
Pagi itu kelompok Shio Fang kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke wilayah kekaisaran Jiangma, karena kekurangan kuda Shio Chen seketika itu merubah dirinya menjadi serigala lahar api yang berevolusi dengan kedua sayap kelelawar di punggungnya.
Walaupun awalnya putri Cin Cin dan Dewi Lilia begitu sangat terkejut melihat hal itu, namun setelah Shio Ju menjelaskan kepada mereka berdua jika awalnya Shio Chen merupakan binatang megic yang telah berevolusi, pada akhirnya kedua wanita itu bisa memaklumi mengapa Shio Chen dapat berubah menjadi serigala lahar api bersayap kelelawar.
Putri Cin Cin naik ke atas punggung Shio Chen, dan yang lainnya naik ke atas kuda masing-masing untuk terus melanjutkan perjalanan, saat ini Shio Chen sengaja memimpin di depan agar kuda-kuda yang menjadi tunggangan kelompok Shio Fang tak merasa takut dengan wujudnya yang sekarang, sambil mencari Desa terdekat untuk membeli kuda bagi Shio Chen dan putri Cin Cin.
Dari kejauhan Shio Fang dapat melihat putri Cin Cin begitu sangat anggun dengan penampilannya yang sederhana, dengan wajah cantik yang memiliki pesona alami seorang wanita yang sama sekali tak membosankan untuk dipandang mata.
Diam diam Shio Fang begitu sangat mengagumi putri Cin Cin dengan penampilan barunya itu, sampai pada akhirnya lamunannya sirna saat mendengar Shio Ju berkata.
"Aku merasakan adanya desa yang cukup besar di depan sana, kurasa kita bisa tinggal sejenak di sana untuk makan dan membeli dua ekor kuda bagi putri Cin Cin dan Shio Chen," ucap Shio Ju.
"Kurasa kita kita memang harus singgah sesaat di desa itu untuk mencari beberapa kuda di sana," jawab Shio Fang.
Pada akhirnya mereka tiba di gerbang desa, Shio Chen sendiri telah merubah dirinya kembali menjadi sosok manusia besar dengan tubuh yang sangat kekar.
Shio Fang dapat melihat jika desa yang baru saja mereka datangi merupakan desa yang sangat maju dan pesat layaknya sebuah kota, semua itu terlihat dari aktivitas para penduduk desa yang padat dan bangunan-bangunan yang berada di sana pun terlihat megah dan besar.
"Desa apa ini?, mengapa banyak sekali para saudagar dari beberapa wilayah kekaisaran datang ketempat ini?" ucap Shio Zen.
"Sepertinya desa ini merupakan desa yang sangat maju dan di penuhi dengan para praktisi kuat sebagai pelindung desa, dan aku dapat merasakan aura beberapa praktisi kuat yang mendiami desa ini," ucap Shio Ju.
Shio Fang yang mendengarkan percakapan itu hanya dapat terdiam, dia masih memikirkan desa yang samar samar merasakan jika dirinya pernah berada di desa ini namun entah kapan. Dalam diamnya Shio Fang berpikir keras untuk mengetahui kapan dia pernah berada di desa yang begitu sangat familiar baginya, walaupun desa itu telah dipenuhi dengan bangunan-bangunan besar dan padatnya penduduk desa yang saat ini memenuhi desa.
Beberapa penjaga gerbang desa yang memiliki kekuatan di ranah tingkat langit puncak mendatangi kelompok Shio Fang, dan salah satu dari penjaga desa kemudian berkata. "Selamat datang di desa cahaya mentari, apa yang tuan muda inginkan di desa ini siapa tau kami bisa membantu," ucap nya dengan ramah.
__ADS_1
"Rombonganku kekurangan beberapa kuda dalam perjalanan yang akan kami lakukan, kami mampir ke desa ini untuk membeli dua ekor kuda dan juga untuk mampir ke sebuah rumah makan yang berada di desa ini untuk dapat mengisi perut kami yang telah lapar," ucap Shio Fang.
"Ada banyak kuda yang di jual dan tuan muda bisa pergi ke toko di ujung sana, karena di sana toko itu menjual banyak kuda kuda terbaik dan tuan muda bisa memilih kuda-kuda tersebut dengan harga yang ditawarkan," ucap penjaga desa.
Tak lama kemudian penjaga itu mengeluarkan beberapa lencana kecil berbentuk matahari dan kemudian berkata. "Tuan muda Desa ini mempunyai aturan bagi para tamu yang datang berkunjung, dan para tamu harus menggunakan lencana berbentuk matahari ini yang menandakan Jika tamu itu telah melewati penjagaan di gerbang Desa," ucap nya.
