Perjuangan Cinta

Perjuangan Cinta
Bima sederhana


__ADS_3

Dua hari berlalu, Bima membawa Galuh ke bandara. Galuh sudah sangat bahagia, dia mengira akan di bawa berlibur ke tempat yang jauh.


Selama di dalam mobil, Bima juga tidak mengatakan apa-apa. Mungkinkah ini sebuah kejutan besar untuknya?


"Suamiku tampan yang terkasih, tercinta dan tersayang. Apa kita mau ke Cappadocia? Aduh, so sweet banget sih my husband ini..." Senyum bahagia Galuh sudah menyebar ke seluruh penjuru mobil.


Tapi, seketika di hempas oleh Bima. "Gak usah omong kosong deh, Cappadocia-Cappadocia! Apaan? kalau mau liburan tu mentok-mentok kamu aku ajak ke Bali atau Raja Ampat, sayang. Eh Raja Ampat terlalu jauh dan capek. Ke Lembang saja deh. Kamu kan lagi hamil muda, aku sayang kamu dan anak kita Lo." kata Bima sedikit meninggikan suaranya.


"Ke Lembang? Di mana itu? Memang ada apa di sana? Ada Disney land?" jawaban polos atau malah menunjukkan kebodohan.


Bima tetap tersenyum untuk Galuh.


"Ya sudah, bulan depan kita ke Bali. kamu mau ke daerah mana?" tanya Bima menyenangkan istrinya.


"Mau di...." seketika Galuh mengingat sesuatu.


Dulu, Bali adalah tujuan utama Galuh dan Jovan berbulan madu. Di sana juga Galuh dan Jovan sering menghabiskan waktu berdua.


Jovan sangat romantis, saat itu. Tapi dia juga membawa luka terdalam untuk Galuh.


"Kenapa sayang? Kamu tidak senang?" tanya Bima yang tidak tau apa-apa.

__ADS_1


"Em, ada selain Bali gak? Aku pengen liat Oppa ganteng, boleh? Aku kan pengen, nanti anakku gantengnya kaya Limin Ho. Setidaknya setampan V deh." kata Galuh menyeringai.


"Standar kamu terlalu tinggi, sayang. Lihatlah bentukan suamimu, gak ada mirip-miripnya sama keduanya. Apalagi V, orang tertampan di dunia. Aku mah apa atu, sayang? Remahan rengginang."


"Siapa yang bilang suamiku remahan rengginang? Suamiku tu orang tertampan, terkeren, tercool, tersayang, tercinta, termanis dalam hatiku. Versi apa pun, V lewat. Jungkook, lewat. Jimin, Lewat..."


"Suga?" Di tengah Galuh mendiskripsikan dirinya dalam hidupnya. Bima tiba-tiba menyisipkan nama seorang suami halu dari Galuh.


"Le... le..."


"Hehe sudah, aku tau kalau kamu sulit memilih antara aku dan dia. Setidaknya, aku pemilik mu bukan dia. Aku juga mencintai kamu sepenuh hati. Sudah turun dulu, kita sudah di tunggu." ucap Bima sebelum membuka pintu untuk istrinya.


Prayan dan Mia yang menyaksikan menantunya memperlakukan Galuh seperti Ratu pun tersenyum bahagia.


"Mama, Papa. Kalian dari mana?" Galuh berlari menghampiri kedua orang tuanya.


"Papa habis ngajak Mama berlibur. Gimana, hebat kan papa?" Prayan masih saja menyembunyikan alasan utama mereka berada di luar negeri selama satu setengah tahun ini.


"Is Papa, sudah mulai sekarang jangan lagi berlibur yang lama-lama. Temani Galuh menjaga calon cucu kalian." Galuh sudah tak sabar memberi kabar pada orang tuanya.


Benar seperti apa yang dia harapkan. Ibu dan ayahnya sangat bahagia dengan apa yang di kabarkan putrinya.

__ADS_1


"Wah, selamat ya sayang. Ibu mertua kamu sudah tau? Pasti mereka akan sangat bahagia." kata Mia yang sudah meneteskan air mata bahagianya.


"Jangan nangis dong. Mama Rosmia yang ngajak Galuh periksa kemarin. Mama Rosmia orang pertama yang tau." kata Galuh penuh semangat.


"Mama? Bukan aku?" tanya Bima kaget.


"Iya, kamu mana tau Mama mu setiap hari video call sama mantu cantiknya ini." jawab Galuh manja.


"Ah.... Mari Pa Ma kita langsung saja." semua masuk ke dalam mobil, selain Bima.


Bima menata koper di dalam bagasi. Mobil Honda Civic memang terlihat mewah bagi Prayan untuk menantu yang baru saja memulai pekerjaannya.


Apa iya, Bima menyewa mobil ini untuk menjemputnya. Sungguh merepotkan sekali dirinya untuk menantunya.


"Galuh, ini mobil siapa?" tanya Prayan hati-hati.


"Mobil Bima lah Pa. Rumah Papa sama Mama masih di bersihkan, tadi Bima nyuruh orang. Jadi kalian nginap dulu dua sampai tiga hari di rumah." jelas Galuh.


"Jangan, nanti kalian sempit." Pikiran Prayan, rumah Galuh dan Bima adalah rumah kontrakan yang hanya ada dua kamar dan kamar mandi satu.


Bima memang orang yang sederhana sejak dulu. Bahkan Galuh sering membawanya makan di rumahnya. Itu semua karena Bima sering bilang gak punya uang.

__ADS_1


Dulu dan sekarang, tidak lebih dari dua tahun setengah. Keadaan itu pasti sudah sedikit berubah, mengingat Bima sudah berusaha untuk membangun bisnisnya.


Mengingat harga diri Bima sangat tinggi, pasti menantunya itu tidak akan memakai uang dari cafe milik Galuh. Apa pun keadaan Bima sekarang, Prayan tidak akan pernah membandingkan dengan keadaan Arief, menantu pertamanya.


__ADS_2