuk membungkam mulut semua orang yang telah meremehkannya.


Menyikapi hal itu Dewi Yinzi mengepakkan sayap emasnya dan berkata. "Aku ingin kalian mematuhi seluruh perintahku karena aku adalah keturunan terakhir peri berdarah murni," ucapnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2