Shio Fang kemudian menganggukkan kepalanya dan meraih beberapa lencana berbentuk matahari itu, kemudian memberikannya kepada orang-orang yang ada di kelompoknya, sementara dirinya pun telah memakai lencana kecil yang dapat melekat di bajunya.
Setelah para tamu pengunjung Desa memakai semua lencana yang diberikan, maka para penjaga gerbang Desa mempersilahkan Shio Fang dan kelompoknya untuk dapat memasuki desa.
Shio Fang kemudian langsung menuju ke toko yang menjual kuda, dan sepanjang perjalanan banyak penduduk desa yang melihat kearah putri Cin Cin dan Dewi Lilia, wajah cantik putri Cin Cin yang mempesona mampu menghipnotis para pemuda desa yang berpapasan dengan kelompok Shio Fang, hingga beberapa pemuda nekat menggoda putri Cin Cin.
Shio Fang pada akhirnya menyuruh kelompoknya untuk tak menggubris apapun yang mereka lakukan selama para penggoda itu tak melakukan kontak fisik dengan putri Cin vin maupun Dewi Lilia, karena Shio Fang tak ingin berurusan dengan para praktisi keamanan desa jika kelompoknya melakukan tindakan pada pemuda desa yang menggoda putri Cin Cin.
"Aku menginginkan kuda kuat dan tangguh yang mampu melakukan perjalanan jauh," ucapnya.
"Di sini semua kuda kuat dan bisa melakukan perjalanan yang sangat jauh, namun untuk mendapatkan kuda pilihan yang lebih baik dan berkualitas di antara kuda-kuda yang lain, maka tuan muda harus mengeluarkan banyak koin emas untuk membelinya," ucap laki laki tua itu.
"Aku tak mempermasalahkan hal itu yang terpenting 2 kuda berkualitas bisa kau bawakan kepadaku," ucap Shio Fang.
Laki laki tua itu kemudian memanggil 2 orang yang mengurus kuda, dan dia pun membisikan sesuatu di telinganya.
Setelah itu kedua pelayan kemudian pergi dan membawa dua ekor kuda berwarna putih cerah ke hadapan Shio Fang.
Shio Fang dapat puas dengan dua kuda kekar dan besar itu, dan tak lama kemudian Shio Fang pun berkata.
__ADS_1
"Berapakah yang harus ku bayar untuk mendapatkan kedua kuda ini?" tanya Shio Fang.
"Harga 1 kuda adalah 200 koin emas," ucap laki laki tua itu.
Tanpa pikir panjang Shio Fang kemudian mengibaskan tangannya dan 2 kantong besar berisikan koin emas, seketika itu juga muncul di hadapan laki-laki tua pemilik toko.
"Silahkan kau menghitung koin emas yang berada di setiap kantong, dan jika koin emas itu telah cukup maka aku akan membawa dua kuda ini," ucap Shio Fang.
Laki laki dua itu kemudian menyuruh dua pelayannya untuk segera menghitung koin emas yang ada di dalam setiap kantong, dan Setelah beberapa lama menunggu pada akhirnya kedua pelayan itu menganggukkan kepalanya kepada lelaki tua pemilik toko.
"Trimakasih tuan muda, kuda-kuda ini sekarang merupakan milik anda dan tuan muda bisa membawa kedua kuda ini sekarang," ucap laki laki tua pemilik toko.
Shio Fang kemudian menganggukkan kepalanya, dan menyuruh Shio Chen dan Shio Ju untuk membawa kuda-kuda itu pergi dari tempat penjualan.
Setelah mendapatkan kuda yang diinginkan, mereka pada akhirnya mendatangi sebuah rumah makan besar yang ada di tempat itu untuk sekedar mengisi perut mereka yang telah lapar.
Shio Fang memanggil pelayan rumah makan, dan setelah sang pelayan datang Shio Fang kemudian memesan beberapa menu masakan yang ada di rumah makan itu.
Setelah pelayan pergi, Shio Zen kemudian berkata. "Apakah tak sebaiknya kita menginap semalam di desa ini, jika kita melanjutkan perjalanan dengan hari yang telah sore maka kita akan kembali bermalam di dalam hutan," ucap Shio Zen.
"Aku rasa kita memang sebaiknya bermalam semalam di desa ini dan melanjutkan perjalanan besok pagi," ucap Shio Fang.
Pada akhirnya kelompok Shio Fang memutuskan untuk bermalam di desa cahaya mentari dan melanjutkan perjalanan besok pagi.
Bersambung
__ADS_1