
Setelah kejadian penyerangan oleh klan Wang, hubungan antara Shio Fan Yin dengan kelima putra dan putri ketua klan Ning semakin membaik, dan bahkan Shio Fan Yin harus menjadi rebutan 2 wanita cantik yang mencoba mencari perhatian dan simpati Shio Fan Yin, dialah kakak beradik Ning Rong dan Ning'er.
Ning Chan, Ning'zo dan Ning'zi sebenarnya mengetahui jika kedua saudara mereka kini tengah bersaing untuk memperebutkan hati Shio Fan Yin, namun mereka membiarkan hal itu yang terpenting persaingan itu terjadi dengan sehat yang tak merugikan satu dengan yang lain nya.
Dalam hal ini Ning'er mencoba mendekati Shio Fan Yin dengan meminta pemuda tampan itu untuk melatihnya, dan mencoba mencari kelemahan tehnik pedang pesona yang selama ini dilatihnya.
Sementara Ning Rong mencoba mendekati Shio Fan Yin dengan berbagai macam masakan yang dibuatnya sendiri, karena sebenarnya Ning Rong memiliki keterampilan memasak yang sangat hebat.
Ning'er yang telah lama menyukai Shio Fan Yin, pada akhirnya tak kuat melihat tingkah laku Kakak keduanya yang terus berusaha mendekati Shio Fan Yin, yang membuat Ning'er segera menuju ke tempat di mana kediaman Ning Rong berada, dan mengutarakan unek unek yang selama ini tersimpan di dalam hatinya.
Ning Rong sempat terkejut melihat sang adik datang dengan wajah muram, dan Ning Rong sangat yakin jika wajah muram itu ada sangkut pautnya dengan hubungan antara dirinya dan Shio Fan Yin, yang membuat Ning Rong berusaha untuk tetap tenang mendapati kunjungan adiknya itu.
"Kak Ning Rong sebenarnya kakak telah mengetahui jika aku menyukai kak Shio Fan Yin sedari dulu, dan kakak juga telah mengetahui bagaimana aku membelanya sewaktu dirinya tak di akui oleh rombongan klan Ning, dan juga tak di akui keberadaannya oleh kakak Ning Rong sendiri".
"Mengapa setelah kak Shio Fan Yin menunjukkan bakat dan kemampuan hebatnya serta dapat menjadi pahlawan bagi rombongan klan Ning, kak Ning Rong lalu berubah pikiran untuk memenangkan hatinya".
"Apakah hutang nyawa kak Shio Fan Yin setelah kak Ning Rong berhasil menyelamatkannya sewaktu diserang oleh senjata beracun dari Wang Chu saat itu, telah menjadikan kejadian itu sebagai senjata bagi kak Ning Rong untuk dapat mendekati kak Shio Fan Yin".
"Semua itu memang merupakan pemikiran terbaik yang kakak miliki saat ini untuk mendapatkan perhatian kak Shio Fan Yin, namun aku takkan pernah menyerah dalam mendapatkan kak Shio Fan Yin, karena aku pasti akan memenangkan hatinya walaupun aku harus mendapatkan hatinya dengan cara licik," ucap Ning'er dengan keseriusan di wajahnya.
__ADS_1
Ning'er sebenarnya telah merasakan sakit hati kepada kakak keduanya itu, yang jelas-jelas telah mengetahui jika dirinya menyukai Shio Fan Yin, namun yang terjadi Kakak Kakak keduanya itu malah menikungnya untuk mendapatkan hati pemuda yang dicintainya.
"Adik..., Aku tak menginginkan kau melakukan tindakan di luar batas untuk mendapatkan hati Shio Fan Yin, dalam hal ini aku pun tak bisa berbuat banyak untuk mencegah perasaanku kepadanya, karena perasaan itu tumbuh secara tiba-tiba dan aku sama sekali tak bisa menghentikannya".
"Ada baiknya kita bersaing secara sehat dan biarkan waktu yang menentukan siapa yang akan dipilih oleh Shio Fan Yin diantara kita berdua, dan aku ingin setelah Shio Fan Yin memilih siapa yang pantas bagi dirinya maka pihak yang kalah harus bisa berlapang dada untuk menerimanya," ucap Ning Rong.
"Tidak...!!, aku takkan pernah menerima semua ini karena aku tak akan membiarkan kak Ning Rong untuk merebutnya dariku, aku pasti akan melakukan segala cara untuk mendapatkan kak Shio Fan Yin," teriak Ning'er kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
Ning Rong hanya bisa terpaku memandangi kepergian adiknya, di dalam hatinya yang terdalam merasa sangat bersalah karena telah mencintai seorang pemuda yang juga dicintai oleh adiknya sendiri, namun rasa cintanya kepada Shio Fan Yin juga tak bisa ditepisnya, karena sebenarnya pemuda itu telah dapat membuat hatinya dipenuhi warna kebahagiaan saat bersama, sehingga Ning Rong hanya bisa memejamkan matanya menahan kegetiran di dalam hatinya.
*****
"Tetua Ning Yiyi, biarkan rombongan klan Ning beristirahat di tempat ini karena kita berdua akan memantau pertempuran dari jauh di depan sana," ucap Shio Fan Yin.
"Tuan muda benar, sebaiknya rombongan klan Ning untuk sementara waktu tetap tinggal di tempat ini dan tak ikut campur di dalam pertempuran itu, untuk mencegah korban jiwa di pihak kita," jawab tetua Ning Yiyi.
Tetua Ning Yiyi kemudian memanggil kelima bersaudara untuk menemuinya.
Setelah kelima bersaudara ada di hadapan Tetua Ning Yiyi, lantas dia pun berkata.
__ADS_1
"Untuk sementara waktu rombongan klan akan tinggal di tempat ini, Aku berharap kalian semua memperkuat keamanan dan penjagaan selama aku dan Shio Fan Yin pergi untuk melihat pertarungan besar di depan sana," ucap tetua Ning Yiyi.
"Percayakan kepada kami semua mengenai keamanan rombongan klan, kami semua akan memperkuat penjagaan di tempat ini sampai tetua kembali," jawab Ning Chan.
"Aku akan ikut pergi bersama kak Shio Fan Yin untuk memantau keadaan di depan sana, dan kurasa kak Shio Fan Yin akan memperbolehkannya," ucap Ning'er yang dengan cepat segera meraih tangan Shio Fan Yin dan memeluknya dengan manja.
Semua tatapan langsung tertuju pada Ning'er, sementara Shio Fan Yin sendiri terlihat merasa risih dengan perlakuan Ning'er padanya.
Sementara Ning Rong sendiri seakan tak percaya jika adik bungsunya itu berlaku nekat seperti itu, yang sengaja menunjukkan kepada semua orang jika telah terjadi hubungan antara dirinya dan Shio Fan Yin.
Tetua Ning Yiyi yang melihat wajah risih Shio Fan Yin seketika itu berkata. "Ning'er..., Kau adalah seorang wanita muda yang setidaknya memiliki rasa malu terhadap seorang pemuda, dan aku ingin kau tak membuat tuan muda Shio Fan Yin terbebani jika kau mengikutinya untuk memantau pertempuran di depan sana," ucap tetua Ning Yiyi sambil melototi Ning'er.
"Tetua biarkan kak Shio Fan Yin yang memutuskannya aku boleh ikut dengannya atau tidak, jika kak Shio Fan Yin memutuskan tak memperbolehkan aku ikut dengannya maka aku akan tinggal di tempat ini," ucap Ning'er.
Shio Fan Yin yang telah menganggap Ning'er sebagai adik nya sendiri, dia pun lalu berkata.
"Tetua biarkan saja adik kecilku ini ikut agar dia dapat menambah pengalaman saat melihat pertempuran besar, karena aku sangat yakin di depan sana telah terjadi pertempuran besar antara klan-klan besar dengan naga petir," ucap Shio Fan Yin.
Ning'er tentu saja merasa senang mendengar perkataan dari Shio Fan Yin, sementara itu Ning Rong terlihat gusar dan segera pergi meninggalkan tempat itu tanpa mengeluarkan sepatah kata pun juga.
__ADS_1
Bersambung